Selamat Datang Adik-adik Calon Mahassiswa Baru di Kota Daeng...Selamat Bergabung Bersama HIPPMAP-Makassar...

Sabtu, 29 November 2008

Bukti Kesempurnaan Islam Hatuhaha

ditulis oleh Lan Latuamury


Kami sangat berterima kasih atas diskursus ini dan harus lebih dikembangkan lagi, dengan segala kerendahan hati, Openmind ( pemikiran yang terbuka), Etika yag dikedepankan dan Pemahaman yang baik kita saling share sebagai Intelektual muda yang berwawasan dan bermoral, dalam memajukan wawasan dan mengupdate pengetahuan kita agar dapat bermanfaat bagi sesama.


Disisi lain agar kita lebih mengenal dan memahami Ajaran Murni Titah Guruh Hatuahahai melalui pendekatan Logis, ilmiah, terbuka & systimatis serta bersumber dari Nash (dsr hukum) yang jelas tanpa bertaklid buta dalam memahami dan mengaplikasikannya.

Sejalan dengan dunia yang makin mengglobal dan akses impormasi yang semakin mudah maka kami mengajak generasi mudah Hatuhaha untuk mawasdiri dalam menghadapi tantangan zaman ini, terutama yang lebih berkaitan dengan Pemahaman Titah Guruh Hatuahahai yang sudah menjadi kebanggaan bagi Orang Pelauw dan Hatuhaha pada umumnya.

Jangan hanya menjadi simbol kebanggan saja tapi harus menjadi sumber Ilmu karena kebanggan ini pula yang memberikan tantangan dan kritik yang tidak sedikit dialamatkan ke kita ( Intelektual muda Pelauw) dan tentunya membutuhkan respon yang logis, cermat & authentik bersumber dari Sumber hukum yang dapat dipertanggung jawabkan.

Harus disadari bahwa sudah sering kita mendengar kritikan baik dari orang Pelauw sendiri maupun tetangga desa kita ORY, Kailolo, Kabau Nahu mata maupun dari desa-desa yang ada diluar Jazirah Hatuhaha ( Pulau Haruku) seperti Jazirah Leihitu (Hitu & sekitrnya), Jazirah Hoamual ( Luhu & sekitarnya) dan Jazirah Hatawano( Iha dan sekitarnya), tentang tatacara keberagamaan Orang Pelauw atau Hatuhaha pada Umumnya, jadi kita sebagai Intelektual Muda Hatuhaha harus jantan bersikap Jujur & terbuka dalam menyikapi dan menjawab berbagai persoalan ini dengan pendekatan yang rasional objektif dan bersumber dari Hukum-hukum Allah swt.

Kita tidak bisa menyatakan begitu saja kepada Publik/umum bahwa Ajaran yang ada diHatuhaha adalah Ajaran Yang Tinggi, mulia dan sempurna serta bersumber dari Alqur'an dan Hadits tanpa didasari bukti authentik, Ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan baik secara moral kepada Allah Swt dan kepada kita sesama. Seperti yang dikritisi oleh adik Rus Ltc.

Untuk itu Bertitik tolak dari berbagai Tulisan Adik Rus Latuconsina kami coba megetengahkan dan mempertanggung jawabkan apa yang sudah kami tuangkan dalam merespon tulisan dari adik yang mengandung sejumlah tanya, kritik, statemen posisitf komparatif & negative komparatif terhadap amalan Lokal yang ada di Hatuhaha .

Tulisan-tulisan adik yang sudah dirilis, dan telah terpublis dalam berbagai edisi di HIPMAP-ONLINE memiliki muatan rasa ingin tahu (pertanyaan), kritik dan statement yang sama,maka secara Jujur & terbuka kami coba meresponinya dalam tulisan yang secara holistik menjawab semua tanya dan sangkaan itu..

Sangat naif dan tidak islami jika kami tidak jujur dalam mengetengahkan bukti kesempurnaan dan ketinggian Islam versi Hatuhaha, yang sudah kami tulis dalam tulisan kami yang pertama. Dan akan lebih naif lagi jika orang yang mengkritisi suatu ajaran tanpa mendalami dan memahami hitam putihnya ajaran tersebut, dalam arti hanya melihat sepintas dan berani berhujjah tanpa didasari dengan ilmu islam yang mumpuni atau hanya mendengar perkataan orang tanpa didasari dalil atau bukti-bukti sahih dan langsung dijadikan dasar pemikiran dan landasan pijak.

Agar respon kami lebih tertata dengan Baik, maka bijaknya kami bagi atas beberapa Bab Pembahasan :

1. Bab Ilmu Ma’arifat


Your browser may not support display of this image.




Dari empat jalan Hamba untuk mendekatkan diri dengan Allah swt ini, maka Hatuhaha merenggut Tingkat yang paling terakhir yakni Ma’arifatul Ma’bud ( Ibadah dengan ber Ma’arifat atau tidak sah Ibadah kalau tidak dengan Ma’arifat).

Ilmu Allah Swt adalah Bagi seluruh Alam semesta dan Ilmu Ma’arifat di Hatuhaha tidak ditutup atau dikhususkan untuk Orang Hatuhaha atau orang2 tertentu saja, Pintu Ilmu terbuka Lebar bagi siapa saja yg mau menimba Ilmu, hanya upaya Talabul Ilmu harus melalui mekanisme yang Benar dan Memenuhi syarat2 tertentu bagi Orang yg mencari Ilmu.

Sebagai Contoh : Di Jazirah Leihitu, Jazirah Hoamual, Jazirah Hatawano dan Jasirah lain, mereka Awalnya menerapkan Amalan Seperti diHatuhaha dan itu adalah warisan dari Guruhatuahahai juga. (Upu Muhdumu Wa’a Hitu, Upu Maulana Wa’a Ruhu, Upu Hatibe Batia Wa’a Iha) mereka adalah Orang Hatuhaha Pembawa Risalah Nabi disana Artinya Pintu Ilmu itu tdk tertutup bagi siapa pun. Kita saja yang menutup diri untuk mempelajarinya dan adapun kalau blm bisa diberikan itu bukan karena exklusivisme Ilmu tersebut tapi krn Berat tanggung Jawabnya atau blm memenuhi syarat untuk menerimanya ( blm jadi ahlinya) krn sangat berbahaya untuk ketauhidan seseorang, banyak hadits dari Rasulullah yang menerangkan akan kehati-hatian & Ganjaran bagi orang yang mengajarkan Ilmu Ma'arifat kepada bukan ahlinya, memberikan atau mengajarkan Ilmu Ma’arifat itu harus sesuai dengan kadar pemikiran umat/orang yang talabul ilmu (alaqadri uqulihim) atau sesuai dengan pengetahuan orang yg menimba ilmu tersebut, bukan asal diberikan saja, ada syarat & adabnya, dan semua itu membutuhkan waktu yg panjang untuk mendapatkanya.

Belajar Agama bukan seperti kita belajar dibangku sekolah, Universitas atau belajar dari buku yg dibeli ditoko lalu sekedar diterangkan, diberi tugas, lalu diamalkan.

Kita harus hati2 dalam memplejari ilmu Ma’rifat yang hanya didapat dari orang yang bukan ahlinya atau hanya melalui buku di toko buku atau perpustakaan umum, karena sangat berbahaya ( terhadap diri sendiri maupun orang lain) harus dituntun oleh yg Ahlinya agar kesempurnaan bisa dicapai. Jadi keliru kalau ilmu Ma’arifat di Hatuhaha adalah Eksklusive (khusus) untuk Orang Hatuhaha saja.

Hatuhah kalau menunjukan Permata Ilmunya maka akan seperti yang dikatakan oleh Sayyidina Ali Bin abu Thalib Kw, dan hadits yg diriwayatkan Imam Bukhari dibawah ini.

Sabda Rasulullah Saw :

(Nahnu Ma'Asyirul Anbiya'i Amarana An An Nukallimannasa Ala Qadri Uqulihim). Artinya : Kami para Nabi-Nabi, allah perintah kami untuk berbicara kepada manusia, menurut tingkat kecerdasan mereka (mc).

(Tuhaddistunnaasa Bima Lam Tashil Uquuluhum, A-Turiiduuna Ay Yukadzdziballaaha Warasuulahu). Artinya : Kamu berbicara kepada manusia yang belum sampai tingkat kecerdasanya, apakah kamu dalam hal ini ingin agar mereka mendustakan Allah dan Rasulnya ?

Berkata Abu Hurairah, ra. Tentang hadis Rasulullah Saw yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari, r.a :

( Hafizhtu Min Rasuulillaahi Saw. Wi 'aa ‘Aini Minal Ilmi Faamaa Ahaduhuma Fabayantuhu, Wal Akharu Lau Bayyantuhu, Laquthi 'Alil Hulqumu ). Artinya: Aku Menghafalkan Dua Macam Ilmu Dari Rasulullah Saw. Adapun Satu Diantaranya Kuterangkan, Tetapi Yang Satu Macam Lagi Kalau Kuterangkan Akan Dipotong Orang Leherku.

Sayyidina Ali bi Abi Thalib, k.w berkata:

( Ya Rabbi, Jauhari Ilmin Lau Abuhu Bihi, Laqila Li Antamimman Ya’budu Wastna Walastahalla Rijalun Muslimuna Dami Yarauna Aqbaha Ma Ya’tunahu Husna) Artinya : Ya Tuhanku, Andai Kata Kutunjukan Permata Ilmuku, Dikatakan Orang Aku Termasuk Orang-Orang Penyembah Berhala. Laki-Laki Muslim Menghalalkan Darahku, Mereka Menyangka Apa Yang Ku Tunjukan Itu Adalah Yang Paling Jelek, Dan Apa Yang Mereka Perbuat Itu Adalah Yang Paling Baik.

Jadi sangat hati-hati untuk menyebarkan Ilmu Ma’rifat ini, tidak semudah yang kita bayangkan.sehingga guruh Hatuahai sangat menjaga adab ini, dengan tidak menyebarkan secara mudah ke sembarang orang, kaum atau golongan tertentu tanpa harus melihat syarat & adabnya.

Dilihat dari berbagai aspek peribadatan dan pengetahuan Islam maka benar adanya bahwa Ma’arifatul Islam di Hatuhaha untuk hal-hal khusus atau tertentu adalah satu-satunya di Dunia yg memiliki Ajaran kesempurnaan seperti itu baik dalam paham maupun aplikasinya, tapi untuk hal2 yang umum masih ada kesamaanya dengan kebanyakan Ilmu Ma’arifat didunia karena berasal dari sumber yang satu jadi tidak mungkin berbeda. Dan perlu diingat bahwa Ilmu Ma'arifat bukan tidak ada syariatnya, yang namanya Islam yang sempurna adalah perpaduan dari empat jalan Ilmu yakni syariat, tarikat, hakekat dan ma'rifat ( didalam ma'rifat ada syareat, ada hakekat, ada tarikat dan sebaliknya didalam syariat ada ma'arifat, tarikat dan hakikat) ini merupakan satu matah rantai yang tidak bisa dilepas pisahkan, dan inilah yang dipakai diHatuhaha.

jika ada yang memahaminya secara parsial (terpisah-pisah) maka boleh dikatakan Tidak sempurna Islamnya.

Orang Hatuhaha sebelum Talabul Ilmu yg pertama harus dilakukan adalah Ma'a hehe Qalam oleh Guru ( salah satu Syariat Nabi Muhammad Saw),

ssi Firman Allah swt dlm surat Al-Alaq ayat 4

yang Artinya : Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, (Qs. Al-alaq 4) ini adalah wahyu Allah Pertama yg di terima oleh Upu ka Nabi Muhammad Saw & ritus ini hanya direalisasikan di Hatuhaha di t4 lain tdk ada.

Keliru bagi siapa saja yang mengatakan bahwa Ilmu Ma’arifat hanya ada di Hatuhaha, Ilmu itu disebar luas Oleh para Ahli Ilmu sesuai tingkat pemahaman kaumnya masing-masing, dan ilmu ini diperuntukan bagi seluruh umat, yang membedakan adalah Paham tiap-tiap orang yang menimba Ilmu tersebut, ada yang pahamnya mendalam ada yang hanya pertengahan dsb.


B. Bab Shalat

Sebelum kita membahas Shalat secara Khusus maka tahapan-tahapan sebelum beribadah harus kita jelaskan terlebih dahulu agar kesucian dan kesempurnaan ibadah mendapat legalisasi yang sempurna dari Allah swt.

Didalam Rukun Islam, Rukun yang pertama adalah Tauhid, artinya apa ??? Ma'arifat kepada Allah Swt (sifat, asma, & af'al ) dulu baru ibadah ( shalat, Puasa,zakat, Hadji dll ibadah sunnah).

Bagaimana untuk mencapai Ma’arifat kepada Allah swt ?? harus dengan Ilmu. Maka ilmu sangat penting, ilmu adalah cahaya petunjuk kebenaran dan kesempurnaan dalam beribadah kepada Allah swt, dan sudah kita jelaskan pada bab yang pertama.

Firman Allah Swt dalam Al-Qur’an :

ALASTUBIRAFBIKUM QOLU BALA SYAHIDENA
BUKANKAH AKU INI TUHANMU ? BETUL ENGKAU TUHAN KAMI, KAMI MENJADI SAKSI (Q.S AL-‘ARAF 172) (MAARIFAT AWAL)

Firman Allah swt dalam Hadits Qudsi:

AWALUDIN MA’RIFATULLAH
Awal Agama Mengenal Allah.

LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH
Tidak Syah Shalat Tanpa Mengenal Allah
LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH
Aku Tidak Akan Menyembah Allah Bila Aku Tidak Melihatnya lebih dahulu ( Sayidina Ali Bin Abuthalib Kw)

Didalam kitab zubad karangan Syaikh Ibnu Ruslan.

Awwalu wajibin alal insani ma’rifatull illahi bistikaan

Artinya : kewajiban pertama manusia adalah mengenal Allah swt Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya.

Wakullu manbighairi ilmin ya’malu, a’maluhu mardudatulla tuqbalu

Artinya : Barang siapa yang mengerjakan amal tanpa ilmu maka amalanya tertolak

Jadi yang pertama kita harus lakukan sebelum beribadah adalah Ma'arifat kepada Allah Swt.

Hatuhaha dalam melakukan Ibadah adalah Harus Berma'rifat dulu dan harus tahu hakekat, asal, Usul, & yang tidak kalah penting adalah faedah suatu Ibadah agar kesempurnaan ibadahnya terjaga dan manfaat atau ganjarannya dapat diterima disisi Allah dengan sebuah legalisasi yang sempurnah. Jangan asal beribadah tanpa mengetahui hakekatnya ( asalnya, usulnya, rukunya, syaratnya, adabnya, dll) karena malah akan menjadi orang yang celaka dan sia-sia beribadah.

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ

الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ

Artinya : Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.(Qs-Al Maaun 4-5).

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (QS Al Israa: 36).

YAKTI ALANNAASI ZAMANU YUSALLUUNA WALA YUSALLUUN.

Artinya : Akan Datang Kepada Manusia Suatu Zaman, Banyak Yang Shalat Padahal Sebenarnya Mereka Tidak Shalat.(H.R. Ahmad)

Berbicara tentag Shalat maka dapat dijelaskan sebagai berikut bahwa

1. Hatuhaha tidak menolak Shalat Lima waktu, bahkan sangat dianjurkan karena Hakekat Shalat menurut Versi Hatuhaha adalah Hubungan Bathin (sexual) suami istri, yang mana Pria bersifat arrahman (pengasih) dan Wanita bersifat Arrahim (penerima). Atas dasar inilah Manusia diberi mandat Oleh Allah swt untuk memproduksikan Manusia sebagai khalifa dimuka bumi. Karena af’al dari Shalat adalah hubungan biologis suamu-istri maka wanita diHatuhaha sangat dilarang untuk shalat. ( Lihat Penjelasan Mussallah).
2. Assalatu af’alul Jasadi (Shalat itu Perbuatan Jasad), artinya shalat itu hanya memelihara Jasad yang sebentar nanti akan menjadi bangkai dan bahan makanan Tanah dan cacing. Manusia setelah meniggalkan dunia fana maka Tubuhnya akan kembali ke tanah dan ruhnya akan kembali kehidrat Allah, maka hal ini menjadi bahan renungan Guruh Hatuahahai untuk selalu beramal kepada Allah swt yang telah menciptakan ruh yang hidup sepanjang masa. Nah kalau orang berilmu mengapa harus beribadah hanya untuk memelihara Jasad yang sebentar nanti akan hancur dimakan Tanah, maka guruh Hatuahahai lebih memfokuskan amalan bagi yang kekal yakni Amalan Arruh(Manian) yg berasal dari kata Manni=nur=ruh & Salatuddaim ( Shalat sepanjang waktu/zikir).


Firman Allah dalam Hadis Qudsi :

Attafakaru saatan khairum min ibadati sab’ina sanatan

Artinya: Taffakur seketika amalanya seperti orang yang mengerjakan shalat sunnah 70 tahun.

Firman Allah dalam Al-Qur’an surat al-Maarij ayat 22-23

Ilalmusalliin, aladjinahum ‘Alashalatihim Daaimuun.

Artinya : kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya. ( Qs-Al Maarij 22-23)

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ

Artinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal ( Qs-Ali’Imran 190)

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ( Qs. Ali Imran 191).

Beberapa dalil Hatuhaha yang merupakan pedoman bagi warga Hatuhaha dalam melaksanakan Amalan Arruh adalah:

Kobahiyangoti waktua rima, amaloti nainyele wa’a ume, tubuh ria nusu tanah adam Roh Permisi yoi.

Artinya: kita bershalat Lima waktu hanya semata-mata kita akan kembali ke tanah dan disitulah Roh akan bermunajad ke sisi Allah swt.

Poso amaloti palihara Nyawa, Hitiemu arroho epuna modalo iya emu lalayori.

Artinya: kita beramal arroh untuk memelihara nyawa/ruh maka hendaklah mengerjakan Amal arruh sebagai modal/bekal sebentar nanti dialam akhirat.

jadi keliru kalau persepsi Adik Rus Ltc bahwa Hatuhaha tidak mendirikan Shalat Lima waktu seperti yang disampaikan bahkan literature(Kitab2) yang ada diPelauw secara sempurnah menjelaskan ( ukihi) tentang apa itu Shalat ( wajib dan sunnah) serta perjalanan & faedah Shalat tsb, Termasuk Shalatul Hamsa (Shalat Lima waktu).

Dan kita harus camkan bahwa mengerjakan ibadah shalat itu bukan semudah yang difikirkan dan dibayangkan, harus sempurnah ( syarat, rukun, adab dll) karena jika tidak sempurnah atau lalai (lalai=bisa waktunya, ria,ujub, Rukun,syarat,adab tdk lengkap) maka sia-sia ibadah & celakalah yang didapat. Seperti firman Allah dalam Alquran

Artinya : Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.(Qs-Al Maaun 4-5).

contoh : Praktek Shalat diHatuhaha, Sempurnakan Wuduh dulu (Roh&jasad), berpakain yang putih, keluar dari baitul Insan dengan tertib menuju Baitullah(mesjid) dlm keadaan tunduk dengan disertai zikir untuk mengunci empat jalan setan, hormat kepada assari (Baitul Ma’mur rahasia hamba) bersalam kepada mesjid/baitullah, Buka tikar dengan Shalawat Nabi, Buka Mushalah, baru melakukan shalat Sunat syukurul wuduh, sunnat Tahaiatul masjid, Qabliat, ba’diat, shalat fardu, penutup sunat kasudahan, tertib berurutan.

Bukan seperti orang kebanyakan yang datang beribadah dimasjid, datang dari jalan ( bukan dari rumah) sambil bicara, merokok, mata lirik kiri-kanan dll aktivitas, sampainya dimesjid bentang sajadah, shalat sunat takhayatul masjid, sunat ba'diat dan qabliat setelah itu pulang, kalau ibadah seperti ini dikatakan ibadah anak TK ( Taman kanak-kanak), laiknya orang-orang tertentu yang ada diPelauw itu, baru cuma tahu shalat seperti anak TK sudah tepuk dadah bahwa Shalatnya sudah benar dan berani mengatakan bahwa Ajaran Hatuhaha itu ingkar sunnah bahkan syirik.

Karena jika ibadah tidak dijaga kesempurnaanya adalah ibadah yang sia-sia saja, apalagi sengaja dipertontonkan agar dikatakan ahli ibadah (abid), terus kesempurnaan dan Tumaninanya dimana ???? Apakah ini bisa dikatagorikan Sempurnah Shalatnya ???

INNA AURAMA YANJURU MIN’AKMALIHIS SHALAT, PA’IN ZAJAT LAHU NUJIRA FISA IRI AKMALIHIWAINLAM TAJUD LAHU YANJURU FISAI IN MIN AKMALIHI BAKDA

Artinya : Sesungguhnya Yang Mula-Mula Dilihat Oleh Allah Dari Amal Perbuatan Anak Manusia Adalah Shalatnya.Apabila Shalatnya Sempurna Diterimalah Shalatnya Itu Dengan Amal-Amalnya Yang Lain.Jika Shalatnya Tidak Sempurna, Maka Ditolaklah Shalatnya Itu Dengan Amal-Amalnya Yang Lain.(Hadits Riwayat Hakim)

*) Ingat Shalat yang sempurnah saja yang diterima disi Allah Jalla jalaluh.

Kita harus berlindung kepada Allah dari amalan yang tidak sempurnah.

Dalam Sebuah hadis Nabi yg shahih diriwayatkan Imam Bukhari sbb : Seorang melakukan amalan-amalan ahli surga sebagaimana tampak bagi orang-orang tetapi sesungguhnya dia termasuk penghuni neraka, dan seorang lagi melakukan amalan-amalan ahli neraka sebagaimana disaksikan orang-orang tetapi sebenarnya dia tergolong penghuni surga. (HR. Bukhari).

Jadi Hati-hati memberikan statement terhadap suatu ajaran tanpa disertai dengan pengetahuan tentangnya, bisa saja mereka lebih baik dari orang-orang yang mencelanya, kelihatan dahirnya adalah abid (ahli ibadah) pada hal ibadah yg tidak sempurnah alias sia-sia.

.

Hatuhaha sangat canggih dan sempurnah, karena seluruh syarat, rukun,& adab dijaga kesempurnaanya ( makanya kami bisa katakan Islam Hatuhaha itu adalah sempurnah). ( lihat cara Shalat Jum'at di Hatuhaha)

dan tidak ada didunia ini yang praktek shalat Jum'atnya seperti di Hatuhaha (bukan takabur tapi memang rielnya seperti itu), itulah yang menyatakan kita Hatuhaha dalam beberap hal sangat berbeda dengan yang lain ( eksternal).

Pertanyaan saya, tolong dijawab dengan Jujur & didasari Ilmu Islam.

Menurut Paham Adik Rus Ltc, Hakikat Shalat Itu apa sih ????.

Kenapa mesjid itu dikatakan baitullah/ rumah Allah, hakekatnya Apa ???

Kenapa dimesjid harus ada mimbar, hakekatnya apa sih ??

Hakekat Shalat sunat Syukurul wuduh, Tahayatul Masjid, Qabliat, Ba’diyat, Hutbah 2 rakaat , & fardu Jum’at 2 rakaat itu apa sih ???.

Agar Jangan asal Shalat, untuk hanya menggugurkan kewajiban tapi tidak tahu maknanya ??? atau bertakhayul saja dlm ibadah ??? silahkan Tanya siapa saja. ( hati2 jadi ibadah anak TK yg Cuma ikut-ikutan)

Islam itu memang luas tapi harus dipahami dengan Ilmu bukan taklid buta (iku-ikutan) bukankah kewajiban pertama yang diberikan Allah swt adalah Talabul Ilmu ??, sehingga syarat ibadah adalah harus punya Ilmu baru ibadah. Lihat Al-Qur'an surat Al-Alaq ayat 1-5.

Kami diHatuhaha sangat dilarang ikut-ikutan (Taklid Buta) dalam beribadah, harus tahu ilmunya dulu baru bisa dilakukan, karena sia-sia ibadah tanpa Ilmu, bahkan akan menimbulkan kemudharatan.

Allah swt berfirman :

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”.(QS Al Israa: 36).

Umar bin Abdul Aziz berkata: “Orang beramal tampa ilmu kerusakan yang ditimbulkannya jauh lebih besar dari kemaslahatannya”

kalau Islam pada umumnya diluar itu benar, emang iya .. karena mengikuti Sunnah tapi untuk kesempurnaan belum tentu sesempurnah yang diHatuhaha, sesuai penjelasan kami pada contoh diatas, ucuk-ucuk ( tiba-tiba) langsung shalat tanpa dipersiapkan segala sesuatunya dengan sempurnah. Kita menghadap pembesar dunia saja kita bersiap-siap, apalagi mau menghadap yang maha suci dan maha Besar, di Hatuhaha mulai dari Hadas, busana, tatah cara ke mesjid, sampai kembali dari Shalat saja beda dan sebelum ibadah segala sesuatunya sudah dipersiapkan, tentunya pahamnya juga akan berbeda karena fail/perbuatan baik dalam ibadah atau keseharian Orang itu sesuai dengan Pengetahuan/ilmu yang dimiliki.

Pertanyaan, apakah yang acak-acakan itu bisa dikatakan sudah sempurnah atau yang tertib & berurutan ????

Kita harus bisa membedakan benar dan sempurna, benar belum tentu sempurnah tapi sempurnah sudah tentu benar.

Contoh komparasi kesempurnaan dalam tatacara berwuduh.
Hatuhaha Umum
Suci jasad Suci jasad
Suci ruh Tidak ada
Syahadat jasad & Ruh Syahadat jasad saja
Takbiratul ihram Tidak ada
Salam kanan & kiri Tidak ada
Doa & Salawat Nabi Doa saja


Dari contoh diatas coba kita resapi & fikirkan, Tubuh ini bukan hanya Jasad saja tapi bidimensional ( Jasad & Ruh), muncul pertanyaan : bagaimanakah anda mensucikan Ruh anda ?, bagaimanakah anda memberi syahadat kepada Ruh anda ?? bagaimana anda bisa menghormati Adam As (abual Basyariah) saja tanpa menghormati Muhammad Saw (Abual Ruh), pada hal ialah lambang kesempurnaan Islam, bapak dari segala Ruh dan Ruh itu adalah kepunyaan Allah Swt. Kita bisa dikatakan zindik dalam beribadah.

Didalam Hadis Qudsi Allah Swt. Berfirman :

Aku ( Muhammad) adalah bapak dari segala Ruh dan Adam adalah bapak dari segala Tubuh (basariah).

Hadis yang lain Allah Berfirman :

Aku ( Allah swt) menciptakan engkau ( Muhammad) dari padaku, dan Aku ciptakan alam dan segala isinya daripada engkau (Muhammad)

Hadis Qudsi Allah Swt. Berfirman

Allah Swt menciptakan segala Ruh dari Ruh Nabimu ( Muhammad )

Dari contoh hasil komparasi Wuduh diatas mana yang lebih sempurnah suci jasad saja atau keduanya (jasad & Ruh), Syahadat Tubuh saja atau keduanya, doa saja atau doa disertai salawat nabi ???

Contoh yang lain : di Hatuhaha kalau shalat harus pake Mushalah yang merupakan refleksi dari pada Sitti Hauwa atau kaum perempuan sebagaimana penjelasan kami diatas bahwa hakekat Shalat adalah Pertemuan bathin suami-istri , diluar Hatuhaha tidak dipakai, pada hal ini merupakan syariat Nabi Adam, sejarah telah menunjukan kepada kita semua bahwa, Atas Iradat Allah Swt Siti Hauwa diciptakan dari Tulang Rusuk kirinya Nabi Adam yang untuk selanjutnya menjalankan perintah Allah Swt untuk memproduksi manusia dimuka bumi. Sunnah pakai mushalah ini dianggap sangat sacral oleh guruh Hatuahahai sehingga dipakai diHatuhaha.

Pertanyaan lagi, Shalat lebih sempurnah Pakai mushalah atau tidak pakai ??

Dari ke 3 (tiga) contoh diatas saja sudah bisa memberikan indikasi komparasi kesempurnaan Hatuhaha dengan yang lain dalam Ibadah.

kesimpulnya Guruh Hatuahahai sangat cerdas (orang yg berpengetahuan, ulil albab dll sabutan bagi orang yang berilmu dalam Alqur’an) dan Ahli Sunnah. Apakah ini tidak membuktikan ketinggian dan kesempurnaan ajaran Islam yang hidup diHatuhaha ??

Benarkah Islam Hatuhaha tidak bersumber dari al-Qur’an dan Hadits seperti yang saudara katakan ataukah sangat menjaga Sunnah ( Ahli Sunnah) dalam arti AHLI SUNNAH WALJAMAAH ???

Ulama Ma’arifat seperti Al-Gajali, Alfarabi,Syekh Abdulqadir Jailani, Mansur alhalaj, Imam Hasan Albasri dll, adalah mencari dan mengkaji kebenaran islam, tapi Hatuhaha sumber kebenaran itu sudah ada sejak Nabi Allah Adam As. Sehingga banyak pencarian mereka yang membenarkan apa yang dilaksankan di Hatuhaha.

Slah satu contoh kata Imama Al-Gazali bahwa :

Barang siapa yang makan mendahului dengan garam dan mengakhiri dengan garam maka Allah akan menyembuhkan 70 penyakit dalam dirinya.

Garam bagi warga Hatuhaha adalah Istinja Awal. (Sunnah Nabi)

lihat Para jemaah Tablig dimesjid-mesjid yang mendahului & mengakhiri makannya dengan menggunakan garam, serta makan pada nampan yang bundar, saat ini baru jemaah2 itu lewat guru mursyidnya menemukan sunnah ini, berbeda dengan diHatuhaha sudah ratusan Tahun yang lalu, sunnah ini dihidupkan, makan diatas Ahaun Bundar dan didhului dengan Istinja Awal (Garam).

segala praktek pengamalan di Hatuhaha adalah bersumber langsung dari Nabiullah Adam, s/d Nabi Muhammad Saw sebagai sentral kesempurnaan Islam.

Sebagaimana Kalau ada kelahiran Anak Di Hatuhaha biasa dibilang : salamatiyai anai nikatiya imala, amala, titah gurua, agama rasulullah, umea huuti, laha asariya haati).lihat yang digaris tebal adalah Agama Rasulullah.

Bukan dibilang akan memperjuangkan Agama Islam saja Tapi Agama Rasulullah, (Agama Rasulullah=agama sekalian Para nabi, Para rasul,& Para malaikat ). Islam itu bukan Hadir saat Nabi Muhammad Saw diMekkah saja itu namanya syariat islam, terus hakikat Islam dimana ??? karena Jauh sebelumnya Islam itu sudah ada sejak zaman Nabiullah Adam as diciptakan. ( baca sejarah kejadian Nabi Adam ).

Dalil Hatuhaha,

Adam i jadi loto sorogae kura herangea, ijadi kura I hahoa huri, ihoa sou lainto manenui, sou Ma’arifata eya.

Adamu I jadi kura ning kawasa, ning kawasa puna guru awalea, ning kawasa puna guru awalo, iy tarima ning ijajah guruh.

Adamu I tarima ning ijajah guruh, ning ijajah guruh ma’arifatea, ning ijajah guruh ma’arifato, itarima ning karole latu.

Lahatala iy hoa patatru ea, iy patataru wa’a malaikataea, iy patataru wa’a malaikata iya esi bara guruh.

Malaikata isi rai si baraguruh, baraguruh eke nabi Adamea, baraguruh eke nabi Adamu sue titah Lahatala.

Rahasia Adam owe kati-kati aha Waleto Putri, yale seiya kewa uku ele kewa Upu Ahala Ta’ala.

Hadis Qudsi:

Alinsanu sirri waana sirruhu = Manusia adalah rahasiaku, aku adalah rahasianya.

Dari dalil-dalil diatas menerangkan bahwa Nabi Adam langsung menerima Ilmu Ma’arifat dari Allah swt sekaligus menerima Ijajah sebagai Guruh Ma’arifat. Ilmu Ma’arifat Adam ini diajarkan kepada siapa ???? silahkan cari dialam dunia yang luas ini.

Hadis riwayat Imam Bukhari & Perkataan Sayyidina Ali kw diatas adalah seperti keadaan Orang2 Islam ( Fuqaha) pd Umumnya terhadap Akhli Sufi, atau Sebagian orang2 diPelauw dan sekitar Pelauw terhadap Ajaran islam di Hatuhaha, mereka menyangka bahwa ajaran Hatuhaha adalah Ajaran yg tidak Bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits, ajaran yang tertutup, ajaran yg syirik terhadap Allah Swt dan mereka menganggap diri mereka yang paling benar ketaatanya kepada Dinul islam, padahal itu hanya sangkaan mereka saja yang menuruti hawa nafsu, karena mereka tidak berilmu seperti Orang Hatuhaha.

kami tidak pernah ragu akan kebenaran Ajaran Guruh Hatuhaha ini karena bersumber langsung dari Allah Swt serta para Nabi & Rasul Allah.

Guruh Hatuahahai ( Para Nabi, Rasul, Para Sahabat, Tabiin, & Tabiit-Tabiin) sdh berpesan bahwa “ANA KALAE waa ZAMAN SA IMI ANAMI KUPU HINA KURA TITAH GURUH WATI, TAPI YALE SEIYA PAMESE SUE AMI RIMAMA RUITI LAHA AMI AIMA RUITI ALE SA'AMI, TAPI YALE SEIYA MAHERI HERIRU ALE TAHA SA AMI YEYA” artinya : akan datang suatu zaman dimana ajaran yg kami tinggalkan akan mendapat hina dari segolongan manusia, tapi barang siapa yg berpegang teguh pada apa yg kami ( Guruh Hatuahahai) tinggalkan maka dia adalah termasuk dalam golongan kami (umat kami) dan barang siapa yg tidak mengikuti apa yang kami tinggalkan maka dia bukan golongan/umat kami.

Dalil Hatuhaha :

Aipasaloti epasuri-suri sana eru repu, kisya yakakoti Aurolonea, kisya yakakoti aurolono sue Guruasi janji.

Ini sejalan dengan hadits Rasulullah Saw:

“Barang siapa yg mengikuti sunnahku maka dia adalah umatku, dan barang siapa yg tidak mengikuti sunahku maka dia adalah bukan golonganku”.

Kami sangat yakin akan kebenaran ajaran Islam di Hatuhaha krn sudah banyak sekali Hatuhaha mengalami berbagai distorsi serta tantangan akidah dari Luar dan dari dalam (orang Pelauw sendiri, Ory dan Kailolo ) yang bekerja sama dengan Ulama-Ulama dari Luar bahkan MUI Maluku yang pernah diprakarsai oleh, KH. Muhammad Husain Tuasuikal dkk, Pendiri Nadil Ulum Ory tentang keislaman Hatuhaha (Tauhid, Shalat, Puasa,zakat, Haji, dll) peristiwa2 itu telah mengambil tempat yg diselenggarakan di Pelauw, Kailolo, & Ambon, apa yg ditanyakan mereka terhadap ajaran Islam diHatuhaha (terkait Rukun Iman & Islam) dijawab semua Oleh perwakilan dari Hatuhaha ( Pembicara dari Pelauw saat itu adalah tete Imam Saleh Latuconsina,Tete HaTib Mazahab Tuasikal, Tete, Imam Syahrum Tuasikal dll ) tapi sampai sekarang para pembicara dari kalangan mereka (Para Syaikh, Kiyai Haji, bahkan MUI Maluku) itu blm bisa menjawab apa yg ditanyakan oleh wakil2 dari Hatuhaha ( Manusia mati tanam ditanah, tanah mati tanam dimana ??, manusia mati mandi dengan air, air mati mandi dengan apa ??, apa Makna hakekat Fatha tain, dumma tain, kasrah tain ?? tentang puasa, sebelum menjadi bulan dia menjadi apa terlebih dahulu ??) jika mereka adalah orang-orang yang benar & telah sempurna ilmu islamnya harusnya bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh Para Wakil dari Hatuhaha yang nota bene berpengetahuan local tapi kenapa tidak ..????, apa yang kurang dari pengetahuan keIslaman mereka, gelarnya saja Syaikh, Kiyai haji, Haji, Ustad dll yg sudah menggambarkan kedalaman dan luasnya pengetahuan mereka atas Dinul Islam dibanding dengan Pengetahuan tetet Imam Saleh, Hatibe Mazahab Tsk, Tete Imam Syahrum Tsk dll wakil Hatuhaha yang hanya belajar dari Ajaran Guruh Hatuahahai, secara logis pasti Mereka ( yg dari Luar ) labih unggul & sempurna pengetahuannya tapi kenapa mereka tidak mampu menjawab sedikitpun pertanyaan dari kami Orang Hatuhahaha,yang nota bene diklaim Islam Tidak benar, Islam yang syirik terhadap Allah swt, Islam yang tidak bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits. ini mengindikasikan bahwa Ajaran Islam yang diajarkan Guru hatuahahai adalah Ajaran yang tinggi lagi sempurna yang bersumber dari Al-Qur'an & Sunnah.

Jangan baru bisa membaca & hapal Firman serta Hadits, lalu menganggap diri sudah pandai, tepuk dadah bilang ajaran itu & ini salah,syirik, tidak berdasar Al-qur’an dan Sunnah ( Ingkar Sunnah) tanpa mengetahui dengan benar dan sempurna makna lahir dan bathin Sunnah-sunnah tsb.

Satu hal yang harus kami luruskan bahwa Islam yang ada dihatuhaha bukan hasil Ijtihad, suluk atau tawasul dari para sufi di Hatuhaha tapi Islam yang Bersumber langsung dari Nabi Adam As s/d Nabi Muhammad Saw serta Para sahabat Jadi sangat naïf kalau Rus’an Ltc katakan bahwa berbeda dengan Islam di masa Rasulullah Saw dan generasi salaf.

Para Nabi & Rasul dari Adam As s/d Rasulullah Saw (sentral kesempurnaan Islam) serta Para Sahabat sendirilah yang mengajarkan Hakekatul Islam diHatuhaha, dan mereka itulah yang dinamakan GURUH HATUAHAHAI.

Dalil Hatuhahai :

Adamei hoka heri sorogae, ihoka kura itata tamelenaea, ihoka kura itata tamelena, iy he he ainy wa’a Hatu

Iy hehe ainy wa’a Hatuhahai, Adam ikuru ei wa’a tanah Murah, tambira sareleiy owe u horinyeya, ituo taka kuasai.

Awal harus ketemu akhir ( awal Adam harus ketemu akhir Muhammad ) itulah kesempurnaan Islam

Adam Tidak berbicara dalam Firman dan Hadits dalam mengajarkan Ilmu Ma’arifat tapi dalam bentuk lain, Nabi Muhammad Saw yang berbicara dalam firman dan hadits. Ma’arifat Para Nabi & Rasul adalah untuk saling menyempurnakan, bukan untuk saling berlawanan apalagi saling menghilangkan.

Terdapat Dialog dalam bahasa Hatuhaha antara Rasulullah Saw ( Sentral Kesempurnaan Islam) dengan Upu Mukhdum (Lebe Hatuhahai) sbb :

Rasulullah : Yale nalam seiya ....

Upu Mukhdum : Yau Nalau Seihati Pinan Nupu ..

Rasulullah : Male Mausika Seihati Herimu, yau Hehe Mukhdumu wa'amu, iy turu ho ho kakisyame waelo neu Titihuhu emu dosa, Yau hehe Ma'arifatul islamu iya emu Agama.

Catatan: Air kakisyame bertempat di Rohomoni.

Setelah itu surata, kitabua yang Rasulullah bawa dari Arrasyi Allah swt, yang merupakan Pakihi/Penjelas Atas Kitab-kitab Allah yang empat di tempatkan di Rumah Nai Ma’arifat dan Hatuhaha, serta dijadikan sebagai pedoman dalam beramal di Hatuhaha.

Surata kitabua wa’a makkah ya madina, Hatuhahai haka pata alamea, hatuhahae haka pata Alamo, ma’arifata samata.

Upu kanabi mata loto makkah, iysane in turun tanah wa’a madinah, ing karamate Hotu wa’a Hatuhahai Tohi ele moki-moki.

Guruh Hatuahahai berkata mengaji diri dulu baru bisa mengenal Allah Swt

Tidak tau diri (tdk maarifat diri) atau tidak tahu rahasia Adam jangan bicara soal Ilmu Islam apalagi Ibadah.

Dalil Hatuhaha:

Adam ikaru in pituah diri, lahatala karu in pitua nyawa, ale seiya kewa rua nalaiso koti lauto kalajum.

Benarkah Islam Hatuhaha inkar sunnah ?? atau Ahli sunnah

Wallohu a’lam bissawaab.

Itu mungkin sedikit pencerahan dari kami yang sangat fakir akan kita lanjut lagi dengan bab kitab.

5 komentar:

ROe mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb.

maaf!!!
hanya mau ikut berdinamika. :D

salam bang lan:
menurut beta, penjelasan panjang lebar ttg berISLAM versi hatuhaha yang abang kemukakan kayaknya terlalu dogmatis. dalil2 yang dikemukakanpun beta pikir terlalu bertumpu pada penafsiran yang mengedepankan EGO kehatuhahaan. tak ada penjelasan yang istimewa, spesial, atau minimal buat katong bisa berpikir.

dengan tidak mengurangi pendapat bang lan, beta cenderung lebih setuju dengan opini ruslan. bahwa ma'rifat adalah salah satu disiplin ilmu pengetahuan tradisional yang dikodifikasikan dan dikembangkan oleh sarjana tasawuf klasik maupun ahli mistisme islam jauh setelah Rasulullah meninggal dunia.
tampaknya bang LAN menutup mata oleh fakta historis ini. dan tetap pada keyakinan bahwa islam hatuhaha adalah hasil rembug antara Rasulullah dengan guru hatuhahai. apa bisa dijelaskan secara ilmiah (sosio-history).

menurut hemat beta, setelah membaca berulang kali tulisan ini, tampak sekali ISLAM ditempatkan sebagai AGAMA mistis, agama tahayul, agama Aneh, agama gak masuk akal, dan segala macam embel2 lainnya.

beta mungkin gak sepintar bang lan, tapi mari katong membuka diri untuk mempelajari ISlam dari literatur2 yang lain dan kemudian melakukan perbandingan yg objektif, tanpa harus mengedepankan ego kehatuhahaan.

sebenarnya masih ada yang ingin beta koment, tapi tampaknya opini Ruslan sudah mewakili apa yang beta pikirkan.

kebenaran hanya milik Allah SWT.

wassalam

M@RAWOLE ALAN mengatakan...

assalamu alaikum wr wb !
Mhn maaf krn bru bisa share lg,

menurut hemat beta, setelah membaca berulang kali tulisan ini, tampak sekali ISLAM ditempatkan sebagai AGAMA mistis, agama tahayul, agama Aneh, agama gak masuk akal, dan segala macam embel2 lainnya.
bta mafhum bhw hakikat kebenaran hnya bisa diterima o/ orang2 yang berakal. jadi gak apa2. tapi mhn dijawab :
A. yg anehnya dimana,?
B. yg tdk masuk akal dimana ?
C. yg tahayul dimana ?
D. type islam dijzaman Rasulullah itu seperti apa..klasik.modernis sep skarang atau luxurious ?
E. dr point D, type yg manakah type Islam anda ?


wasslam
Salam
Alan

basri5051 mengatakan...

Lan. biarkan orang lain menghina, memfitnah, dan menghujat HATUHAHA.

abang, jangan terlalu jelasin secara detail ilmu HATUHAHA abang di publik. katong mohon jangan terlalu di publis.

SUPRI TUAsikal mengatakan...

abang lan makasi..kalo memang ini benar adanya berarti postingan abng ini sangat bermakna buat katong yang basar di orang punya kampong ni makasi abang..

Sut Mutiah Sangadji mengatakan...

Terima kasih atas pencerahannya.. Sangat menyentuh.. Dan org mukmin yg baik alangkah baiknya dlm berselisih pendapat gunakanlah lisan yg baik adab yg baik..

*mutiah sangadji*

 
© Copyright by HIPPMAP Online  |  Template by Blogspot tutorial