<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985</id><updated>2011-07-29T16:05:52.848+08:00</updated><category term='kegiatan'/><category term='opini'/><title type='text'>HIPPMAP Online</title><subtitle type='html'>himpunan pemuda pelajar mahasiswa pelauw</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>55</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-7446617176246859808</id><published>2009-07-17T18:23:00.004+08:00</published><updated>2009-07-17T18:42:46.087+08:00</updated><title type='text'>Pelantikan dan Raker</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wHYkhukeBJA/SmBUp0oS_sI/AAAAAAAAAp8/MO_ZDLX7pB4/s1600-h/6292_1022602580593_1691081642_46008_4442884_s.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wHYkhukeBJA/SmBUp0oS_sI/AAAAAAAAAp8/MO_ZDLX7pB4/s320/6292_1022602580593_1691081642_46008_4442884_s.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359376634049920706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah diundur satu hari, acara pelantikan dan rapat kerja (Raker) Badan Pengurus HIPPMAP-Makassar periode 2009-2010 diadakan pada hari Ahad (12 Juli 2009) di pelataran Gedung IPTEKS UNhas. Acara ini dihadiri oleh badan pengurus, anggota, Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO),  Dewan Penasehat Organisasi (DPO) dan adik-adik calon mahasiswa baru.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Acara ini mengusung tema "Mempertegas eksistensi kader dalam perannya sebagai insan intelektual". Dalam pemaparan tema yang disampaiakan oleh Steering Committee, Rahim Tuasikal dan M. Nur Talaohu, ditegaskan mengenai pentingnya penguatan kapasitas intelektual kader HIPPMAP-Makassar agar bisa menjawab tantangan-tantangan organisasi kedepan. Acara dimulai sekitar jam 13.30 Wita dan ditutup pada saat azan maghrib mengumandang di mesjid kampus Unhas. Antusiaisme peserta dalam mengikuti acara ini cuukup besar, ditunjukkan dengan kehadiran hampir dua puluh peserta, walau acara harus diundur karena keterlambatan beberapa jam dari rencana semula. Dinamika forum berlangsung bagus. Rata-rata peserta cukup aktif mengelaborasi topik-topik pembahasan yang digelar dalam sidang pleno dan sidang komisi yang ada. Pelaksanaan acara ditangani oleh panitia pelaksana dengan ketuanya, Saddam Husain Salampessy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-7446617176246859808?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/7446617176246859808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=7446617176246859808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7446617176246859808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7446617176246859808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/07/pelantikan-dan-raker.html' title='Pelantikan dan Raker'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wHYkhukeBJA/SmBUp0oS_sI/AAAAAAAAAp8/MO_ZDLX7pB4/s72-c/6292_1022602580593_1691081642_46008_4442884_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-240176753633746870</id><published>2009-07-08T16:27:00.003+08:00</published><updated>2009-07-08T16:38:28.963+08:00</updated><title type='text'>Raker BP.HIPPMAP  Tanggal 11 Juli 2009</title><content type='html'>Setelah ditunda lebih sebulan, akhirnya agenda rapat kerja (raker) badan pengurus direncanakan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 11 Juli 2009 di kawasan Danau Unhas. Hal ini seperti dikonfirmasikan oleh Ketua Umum HIPPMAP periode 2009-2010, Un Latuamury. Menurutnya, raker sudah seharusnya dilaksanakan karena sudah cukup lama ditunda akibat momen cakalele pada beberapa waktu lalu, ketika banyak dari teman-teman panitia dan pengurus pulang kampung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan pada raker kali ini semua pengurus dan anggota hadir, terutama bagi adik-adik calon mahasiswa baru yang baru datang di kota Makassar. Dipilihnya kawasan Danau Unhas, selain untuk meminimalisir pengeluaran dana, tempat ini cukup dekat untuk diakses dan pertimbangan kenyamanan acara, dimana tempat ini cukup sejuk, tidak kalah sejuk dan menyenangkan dibanding tempat rekreasi lain di kota anging mammiri.&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-240176753633746870?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/240176753633746870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=240176753633746870' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/240176753633746870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/240176753633746870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/07/raker-bphippmap-tanggal-11-juli-2009.html' title='Raker BP.HIPPMAP  Tanggal 11 Juli 2009'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-6659114619173073115</id><published>2009-06-11T16:16:00.001+08:00</published><updated>2009-06-11T16:19:12.156+08:00</updated><title type='text'>Hegemoni G-8 dan Hancurnya Kedaulatan Ekonomi-Politik Negara-negara  Selatan</title><content type='html'>Secara historis terbentuknya kelompok negara-negara G-8 berawal dari resesi global yang disebabkan oleh krisis minyak yang terjadi pada tahun 1970-an. Pada tahun 1974, Amerika Serikat menginisiasi sebuah forum yang dinamakan Library Group yaitu sebuah forum informal yang dihadiri oleh senior financial official dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman Barat, Perancis, dan Jepang. Pada tahun 1975 kepala negara Perancis mengundang kepala negara-negara tersebut untuk melakukan pertemuan di Rambouillet ditambah dengan Italia. Setelah pertemuan kedua mereka bersepakat untuk melakukan pertemuan regular setiap tahun (G-6). Pada tahun berikutnya, Kanada menambah keanggotaan G-6 menjadi G-7.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1977 pertemuan G-7 juga telah mengundang perwakilan Uni Eropa yang kamudian secara setiap tahunnya ikut dalam pertemuan G-7. Berakhirnya perang dingin dan pecahnya Uni Sovyet membuat Rusia muncul sebagai negara yang perlu diperhitungkan keberadaannya. Sejak pertemuan pada tahun 1994 di Naples, Rusia selalu terlibat diluar pertemuan utama anggota G-7. Atas inisiatif Presiden Bill Clinton, pada tahun 1997 Rusia secara formal masuk dalam keanggotaan G-8 sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G-8 merupakan forum internasional yang anggotanya terdiri dari 8 negara besar (industri maju): Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Itali, Jerman, Kanada, Jepang, dan Rusia. Ke-8 negara ini secara ekonomi-politik dan militer merupakan negara-negara yang menguasai kekuatan dunia. Secara ekonomi kelompok negara-negara ini menguasai 65% ekonomi dunia, berada dalam kelompok negara dangan kekuatan militer terbesar, dan memiliki kekuatan nuklir aktif. Ditambah dengan keberadaan Cina dan beberapa organisasi internasional yang  juga aktif dalam setiap pertemuan tahunan G-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok negara-negara maju ini memiliki satu forum pertemuan tahunan yang  dihadiri oleh kepala pemerintahan masing-masing negara anggota dan juga mengundang beberapa organisasi multilateral seperti Uni Eropa, PBB, WTO, Bank Dunia, International Atomic Energy Agency, dan African Union. Selain itu, sejak tahun 2005 kelompok G-8 juga berinisiatif untuk melibatkan negara-negara berkembang yang diundang untuk hadir dalam pertemuan tersebut (Brazil, China, India, Mexico dan Afrika Selatan).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pertemuan di tingkat kepala negara atau kepala pemerintahan, G-8 juga memiliki forum untuk pertemuan di tingkat menteri seperti pertemuan menteri keuangan yang dilakukan empat kali dalam setahun, pertemuan menteri lingkungan atau pertemuan menteri luar negeri. Pertemuan menteri luar negeri tersebut dirancang untuk mempersiapkan pertemuan di tingkat kepala negara. Sedangkan output dari pertemuan tersebut merupakan bagian dari pernyataan bersama dari negara-negara G-8 berkaitan dengan isu dan kebijakan global.&lt;br /&gt;G-8 dan keuatan ekonomi-politik global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok negara-negara G-8 merupakan negara-negara yang mendominasi kekuatan ekonomi politik global. Secara ekonomi mereka merupakan negara-negara industri maju sedangkan secara politik mereka termasuk negara-negara yang juga memiliki dominasi ”hard power” dalam politik internasional. Perhatian negara-negara G-8 khususnya dalam pembangunan ekonomi global adalah untuk menciptakan iklim dan kondisi yang mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kelompok G-8 juga mencermati kondisi ekonomi global yang menunjukkan perkembangan negatif terutama disebabkan oleh krisis pangan dan energi yang dianggap mampu menghambat laju pertumbuhan ekonomi global. Inflasi yang cukup tinggi juga terjadi di negara-negara maju. Melihat kondisi dan multiple effect dalam ekonomi politik global yang terjadi saat ini beberapa agenda yang akan dibahas dalam pertemuan G-8 di Hokkaido Jepang diantaranya yaitu pertumbuhan ekonomi dunia yang berkelanjutan, investasi, perdagangan, perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual, munculnya kekuatan ekonomi baru, dan sumber daya alam. Output yang diinginkan setelah pertemuan G-8 ke-34 tersebut adalah bagaimana negara-negara anggota G-8 mengkordinasikan kebijakannya dalam menghadapi isu-isu internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok negara maju tersebut sangat mendukung kebijakan investasi dan perdagangan bebas yang identik dengan liberalisasi dan privatisasi. Mereka percaya bahwa jika investasi internasional bisa dilakukan secara bebas dan terbuka maka akan lebih mempercepat laju pertumbuhaan ekonomi global. Dalam pernyataan bersamanya kelompok negara G-8 menyatakan dukungannya dalam dua pilar yaitu kebijakan investasi dan sektor keuangan yang dilakukan oleh IMF melalui rezim investasi terbuka dan Poverty Reduction Growth Facility (PRGF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang terjadi sebenarnya bahwa pertumbuhan ekonomi yang didorong liberalisasi perdagangan, privatisasi, dan rezim investasi bebas hanya menguntungkan negara-negara maju. Liberalisasi perdagangan tidak hanya mempermudah transfer hasil produksi tetapi juga mempermudah negara-negara maju untuk mengeksploitasi sumber daya alam yang dimiliki oleh negara-negara dunia ketiga. Lebih dari 50% perdagangan dunia dikuasai oleh negara-negara maju di Amerika Utara dan Eropa yang masuk dalam G-8. Belum lagi nilai total perdagangan yang dimiliki oleh Jepang dan Rusia menambah besar keuntungan jika liberalisasi perdagangan diberlakukan secara global.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal investasi, rezim open investment merupakan pintu untuk mempermudah arus investasi. FDI dan portfolio investment merupakan faktor yang cukup penting bagi perkembangan perusahaan multinasional dan transnasional sehingga perusahaan-perusahaan tersebut mampu bergerak melintasi batas negara. Melalui capital transfer inilah perusahaan multinasional bisa melakukan ekspansi ke luar negara bahkan melakukan kontrol terhadap pasar, produksi, maupun kegiatan ekonomi lain seperti investasi di sektor jasa, manufaktur, atau komoditas lainnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin bebasnya arus modal mendorong perubahan kondisi ekonomi politik yang semakin berkembang saat ini dimana aliran modal di sektor swasta telah menggantikan aliran modal bilateral dan multilateral (official flows) sebagai sumber modal asing yang digunakan oleh negara berkembang. Perubahan ini selain membawa perubahan pada siapa yang melakukan kontrol terhadap modal, juga berubahanya motif dan kepentingan bagi pihak yang menanamkan modal serta bagaimana bentuk aliran modal itu ditransfer ke negara lain. Semakin lama arus modal semakin bersifat highly mobile dan tidak stabil (volatile). Highly mobile capital inilah yang membuat negara terutama negara-negara berkembang sebagai host country semakin rentan terhadap perubahan yang terjadi dalam ekonomi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, negara-negara maju justru menerapkan standar ganda dalam kebijakannya. Mereka mendesakkan agenda-agenda ekonomi yang sangat liberal bagi negara-negara dunia ketiga namun di sisi lain memiliki kebijakan nasional yang sangat protektif. Misalnya dalam isu pertanian yang masih menjadi perdebatan antara negara maju dan negara berkembang, negara-negara maju selalu berkeberatan untuk mencabut kebijakan proteksinya. Belum lagi kecurangan yang dilakukan oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa yang tetap melakukan subsidi dan proteksi terhadap sektor pertanian mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tingkat seluruh subsidi pertanian di Amerika Serikat justru semakin meningkat dari $182 milyar pada tahun 1995, menjadi $280 milyar di tahun 1997 dan meningkat lagi menjadi $362 milyar pada tahun 1998. Begitu pula dengan Uni Eropa yang banyak mengandalkan Common Agricultural Policy (CAP) miliknya. CAP Uni Eropa merupakan salah satu kebijakan paling proteksionis di dunia dan memiliki dampak merusak terhadap ketahanan pangan di negara-negara berkembang. Lima belas negara Uni Eropa mengeluarkan dana sebesar $42 milyar per tahun untuk mensubsidi petani mereka melalui kebijakan ini. Dukungan CAP terhadap petani tersebut berbentuk pembayaran langsung, harga-harga intervensi, fasilitas-fasilitas penyimpanan untuk surplus produksi, dan subsidi-subsidi ekspor. Subsidi-subsidi ekspor CAP tersebut memungkinkan produksi Uni Eropa mampu bersaing dengan produksi petani di negara berkembang. Berbagai hambatan impor Uni Eropa juga telah mencerabut peluang ekspor kaum petani di negara-negara berkembang.1.  &lt;br /&gt;“Posisi” G-8 dalam isu utang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang luar negeri merupakan bagian dari aliran modal dari wilayah atau negara-negara maju (developed region) ke negara-negara yang belum berkembang (less developed region). Dalam sejarahnya pada awal abad ke-19, aliran modal ini digunakan oleh Inggris untuk melakukan pembangunan di negara-negara koloninya di Amerika utara, Afrika selatan, dan Australasia. Pada dekade 1920 sampai dengan tahun 1930-an, perkembangan aliran modal ini lebih banyak dilakukan oleh negara-negara maju di Eropa dan Amerika Serikat ke negara-negara Amerika Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perang dunia kedua berakhir dan banyak negara-negara Asia-Afrika yang merdeka, utang luar negeri dijadikan sebagai alat untuk 'membantu' pembangunan di negara-negara dunia ketiga. Setelah berakhirnya Perang Dunia kedua bentuk aliran pinjaman ke negara-negara dunia ketiga mulai berubah. Mengikuti keberhasilan Marshall Plan untuk pembangunan Eropa yang hancur akibat perang, Amerika Serikat dan negara-negara maju menyediakan pinjaman untuk pembangunan negara-negara dunia ketiga dalam bentuk foreign aid atau official development assistance (ODA). Beberapa dari foreign aid yang diberikan tersebut dalam bentuk grant atau hibah namun sebagian besar merupakan pinjaman lunak (concessional loan). Tujuan dari ODA yang diberikan kepada negara-negara dunia ketiga adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Official development assistance was supposed to aid the take-off into self-sustaining growth which Rostow had identified as the pivotal stage in the development process(Rostow, 1960).  Foreign aid would plug the gap.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, sejak kemunculannya pasca Perang Dunia II, berbagai macam bentuk pinjaman dan bantuan luar negeri yang diberikan negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat dinilai memiliki kepentingan politik dan ekonomi. Bahkan ketika Marshal Plan menjadi sebuah ide baru dalam 'foreign aid' sudah dinilai memiliki banyak kepentingan ekonomi Amerika selain kepentingan geopolitik dalam situasi perang dingin.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginning with Marshal Plan when it was new aid concept, which included a sort of preferential credit that generally benefited the supplier of aid more than recipient.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marshal Plan generosity: much of the money so provided came back to the USA for the purchase of food , raw materials and capital goods. It was thus a powerful stimulant to American Economy.5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya wacana debt trap ditanggapi oleh negara-negara kreditor dan IFIs seperti IMF dan Bank Dunia dengan mengeluarkan inisiatif baru yaitu mekanisme Heavily Indebted Poor Countries (HIPC) pada tahun 1996 untuk menghapuskan utang bagi negara-negara yang tergolong sangat miskin. Namun mekanisme ini tetap mensyaratkan hal yang sama dengan penarikan utang. Liberalisasi dan privatisasi masih menjadi syarat utama jika sebuah negara ingin menghapuskan utangnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam isu utang khususnya, G-8 yang juga merupakan negara-negara kreditor bagi banyak negara-negara dunia ketiga sangat mendukung mekanisme Heavily Indebted Poor Countries, Paris Club, dan World Bank's Debt Reduction Facility yang dijadikan sebagai skema penghapusan utang bagi negara-negara dunia ketiga. Padahal mekanisme tersebut justru membawa negara-negara dunia debitor terjebak dalam privatisasi dan liberalisasi terutama di sektor-sektor strategis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman di beberapa negara yang telah melakukan skema tersebut hampir seragam. Zambia harus melakukan privatisasi terhadap bank nasionalnya. Nikaragua harus melakukan privatisasi di sektor listrik yang mengakibatkan kenaikan tarif listrik sebesar 20% yang justru membebani masyarakat miskin. Sedangkan di Sierra Leone privatisasi dilakukan di hampir semua sektor strategis seperti air, energi dan komunikasi yang melibatkan 24 perusahaan milik negara. Pada kenyataannya kebijakan ekonomi-politik global dan skema penghapusan utang yang selama ini didukung oleh negara-negara G-8 justru membuat kondisi di negara-negara dunia ketiga semakin buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi negara-negara Afrika mekanisme-mekanisme tersebut dianggap telah digunakan oleh lembaga kreditor untuk mendiktekan kebijakan ekonomi yang harus dilakukan di negara mereka. Sejalan dengan komentar yang diberikan oleh berbagai NGO seperti Jubilee South, Focus on the Global South, AWEPON, dan the Centor do Estudios Internacionales yang melihat fenomena poverty reduction program yang dilakukan oleh IMF dan Bank Dunia justru didominasi oleh pendesakan kebijakan liberalisasi di berbagai sektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fighting poverty becomes the newest justification for the aging prescriptions geared to increasing the overall opening of the "host country" to external economic actors and free market rules."6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa mekanisme negosiasi utang yang sering dipakai oleh negara-negara G-8 lainnya yaitu Paris Club dan London Club. Paris Club dipakai untuk menegosiasikan utang bilateral antar pemerintah sedangkan London Club digunakan untuk menegosiasikan utang komersial. Namun mekanisme negosiasi tersebut masih dianggap tidak “adil” bagi kepentingan negara-negara debitor. Kesepakatan tentang debt rescheduling atau debt relief hanya berdasarkan hasil negosiasi informal antara debitor dan ke-19 kreditor yang ada dalam forum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, mekanisme debt relief yang sering menjadi rujukan bagi negara-negara kreditor tersebut sebenarnya hanya lebih ditujukan untuk melindungi kepentingan kreditor dan sistem keuangan internasional daripada untuk mengatasi masalah krisis utang di negara-negara dunia ketiga. Hal ini tercermin ketika anjuran yang diberikan oleh International Financial Institution kepada negara-negara miskin tetap harus memprioritaskan debt service daripada membiayai subsidi dan pengeluaran sosial lainnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan yang diberikan untuk menerima penghapusan utang oleh negara-negara kreditor ini kebanyakan sama seperti persyaratan pinjaman yang diberikan oleh IMF dan Bank Dunia. Persyaratan tersebut merupakan bagian dari kebijakan neoliberal yang ada dalam Washington Consensus diantaranya yaitu disiplin fiscal, tax reform, liberalisasi suku bunga, liberalisasi perdagangan, privatisasi, dan deregulasi. Ironisnya, mereka juga memasukkan larangan terhadap pengeluaran untuk kebutuhan dasar seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan padahal bagi banyak negara berkembang atau negara miskin justru hal itulah yang paling dibutuhkan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;G-8 vs. kampanye global atas isu utang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik terhadap keberadaan kominitas negara-negara maju dalam kelompok G-8 banyak dikaitkan dengan tanggung jawab negara-negara maju atas beberapa isu global seperti kemiskinan di Afrika dan negara-negara berkembang yang disebabkan oleh utang dan kebijakan perdagangan internasional. Pemanasan global yang disebabkan emisi karbon, permasalahan AIDS yang terkendala penerapan hak paten atas obat-obatan, serta isu-isu lain yang berkaitan dengan globalisasi. Berbagai macam bentuk demonstrasi telah dilakukan oleh kalangan NGO untuk menentang legitimasi kelompok G-8 yang dianggap harus bertanggung jawab terhadap sekian banyak permasalahan global. Kampanye penghapusan utang secara global yang dilakukan bersamaan dengan pertemuan tahunan G-8 telah dimulai sejak tahun 1998 pada pertemuan G-8 di Birmingham.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 18 November tahun 2006, pejabat senior Jerman mengumumkan bahwa pertemuan G-8 tahun 2007 di Jerman tidak akan memasukan debt relief dan bantuan terhadap Afrika dalam agendanya karena rencananya akan dibicarakan pada pertemuan di tahun 2008 di Jepang. Namun melihat daftar agenda yang akan dibicarakan pada pertemmuan G-8 di Jepang ternyata hanya permasalahan Afrika yang akan dimasukkan. Sedangkan isu debt relief tidak muncul dalam agenda pertemuan G-8 ke-34 di Jepang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi gerakan kampanye penghapusan utang global yang mulai bangkit sejak aksi besar-besaran pada pertemuan G-8 di Birmingham, kelompok negara-negara G-8 merespon dengan memberikan komitmen untuk melakukan penghapusan utang bagi negara-negara dunia ketiga. Namun realisasi yang diwujudkan oleh negara-negara G-8 jauh dari apa yang dijanjikan. Paris Club mengklaim bahwa telah membuat 404 kesepakatan dengan 85 negara debitor. Dari $506 billion hanya $7 billion penghapusan utang yang direalisasikan dan semuanya kepada negara-negara yang masuk dalam kategori HIPC.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui mekanisme HIPC sendiri dari total $63.4 billion yang dijanjikan hanya bisa terealisasi $45.4 billion. Data-data tersebut menunjukkan bahwa terlalu sedikit jumlah utang yang bisa dihapuskan. Negara-negara miskin masih harus mengeluarakan $100 million per hari untuk membayar utang. Sampai sekarang masih diperlukan penghapusan utang minimal sebesar $400 billion lagi bagi 100 negara-negara di dunia untuk bisa menjamin ketersediaan kebutuhan dasar bagi masyarakatanya (Jubilee UK, 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya jumlahnya yang terlalu kecil, tetapi juga persyaratan yang diajukan bagi negara-negara yang ingin mendapatkan penghapusan utang masih menjadi masalah utama. Persyaratan untuk melakukan transparansi dan akuntabilitas dalam prosesnya memang penting, namun persyaratan yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi seperti privatisasi, liberalisasi, dan praktek kebijakan fiscal harus dihapuskan. Proses penghapusan utang yang tidak adil juga masih menjadi sumber sulitnya mengatasi permasalahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After a brief survey of the roots of the debt crisis, we look at the key elements of the debt problem: the unpayable nature of much of the debt; the unjust origins of much of the debt; the unfair processes of debt cancellation; and the need to act now to prevent a future debt crisis (Jubilee Debt Campaign UK, 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sangat jelas dirasakan bahwa selama ini upaya penyelesaian krisis utang di negara-negara miskin dan negara berkembang dikendalikan oleh pihak kreditor dan bukan untuk kepentingan negara debitor. Tidak hanya dalam isu utang, tapi dalam beberapa isu global lainnya penyelesaian masalah yang ditawarkan oleh kelompok negara-negara maju ini telah digunakan hanya untuk melancarkan kepentingan ekonomi dan politik Negara-negara tersebut.&lt;br /&gt;G-8 dan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan G-8 ke-34 juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk hadir dalam forum tersebut. Tidak hanya di tingkat kepala negara, kelompok G-8 juga telah mengundang Indonesia untuk hadir dalam pertemuan di tingkat menteri yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Undangan yang ditujukan untuk Presiden Indonesia pada pertemuan G-8 di Jepang memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mendesakkan kepentingan Indonesia dalam beberapa isu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dalam isu krisis energi saat ini dimana Indonesia juga terkena dampaknya maka dibutuhkan kebijakan energi yang lebih berpihak pada kepentingan nasional. Proses ekstraksi sumber daya energi di Indonesia saat ini erat dengan kepentingan negara-negara maju karena 85% struktur produksi migas di Indonesia dikuasai oleh perusahaan asing. Dari 137 konsesi pengelolaan lapangan migas di Indonesia masih dikuasai oleh korporasi asing, yang juga menduduki 10 besar produsen migas di Indonesia. Chevron Pacific (AS) berada di urutan pertama diikuti Conoco Phillips (AS), Total Indonesie (Prancis), China National Offshore Oil Corporation (Tiongkok), Petrochina (Tiongkok), Korea Development Company (Korea Selatan), dan Chevron Company (Petro Energy, 2007). Spekulasi investor di sektor migas yang banyak dilakukan oleh negara-negara maju merupakan penyebab utama tingginya harga minyak internasional saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam isu krisis pangan tidak semata-mata karena kurangnya pasokan bahan pangan. Liberalisasi pertanian yang didorong atas kepentingan negara-negara maju memberikan kontribusi bagi terjadinya krisis pangan saat ini. Bukan hanya isu food security seperti yang harus didukung oleh kelompok negara maju tetapi kita juga harus mendesakkan upaya untuk mencapai kedaulatan pangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan perdagangan memaksa liberalisasi lebih lanjut atas pasar pangan. Sebagai akibatnya, barang-barang import membanjiri pasar domestik. Krisis pangan dan lingkungan saat ini merupakan hasil dari kontrol rantai pangan dan pertanian yang sangat luas oleh perusahaan-perusahaan transnasional dan liberalisasi pasar. Hal ini merusak lingkungan, menggantikan pertanian keluarga dengan perkebunan pertanian skla besar. Pangan saat ini berada di tangan para investor dan spekulan. Seluruh kebijakan telah meninggalkan jutaan petani tanpa pendapatan yang layak dan populasi dunia dalam krisis pangan global (La Via Campesina, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pemerintah di negara-negar G-8 harus memecahkkan krisis yang mereka ciptakan ketika mereka berpikir bahwa perdagangan bebas dapat mencukupi dan memberi makan dunia. Saatnya telah tiba untuk mengubah kebijakan pertanian menuju produksi pangan skala kecil, kedaulatan pangan dan pasar lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dalam isu pemanasan global, upaya untuk mendesak “tanggung jawab” negara-negara maju harus terus dilakukan. Industrialisasi yang ada di negara-negara maju dan juga eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan yang mereka lakukan di negara-negara berkembang merupakan penyebab utama kerusakan lingkungan secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu genting dalam upaya mengatasi pemanasan global salah satunya adalah pembiayaan mitigasi dan adaptasi. Inggris, Amerika Serikat, dan Jepang mendorong pembiayaan perubahan iklim melalui mekanisme utang lewat Bank Dunia. Upaya ini adalah merupakan tindakan pengalihan tanggung jawab sekaligus pencarian keuntungan (profiteering) krisis lingkungan tergenting saat ini. Tanggung jawab negara maju dalam pembiayaan mengatasi perubahan iklim tidak boleh dalam rupa utang baru dalam mekanisme apapun. Negara-negara maju harus mengurangi emisinya secara siginifikan sambil membayar pampasan ekologik kepada negara-negara berkembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, liberalisasi investasi dan privatisasi yang terus didorong oleh negara-negara maju dan juga mulai diterapkan secara masif di Indonesia juga tidak terlepas dari kepentingan negara-negara maju yang membutuhkan “lahan” baru untuk memutar aliran kapitalnya. Kecenderungan kebijakan yang dilakukan di Indonesia justru memilih liberalisasi dan memberikan peluang yang lebih luas bagi ekspansi modal internasional.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa regulasi nasional seperti UU Migas, UU Sumber Daya Air, dan UU Penanaman Modal tahun 2007 justru menjamin kebebasan aliran modal dan investasi asing. Sektor-sektor strategis di Indonesia kini didominasi oleh kepemilikan perusahaan asing. Investasi asing telah menguasai 85,4% konsesi pertambangan migas, 70% kepemilikan saham di Bursa Efek Jakarta, dan lebih dari separuh (50%) kepemilikan perbankan di Indonesia (Forum Rektor Indonesia, 2007). Pemberlakuan aturan investasi yang baru tersebut membuat Indonesia berada dalam fenomena race to the bottom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, isu utang yang justru disingkirkan dalam agenda pertemuan G-8 yang akan datang juga harus mendapat perhatian. Tuntutan penghapusan utang bagi Indonesia tidak hanya karena utang tersebut merupakan utang haram (odious debt) tetapi juga karena kebijakan penarikan utang saat ini tidak mendatangkan manfaat bagi rakyat. Net negative transfer yang terjadi karena pembayaran berbagai bentuk fee (commitment fee, administration fee, front end fee; dan Agent Fee), pembayaran bunga, dan selisih Net Present Value (NPV) justru lebih membebani masyarakat Indonesia. Pertemuan G-8 yang dihadiri oleh negara-negara kreditor dan IFIs harus dimanfaatkan untuk “menegosiasikan” kembali beban utang Indonesia secara adil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikopi dari: http://kau.or.id&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-6659114619173073115?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/6659114619173073115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=6659114619173073115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6659114619173073115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6659114619173073115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/06/hegemoni-g-8-dan-hancurnya-kedaulatan.html' title='Hegemoni G-8 dan Hancurnya Kedaulatan Ekonomi-Politik Negara-negara  Selatan'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-7773337049804557080</id><published>2009-06-11T16:14:00.001+08:00</published><updated>2009-06-11T16:21:26.681+08:00</updated><title type='text'>Neoliberalisme</title><content type='html'>oleh: Revrisond Baswir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEOLIBERALISME. Tiba-tiba saja mencuat menjadi wacana hangat di tengah-tengah masyarakat. Pemicunya adalah munculnya nama Boediono sebagai calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemilihan presiden yang akan datang. Menurut para penentang mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut, Boediono seorang ekonom yang menganut paham ekonomi neoliberal, sebab itu ia sangat berbahaya bagi masa depan perekonomian Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini tidak bermaksud mengupas Boediono atau paham ekonomi yang dianutnya. Tujuan tulisan ini adalah untuk menguraikan pengertian, asal mula, dan perkembangan neoliberalisme secara singkat. Saya berharap, dengan memahami neoliberalisme secara benar, silang pendapat yang berkaitan dengan paham ekonomi ini dapat dihindarkan dari debat kusir. Sebaliknya, para ekonom yang jelas-jelas mengimani neoliberalisme, tidak secara mentah-mentah pula mengelak bahwa dirinya bukan seorang neoliberalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan namannya, neoliberalisme adalah bentuk baru dari paham ekonomi pasar liberal. Sebagai salah satu varian dari kapitalisme yang terdiri dari merkantilisme, liberalisme, keynesianisme, neoliberalisme dan neokeynesianisme, neoliberalisme adalah sebuah upaya untuk mengoreksi kelemahan yang terdapat dalam liberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, dalam paham ekonomi pasar liberal, pasar diyakini memiliki kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri. Karena pasar dapat mengurus dirinya sendiri, maka campur tangan negara dalam mengurus perekonomian tidak diperlukan sama sekali. Tetapi setelah perekonomian dunia terjerumus ke dalam depresi besar pada tahun 1930-an, kepercayaan terhadap paham ekonomi pasar liberal merosot secara drastis. Pasar ternyata tidak hanya tidak mampu mengurus dirinya sendiri, tetapi dapat menjadi sumber malapetaka bagi kemanusiaan. Depresi besar 1930-an tidak hanya ditandai oleh terjadinya kebangkrutan dan pengangguran massal, tetapi bermuara pada terjadinya Perang Dunia II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari kelemahan ekonomi pasar liberal tersebut, pada September 1932, sejumlah ekonom Jerman yang dimotori oleh Rustow dan Eucken mengusulkan dilakukannya perbaikan terhadap paham ekonomi pasar, yaitu dengan memperkuat peranan negara sebagai pembuat peraturan. Dalam perkembangannya, gagasan Rostow dan Eucken diboyong ke Chicago dan dikembangkan lebih lanjut oleh Ropke dan Simon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dikemas dalam paket kebijakan ekonomi ordoliberalisme, inti kebijakan ekonomi pasar neoliberal adalah sebagai berikut: (1) tujuan utama ekonomi neoliberal adalah pengembangan kebebasan individu untuk bersaing secara bebas-sempurna di pasar; (2) kepemilikan pribadi terhadap faktor-faktor produksi diakui dan (3) pembentukan harga pasar bukanlah sesuatu yang alami, melainkan hasil dari penertiban pasar yang dilakukan oleh negara melalui penerbitan undang-undang (Giersch, 1961). Tetapi dalam konferensi moneter dan keuangan internasional yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Bretton Woods, Amerika Serikat (AS) pada 1944, yang diselenggarakan untuk mencari solusi terhadap kerentanan perekonomian dunia, konsep yang ditawarkan oleh para ekonom neoliberal tersebut tersisih oleh konsep negara kesejahteraan yang digagas oleh John Maynard Keynes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, dalam konsep negara kesejahteraan atau keynesianisme, peranan negara dalam perekonomian tidak dibatasi hanya sebagai pembuat peraturan, tetapi diperluas sehingga meliputi pula kewenangan untuk melakukan intervensi fiskal dan moneter, khususnya untuk menggerakkan sektor riil, menciptakan lapangan kerja dan menjamin stabilitas moneter. Terkait dengan penciptaan lapangan kerja, Keynes bahkan dengan tegas mengatakan: ”Selama masih ada pengangguran, selama itu pula campur tangan negara dalam perekonomian tetap dibenarkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kedigdayaan keynesianisme tidak bertahan lama. Pada awal 1970-an, menyusul terpilihnya Reagen sebagai presiden AS dan Tatcher sebagai Perdana Menteri Inggris, neoliberalisme secara mengejutkan menemukan momentum untuk diterapkan secara luas. Di Amerika hal itu ditandai dengan dilakukannya pengurangan subsidi kesehatan secara besar-besaran, sedang di Inggris ditandai dengan dilakukannya privatisasi BUMN secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, terkait dengan negara-negara sedang berkembang, penerapan neoliberalisme menemukan momentumnya pada akhir 1980-an. Menyusul terjadinya krisis moneter secara luas di negara-negara Amerika Latin. Departemen Keuangan AS bekerja sama dengan Dana Moneter Internasional (IMF), merumuskan sebuah paket kebijakan ekonomi neoliberal yang dikenal sebagai paket kebijakan Konsensus Washington. Inti paket kebijakan Konsensus Washington yang menjadi menu dasar program penyesuaian struktural IMF tersebut adalah sebagai berikut: (1) pelaksanaan kebijakan anggaran ketat, termasuk kebijakan penghapusan subsidi; (2) liberalisasi sektor keuangan; (3) liberalisasi perdagangan; dan (4) pelaksanaan privatisasi BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, pelaksanaan agenda-agenda ekonomi neoliberal secara masif berlangsung setelah perekonomian Indonesia dilanda krisis moneter pada 1997/1998 lalu. Secara terinci hal itu dapat disimak dalam berbagai nota kesepahaman yang ditandatatangani pemerintah bersama IMF. Setelah berakhirnya keterlibatan langsung IMF pada 2006 lalu, pelaksanaan agenda-agenda tersebut selanjutnya dikawal oleh Bank Dunia, ADB dan USAID.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak uraian tersebut, secara singkat dapat disimpulkan, sebagai bentuk baru liberalisme, neoliberalisme pada dasarnya tetap sangat memuliakan mekanisme pasar. Campur tangan negara, walau pun diakui diperlukan, harus dibatasi sebagai pembuat peraturan dan sebagai pengaman bekerjanya mekanisme pasar. Karena ilmu ekonomi yang diajarkan pada hampir semua fakultas ekonomi di Indonesia dibangun di atas kerangka kapitalisme, maka sesungguhnya sulit dielakkan bila 99,9 persen ekonom Indonesia memiliki kecenderungan untuk menjadi penganut neoliberalisme. Wallahua’lambishawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dikopi dari: http://kau.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-7773337049804557080?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/7773337049804557080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=7773337049804557080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7773337049804557080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7773337049804557080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/06/neoliberalisme.html' title='Neoliberalisme'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-3724187024605680266</id><published>2009-06-11T16:08:00.002+08:00</published><updated>2009-06-11T16:11:39.213+08:00</updated><title type='text'>Sri-Edi Swasono: Fakultas Ekonomi Terjajah Faham Ekonomi Liberalisme</title><content type='html'>Jakarta (ANTARA News) - Neoliberalisme dan ekonomi rakyat, dua hal yang belakangan sering disebut ketika para calon presiden dan wakil presiden menjadikannya sebagai topik kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya pertarungan para Capres, rakyat seolah disuguhi juga pertarungan antara neoliberalisme vs ekonomi rakyat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu neoliberalisme? Apa itu ekonomi rakyat? Berikut wawancara Suryanto dari ANTARA News dengan Prof. Dr. Sri-Edi Swasono, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, mantan anggota MPR-RI dari Fraksi Utusan Golongan (FUG), dan mantan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ANTARA : Menurut bapak apa sebenarnya neoliberalisme itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri-Edi : Neoliberalisme di Indonesia adalah kelanjutan dari liberalisme jaman penjajahan yang ditentang oleh Soekarno dan Hatta. Liberalisme adalah sukma kapitalisme dan neoliberalisme adalah sukma neokapitalisme (kapitalisme baru). Sebenarnya tak perlu repot-repot tentang definisi neoliberalisme, neoliberalisme adalah mekanisme penjajahan ekonomi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTARA : Kalau begitu faham ekonomi apa sebenarnya yang dianut Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri-Edi : Indonesia menolak liberalisme/neoliberalisme dengan doktrin Demokrasi Ekonomi, sebagaimana disebut dalam Pasal 33 UUD 1945. UUD 1945 menegaskan Doktrin Kebangsaan (nasionalisme) dan Doktrin Kerakyatan (kedaulatan rakyat) yang di dalam politik ekonomi tercermin dalam Pasal 33 UUD 45. Ekonomi Indonesia berdimensi nasionalisme. Kita tidak anti asing, investasi asing kita terima tapi tidak untuk mendominasi (tidak overheersen, menjajah, menyingkirkan, atau bersifat predatorik). Ekonomi Indonesia juga berdimensi kerakyatan, artinya rakyat diutamakan, posisi rakyat adalah “sentral-substansial”. Kesejahteraan bagi rakyat adalah hak sosial rakyat, bukan caritas-filantropis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTARA : Lalu apa perbedaan mendasar antara neoliberalisme dengan ekonomi rakyat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri-Edi : Neoliberalisme mengutamakan kepentingan pemodal (kapitalis). Posisi rakyat dan kepentingan nasional dalam faham neoliberalisme diletakkan pada posisi marginal-residual, sebaliknya kepentingan ekonomi, pertumbuhan, kepentingan pemodal justru diangkat pada posisi yang “sentral-substansial”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTARA : Melihat kondisi Indonesia sekarang ini, apakah condong ke neoliberalisme atau ekonomi rakyat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri-Edi : Telah terjadi penjajahan kurikulum (hegemoni akademis) terhadap Fakultas-fakultas Ekonomi kita di seluruh Indonesia. Pengajaran Ilmu Ekonomi sebatas neoklasikal yang mengemban sepenuhnya faham liberalisme/neoliberalisme dengan pasar-bebas yang menyertainya, tidak projob, tidak propoor, tidak pula pro-economic nationalism. Maka, “daulat pasar” (daulat pemodal) menggusur “daulat rakyat”, pasar-pasar rakyat/pasar-pasar tradisional digusur oleh supermarket, mall dan hypermarket, sehingga terjadi eksklusivisme dan marjinalisasi terhadap yang miskin dan lemah. Rakyat miskin tergusur, pembangunan rakyat tidak inherent dengan pembangunan ekonomi. Pengajaran Ilmu Ekonomi di ruang kelas bisa mengalahkan pesan konstitusi, Pasal 27 ayat 2, Pasal 3 dan seterusnya diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTARA : Bukankah hampir semua ekonom, pengambil kebijakan, dan politikus Indonesia juga selalu mengatakan ingin menciptakan lapangan pekerjaan, bahkan mengentaskan kemiskinan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri-Edi : Biarpun seorang ekonom bilang ia projob dan propoor, tidak otomatis ia bisa dikatakan pro-ekonomi rakyat, selama ia tidak menempatkan rakyat pada posisi sentral-substansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTARA : Apa bukti bahwa faham neoliberalisme juga berlaku di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri-Edi : Wujud neoliberalisme adalah pelaksanaan kebijakan Washington Consensus (deregulasi, liberalisasi, privatisasi). Sayangnya meskipun kita tidak terikat oleh Washington Consensus, kita melaksanakannya dengan giat. Bersikap projob dan propoor karena disuruh “kagum kepada” pesan-pesan ILO dan MDGs, dan bukan karena tunduk pada tuntutan konstitusi, Pasal 27 ayat 2 UUD 45, adalah neoliberalisme, inlander yang minder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTARA : Kalau begitu bagaimana kita harus bersikap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri-Edi : Dalam setiap kemajuan rakyat harus secara emansipatif terbawa serta (otomatically carried along) untuk ikut maju. Pembangunan bukan menggusur orang miskin tapi menggusur kemiskinan. Kita tidak boleh terjajah, kita harus menjadi Tuan di Negeri Sendiri, jangan jadi jongos globalisasi. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COPYRIGHT © ANTARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikopi dari: http://www.kanalpemilu.com/view/?tl=sri-edi-swasono-fakultas-ekonomi-terjajah-faham-liberalisme&amp;id=1244447057&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-3724187024605680266?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/3724187024605680266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=3724187024605680266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/3724187024605680266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/3724187024605680266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/06/sri-edi-swasono-fakultas-ekonomi.html' title='Sri-Edi Swasono: Fakultas Ekonomi Terjajah Faham Ekonomi Liberalisme'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-2633386904886975654</id><published>2009-04-05T01:48:00.001+08:00</published><updated>2009-04-05T01:50:08.608+08:00</updated><title type='text'>Aikonisasi Zapatista</title><content type='html'>Menyaksikan Pesona Muchas Trampas Politicas*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(istilah dalam bahasa Spanyol yang kurang lebih bermakna praktik yang cerdas melakukan manuver-manuver dan siasat-siasat untuk membuka, menerobos, membuat dan memanfaatkan peluang politik. Tapi, dalam penggunaan lain bisa juga berarti terperangkap setelah melakukan pembukaan, penerbososan dan pemanfaatan peluang politik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah! Bahwa tanah, hutan, dan air yang telah dirampas oleh para penguasa hacienda, cientifico, atau cacique melalui tirani kekuasaan dan tipuan hukum, akan dikembalikan dengan segera pada rakyat atau warga yang berhak atas kekayaan itu, sebab, se­sungguhnya mereka itu dianiaya oleh kejahatan para penindas. Mereka mesti mempertahankan miliknya itu dengan sepenuh hati melalui kekuatan bersenjata. (Zapata, November 1911)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditunda beberapa kali dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya, Tentara Pembebasan Nasional Zapatista memasuki San Cristobal beberapa menit sesudah tengah malam pada 1 Januari, 1994 ("Seperti biasa kami ter­lambat," jelas Komandante Marcos), mengumumkan 'Deklarasi Hutan Lacondon' dari balkon istana pemerintah, memporak­porandakan balai kota, menempelkan proklamasi perang mereka di dinding‑dinding kota kerajaan lama, menyerang instalasi mili­ter di dekatnya, lalu berjalan ke gunung‑gunung, kembali ke basis mereka di hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh lima bulan setelah pernberontakan Zapatista mem­bahana ke seluruh pelosok negeri dari pasar kampung sampai kamar kantor presiden, pada 16 Februari 1996, Tentara Pem­bebasan Nasional Zapatista dan pemerintah Meksiko menanda­tangani kesepakatan substantif pertama menuju perdamaian, yang terkenal dengan nama'Perjanjian‑perjanjian San Andres'. Dalam dokumen perjanjian itu, pemerintah federal menanggapi sebagian tuntutan Zapatista, utamanya hal yang berkaitan dengan hak‑hak dan budaya masyarakat adat, berupa pengakuan masya­rakat Indian sebagai subjek sosial dan historis sebagai prinsip kewarganegaraan. Sesungguhnya, dokumen perjanjian itu baru berisikan 1 dari 6 topik yang dirundingkan. Satu topik itu berasal dari meja runding'hak‑hak budaya'. Selain meja runding 'hak‑hak budaya' (i), meja‑meja runding yang tidak berbasil mengeluarkan perjanjian adalah: (2) demokrasi dan keadilan; (3) pembangunan dan kesejahteraan; (4) masalah perempuan; (5) konflik regional; dan (6) demiliterisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian itu adalah hasil yang dimenangkan dengan susah‑payah dari lima ronde pembicaraan pertama antara kedua pihak untuk menyelesaikan akar penyebab pertikaian itu. Butir‑butir perjanjian dari meja 'hak‑hak budaya' itu antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pengakuan terhadap masyarakat Indian di dalam konstitusi, termasuk hak‑hak mereka untuk menentukan nasib sendiri di dalam kerangka otonomi yang konstitusional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perwakilan dan partisipasi politik yang lebih luas;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pengakuan hak‑hak ekonomi, politik, sosial, dan budaya mereka sebagai hak‑hak kolektif‑,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jaminan akses penuh pada sistern hukum dan pengakuan sistern normatif masyarakat adat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Penghormatan atas perbedaan budaya, peningkatan revitalisasi budaya masyarakat Indian;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Peningkatan dalam pendidikan dan pelatihan dengan menghormati dan mengembangkan pengetahuan tradisi; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Meningkatkan kesempatan produksi dan pekerjaan, termasuk perlindungan kaum migran masyarakat adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penandatanganan Perjanjian‑perjanjian San An­dres, perwakilan masyarakat adat dan organisasinya ber­kumpul dalam Kongres Masyarakat Adat Nasional mulai tanggal 8 hingga 12 Oktober 1996 di Mexico City dengan khidmat memproklamasikan deklarasi itu, yang pada inti­nya ingin mengatakan bahwa "tidak ada lagi Meksiko tanpa kami". Dengan demikian ada upaya untuk menempatkan identitas etnik sebagai bagian dari identitas nasional Meksiko di masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona Zapatista&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan perjuangan memperoleh otonomi masyarakat adat pada tingkat lokal maupun regional, seperti telah disinggung diatas, memang telah berlangsung lama. Bahkan, pada tahun 1974, Kongres Masyarakat Adat pertama diselenggarakan di San Cris­tobal de las Casas. Dihadiri 1230 delegasi, yang terdiri dan 587 kelompok etnik Tzeltales, 330 Tzotiles, 152 Tojolabales, dan 151 Choles yang mewakili 327 komunitas. Tuntutan otonomi ini ber­pokokkan partisipasi masyarakat adat pada berbagai tingkatan dan bidang kehidupan: ekonomi, politik, budaya, dan proses‑pro­ses pengambilan keputusan formal negara.Zapatista, merupakan revitalisasi semangat Emilio Zapata (pahlawan petani Meksiko yang memperjuangkan reforma agraria di Meksiko di sepanjang masa revolusi 1910‑1917‑lihat kotak 'Zapata dan Sepak Terjang Zapatista: Caplikan Kisah').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah suatu gerakan bersenjata yang berperang melawan tentara dan pemerintahan federal dengan tujuan membuka ruang politik bagi masyarakat sipil agar mempunyai suatu momentum yang berjuang (1) mewujudkan harga diri masyarakat adat (ber­mula dari daerah‑daerah berbahasa Mayan Jzotzi‑, Tzettal‑, Tojo­labal‑, dan Chol‑ yang tinggal di negara bagian Chiapas) dalam tatanan negara‑bangsa Meksiko yang dinilai rasis; (2) menghenti­kan proyek neoliberal yang dimotori oleh perjanjian kerjasama perdagangan bebas antara pernerintahan Meksiko 'Amerika Seri­kat, dan Kanada melalui perjanjian NAFTA (North American Free Trade Area) yang mengakibatkan penyingkiran petani dan degra­dasi pedesaan; dan (3) membangkitkan inspirasi masyarakat sipil di Meksiko untuk membentuk suatu koalisi nasional menentang otoritarianisme partai yang berkuasa lama sekali, Institutiona­lized Revolutionary Party (PRI) dan mengembangkan demokrasi akar rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan masyarakat adat di Chiapas, menurut Luis Her­nandez Navaro, hanya merupakan 'puncak dari sebuah gunung es'. Dalam realitas sosial‑politik Meksiko yang lebih luas perlawa­nan masyarakat adat itu‑ jauh lebih banyak lagi daripada yang telah diketahui publik secara internasional. Bahkan, sebagaimana diinformasikan Dr. Salomon Nahmad, ada gerakan yang sudah tidak mau lagi masuk dan/atau menggunakan saluran perunding­an untuk menyelesaikan masalah‑masalah yang menjadi tuntutan perjuangannya, yakni gerakan Maois di Oaxaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lynn Stephen, perjuangan hak‑hak masyarakat adat dan penentuan nasib sendiri di Meksiko melibatkan empat arena kunci: (i) pengalaman lapangan pangan dalam hal otonorni baik secara historis maupun yang sekarang ini; (2) penandatanganan Per­janjian San Andres mengenai Hak‑hak dan Budaya Masyarakat Adat dan Implementasinya; (3) penciptaan dan penguatan gerak­an nasional untuk otonorni masyarakat adat di Meksiko dan be­ragarn interpretasi otonomi dan penentuan nasib sendiri; dan (4) pendefinisian kembali hubungan antara masyarakat adat dan ne­gara Meksiko jauh dari fokus sejarah indigenismo, dengan asindigenismo dengan asimi­lasi sebagai fokusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masalah masyarakat adat telah menjadi pusat agenda politik negeri ini," demikian tutur Luis Hernandez Navarro". Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa gerakan masyarakat adat pada dasarnya merupakan respon masyarakat adat atas kebijakan pernbangunan pernerintahan Meksiko yang anti desa dan anti pertanian. Asumsi kebijakan itu adalah pertanian rakyat di Meksiko tidak dapat di­andalkan, maka harus diupayakan mengurangi jumlah petani. Karenanya negara Iebih baik melakukan investasi di kota ketimbang di desa. Anggaran negara untuk daerah pedesaan dipotong, dan kelembagaan pemerintahan untuk mendukung desa dimerosot­kan andilnya. Kalaupun ada upaya pengembangan sektor pertani­an, seiring derap liberalisasi ekonomi, maka dukungan diberikan pada usaha‑usaha pertanian skala besar. Biasanya untuk meng­hasilkan komoditi ekspor, seperti bunga, buah‑buahan, dan ter­nak. Padahal inti ekonomi pedesaan adalah jagung. Liberalisasi ekonomi telah menyingkirkan petani jagung, juga petani kacang dan gandum. Petani dan peternak menengah juga bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula, lanjut Navarro, "Gerakan masyarakat adat lebih se­bagai gerakan etis, sebagai respon atas hilangnya identitas diri masyarakat adat dan dampak liberalisasi ekonorni." Belakangan baru berkernbang menjadi political ethnical movement. Pada ta­hap ini identitas budaya (etnik) menjadi basis perjuangan rakyat yang tertindas itu. Gerakan politik‑etnik masyarakat adat ini mernbuat gerakan petani (yang mulai mernudar daya ubahnya, padahal punya akar sejarah yang panjang) menemukan kembali susunan saraf dan rohnya pada gerakan identitas etnik ini. Demikianlah, andil perlawanan Zapatista, sehingga kelompok‑kelom­pok petani‑petani masyarakat adat di seluruh negeri terus‑ meng­ikuti kepimpinan ide Zapatista. Mereka mengemukakan tuntutan ideologis bahwa Meksiko adalah negeri mestizo dan Indian yang hidup dalam gelimang fakta‑fakta eksploitasi pedesaan dan marginalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, gerakan Zapatista, dengan ragam caranya me­nandai kebangkitan (kembali) gerakan rakyat Meksiko bingga gerakan sosial baru di Dunia Ketiga. Gerakan Zapatista adalah pertama‑tama bukan gerakan berbasis partai, tapi gerakan popu­lis untuk menjalankan agenda masyarakat sipil secara eksplisit. Meskipun berangkat dari realitas derita masyarakat adat, namun gerakan Zapatista menyuarakan tuntutan masyarakat sipil umum­nya atas kendali negara. Ia bukan hanya membangkitkan kelom­pok‑kelompok perjuangan hak‑hak masyarakat adat, tapijuga ke­lompok‑kelompok prodemokrasi, pembaruan hukum, kesetaraan gender, pembaruan/reforma agraria, dan hak‑hak asasi manusia. Lebih lanjut, sebagai bentuk organisasi, gerakan Zapatista mem­bawa masuk sejumlah besar pendukung dalam proses‑proses dan/ atau upaya‑upaya perubahan itu: kelas menengah pada umum­nya; partai politik (oposisi); lembaga‑lembaga penelitian dan pen­didikan (termasuk guru‑guru); ilmuwan'independen'; aktivis‑ak­tivis 'individual' (non‑lembaga); LSM (baik nasional, propinsi, maupun lokal/distrik); organisasi massa (termasuk serikat buruh, serikat petani, serikat perempuan, d1l.); lembaga‑lembaga Masya­rakat Adat; komunitas; dan kelompok‑kelompok kepentingan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, suara perlawanan Zapatista melintasi fakta­fakta penderitaan lokal dengan membongkar akar‑akar penyebab­nya: kontradiksi di dalam sistem kapitalisme dunia yang muara­nya di Meksiko ini tidak dapat dibendung dan bahkan diperderas oleh Pemerintah Federal Meksiko. Inilah yang dihadapi langsung oleh dengan gerakan Zapatista. Gerakan Zapatista bukan saja me­nyatakan melakukan kebajikan revolusi ('tanah dan kemerdeka­an') dari nenek moyang republik itu, tetapi juga mereka meng­gunakan retorika pemerintah sendiri mengenai demokrasi, identi­tas budaya, partisipasi, dan hak asasi manusia sebagai senjata melawannya. Lebih lanjut, gerakan Zapatista telah membum­bung‑membahana, seperti banyak gerakan sosial baru (the new social movements) lainnya, melalui penggunakan simbol, media elektronik, bentuk‑bentuk baru dari aksi‑aksi kolektif dan organi­sasi gerakan sosial, dan koalisi masyarakat sipil lokal‑nasional­global yang melampaui kemampuan kendali negara atas gerakan­gerakan setempat. Dalam kalimatnya Gerrit Huizer, globalisasi dari atas ditandingi dengan globalisasi dari bawah dan keduanya adalah suatu proses yang dialektik. 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arena Politik, Ekonomi, dan Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara nasional, keIompok‑kelompok masyarakat sipil di se­luruh Meksiko biasa mengidentifikasi tiga arena perjuangan yang musti mereka terjuni secara simultan. Pertama adalah tidak ada­nya partisipasi dan demokrasi politik. Partai politik Meksiko yang dominan, Institutionalized Revolutionary Party, sudah berkuasa terus‑menerus selama hampir 70 tahun. Kedua adalah bahwa re­formasi ekonomi yang kompleks menyusul krisis ekonomi di ne­geri itu dan program penjaminan menimbulkan perubahan‑per­ubahan mendasar dan merugikan dalam tatanan sosial negeri itu. Terakhir adalah masalah pengembangan budaya politik demo­krasi di sebuah negeri yang tidak memiliki tradisi dan struktur dasar politik demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi PRI (Institutionalized Revolutionary Par­ty).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikal‑bakal partai yang kemudian menjadi PRI bermula pada tahun 1929. Sebagai partai politik, sesungguhnya partai ini di awal pendiriannya berjalan bersama dengan pemerintah. Tiga ciri PRI menjadi kuncinya. Pertama adalah bahwa sementara para presi­den hampir memiliki kekuasaan penuh selama periode 6 tahun memerintah, mereka tidak bisa lagi ikut dalam pemilihan presi­den untuk periode kedua dan segera setelah periode mereka ber­akhir, mereka diasingkan secara politik (misalnya Presiden Eche­verria yang sangat berkuasa langsung dijadikan duta besar untuk Guam setelah pemerintahannya berakhir). Jadi, pihak yang me­ngendalikan mesin politik negeri itu adalah partai, bukan orang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri kedua, adalah bahwa bagaimanapun semua organisasi Meksiko harus menjadi bagian dan PRI yang merupakanpartai­nya pernerintah. Petani harus menjadi bagian dan persatuan pe­tani yang diatur oleh pemerintah. Para pekerja menjadi bagian dan serikat pekerja yang sangat berkuasa yang dikendalikan pe­merintah. Oposisi terhadap PRI diperbolehkan, sebagian besar dalam bentuk partai sayap kanan yang tidak besar dan mewakili kepentingan orang‑orang kaya pengekspor barang dari Meksiko. Oposisi kecil itu tetap dipertahankan karena membuat PRI tam­pak moderat dan demokratis, yang juga dengan sendirinya mem­berikan alasan resmi untuk meningkatkan kendali negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendali PRI terhadap politik nasional Meksiko adalah menye­luruh, walaupun begitu. PRI selalu peduli dengan dukungan dari sektor‑sektor sosial yang strategis. Sebagian besar gerakan refor­ma/pembaruan agraria dan nasionalisasi perminyakan tahun 1930‑an telah membuat PRI memiliki basis massa dalam upaya menghadapi elit borjuis yang masih ada serta gereja Katolik. PRI menyelenggarakan upacara besar‑besaran dengan mengadakan pemilihan umum secara berkala yang sebenarnya sangat kotor. Namun, PRI tidak pernah menguasai total pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang ekonomi, PRI mempertahankan kendalinya me­lalui politik stick and carrot (ancaman dan hadiah). Sepanjang 193o‑an dan 1940‑an, jutaan hektar tanah diambil alih dari pemi­lik tanah yang kaya dan diberikan kepada masyarakat petani da­lam bentuk'ejido'. Ejido adalah kepemilikan tanah bersama yang tidak bisa dijual. Politik di balik ejido adalah membentuk basis dukungan masyarakat pedesaan untuk pemerintah. Pada saat yang sama, ejido menjadi celaan para pengusaha dan birokrasi pro‑pemilikan pribadi karena dinilainya ejido menghalangi prakarsa individual untuk kemajuan produksi pertanian. Program besar lainnya meneakup program kesehatan dan jaminan sosial, subsidi bagi konsumen, serta pembentukan buruh pada industri­industri badan usaha milik pemerintah. Selain itu, terlihat jelas bahwa sebagian besar oposisi 'kiri' kelas menengah menerima beragam subsidi dari negara untuk memastikan bahwa protes sayap kiri tetap berada di kampus dan di majalah yang tidak ba­nyak dibaca orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman yang nyata juga ditunjukkan (walaupun jelas tampak bahwa PRI selalu memastikan tentaranya tidak besar dan jauh dari politik): para pemrotes pedesaan sering ditembak atau dipenjarakan, organisasi masyarakat disusupi dan dirusak, dan orang‑orang yang tidak setuju di kota dalam gerakan buruh dikendalikan melalui organisasi pekerja pernerintah yang sangat kuat dan kejam. Titik balik dalam sejarah Mek­siko seperti itu adalah kerusuhan mahasiswa dan pembu­nuhan massal tahun 1968, ketika untuk pertama kalinya tentara PRI secara terbuka menembak lebih dan 1000 ma­hasiswa. Meski kerusuhan di Tlatelolco itu tidaklah terlalu besar (lebih kecil dari pernbunuhan pemberontak pedesaan di konflik‑konflik lainnya), tetapi kenyataannya adalah bah­wa negara menyadarkan sebagian besar kelas menengah intelektual perkotaan dengan adanya kekerasan yang demi­kian terbuka itu. Akibatnya, para penggerak mahasiswa pa­da gilirannya sampai pada suatu tahap yang secara tiba­tiba menghentikan 'nyanyian dan tarian resmi' mereka: "love it but join it" (dengan PRI) dan memulai usaha rahasia di seluruh Mexico City dan juga di tempat‑tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muaranya adalah keretakan‑keretakan kendali PRI ter­hadap rakyat Meksiko yang muncul sepuluh tahun kemudi­an, yakni di awal 1980‑an, tidak lama setelah devaluasi be­sar pada akhir 1970‑an. Ketika itu, sebagian gubernur nega­ra bagian Utara jatuh kepada pihak oposisi dan sebagian lagi tetap dikuasai PRI (karena pemilihan yang kotor). Na­mun, tantangan kebanyakan datang dari sayap kanan, dan bukan sayap kiri. Baru ketika AS‑IMF (International Mone­tary Fund) menjadi penyedia paket uang yang memulai penghancuran subsidi negara pada pertanian pedesaan. Pada saat itulah gerakan‑gerakan orang miskin mulai me­lawan PRI. Pada tahun 1988, PRI hampir kalah dalam pe­milihan nasional, sekali lagi menang karena pemilu yang kotor sekali dalam proses pemilihan presiden baru (si kan­didat adalah anak presiden tahun 193o‑an yang telah mem­bagi‑bagikan tanah ejido dan menasionalisasi industri per­minyakan). Namun, kali ini PRI sangat lemah, dan protes besar‑besaran terhadap kebohongan pemilu pecah di se­luruh negeri. Perpaduan antara krisis ekonomi dan protes rakyat menyebabkan terjadinya keterbukaan politik secara terbatas. Di pemilu berikutnya, PRI sebenarnya kehilangan kendali terhadap Mexico City, sejumlah pemerintah negara bagian di utara, dan beberapa kotamadya, dan kota‑kota di seluruh negeri itu. Walaupun sejak saat itu PRI mulai pulih (karena pertengkaran di antara kaum oposisi) mitos PRI yang tak terkalahkan sudah hancur, seiring tumbuhnya organisasi masya­rakat sipil di Meksiko melawan kendali PRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reformasi Ekonomi. Ekonomi Meksiko juga telah meng­alami sejumlah transformasi radikal. Sebelum krisis, sekitar 50% dari seluruh produksi nasional berada di tangan negara atau per­usahaan yang dikendalikan negara. Pasar‑pasar domestik sangat dilindungi di bawah kebijakan 'substitusi impor', dan baik efisien­si produksi maupun angka pertumbuhan ekonomi luar biasa ren­dah. Gagasan ekonomi Meksiko dengan hutang internasional yang luar biasa besar dimulai pada akhir tahun 1970‑an. Harga minyak yang tinggi dan ditemukannya cadangan minyak yang baru dalam jumlah besar ditemukan di bagian tenggara negeri itu, membuat banyak politisi yakin bahwa mereka leluasa dan aman memboros­kan kekayaan publik, memakai hari ini dan membayar kembali besok. Konsumsi meningkat gila‑gilaan, korupsi yang sudah ende­mik meledak, dan transaksi ekonomi tipa‑tipu banyak sekali ter­jadi sementara banjir uang spekulasi tumpah ke dalam negara itu. Ketika harga minyak terjerembab, demikian juga dengan pe­merintahan Meksiko. Kejatuhan Meksiko segera disusul oleh ke­jatuhan serupa di Brasil dan Argentina, yang memicu program restrukturisasi yang dikenal di seluruh Amerika Selatan sebagal 'dekade yang hilang' (sebenarnya seluruh sektor kesehatan, pen­didikan, dan indikator kesejahteraan lainnya jatuh). Baru pada tahun 1998 upah pekerja yang sebenarnya pulih sampai pada ting­kat seperti pada tahun 1974.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reformasi ekonomi Meksiko diikuti dengan jalur yang sangat dikenal, yang masih ada kelanjutannya. Sebagian besar industri negara dijual atau ditutup; hanya industri perminyakan yang be­lum diprivatisasi yang tetap berdiri (dan sangat tidak efisien). Bursa efek dibuka. Ejidos dihapuskan pada awal 1900‑an. Be­ragam perjanjian, di antaranya NAFTA (North American Free Trade Agreement), dibuat untuk membuat Meksiko menjadi ne­gara dengan ekonomi yang berorientasi pada ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presidennya sekarang ini sedang mendorong reformasi‑refor­masi ekonomi ini semaksimal mungkin, dan hal ini diperkuat oleh prestasi bahwa angka pertumbuhan ekonomi Meksiko yang baru itu memang tinggi. Agenda neoliberal untuk Meksiko (paling ti­dak seperti yang dikemukakan) bergantung pada integrasi pasar global, penghapusan subsidi dan proteksi pasar, dan mendorong mobilitas modal baik di dalam negeri maupun antara Meksiko dengan negara‑negara yang maju terutama Amerika dan Kanada. Sebagian besar subsidi pertanian dihapuskan, dan jaminan­jaminan sosial dan kesejahteraan dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil‑hasil dari perubahan‑perubahan ini menciptakan pihak yang menang dan pihak yang kalah. Para pemenang adalah indus­trialis bagian Utara dan kelas menengah kota yang jumlahnya te­rus meningkat. Pihak yang kalah adalah para produsen kecil, pe­kerja perusahaan milik negara, dan penduduk pertanian yang sebelumnya bergantung pada harga‑harga yang ditetapkan peme­rintah. Saat ini, Meksiko memiliki hampir 7 juta pekerja di Ameri­ka Serikat, banyak yang berasal dan masyarakat yang sangat mis­kin, yang pengiriman uang dari pekerja di luar itu mampu mem­buat seluruh penduduk desa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang kalah lainnya kebanyakan adalah kelas mene­ngah tradisional Meksiko. Menyusul kebangkrutan ekonomi se­telab program paket hutang IMF, kelas menengah profesional dan pengusaha kecil‑yang telah berhutang dan menggadaikan harta­nya dengan keyakinan bahwa program reformasi betul‑betul akan membawa kesejahteraan bagi mereka‑membentuk gerakan unik yang disebut 'El Barzon', suatu kelompok yang diperuntukkan bagi prinsip bahwa mereka seharusnya tidak membayar utang yang meningkat luar biasa tinggi. Gerakan itu menjadi begitu po­puler dan efektif sehingga mengancam banyak bank nasional. Na­mun, hal yang membuat gerakan ini berarti adalah tuntutannya yang luas pada kelas menengah yang secara politik berpengaruh (dan biasanya reaksioner). Sejalan dengan itu, banyak manajer tingkat menengah di industri milik negara yang segera. diprivati­sasi menggencarkan suara politik mereka dan menyamakan pijak­an dengan gerakan pekerja dan petani yang beroposisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, negeri itu semakin terpolarisasi dalam hal program ekonomi. Dukungan kuat untuk reformasi neoliberal tetap men­jadi kebijakan negara (dengan dukungan luas dari dunia inter­nasional) dan para industrialis di bagian Utara. Tetapi dengan semakin banyaknya orang Meksiko yang menyadari bahwa hal itu tidak banyak memajukan mereka sehingga kerjasama antar sektor dan kelas sosial bangkit di dunia politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, Meksiko adalah penerap ideologi pembangunan seutuhnya (lihat juga uraian‑uraian dalam bagian lain) yang lam satu dasawarsa terkahir ini dibungkus jargon baru yang disebut globalisasi. Ini semua dilaksanakan melalui domi­nasi partai (dictatorship party) PRI (sebelumnya PRM, dan sebelumnya lagi PNR) selama lebih dari 70 tahun belakang­an ini. Sentralisasi kekuasaan ini tercipta‑tepatnya dicip­takan‑terutama melalui (strategi) pengendalian penye­lenggaraan pemilu (yang kotor). Dalam iklim sistem kekua­saan yang demikian itu praktik‑praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh subur; baik sebaga alat (men­capai tujuan) maupun sebagai akibat proses‑proses politik itu sendiri. Ini semua, pada akhirnya melahirkan semacam ketidakpercayaan rakyat pada politik, partai, politikus, dan pemerintah sebagai pihak yang akan memperjuangkan ke­sejahteraan rakyat, yang dalam satu dasawarsa terakhir menjadi basis perlawanan kelompok‑kelompok masyarakat sipil lainnya. Baik yang terwujud ke dalam 'perlawanan si­pil' maupun 'perlawanan bersenjata' dan kaitan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Demokratik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aspek yang paling su­lit digambarkan tetapi tidak kurang pentingnya dari per­juangan rakyat Meksiko adalah peran budaya dalam politik. Meksiko adalah wilayah yang ditaklukkan pada abad XVI dengan korban yang terburuk yang pernah disaksikan da­lam sejarah dunia. Populasi keseluruhan diperkirakan un­tuk pra‑penaklukan kerajaan Meksiko pada abad XVI ber­kisar antara 10‑15 juta orang. Seratus tahun kemudian populasi keseluruhan Meksiko jatuh sampai di bawah satu juta! Angka kematian orang lebih dari 90%, yang di dalam­nya adalah para penulis, pastur, filsuf, sejarawan, serta dok­ter‑dokter orang Meksiko. Juga hilang adalah kebanggaan dan identitas bangsa itu. Kolonialisme Spanyol mengubah wilayah kerajaan, dari bentangan pertanian menjadi jajaran tanah dan kota‑kota pertambangan. Hukum Spanyol me­lahirkan perbudakan dan menciptakan orang Indian se­bagai orang dengan sedikit hak dan sangat didiskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan Meksiko tahun 1821 tidak banyak meng­ubah gambaran ini. Abad XIX lebih banyak dikenal sebagai abad menghapus sisa‑sisa Indian Meksiko ketika sedang membentuk negara merdeka. Orang Indian adalah isyarat kemunduran. Hak‑hak orang Indian yang tinggal sedikit itu, masih juga hendak dihapus‑punahkan oleh Ker'ajaan dan Gereja supaya kelas atas Meksiko bisa mendapatkan akses ke tanah dan pekerja mereka. Haciendas (banyak yang dimiliki oleh Gereja) dan pabrik‑pabrik terus‑menerus mendesak orang Indian, melarang baik ekspresi fisik maupun budaya mereka guna menciptakan angkatan kerja yang murah dan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun elit meminta terlalu banyak. Revolusi Meksiko mem­bawa banyak kaum miskin Meksiko kembali ke arena politik nasional. Proyek pembangunan negara yang baru memerlukan lambang pemersatu supaya negara yang sedang genting dapat menangkis serangan dari gereja dan orang kaya yang berorientasi Eropa. Meksiko sebenarnya telah menciptakan sejarah pra‑Spa­nyol yang gemilang, sesuatu yang hampir tidak ada kaitannya de­ngan masyarakat Indian miskin yang ditemukan pada saat ini. Adalah suatu cara yang baik untuk mengkonsolidasi kembali iden­titas budaya nasional: patung raja‑raja Aztec yang mati ditempat­kan di sudut‑sudut jalan, museum antropologi Meksiko dibangun untuk menggali kekayaan masa lalu, dan Meksiko menjadi negara Amerika Selatan pertama yang mendirikan lembaga masyarakat adat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik lambang adalah obsesi PRI. Aikon‑aikon revolusi men­jadi bagian dari ideologi negara: nama PRI sendiri adalah lam­bang; jalan‑jalan utama di Meksiko mendapatkan nama seperti 'Revolusioner'dan'Reforma'; Emiliano Zapata dan Pancho Villa, yang berjuang untuk rakyat petani miskin melawan penjajahan negara secara resmi menjadi pahlawan nasional. Gerakan rakyat dewasa ini mengambil keuntungan dari kontradiksi antara lam­bang‑lambang'revolusioner'itu dan praktik‑praktik reaksioner­nya. Banyak dari gerakan masyarakat adat tahun 1980‑an dan 1990‑an terdiri dari organisasi untuk kepentingan masyarakat yang menuntut bahwa negara harus memperlakukan mereka de­ngan rasa hormat dan adil seperti yang dicerminkan oleh lam­bang‑lambang negara itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Gerakan Masyarakat Sipil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan paradigma pembangunan yang ditempuh Meksiko te­lah mengantarkan negara itu sebagai negara dengan hutang luar negeri terbesar kedua di dunia. Situasi ini mengakibatkan negara itu dililit krisis ekonomi pada 1986, dan terulang kembali dengan skala dampak yang lebih kecil pada 1990. Upaya‑upaya penanggu­langan dampak krisis ini telah mengundang campur tangan luar negeri yang lebih luas, yang kemudian berpengaruh pula secara langsung pada persoalan‑persoalan yang berkaitan dengan ke­daulatan negara. Privatisasi badan‑badan usaha milik negara se­bagai salah satu upaya untuk keluar dari krisis ekonomi menye­babkan banyak kepemilikan badan‑badan usaha negara itu ber­pindah tangan ke pemodal‑pemodal swasta dan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi tersebut di atas menyulut rasa tidak puas yang makin besar terhadap rezim penguasa negeri ini. Demonstrasi atau ber­bagai bentuk perlawanan lainnya atas kebijakan negara tersebut terus berlangsung hingga hari ini. Salah satu perlawanan anti pri­vatisasi dan anti modal asing yang masih berlangsung hingga hari ini, itu adalah aksi menentang rencana restrukturisasi dan privati­sasi CEMEX, badan usaha milik negara yang mengelola usaha per­tambangan minyak bumi di negeri itu. Salah satu kelompok pe­nentang kebijakan privatisasi yang cukup punya arti bagi peng­hambatan rencana dimaksud justru datang dari serikat pekerja manajemen tingkat menengah perusahaan itu sendiri, yang ber­koalisi dengan serikat‑serikat buruh dan tingkatan manajemen yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah penguasa yang berdiri atas sistem pemilu yang me­mang telah diragukan rakyat kebenarannya pun makin kehilangan legitimasi politiknya. Untuk memperbaiki citranya, pada tahun iggo, partai penguasa (PRI), dan didukung PAN (NationalAction Party) didirikan tahun 193o‑an dan merupakan partai kanan yang digerakkan oleh para pastur katolik yang konservatif, para banker, dan konglomerat industri di bagian Utara Meksiko. Pada dasarnya mereka hendak membangun suatu sistem politik dua‑partai­mengajukan rancangan undang‑undang pemilu yang baru. Salah satu pembaruan yang kemudian mendorong proses‑proses refor­masi politik di Mexico adalah termuatnya dalam undang‑undang tentang pemilu yang baru itu amanat pembentukan Mexican Electoral Institute. Yaitu lembaga penyelenggara pemilu yang baru, yang secara teoretis independen, namun secara praktik tetap di bawah kendali partai berkuasa (PRI). Ini terjadi karena, meski di dalam lembaga itu duduk pihak‑pihak yang relatif independen sebagai penyelenggara pemilu, namun aspek‑aspek teknis pe­nyelenggaraan pemilu, seperti kegiatan pendaftaran pemilih, pe­ngiriman hasil pemilu di wilayah‑wiiayah pemilihan ke panitia negara bagian dan federal, tetap tergantung, tepatnya dikuasai oleh, birokrasi (yang dikuasa partai pemerintah PRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping amanat pembentukan Mexican Electoral Institute yang teoretis independen namun secara teknis masih dikontrol aparat pemerintah, diamanatkan pula pernbentukan apa yang di­sebut sebagai General Council. General Council pada dasarnya adalah lembaga yang dimasudkan untuk mengontrol pelaksanaan pernilu yang bersih. Lembaga ini diisi oleh warga negara yang bu­kan anggota partai dan bukan pula anggota birokrasi pemerintah­an. Dalam praktiknya kebanyakan anggota lernbaga ini berasal dari perguruan tinggi (dosen‑dosen) dan lembaga‑lembaga pe­nelitian (peneliti). Ini terjadi baik untuk tingkat federal maupun di tingkat negara‑negara bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota General Council ini, yang disebut Citizen Coun­cilor itu, tentunyajuga diharapkan independen. Bebas dari penga­ruh partai politik dan birokrasi pernerintahan. Meski begitu, pe­milihan anggota General Council ini harus pula disetujui oleh par­tai‑partai yang ada. Perangkat hukum pernilu yang baru in juga memandatkan pembentukan General Council dan pengangkatan Citizen Councilor itu di 32 negara bagian dan 300 wilayah pe­milihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang‑undang pemilu yang baru mendorong partisipasi masyarakat sipil untuk melakukan pengawasan penyelenggaraan pemilu agar menjadi lebih bersih dari masa‑masa sebelumnya. Inisiatif‑inisiatif berbagai kelompok masyarakat sipil untuk ter­libat dalarn memantau penyelenggaraan pemilu yang bersih pun bermunculan. Ini memicu Iahirnya apa yang disebut sebagai Civic Alliance, yaitu suatu organisasi koalisi dari berbagai organisasi masyarakat sipil dan individual yang sangat independen dan yang sangat aktif mensponsori kegiatan pemantau pemilu. Pada saat pemilu pertama di bawah undang‑undang pemilu yang baru ber­langsung pada tahun 1994 lalu, Civic Alliance marnpu mengkoor­dinasikan pemantau‑pemantau pemilu sebanyak 15000 orang. Pada hari pemilu CA berhasil melakukan pemantauan berdasar­kan teknik stratified sampling pada 2168 tempat pemilihan se­tempat (TPS) dan melalui sampel random pada 500 TPS13. Seperti juga lembaga‑lembaga penyelenggaraan dan pengawasan pernilu yang baru, Civic Alliance juga banyak dimotori oleh dosen‑dosen di perguruan tinggi dan peneliti‑peneliti dari berbagai lembaga penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reformasi politik dan hukum, khususnya yang menyangkut penyelenggaraan pemilu yang lebih bersih, telah menghasilkan tatanan politik baru. Khususnya pada tingkat negara bagian dan municipio. Partai oposisi menang di beberapa negara bagian dan/ atau municipio. Ini dimungkinkan karena penyelenggaraan pemi­lu yang berorientasi pada keterbukaan politik dan desentralisasi dan terawasi secara lebih baik itu telah pula membuka ruang koa­lisi dan/atau aliansi‑aliansi antara partai‑partai politik oposisi dengan organisasi‑organisasi masyarakat sipil yang ada, baik yang berupa LSM, ormas, serikat‑serikat rakyat, maupun langsung de­ngan komunitas‑komunitas setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguatnya perlawanan‑perlawanan rakyat yang telah ada le­bih dahulu. Dengan perubahan konfigurasi kekuasaan politik, ba­ik partai lama apalagi partai oposisi relatif berpihak pada agenda­agenda perjuangan masyarakat sipil ini, baik karena memang tu­juan partai maupun untuk mengambil hati pemilih bagi kepenti­ngan partai pada pemilu‑pemilu yang akan datang. Dua pelajaran dapat diperoleh dari dua negara bagian: Veracruz dan Oaxaca. Di Veracruz, khususnya di municipio Zaragoza, perubahan politik dan hukum sekitar penyelenggaraan pemilu melahirkan, me­mungkinkan, mendorong terjadinya aliansi taktis antara Comite de Defenza (semacam komite rakyat di tingkat municipio itu) de­ngan partai (oposisi). Ini adalah pilihan sadar organisasi pen­duduk itu untuk masuk (menguasai) organisasi pernerintahan for­mal. Pola ini kemudian menghasilkan sistern pernerintahan for­mal (melalui jalur partai politik) yang terkontrol dan bertang­gungjawab penuh pada Comite de Defenza. Akibat positifnya ada­lah, antara lain, dipahaminya alokasi dana pernbangunan di muni­cipio itu oleh warga. Ini terjadi karena kegiatan‑kegiatan pemba­ngunan memang ditentukan melalui rapat‑rapat yang melibat­kan warga yang diselenggarakan melalui Comite de Defenza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Oaxaca, meski partai lama tetap menang dan berkuasa, na­mun untuk menjaga dukungan pemilih pada masa pernerintahan­nya maupun untuk meredam gejolak gerakan masyarakat adat yang meningkat sebagai hasil resonansi gerakan Zapatista di Chia­pas, pernerintah Oaxaca akhirnya harus merevisi konstitusi nega­ra bagian itu (1995). Momentum pokok yang mendasari per­ubahan politik di negara bagian Oaxaca adalah gerakan bersenjata dan pemberontakan petani masyarakat adat Maya di Chia­pas dengan pendudukan tiga buah kota, dua kota kecil yakni Margarita dan Ocosingo serta sebuah kota kolonial tua San Cristobal de las Casas. Tuntutan utama gerakan ini adalah pemulihan hak konstitusional rakyat untuk mengubah pe­merintahan. Negara bagian Oaxaca yang berbatasan lang­sung dengan Chiapaz segera meresponnya dengan suatu upaya perubahan konstitusi negara bagian yang salah satu­nya berimplikasi besar pada bentuk pemerintahan. Konsti­tusi baru tersebut pada hakikatnya menguntungkan posisi hak‑hak masyarakat di negara bagian bersangkutan. Salah satu keuntungan yang terpenting, berdasarkan konstitusi baru itu, adalah dilegalkannya sistem pemerintahan ber­dasarkan adat (Usos y costumbres) di tingkat municipio, yang memang telah berlangsung secara informal selama ini. Susunan pemerintahan negara bagian Oaxaca terbagi men­jadi dua unit, yaitu Pemerintahan Negara Bagian dan Peme­rintahan Municipio. Di Oaxaca terdapat 570 municipio yang merupakan 23% dari seluruh municipio yang ada di Meksiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dukungan pada kegiatan‑kegiatan revitalisasi adat di negara bagian itu juga jadi meningkat. Misalnya ke­giatan revitalisasi musik dan bahasa Mixe‑belakangan ber­kembang juga pada musik dan bahasa etnik lainnya‑yang diselenggarakan CECCAM. CECCAM (Centro de Estudios para Cambio en el Campo Mexicano) adalah suatu komite kerja yang diberi tugas melakukan studi kritis terhadap ke­cenderungan globalisasi. Selain itu dimungkinkan pula re­formasi sistem pendidikan‑baik organisasi maupun kuri­kulum‑yang peduli pada filsafat dan pengetahuan‑penge­tahuan adat di wilayah itu. Mulai dari sistem pendidikan tingkat dasar hingga pendidikan tinggi (belum terlaksana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya bentuk‑bentuk dan isu perlawananan baru. Kecuali political‑ethnical movement sebagaimana telah di­jelaskandiatas,pelajarandapatjugadiambildari munculnya dan terlembaganya pembangkangan sipil, seperti yang terjadi dalam kasus 'himpunan pengemplang hutang' El Barzon. El Barzon yang pilihan namanya diambil dari lagu rakyat dari abad lalu yang menceritakan tentang pemilik hacienda yang memerangkap para peones (pekerja hacienda) dengan tanah seadanya dan makanan seadanya yang hanya cukup untuk hidup dan melanjutkan kerjanya di hacienda, semen­tara mereka berhutang pada pemilik hacienda. Seperti diterang­kan oleh pimpinan El Barzon pada tanggal 27 Maret 1998, koalisi ini dimulai dari masalah para kreditur bank yang terancam oleh naiknya persentase bunga hutang hingga 600% akibat reformasi perbankan, yang mendudukkan mereka sama seperti parapeones zaman dahulu. Mereka berhasil mengorganisir petani kreditur dalam suatu organisasi mandiri berskala nasional bernama El Barzon. Organisasi ini memperjuangkan pengemplangan hutang melalul jalur legal dan advokasi. Organisasi yang memiliki akses informasi dan koneksitas politik ke sejumlah lembaga legislatif dan yudikatif. Organisasi seperti El Barzon telah pula membuka kemungkinan bagi pengorganisasian kepentingan kaum profesio­nal dan pengusaha menengah ke bawah dan kecil serta promotor perjuangan hak‑hak sipil untuk kelas menengah kota dan desa. Dalam kegiatannya El Barzon mampu menghimpun anggota yang terikat pada 2 juta kasus perbankan. Dalarn kegiatannya, dengan pendekatan litigasi dan nonlitigasi, El Barzon yang berarti traktor itu mampu menyelesaikan (negosisasi penyelesaian hutang) 15.000 kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping dua pelajaran penting tersebut di atas, krisis eko­nomi yang diikuti dengan reformasi politik, ekonomi, dan hukum itu telah pula memunculkan strategi‑strategi perlawanan baru; alat‑alat kerja baru; serta mendorong terjadinya peningkatan dan reposisi para aktor yang peduli pada berbagai masalah yang telah disebutkan tadi, yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam bagian­bagian berikut. Seperti tampak dalam uraian pada bagian bagian terdahulu, berbagai organisasi masyarakat sipil sudah sejak lama terlibat dalam upaya‑upaya dan gerakan‑gerakan perbaikan kon­disi kehidupan berbagai kelompok masyarakat di Meksiko. Bahkan, sebagaimana diinformasikan Luis Hernandez Navarro'14, sebelum perlawanan Zapatista memuncak, aktivis‑aktivis UNORCA (Union Nacional de Organiciones Regionales Campe­sinas Autonomas)‑yaitu federasi organisasi petani regional yang menjadi tulang punggung suatu koalisi internasional organisasi tani, buruh tani, dan masyarakat adat yang bernama La Via Campesina atau The Peasant Road‑turut serta secara. aktif dalam percepatan proses pengorganisasian rakyat di Chiapas, yang ke­mudian berkembang menjadi suatu gerakan perlawanan yang sa­ngat solid di lapangan. Perubahan‑perubahan politik yang dipicu oleh krisis ekonomi tahun 1986, betapapun, memang telah mendorong partisipasi kelompok‑kelompok masyarakat sipil yang lebih besar. Partisipasi ini boleh dikatakan makin membesar lagi semenjak terjadinya perubahan struktur kekuasaan, betapapun minimnya, sebagai akibat pernilihan umum yang lebih baik. Me­mang, perlu diakui, tidak diperoleh informasi kuantitatif untuk mendukung pernyataan ini. Namun, mengacu pada kasus per­lawanan Zapatista, menurut Luis Hernadez Navarro, San Andres penting bukan saja karena hasilnya, tetapi juga untuk cara yang belum pernah ditemukan sebelumnya tempat masyarakat sipil ikut serta di dalamnya di dalam proses. Negosiasi itu melibatkan sektor‑sektor yang luas dalam masyarakat, yang disebut perhatian nasional dan internasional kepada isu masyarakat adat dan mengenalkan cara‑cara baru dalam berpolitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... pada gilirannya, ia menjadi aikon gerakan sosial baru. ***&lt;br /&gt;copied from: http://lmnd-prm.blogspot.com/2008/02/aikonisasi-zapatista.html&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-2633386904886975654?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/2633386904886975654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=2633386904886975654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/2633386904886975654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/2633386904886975654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/04/aikonisasi-zapatista.html' title='Aikonisasi Zapatista'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-4867265163589825361</id><published>2009-04-05T01:43:00.001+08:00</published><updated>2009-04-05T01:45:53.798+08:00</updated><title type='text'>SINKRONISASI PEMIKIRAN TAN MALAKA DALAM TRADIRI NUSANTARA; UPAYA NETRALISASI ATAS STIGMA KOMUNISME BUTA TAN MALAKA</title><content type='html'>Oleh: M. Khoiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita sesekali bertanya kepada masyarakat umum yang awam mengenai wawasan tokoh-tokoh pemikir bangsa kita era kemerdekaan. Mungkin sangat kecil kemungkinan mereka akan menyebutkan Tan Malaka sebagai salah satu bagian penting dari pejuang kemerdekaan dan sekaligus pemikir. Tidak heran hal ini terjadi karena memang dengan penuh kesengajaan disinyalir ada upaya memutuskan secara total kebersambungan sejarah perjuangan dan pemikiran para tokoh kemerdekaan Indonesia yang jauh dari nuansa ideologi komunis. Dan Tan Malaka merupakan salah satu sosok yang dianggap sebagai cikal bakal berkembangnya ideologi Marxis-komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ini adalah suatu diskriminasi yang berbahaya bagi kelangsungan peradaban pemikiran di Indonesia . Kalau yang dianggap komunis itu adalah seorang kafir yang tidak ber-Tuhan, maka kita menjauhi semua yang berkaitan dengannya. Lebih-lebih pola pikirnya yang dianggap akan mereacuni generasi muda dan masyarakat pada umumnya yang akan merusak kemapanan tradisi yang telah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari hal itu, penulis mencoba mengkaji melalui referensi pustaka untuk mengangkat nama Tan Malaka sebagai obyek kajian penulis dan memenuhi tugas mata kuliah Kapita Selekta Filsafat Timur. Sebagai upaya penyeimbang dan informasi untuk lebih mendekatkan sosok Tan Malaka kedalam alur pikir generasi muda kita sekaligus sebagai paksaan bagi penulis untuk lebih mengetahui profil Tan Malaka secara mendalam. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, penulis juga berupaya mencari sinkronisasi pemikiran Tan Malaka atas tradisi Nusantara sebagai upaya netralisasi stigma “Komunis-Buta” Tan Malaka. Hal ini sebagai penegasan bahwa ia adalah seorang pejuang yang berjiwa Nasionalisme tinggi. Ia berfikir dengan landasan pemikiran secara total atas ranah Nusantara, namun metode berfikirnya saja ia memakai logika pemikir-pemikir barat Marxis secara khusus sebagai obyek formalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis tertarik untuk membahas lebih dalam dengan menelusuri kesinkronan Pemikiran Tan Malaka Dalam Tradisi Nusantara sebagai Upaya untuk menetralisasi atas stigma Komunisme-Buta Tan Malaka, bukan semata-mata membuat judul yang sensasional, melainkan selama ini belum banyak yang tahu secara sistematis mengenai latar belakang kehidupan Tan Malaka dan aspek-aspek apa yang mempengaruhi pembentukan pola pikirnya sehingga ia menjadi salah satu tokoh sosialis-komunis terkemuka di Indonesia. Mengingat ia lahir dari ranah Minang yang menjadi salah satu pintu masuk tersebarnya ajaran islam di Indonesia . Minang juga merupakan daerah yang telah melahirkan tokoh-tokoh pemikir besar Islam semisal HAMKA, Agus Salim, Natsir, dal lain-lainnya. Bahkan dalam perkembangan terakhir, kontroversi muncul dengan rencana dikeluarkannya peraturan perempuan dilarang keluar malam lewat pukul 22.00 WIB. Itu adalah sebagai bukti masih melekatnya ajaran Islam secara kuat dalam kehidupan masyarakat Minang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok bahasan yang akan penulis tuangkan dalam paper ini, mengapa Tan Malaka bisa berpikir sebegitu ekstrimnya dengan menjadi tokoh sosialis-komunis yang secara kultur dan akidah agama yang ia yakini bertentangan dengan ajaran Islam. Bukankah Tan adalah sosok islam yang taat pada masa kecilnya? Penulis juga akan membahas secara historis pokok pemikiran Tan Malaka yang menjadi landasan inspirasi Tan dalam berpikirnya. Adanya interaksi antara MADILOG dengan tradisi Nusantara dengan begitu banyak ragam budaya dan kuatnya pengaruh agama sebagai bukti bahwa Tan Malaka bukanlah sosok penganut Marxis sejati. Disamping itu, penulis juga akan membahas perbedaan antara komunis yang dirintis Karl Marx dan menjadi kiblat kaum marxis dunia dengan komunis yang dibangun Tan Malaka dengan objek ke Indonesiaan. Baik secara ideology maupun dalam konteks perpolitikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan dan ruang lingkup pembahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ideal penulisan paper ini bertujuan untuk membahas secara spesifik profil Tan Malaka dan kesinkronan dalam membentuk pola pikirnya sebagai upaya alternatif dalam menganalisis sosoknya. Judul paper ini juga sebagai upaya untuk membuktikan bahwa Tan Malaka bukanlah sosok sosialis-komunis murni Marxis yang tidak berTuhan yang bertentangan dengan akidah islam dan anti-Nasionalisme . Sekaligus juga paper ini sebagai upaya pencitraan mengenai Tan Malaka yang lebih menjunjung tinggi nilai-nilai beragama dan keagungan budaya Nusantara serta sosoknya yang agamis pula. Hal ini dilatarbelakangi persepsi penulis bahwa telah muncul sikap apatisme dan kebencian dengan segala yang berkaitan dengan sosialisme-komunis secara membabi-buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sekiranya telah cukup jelas mengenai ruang lingkup pokok bahasan penulisan paper ini sesuai argument yang telah dijabarkan diatas. Yaitu relasi latar belakang kehidupan Tan Malaka dan pemikirannya kaitannya dengan landasan tradisi Nusantara yang mempengaruhinya. Semoga dalam penulisan paper ini tidak ada halangan apapun dan bermanfaat bagi semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sekilas Riwayat hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan sejarah kelahiran Tan Malaka masih terdapat perbedaan-perbedaan mengenai tanggal, tahun lahirnya namun dengan catatan ia masuk sekolah rendah tahun 1903. jadi diasumsikan Tan Malaka lahir pada 02 Juni 1897 di desa Pandan Gadang Sumatera Barat. Nama lengkapnya Ibrahim Datuk Tan Malaka sebuah nama khas Minang yang kental dengan tradisi islamnya. Ia bisa dikategorikan sebagai slah satu dari tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia sejajar dengan Soekarno, Hatta, Syahrir, Moh. Yamin, dll. Perjuangannya yang revolusioner juga dibuktikannya dengan kemunculan karya-karyanya yang orisinil dan filosofis sehingga sangat berpengaruh terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia . Sayangnya tak banyak penulis Indonesia dimasa kemerdekaan yang mengeksplorasi pemikirannya karena persepsi dan stigma yang negative terhadapnya. Namun Tan Malaka tetaplah sosok yang tak pernah berhenti berfikir. Sumbangan pemikirannya akan menjadi refleksi bagi perenungan kita dimasa sekarang dan akan datang untuk terus melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun 1913 dan sampai enam tahun kemudian ia tercatat sebagai siswa Rijks Kweekschool di Haarlem, Nederland . Ia terkenal sebagai murid yang cerdas, periang dan kreatif. Dari sinilah degup nadi tiupan semangat revolusioner mulai terbangun. Di sana ia mempelajari pemikiran filsuf-filsuf dunia seperti Nietsche, Karl Marx, Engels. Bahkan ia sempat mendaftar sebagai calon tentara Jerman dalam era perang dunia I. Tan Malaka kembali ke Indonesia pada tahun 1919 dan mendaftarkan diri sebgai guru bagi kaum kuli dipekebuanan Senembah May di Tanjung Morawa. Ia merasakan betapa kejamnya korporasi kapitalis mengeksploitasi pekerja kuli kontrak di sana . Akhirnya pada tahun 1921 ia diangkat menjadi ketua PKI setelah ia pindah ke Jawa pada tahun yang sama. Dan pergulatan politik nasional dimulai dari sini. Banyak terjadi insiden yang mengharuskan ia diasingkan beberapa kali dan ia kerap pergi keluar negeri ketika suasana menjadi panas tidak kondusif dalam iklim politik. Ia termasuk tokokh yang tidak suka perpecahan dalam kelompok masyarakat poltik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ia meninggal dunia pada tahun 1949 tepatnya bulan februari ia gugur hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya ditengah-tengah perjuangan mempertahankan proklamasi. Menurut versi hasil penyelidikan Partai Murba, tanggal 19 Februari 1949 Tan Malaka dibunuh oleh tentara regular “Macan Kerah” dari Brigade”S” dibawah pimpinan Letkol surachmad di desa Pethok, Kediri dan mayatnya dibuang ke sungai Brantas dan tidak pernah ditemukan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. MADILOG Sebagai Refleksi Filosofis Atas Iklim Ke-Indonesia-an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada banyak karya-karya yang telah dihasilkannya diantaranya : Naar de Replubik Indonesia (1925), Dari Penjara ke Penjara, Gerpolek (Gerakan Politik Ekonomi), dan MADILOG. Sebenarnya masih ada karangan-karangan lain yang kritis namun tulisan yang populer dikalangan umum yang tertulis diatas tersebut. Namun, untuk memahami pemikiran Tan Malaka tidaklah harus tahu dan paham semua karya-karyanya. MADILOG telah cukup merepresentasikan secara filsafati dan logis pemikiran Tan Malaka dan refleksi dalam ranah ke-Indonesi-an. Ia menyimpulkan dengan tegas bahwa masyarakat Indonesia dari dahulu sampai sekarang masih dalam terkungkung yang ia sebut sebgai “riwayat perbudakan” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melihat fenomena yang terjadi terhadap bangsa Indonesia , pemikiran Tan Malaka tidak hanya merunut kultur penyebabnya melainkan sekaligus menunjuk bagaimana kita bias keluar dari penjajahan colonial. Menurutnya hakikat penyebabnya adalah kungkungan sisten kapitalis-kolonialis-dan feodalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua masalah bangsa Indonesia yang diprihatinkan Tan Malaka dengan pisau tajam realisnya yaitu : (10 mengapa bangsa Indonesia dijajah begitu lama, (2) bagaimana bisa mandiri sebgai banngsa setelah mengenyahkan penjajah dan bagaimana cara mengenyahkannya?. Analis Tan Malaka disini tidak hanya berhenti pada system kolonialisme ekonomis yang mencengkeram Indonesia , tetapi system feodalisme telah lebih dahulu menjajah bangsa ini dalam mentalitsnya. Feodalisme telah melahirkan dan menyuburkan mental budak, mental kuli bangsa ini yang takut berpikir, pasif, dan menyerah pada nasib. Mental semacam ini memudahkan mereka percaya pada tahayul sehingga gampang dimanipulasi mereka yang rasional dan pintar. Oleh karena itu, tidak cukup hanya revolusi fisik nasional. Mesti dilambari revolusi cara berpikir dan mengartikan realitas secara baru, dan inilah pokok kerangka “Madilog”-nya yang terkenal itu. Kombinasi yang keluar nantinya adalah visi kenegaraan dalam ideologi massa dan strategi politik yang kontekstual .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MADILOG mengajak dan memperkenalkan kepada bangsa Indonesia cara berpikir ilmiah bukan secara kaji atau hafalan, bukan dogmatis dan doktriner. MADILOG bisa dikatakan terobosan pemikiran baru mengenai cara berpikir, dengan menghubungkan ilmu bukti serta mengembangkan dengan jalan dan metode yang sesuai dengan akar dan urat kebudayaan Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua karya Tan Malaka dan permasalahannya dimulai dengan Indonesia . Konkritnya rakyat Indonesia , situasi dan kondisi nusantara serta kebudayaan, sejarah lalu diakhiri dengan latar belakang sejarahnya bukanlah cara berpikir yang teks book.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam karya MADILOGnya, Tan malaka mengkritik logika mistik . ia berpendapat bahwa inti ajaran agama bukanlah pada kegaiban, yakni pengharapan surga dan neraka. Seharusnya dengan berkembangnya akal budi manusia, beragama tidak lagi didasarkan pada kenikmatan surga dan kesengsaraan neraka. Tan Malaka juga mengkriyik penjungkirbalikan agama. Yakni, ajaran kegaiban yang pada awalnya sebagai iming-iming agar manusia mengikuti ajaran nabi, namun sekarang diletakkan sebagai yang utama. Dikarenakan kritikan Tan Malaka yang berani seringkali ia dicap sebagai anti agama, kafir, murtad. ia dilahirkan dari keluarga muslim yang taat. Bahkan saat ibunya sakit, ia sempat memnbaca surat yasin berulang-ulang. Ia pun terlihat begitu mendalam dan sungguh-sungguh mempelajaridan menguasai islam baik dari segi teologi, histories, dan syariat. Bahkan ia kontekstual dan implementatif dalam berpikir mengenai keislaman di Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Tan Malaka amat berbeda dengan Marx atau Lenin karena ia menempatkan agama sebagai sesuatu yang un matter tetapi dengan jalan tak langsung MADILOG dapat menerangkan agama seperti obor listrik yang berdiri diluar dan tidak memasuki benda itu seluruhnya. Tan juga berpendapat masyarakat kita dari dulu ampai sekarang secara sosiologis maupun antropologis tak mungkin menjadi materialis seperti yang dialami barat yang otomatis marxisme adalah turunannya. Masyarakat Indonesia adala masyarakat yang selalu percaya akan adanaya kekuatan lain diluar dirinya yang menguasai alam serta isinya dan ini bersifat gaib. Hal itu ditunjukkan oleh Tan Malaka melalui berbagai kepercayaan, seperti animisme, dinamisme, dan agama Hindu, Budha, Kristen, Islam juga yang bermunculan dan dianut penduduk Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Tan Malaka juga menggaris bawahi bahwa penggunaan teori revolusi Marx hanyalah sebagai metode bukan sebagai dogma. Oleh karena itu, Marxisme bagi Tan Malaka harus dipahami dalam kerangka teoritis dan penerapannya amat tergantung pada kondisi masyarakat dimana ia tinggal. Ini dinyatakannya bahwa yang penting dari Marxisme adalah penerapan metode Marx berpikir, bukan menjalankan hasilnya cara berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap anti dogmatis dalam berfikir terlihat jelas dari pemahamannya terhadap materialisme yang menurutnya berlainan dengan filsafat materialisme yang menurutnya berlainan dengan filsafat materialisme yang ada dibarat, seperti yang ditulisnya didalam MADILOG. Kalau filsafat materialisme dibarat menganggap bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini berasal dari benda (matter), maka sesuatu yang bukan benda (un matter) dan tidak masuk akal/tidak rasional walaupun secara fakta ada, akan dianggap sebagai sesuatu yang tidak ilmiah dan harus ditolak. Namun, menurut Tan Malaka, dasar dan aksioma materialisme barat tidak cocok diterapkan di Indonesia . Bagi Tan Malaka sekalipun sesuatu belum dapat diterangkan tetapi kalau fakta sebagai lantainya ilmu bukti itu ada secara konkrit, maka ia bersedia menerimanya sebagai bukti. Oleh karena itu, materialisme dalam pandangan Tan Malaka merupakan cara berpikir yang realistis, pragmatis , dan fleksibel. Karena perbedaan aksioma dalam memahami materialisme inilah yang membuat Tan Malaka dalam melihat materialisme-dialektis berlainan dengan yang dipahami Marx dan Engels. Inilah yang menjadi identitas Tan Malaka yang dengan tegas menyatakan percaya pada agama yang sebenarnya un matter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hal tersebut diyakini bahwa Tan Malaka berpendapat masyarakat Indonesia dari dahulu sampai sekarang, secara sosiologis maupun antropologis tidak mungkinmenjadi masyarakat materialis seperti yang dialami dibarat, yang otomatis Marxisme adalah turunannya. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang selalu percaya akan adanya kekuatan lain diluar dirinya, yang menguasai alam serta isinya dan ini bersifat gaib. Disamping itu sepanjang sejarah, masyarakat Indonesia tidak pernah mengalami sekulerisasi pemikiran, karena upaya untuk melepaskan pengaruh adiduniawi terhadap duniawi secara tegas, seperti yang ditunjukkan barat tidak pernah terjadi. Tan Malaka beranggapan masyarakat Indonesia tidak mungkin tidak ber-Tuhan. Inilah kerumitan pemikiran Tan Malaka dan sekaligus kelebihannya, mengaku seorang komunis dan materialis sekaligus ber-Tuhan. Namun inilah originalitas dari pemikiran Tan Malaka, dari tulisannya terlihat sadar bahwa bangunan kejiwaan masyrakat Indonesia tidak mungkin dapat menerima filsafat materialisme barat, yang marxisme adalah turunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Dan Nasionalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murbaisme adalah formula tepat bagi keyakinan politik Tan Malaka. Hal itu ditunjukkan ketika revolusi Indonesia bergolak Tan malaka tetap berpendapat, ini adalah revolusi nasional Indonesia dan tidak ada hubungannya dengan perlawanan terhadap facisme, seperti yang dipropagandakan oleh kaum komunis. Dalam konteks tersebut revolusi nasional dilihat semata-mata sebagai bentuk perlawanan terhadap imperialisme Belanda. Namun kaum komunis Indonesia tidak berdiri diatas itu, bagi mereka facisme jepang hanyalah merupakan satu tahap dari perkembangan kapitalisme, untuk itu facisme harus diperangi. Bagi Tan Malaka sikap facisme buta adalah bentuk ke-tidaknasionalisme-an. Bagi Tan Malaka revolusi Indonesia memiliki dua sisi, revolusi nasional adalah bingkainya dan revolusi social adalah isinya. Jadi revolusi Indonesia tidaklah berhenti pada revolusi politik semata-mata, naumn harus dilanjutkan dengan emansipasi social sebagai kelanjutan revolusi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaui MADILOGnya pula, bisa ditunjukkan bahwa Tan Malaka berusaha mensintesakan Marxisme dalam konteks ke-indonesia-an, dengan melacak akar-akar kebangsaan dan kebudayaan masyarakat untuk kemudia diselaraskan dengan keyakinan politiknya, yaitu Murbaisme. Murbaisme dengan demikian tidak sama dengan komunisme. Atau lebih enaknya dikatakan Marxis-Nasionalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memiliki cirri kgas dalam menuangkan ide-ide nasionalisme, yang membedakannya dengan tokoh-tokh yang lain.dalam pemikirannya terdapat konvergensi anatara ideology Marxisme, yang sebenarnya bersifat internasionalis dan mengedepankan solidaritas kaumburuh sedunia, tanpa dibatasi rasa kebangsaan, dengan ideology nasionalisme yang memiliki cirri khas pada nation state.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, dalam MADILOG ia juga memperlihatkan penghargaannya terhadap islam. Islam sangat mempengaruhi pola pikir dan perilakunya. Islam diakuinya sebgai penerang obor dalam hidupnya. Selanjutnya kalau ia dikatakan seorang komunis, tetapi mengapa ia begitu menekankan aspek persatuan diantara sesama warga bangsa apapun afiliasi politik maupun ideologinya, mengapa ia tidak berjuang untuk perjuangan kelas yang menjadi bagian penting dalam teori Marxis-Leninis. Dan yang lebih mencolok lagi adalah mengapa ia ber-Tuhan?, hal itu dibuktikannya ketika ibunya sakit, ia sempat berulang-ulang melantunkan bacaan surat yasin dalam al-qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi Historis Indonesia ; sebuah pencarian jati diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Tan malaka perjalanan sejarah terjadi karena adanya pikiran yang rasional. Sejarah harus bergerak naik untuk menyempurnakan masyarakat, tanpa siklus pergerakan dalam perkembangan sejarah mustahil sebuah masyarakat akan berkembang bahkan statis dan kemunduranlah yang akan dialaminya. Melalui MADILOG pula ia menjelaskan konsep Indonesia masa depan sebagai sebuah cita-cita mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebnarnya uraian yang digagas Tan Malaka sudah ada sejak dulu, pada masa awal dalam sejarah bangsa Indonesia asli terdapat cara berfikir yang rasional dan dinamis. Bangsa Indonesia berasal dari daerah Mongolia dan Yuanan (Cina). Waktu menjelang sejarah mereka sampai kepulauan Asia Tengah hingga sampai masuk ke Indonesia . Perantauan ini sebagai hal yang positis dalam menembangkan peradaban masyarakat Indonesia . Nilai-nilai Indonesia asli dalam batas tertentu sampai sekarang masih terlihat di Minangkabau tempat ia lahir.islam didaerah ini dilihatnya sebagai usaha untuk tetap mempertahankan nilai-nilai Indonesia asli. Nilai-nilai dinamis islam telah menyatu dengan masyarakat Minangkabau, penekanan islam pada pentingnay cara berfikir yang dinamis dan rasional ini amat sesuai dengan nilai-niali Indonesia asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya setelah kedatangan Hindu, bagi Tan ini adalah masa kegelapan. Karena logika mistika yang tidak berdasarka kenyataan dan pengalaman, hilang fakta, hilang bukti, hilang kebebasan nilai. Karena kedatangan Hinduisme ini, dipakailah logika-logika mistik yang menggeser cara berfikir dinamis. Dalam masyarakat Hindu, penjajahan Belanda dengan lengangnya dapat dijalankan. Pemerintah Belanda memanfaatkan keaddan ini sebagai kesempatan menduduki tanah Indonesia asli tanapa perlawanan dengan memberikan akses dan fasiltitas yang baik. Keadaan ini tidak lagi mencerminkan Indonesia yang energik dan dinamis. Bahkan kalau kita mengaca dari sini, samapai sekarang rakyat Indonesia masih sangat bergantung pada bantuan dari luar dirinya. Bagi Tan Malaka pengaruh Hindu dan Imperialisme belandalah yang mengakibatkan kemunduran Indonesia asli. Sikap anti Hindu-Belanda harus dipahami sebagai kerangka berfikir MADILOG. Bagi Tan Malaka, Islam diakuinya sebagai penggunaan cara berfikir MADILOG seperti masyarakat Indonesia asli yang berfikir realistis dan dinamis. Islam menurutnya berfikir melangit tetapi selalu membumi. Ijtihad dalam islam adalah sebuah jalan melihat fenomena dan gejala alam melalui pengamatan. Dalam islam keselarasan antara akal atau rasionalitas yang berpuncak pada science, selalu dijaga keseimbangannya dengan suara hari yang merupakan manifestasi dari iman. Dan juga tidak menimbulkan sikap atheisme karena akal yang melampaui iman. Al-qur'an selalu menekankan keseimbangan antara keduanya dan banyak nash-nash yang menunjukkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hal terpenting dari islam, seperti yang dinjukkan oleh Tan Malaka adalah islam memberikan kemajuan bagi bangsa Eropa. Lewat islamlah ilmu penegetahuan dapat dijembatani dari masa Yunani-Romawi kemasa sekarang, sebab eropa pada abad pertengahan sebagai abad kegelapan, yaitu pada masa berlakunya zaman skolastik Kristen dimana dominasi dogma mengalahkan akal. Baghdad menjadi pusat pengetahuandi dunia dan lewat sanalah transfer ilmu pengetahuan ke eropa berlangsung besar-besaran. Zaman keemasan islam dipelopori oleh maum mu'tazilah sebgai kaum meterialisme-dialektis. Islam bagi Tan Malaka mempunyai doktri ke-Tuhanan yang sesuai dengan hokum logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang patut kita refleksikan adalah mengapa mayoritas masyarakat kita yang islam terbesar sampai detik ini tetap mengalami masa-masa perkembangan yang sulit?. Apa yang salah dalam perkembangan peradaban Indonesia ?. Tan Malaka telah membeberkan aspek-aspek baik secara histories, rasionalistis, dan dinamis. Sekiranya perlu kita meniilk kembali pemikirannya dan gagasannya. Dan stigma komunisme buta saya kira tidak lagi relevan kita jalankan mengingat kita sat ini memang benar-benar membutuhkan sumbangan pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling penting bagi kita sebagai akademisi adalah membuka dan mengeksplor kembali pemikiran Tan Malaka kepada orang lain untuk didiskusikan. Karena dengan hal itu mungkin akan lebih baik dan implementatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Angineer-Ali, Asghar. 2003. Islam dan Teologi Pembebasan (Diterjemahkan oleh Agung Prihantoro), Yogyakarta : Pustaka Pelajar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Bertens, K. 2001. Sejarah Filsafat Barat Kontemporer Prancis, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Ghofur-abdul, Waryono. 2005. Tafsir Sosial, Yogyakarta : eLSAQ Press,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Malaka, Tan. 1999. MADILOG, MAterialisme-DIalektika-LOGika , Jakarta : Pusat data Indikator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Magnis-Suseno, Frans. 1999. Pemikiran Karl Marx, Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme , Jakarta : Gramedia, Sutrisno, Mudji, DKK. Sejarah Filsafat Nusantara-Alam Pikiran Nusantara , Yogyakarta ; Galang Press, 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Mints, S., Jeanne. 2003. (Diterjemahkan loh Zulhilmi Yasri), Muhammad-Marx-Marhaen, Yogyakarta : Pustaka Pelajar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Rambe, Safrizal. 2003. Pemikiran Politik Tan Malaka , Togyakarta : Pustaka Pelajar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Shihab, Quraish. 2003. 2005. Membumikan al-Qur'an , Bandung : Mizan Pustaka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca buku Pemikiran Politik Tan Malaka karangan Safrizal Rambe, Pustaka Pelajar,2003, Hlm : 53-54.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibid, hlm : 87.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat buku Sejarah Filsafat Nusantara karangan Mudji sutrisno, Galang Press, 2005, hlm : 17-18. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copied from: http://jurnalmahasiswa.filsafat.ugm.ac.id/nus-14.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-4867265163589825361?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/4867265163589825361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=4867265163589825361' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/4867265163589825361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/4867265163589825361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/04/sinkronisasi-pemikiran-tan-malaka-dalam.html' title='SINKRONISASI PEMIKIRAN TAN MALAKA DALAM TRADIRI NUSANTARA; UPAYA NETRALISASI ATAS STIGMA KOMUNISME BUTA TAN MALAKA'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-8762930449635198912</id><published>2009-04-05T01:37:00.001+08:00</published><updated>2009-04-05T01:43:04.210+08:00</updated><title type='text'>Materialisme Dialektis Dan Historis</title><content type='html'>Oleh: J.W. Stalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materialisme Dialektis adalah pandangan dunia Partai Marxis-Leninis. la dinamakan materialisme dialektis sebab tjaranja mendekati gedjala² alam, tjaranja mempeladjari dan memahami gedjala² ini adalah dialektis, sedangkan keterangannja (interpretasinja) mengenai gedjala² alam, pengertiannja mengenai gedjala² ini, teorinja, adalah materialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materialisme historis adalah perluasan prinsip² materialisme dialektis pada studi mengenai kehidupan masjarakat, pentrapan prinsip² materialisme dialektis pada gedjala² kehidupan masjarakat, pada studi tentang masjarakat dan sedjarahnja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila menguraikan metode dialektis mereka, biasanja Marx dan Engels menjebut Hegel sebagai ahlifilsafat jang telah merumuskan tjiri² jang pokok dari dialektika. Tetapi, hal ini tidak berarti bahwa dialektika Marx dan Engels adalah identik dengan dialektika Hegel. Sebenarnja, Marx dan Engels mengambil dari dialektika Hegel hanja "intinja jang rasionil" sadja, membuang kulitnja jang idealis dari Hegel, dan mengembangkannja lebih djauh untuk dapat memberikan kepadanja bentuk ilmiah jang modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Metode dialektis saja", kata Marx, "menurut dasarnja tidak sadja berlainan dari metode Hegel, tapi adalah lawannja jang langsung. Bagi Hegel, ….. proses berfikir, jang, dengan nama ‘Ide’ olehnja malahan diubah mendjadi subjek jang berdiri-sendiri, adalah pentjipta (demiurge) dunia njata, dan dunia njata itu hanjalah bentuk luar, bentuk gedjala dari ‘Ide’. Sebaliknja bagi saja, jang ideal itu tidaklah lain daripada dunia materiil jang ditjerminkan oleh fikiran manusia, dan diwudjudkan mendjadi bentuk² fikiran". (Karl Marx, Kapital, Djilid I, halaman XXX, George Allen &amp; Unwin Ltd, 1938)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bila menguraikan materialisme mereka, Marx dan Engels biasanja menjebut Feuerbach sebagai ahlifilsafat jang memulihkan materialisme pada kedudukannja. Tetapi, hat ini tidak berarti bahwa materialisme Marx dan Engels adalah identik dengan materialisme Feuerbach. Sebenarnja, Marx dan Engels mengambil dari materialisme Feuerbach "inti-sari"nja. mengembangkannja mendjadi teori filsafat-ilmiah dari materialisme dan membuang beban²nja jang idealis dan religiusetik. Kita tahu bahwa Feuerbach, sungguhpun, dia pada dasarnja seorang materialis, berkeberatan terhadap nama materialisme. Engels menerangkan lebih dari sekali bahwa "sekalipun dasarnja" materialis, Feuerbach "tetap …. terikat oleh belenggu² idealis jang tradisionil" dan bahwa ,idealisme jang sesungguhnja dari Feuerbach mendjadi terang segera setelah kita sampai pada filsafatnja tentang agama dan etika". (Karl Marx, Pilihan Tulisan², Edisi Inggeris, Moskow 1946, Djilid 1, halaman 373, 375.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialektika berasal dari perkataan Junani dialego, artinja ber-tjakap², berdebat. Dalam zaman kuno dialektika adalah tjara mentjapai kebenaran dengan membeberkan kontradiksi² dalam argumen seorang lawan dan mengatasi kontradiksi² ini. Dalam zaman kuno ada ahlifilsafat² jang pertjaja bahwa membeberkan kontradiksi² dalam fikiran dan bentrokan pendapat² jang bertentangan adalah tjara jang terbaik untuk mentjapai kebenaran. Tjara berfikir jang dialektis ini kemudian diperluas sampai pada gedjala alam, dikembangkan mendjadi metode dialektis dalam memahami gedjala alam, jang memandang gedjala alam sebagai senantiasa dalam keadaan bergerak dan senantiasa mengalami perubahan, dan menganggap perkembangan alam sebagai akibat perkembangan kontradiksi² dalam alam, sebagai akibat saling-mempengaruhinja kekuatan² jang bertentangan dalam alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnja, dialektika adalah lawan jang langsung dari metafisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tjiri² pokok metode dialektis Marxis adalah sbb.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Berlawanan dengan metafisika, dialektika tidak memandang alam sebagai tumpukan segala sesuatu, tumpukan gedjala jang kebetulan sadja, tiada berhubungan, terpisah dan bebas satu sama lain, tetapi sebagai keseluruhah jang berhubungan dan utuh, dimana segala sesuatu, gedjala² setjara organik adalah saling-berhubungan, saling bergantung dan saling-menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu metode dialektis berpendapat bahwa tidak ada gedjala dalam alam jang bisa dimengerti djika ia diambil sendirian, terpisah dari gedjala² disekelilingnja, karena sesuatu gedjala dalam suatu lapangan alam bisa tidak berarti bagi kita, bila ia tidak dipandang dalam hubungannja dengan keadaan² disekitamja, tetapi terlepas dari keadaan² itu; dan bahwa, sebaliknja, sesuatu gedjala bisa dimengerti dan diterangkan kalau dipandang dalam hubungannja jang tak terpisahkan dengan gedjala² disekelilingnja, sebagai gedjala jang ditentukan oleh gedjala² disekitarnja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Berlainan dengan metafisika, dialektika berpendapat bahwa alam bukanlah suatu keadaan jang diam dan tidak bergetak, berhenti dan tidak berubah, tetapi keadaan jang terus menerus bergerak dan berubah, keadaan jang terus-menerus mendjadi baru dan berkembang, dimana sesuatu senantiasa timbul dan berkembang, dan sesuatu senantiasa rontok dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu metode dialektis menghendaki, supaja gedjala² dilihat bukan sadja dari sudut hubungan dan bergantungnja satu sama lain, tapi djuga dari sudut gerak, perubahan, perkembangan, kelahiran dan kematiannja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode dialektis menganggap penting pertama-tama bukanlah apa jang pada saat tertentu kelihatannja tahan lama sekalipun sudah mulai akan mati, tetapi apa jang sedang tumbuh dan berkembang, sekalipun pada saat tertentu mungkin nampaknja tidak tahan lama, karena metode dialektis memandang sesuatu jang tiada terkalahkan hanjalah apa jang sedang tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seluruh alam", kata Engels, "dari jang se-ketjil²nja sampai pada jang se-besar²nja, dari sebutir pasir sampai pada matahari, dari protista (sel hidup jang mula², - red.) sampai pada manusia, adalah dalam keadaan senantiasa timbul dan lenjap, dalam keadaan senantiasa mengalir, dalam keadaan bergerak dan berubah jang tak henti²nja". (F. Engels, Dialektika Alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dariitu, dialektika, kata Engels, "memandang segala sesuatu beserta gambaran² tanggapannja pada hakekatnja dalam hubungannja satu sama lain, dalam rangkaiannja, dalam geraknja, dalam timbul dan lenjapnja" (F. Engels, Anti-Dühring).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)Berlawanan dengan metafisika, dialektika tidak menganggap proses perkembangan sebagai proses per tumbuhan jang sederhana, dimana perubahan² kwantitatif tidak membawa perubahan² kwalitatif, melainkan sebagai suatu perkembangan jang melalui perubahan² kwantitatif jang tidak berarti dan tidak kelihatan ke perubahan² jang terbuka dan fundamentil, ke perubahan² kwalitatif; suatu perkembangan dimana perubahan² kwalitatif tidak terdjadi dengan ber-anngsur², melainkan dengan tjepat dan mendadak, dalam bentuk lompatan dari satu keadaan kekeadaan lainnja; perubahan² kwalitatif itu tidak terdjadi setjara kebetulan tapi sebagai akibat jang sudah sewadjarnja dari suatu tumpukan perubahan² kwantitntif jang tidak kelihatan dan ber-angsur².&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu metode dialektis berpendapat bahwa proses perkembangan tidak boleh diartikan sebagai gerak dalam lingkaran, sebagai ulangan biasa dari apa jang sudah terdjadi, tetapi sebagai gerak jang madju dan naik, sebagai peralihan dari keadaan kwalitatif jang lama ke keadaan kwalitatif jang baru, sebagai perkembangan dari jang sederhana kepada jang rumit, dari jang rendah kepada jang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alam", kata Engels, "adalah batu-udjian dialektika, dan mengenai ilmualam² modern harus dikatakan bahwa ia telah memberikan bahan² jang banjak sekali dan jang saban hari bertambah banjak untuk batu-udjian ini, dan dengan demikian telah membuktikan bahwa pada achirnja proses alam itu adalah dialektis dan bukan metafisis, bahwa ia tidak bergerak dalam lingkaran jang se-lama²nja sama dan terus-menerus diulangi, tetapi berdjalan melalui sedjarah jang njata. Dalam hal ini pertama² harus disebut nama Darwin, jang telah memberikan pukulan keras kepada pengertian metafisis tentang alam dengan membuktikan bahwa dunia organik jang sekarang ini, tumbuh²an dan binatang², dan oleh karena itu djuga manusia, semuanja adalah hasil proses perkembangan jang telah berlangsung selama djutaan tahun". (F. Engels, Anti-Dühring).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menerangkan perkembangan dialektis sebagai peralihan dari perubahan² kwantitatif ke-perubahan² kwalitatif, Engels mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam fisika…. tiap² perubahan adalah suatu peralihan kwantitet mendjadi kwalitet, sebagai akibat perubahan kwantitatif dari sesuatu bentuk-gerak baik jang terkandung di dalam suatu benda ataupun jang diberikan kepadanja. Misalnja, suhu air mula² tidak mempengaruhi keadaan tjairnja; tetapi setelah suhu air tjair itu naik atau turun, maka tibalah suatu saat ketika keadaan kohesi ini berubah, dan air itu dalam hal jang satu berubah mendjadi uap dan dalam hal lainnja mendjadi es…. Untuk menjalakan kawat-platina dibutuhkan sedjumlah minimum aliran listrik; tiap logam mempunjai suhu leburnja sendiri; tiap zat tjair mempunjai titik-beku dan titik-didih jang pasti pada tekanan tertentu, selama kita dengan alat jang ada pada kita bisa menimbulkan suhu jang diperlukan itu; achirnja, tiap² gas mempunjai titik-kritiknja, pada titik mana, dengan tekanan dan penjedjukan jang setjukupnja, ia bisa diubah mendjadi keadaan tjair…. Apa jang dinamakan konstante² fisika (titik dimana satu keadaan berubah mendjadi keadaan lain - red.) dalam kebanjakan hal adalah tidak lain daripada sebutan² (nama²) untuk titik² pertemuan (knooppunten) dimana penam bahan atau pengurangan (perubahan) kwantitatif dari gerak menjebabkan perubahan kwalitatif dalam keadaan sesuatu benda, dan dimana, oleh karena itu, kwantitet berubah mendjadi kwalitet". (Dialektika Alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih ke soal kimia, Engels berkata seterusnja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kimia bolehlah dinamakan ilmu tentang perubahan² kwalitatif jang terdjadi dalam benda sebagai akibat perubahan² komposisi kwantitatif. Hal ini sudah diketahui oleh Hegel. Ambillah zat asam (oxygen), sebagai tjontoh: kalau molekul itu terdiri dari tiga atom dan bukannja dua sebagai biasanja, maka kita mendapatkan ozon, suatu benda jang dalam baru dan reaksinja sangat berlainan dengan zat asam biasa. Dan apakah jang akan kita katakan tentang perbandingan² jang berlainan dalam mana zat asam bertjampur dengan nitrogen (stikstof) atau belerang, dan jang masing² menghasilkan benda jang kwalitatif berbeda dari sernua benda² lainnja!" (Dalam buku itu djuga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achirnja, dalam mengkritik Dühring, jang dengan se-kuat²nja mentjela Hegel, tetapi jang dengan diam² memindjam daripadanja dalil jang terkenal bahwa peralihan dari alam tak berperasaan ke berperasaan, dari alam materi anorganik ke alam kehidupan organik, adalah lompatan ke suatu keadaan baru, Engels mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah djustru garis pertemuan Hegelian tentang ukuran perbandingan, dalam mana, pada titik² pertemuan tertentu penamhahan atau pengurangan kwantitatif se-mata² menimbulkan lontjatan kwalitatif, misalnja, dalam hal air jang dipanaskan atau didinginkan, dimana titik-uap dan titik-beku adalah titik² pertemuan dimana-dibawah tekanan biasa-terdjadi lontjatan kekeadaan seluruhnja baru, dan dimana karena itu kwantitet berubah mendjadi kwalitet". (F. Engels, Anti-Dühring).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Berlawanan dengan metafisika, dialektika berpendapat bahwa kontradiksi² intern terdapat di dalam segala sesuatu dan gedjala alam, karena semuanja ini mempunjai segi² negatif dan positifnja, masa lampau dan masa depannja, sesuatu jang berangsur-angsur mati dan sesuatu jang berkembang; dan bahwa perdjuangan antara pertentangan² ini, perdjuangan antara jang lama dengan jang baru, antara apa jang sedang mati dengan jang sedang lahir, antara apa jang sedang lenjap dengan jang sedang berkembang, merupakan inti-sari proses perkembangan, inti-sari perubahan² kwantitatif ke perubahan² kwalitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dariitu metode dialektis berpendapat bahwa proses perkembangan dari jang lebih rendah ke jang lebih tinggi, terdjadi bukan sebagai pengembangan jang harmonis dari gedjala², tetapi sebagai pernjataan kontradiksi² jang terdapat di dalam segala sesuatu dan di dalam gedjala², sebagai "perdjuangan" tendens² jang berlawanan jang berlangsung di atas dasar kontradiksi² ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut artinja jang sebenarnja", kata Lenin, "dialektika adalah studi tentang kontradiksi di dalam hakekat segala sesuatu itu sendiri". (Lenin, Bukutjatatan Filsafat, Edisi Rusia, hal. 263).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selandjutnja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perkembangan adalah 'perdjuangan' dari jang bertentangan". (Lenin, Pilihan Tulisan², Edisi Rusia, Djilid XIII, halaman 301).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah dengan ringkas, tjiri² pokok metode dialektis Marxis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudahlah untuk mengerti betapa sangat pentingnja perluasan prinsip² metode dialektis pada studi tentang kehidupan sosial dan sedjarah masjarakat, dan betapa sangat pentingnja pemakaian prinsip² ini pada sedjarah masjarakat dan pada aktivitet² praktis Partai proletariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau didunia tidak ada gedjala² jang terpisah, kalau semua gedjala itu saling-berhubungan dan tergantung kepada satu sama lain, maka teranglah bahwa tiap sistim sosial dan tiap gerakan sosial dalam sedjarah harus dinilai tidak dari sudut "keadilan jang kekal" atau sesuatu ide lainnja jang sudah difikirkan terlebih dahulu, sebagai mana sering dilakukan oleh ahli² sedjarah, melainkan dari sudut keadaan² jang melahirkan sistim atau gerakan sosial itu dan dengan mana mereka itu berdjalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim pemilikan-budak akan mendjadi tidak mempunjai arti, merupakan kebodohan dan tidak wadjar dalam keadaan² modern. Tetapi dalam keadaan² sistim komune primitif jang sedang runtuh, sistim pemilikan-budak itu adalah gedjala jang sepenuhnja bisa difahamkan dan wadjar, karena ia merupakan suatu kemadjuan dibandingkan dengan sistim komune primitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan untuk republik burdjuis-demokratis pada waktu ada tsarisme dan masjarakat burdjuis, seperti, kita katakan sadja, di Rusia dalam tahun 1905, adalah tuntutan jang sepenuhnja bisa difahamkan, tepat dan revolusioner, karena pada waktu itu suatu republik burdjuis akan berarti suatu langkah madju. Tetapi sekarang, dalam keadaan² di URSS, tuntutan untuk republik burdjuis-demokratis akan mendjadi tuntutan jang tidak mempunjai arti dan kontra-revolusioner, sebab republik burdjuis akan berarti suatu langkah mundur dibandingkan dengan republik Sovjet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu bergantung kepada keadaan, waktu dan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djelaslah bahwa tanpa pendekatan berdasarkan sedjarah jang serupa ini terhadap gedjala² sosial, maka adanja dan perkembangan ilmu sedjarah tidaklah munkin, karena hanja pendekatan serupa itulah jang bisa menjelamatkan ilmu sediarah supaja tidak mendjadi suatu tjampur-baur kedjadian² kebetulan dan suatu timbunan kesalahan² jang pating bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnja, djika dunia itu berada dalam keadaan senantiasa bergerak dan berkembang, djika hilang-lenjapnja jang lama dan tumbuhnja jang baru adalah hukum perkembangan, maka djelaslah bahwa tidak akan bisa ada sistim² sosial jang "tidak bisa berubah", tidak akan bisa ada "prinsip² jang abadi" dari hak milik perseorangan dan penghisapan, tidak akan bisa ada "ide² jang abadi" tentang pembudakan petani oleh tuantanah, buruh oleh kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu sistim kapitalis bisa digantikan oleh sistim Sosialis, persis seperti pada satu waktu sistim feodal digantikan oleh sistim kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kita tidak boleh mendasarkan orientasi kita atas lapisan² masjarakat jang tidak berkembang lagi, sekalipun pada waktu sekarang ini mereka merupakan kekuatan jang berkuasa, tetapi atas lapisan² jang sedang berkembang dan mempunjai hari depan dimukanja, meskipun pada waktu ini mereka tidak merupakan kekuatan jang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahun delapanpuluhan abad jang lalu, dalam masa perdjuangan antara kaum Marxis dengan kaum Narodnik, proletariat di Rusia merupakan djumlah terketjil jang tidak berarti dari penduduk, sedang kaum tani perseorangan merupakan djumlah terbanjak jang luas dari penduduk. Akan tetapi proletariat sebagai klas sedang berkembang, sedangkan kaum tani sebagai klas sedang rontok. Dan djustru karena proletariat sebagai klas sedang berkembang, maka kaum Marxis mendasarkan orientasinja atas proletariat. Dan mereka tidak salah, sebab, sebagaimana kita ketahui, proletariat kemudian tumbuh dari kekuatan jang tidak berarti mendjadi kekuatan sedjarah dan politik jang nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu, supaja tidak membikin kesalahan dalam politik, kita harus melihat ke depan, djangan ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selandjutnja, djika peralihan dari perubahan² kwantitatif jang pelan² ke perubahan² kwalitatif jang tjepat dan mendadak adalah hukum perkembangan, maka teranglah bahwa revolusi² jang dilakukan oleh klas² jang tertindas adalah suatu gejala yang sangat wadjar dan tidak bisa dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu peralihan dari kapitalisme ke Sosialisme dan pembebasan klas buruh dari penindasan kapitalisme tidak bisa dilaksanakan dengan perubahan² jang pelan², dengan reform², tetapi hanja dengan suatu perubahan kwalitatif atas sistim kapitalis, dengan revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, supaja tidak membikin kesalahan dalam politik kita harus mendjadi seorang revolusioner, bukan seorang reformis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnja, djika perkembangan berlangsung dengan terbukanja kontradiksi² intern, dengan bentrokan² diantara kekuatan² jang berlawanan berdasarkan kontradiksi² ini dan guna mengatasi kontradiksi² ini, maka teranglah bahwa perdjuangan klas dari proletariat adalah suatu gedjala jang sangat wadjar dan tidak bisa dielakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu kita tidak boleh menutup-nutupi kontradiksi² dari sistim kapitalis, tetapi menelandjangi dan membeberkannja; kita tidak boleh mentjoba mengekang-perdjuangan klas itu tetapi melandjutkannja sampai pada achirnja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu, supaja tidak membikin kesalahan dalam politik, kita harus mendjalankan politik klas proletar jang tidak kompromis, bukan politik reformis berupa penjesuaian kepentingan² proletariat dengan kepentingan burdjuasi, bukan politik kaum kompromis tentang "pertumbuhan kapitalisme mendjadi Sosialisme".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah metode dialektis Marxis djika ditrapkan pada kehidupan sosial, pada sedjarah masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang materialisme filsafat Marxis, ia pada dasarnja adalah lawan jang langsung daripada idealisme filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tjiri² pokok materialisme filsafat Marxis adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Berlawanan dengan idealisme, jang menganggap dunia sebagai pendjelmaan suatu "ide jang mutlak", suatu "djiwa universil", "kesedaran", maka materialisme filsafat Marx berpendapat bahwa dunia menurut sifatnja sendiri adalah materiil, bahwa gedjala² jang ber-matjam² dari dunia merupakan berbagai bentuk materi jang bergerak, bahwa saling-berhubungan dan saling-bergantungnja gedjala², sebagaimana ditetapkan oleh metode dialektis, adalah hukum perkembangan materi jang bergerak, dan bahwa dunia berkembang sesuai dengan hukum² gerak materi dan tidak memerlukan sesuatu "djiwa universil''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pandangan-dunia materialis tentang alam", kata Engels, "adalah se-mata² penanggapan alam sebagai mana adanja, tanpa tambahan sesuatupun dari luar". (F. Engels, Ludwig Feuerbach, Edisi Inggeris, Moskow 1934, hal. 79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbitjara tentang pandangan" materialis ahlifilsafat kuno Heraclitos jang berpendapat bahwa "dunia, kesatuan daripada seluruhnja, tidak ditjiptakan oleh sesuatu Tuhan atau seseorang manusia, tetapi data, sekarang dan seterusnja adalah suatu api jang hidup, menjala setjara sistimatis dan padam setjara sistimatis", Lenin menerangkan: "Suatu uraian jang baik sekali tentang dasar² pertama materialisme dialektis". (Lenin, Buku-tjatatan² Filsafat, Edisi Rusia, hal. 318).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Berlawanan dengan idealisme, jang menegaskan hahwa hanja kesedaran kitalah jang benar² ada, dan bahwa dunia materiil, jang ada, alam, hanja ada dalam kesedaran kita, dalam perasaan, ide dan tjita-rasa kita, maka filsafa materialis Marxis berpendapat bahwa materi, alam, jang ada, adalah kenjataan jang objektif jang berada di luar dan terlepas dari kesadaran kita; bahwa materi adalah primer, karena ia adalah sumber perasaan, ide, kesedaran, dan bahwa kesedaran, adalah sekunder, akibat, karena ia adalah refleksi materi, refleksi jang ada; bahwa kesedaran adalah hasil materi, jang dalam perkembangannja telah mentjapai tingkat kesempurnaan jang tinggi, jaitu otak, dan otak adalah alat untuk berfikir; dan bahwa karena itu kita tidak bisa memisahkan fikiran dari materi tanpa membikin kesalahan besar. Engels mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Soal hubungan antara pemikiran dengan jang ada, hubungan antara djiwa dengan alam adalah soal jang terpenting dari seluruh filsafat..... Djawaban² jang diberikan oleh ahlifilsafat² kepada soal ini membagi mereka dalam dua kubu jang besar. Mereka jang menegaskan bahwa djiwa adalah jang primer daripada alam…. merupakan kubu idealisme. Lain²nja, jang menganggap alam sebagai jang primer, termasuk dalam berbagai aliran materialisme". (Karl Marx, Pilihan Tulisan², Edisi Inggeris, Moskow 1946, Djilid I, hal. 366-367).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seterusnja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dunia jang materiil, jang bisa ditanggap dengan pantja-indera dalam mana termasuk diri kita sendiri, adalah satu²nja kenjataan.... Kesedaran dan pemikiran kita, bagaimanapun djuga tampaknja seakan-akan di luar tanggapan pantja-indera, adalah hasil anggota tubuh djasmani jang materiil, jaitu otak. Materi bukanlah hasil kesedaran, tapi kesedaran itu sendiri hanjalah hasil jang tertinggi dari materi". (Karl Marx, Pilihan Tulisan², Edisi Rusia, Djilid 1, hal. 332).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai soal materi dan fikiran, Marx mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah mungkin untuk memisahkan fikiran dari materi jang berfikir. Materi adalah subjek dari semua perubahan". (Dalam buku itu djuga, hal. 335).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menerangkan materialisme filsafat Marxis, Lenin mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materialisme pada umumnja mengakui keadaan njata jang objektif (materi) sebagai terlepas dari kesedaran, perasaan, pengalaman…. Kesedaran adalah hanja refleksi dari keadaan, paling², suatu refleksi jang mendekati kebenaran (tjotjok, sungguh² tepat) daripadanja". (Lenin, Materialisme dan Empirio-Kritisisme, Edisi lnggeris, Moskow 1941, hal. 337-338).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selandjutnja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * "Materi jalah apa jang dengan mengenai pantja-indera kita, menghasilkan perasaan; materi jalah kenjataan objektif jang diberikan pada kita dalam perasaan.... Materi, alam, keadaan, djasmani-adalah primer, dan djiwa, kesedaran, perasaan, rohani-adalah sekunder". (Dalam buku itu djuga, hal. 145, 146).&lt;br /&gt;    * "Gambaran dunia adalah gambaran bagaimana materi bergerak dan bagaimana ‘materi berfikir'." (Dalam buku itu djuga, hal. 367).&lt;br /&gt;    * "Otak adalah alat untuk berfikir". (Dalam buku itu djuga, hal. 152).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Berlawanan dengan idealisme, jang tidak mengakui kemungkinan untuk mengetahui dunia dan hukum²nja, jang tidak pertjaja akan kebenaran pengetahuan kita, jang tidak mengakui kebenaran jang objektif, dan jang berpendapat bahwa dunia itu penuh dengan "benda-dalam-dirinja" jang tidak akan bisa diketahui oleh ilmu, maka materialisme filsafat Marxis berpendapat bahwa dunia dan hukum²nja sepenuhnja bisa diketahui, bahwa pengetahuan kita tentang hukum² alam, jang diuji dengan pertjobaan dan praktek, adalah pengetahuan jang benar jang mempunjai kekuatan kebenaran jang objektif, dan bahwa tidak ada sesuatu di dunia ini jang tidak bisa diketahui, jang ada hanjalah hal² jang belum diketahui, tetapi jang akan terbuka dan mendjadi diketahui dengan usaha² ilmu dan praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengkritik dalil Kant dan kaum idealis lainnja bahwa dunia tidak bisa diketahui dan bahwa ada "benda-dalam-dirinja" jang tidak dapat diketahui, dan ketika membela dalil materialis jang terkenal bahwa pengetahuan kita adalah pengetahuan jang benar, Engels menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bantahan jang paling kena terhadap ini seperti djuga terhadap semua ide² filsafat lainnja jalah praktek, jaitu experimen dan industri. Djika kita dapat membuktikan kebenaran konsep kita tentang proses alam dengan kita sendiri membikinnja, dengan mentjiptakannja dari sjarat²nja dan menggunakannja untuk tudjuan² kita sendiri, maka berachirlah sudah 'benda-dalam-dirinja' jang tidak bisa difahami dari Kant. Bahan² kimia jang dihasilkan dalam tubuh tumbuh²an dan binatang tetap merupakan 'benda-dalam-dirinja' sampai ilmu kimia organik mulai menghasilkannja satu demi satu; dengan demikian 'benda-dalam-dirinja' mendjadi benda untuk kita, seperti misalnja, alizarin, bahan tjat dari pohon Rubiatinetorum, jang tidak susah² lagi menanam akar² pohon tsb. dikebun, tetapi menghasilkannja djauh lebih murah dan gampang dari tir arang-batu. Selama 300 tahun sistim tatasurja menurut Copernikus adalah satu hipotese, dengan seratus, seribu atau sepuluh ribu lawan satu di fihaknja, tetapi masih tetap merupakan satu hipoteste. Tetapi ketika Leverrier, dengan bahan² jang diberikan oleh sistim ini, bukan hanja menarik kesimpulan akan harus adanja suatu planit jang tidak diketahui tetapi djuga memperhitungkan kedudukan di langit jang mesti ditempati oleh planit ini, dan ketika Gallilei benar² menemukan planit ini, maka terbuktilah kebenaran sistim Copernikus itu". (Karl Marx, Pilihan Tuhsan², Edisi Inggeris, Moskow 1946, Djilid 1, hal. 368).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menuduh Bogdanov,- Bazarov, Jusjkewitsj dan pengikut² Mach lainnja dengan fideisme, dan dalam rnembela dalil materialis jang terkenal bahwa pengetahuan ilmiah kita tentang hukum² alam adalah pengetahuan jang benar, dan bahwa hukum² ilmu itu merupakan kebenaran jang objektif, Lenin mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fideisme modern se-kali² tidak menolak ilmu; jang ditolaknja hanjalah 'tuntutan jang berlebih-lebihan' dari ilmu jaitu, tuntutannja akan kebenaran objektif. Djika kebenaran objektif itu ada (sebagaimana pendapat kaum materialis), djika ilmu² alam sadjalah, jang mentjerminkan dunia luar dalam 'pengalaman' manusia, jang bisa memberikan kebenaran jang objektif kepada kita, maka semua fideisme terbantah samasekali". (Lenin, Marerialisme dan Empirio-Kritisisme, Edisi Inggeris, Moskow 1947, hal. 123-124).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah dengan singkat tjiri² jang kirnkteristik dari materialisme filsafat Marxis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudahlah untuk difahamkan bagaimana amat sangat pentingnja perluasan prinsip² materialisme filsafat pada studi tentang kehidupan sosial, tentang sedjarah rnasjarakat, dan bagaimana amat sangat pentingnja pemakaian prinsip² ini pada sedjarah masjarakat dan pada aktivitet² praktis Partai proletariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hubungan antara gedjala² alam dan saling bergantungnja gedjala² itu adalah hukum² perkembangan alam, maka kelandjutannja jalah bahwa hubungan dan saling bergantungnja gedjala² kehidupan sosial adalah djuga hukum perkembangan masjarakat, dan bukan sesuatu jang kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu, kehidupan sosial, sedjarah masjarakat, tidak lagi mendjadi timbunan "kedjadian² kebetulan", melainkan mendjadi sedjarah perkembangan masjarakat menurut hukum² jang tetap, dan studi tentang sedjarah masjarakat mendjadi suatu ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makaitu aktivitet praktis Partai proletariat tidak boleh didasarkan atas keinginan² jang baik dari "orang² terkemuka", tidak atas tuntutan² "akal", "moral jang universil", dll., melainkan atas hukum² perkembangan masjarakat dan atas studi tentang hukum² ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selandjutnja, djika dunia dapat diketahui dan pengetahuan kita tentang hukum² perkembangan alam adalah pengetahuan jang benar, jang mempunjai kekuatan kebenaran objektif, maka menurut ini kehidupan sosial, perkembangan masjarakat, djuga bisa diketahui, dan bahwa bahan² ilmu mengenai hukum² perkembangan masjarakat adalah bahan² jang benar jang mempunjai' kekuatan kebenaran² objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu ilmu tentang sedjarah masjarakat, sekalipun dengan segala kerumitan gedjala² kehidupan sosial, bisa mendjadi ilmu jang djuga exak seperti, kita katakan sadja, ilmu biologi, dan bisa menggunakan hukum² perkembangan masjarakat untuk tudjuan² praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu Partai proletariat dalam aktivitet praktisnja tidak boleh membiarkan dirinja dituntun oleh motif² jang kebetulan, tetapi harus oleh hukum² perkembangan masjarakat, dan oleh kesimpulan² praktis hukum² ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu Sosialisme diubah dari impian tentang hari depan jang lebih baik untuk kemanusiaan mendjadi ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu hubungan antara ilmu dan aktivitet praktis antara teori dan praktek, kesatuannja, harus mendjadi bintang-pedoman Partai proletariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnja, djika alam, jang ada, dunia materiil, adalah primer, dan kesedaran, fikiran, adalah sekunder, akibat; djika dunia materiil merupakan kenjataan objektif jang adanja terlepas dari kesedaran manusia, sedangkan kesedaran adalah tjerminan (refleksi) kenjataan objektif ini, maka menurut ini kehidupan materiil masjarakat, keadaannja, adalah djuga primer, dan kehidupan kedjiwaannja sekunder, akibat, dan bahwa kehidupan materiil masjarakat adalah kenjataan objektif jang adanja terlepas dari kemauan manusia, sedangkan kehidupan kedjiwaan masjarakat adalah refleksi kenjataan objektif ini, suatu refleksi dari jang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu sumber penjusunan kehidupan spirituil masjarakat, asal-mulanja ide² sosial, teori² sosial, faham² politik dan badan² politik, tidak boleh ditjari dalam ide², teori², faham² dan badan² politik itu sendiri, melainkan dalam sjarat² kehidupan materiil masjarakat, dalam keadaan sosial, jang refleksinja berupa fikiran², teori². faham², dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kalau dalam berbagai zaman sedjarah ma sjarakat tampak berbagai ide², teori², faham² sosial dan badan² politik; kalau dalam sistim pemilikan-budak kita djumpai ide², teori², faham² sosial dan badan² politik tertentu, dalam feodalisme lain, dan dalam kapitalisme lain lagi, maka hal ini tidak bisa diterangkan dari "watak", "sifat²", ide², teori², faham² dan badan² politik itu sendiri tetapi dari sjarat² kehidupan materiil jang berlainan dari masjarakat pada masa² perkembangan sosial jang berlainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu keadaan suatu masjarakat, begitu sjarat² kehidupan materiel suatu masjarakat, begitu pulalah ide², teori², faham² politik dan badan² politik masjarakat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan dengan ini, Marx mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukanlah kesedaran manusia jang menentukan keadaannja, tetapi sebaliknja, keadaan sosial merekalah jang menentukan kesedaran mereka". (Karl Marx, Pilihan Tulisan², Edisi Inggeris, Moskow 1946, Djilid I, hal. 300).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu, supaja tidak membikin kesalahan dalarn politik, supaja tidak djatuh ke dalam kedudukan tukang mimpi jang kosong, Partai proletariat tidak boleh mendasarkan aktivitet²nja atas "prinsip² akal manusia" jang abstrak, tetapi atas sjarat² kongkrit dari kehidupan materiil masjarakat, sebagai kekuatan jang menentukan dari perkembangan sosial ; bukan atas keinginan² jang baik dari "orang² besar", akan tetapi atas kebutuhan² jang njata dari perkembangan kehidupan materiil masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djatuhnja kaum utopis, termasuk kaum Narodnik, Anarkis dan kaum Sosialis-Revolusioner, adalah, antara lain, karena kenjataan.bahwa mereka tidak mengakui rol primer jang dilakukan oleh sjarat² kehidupan materiil masjarakat dalam perkembangan masjarakat dan, karena tenggelam dalam idealisme, tidak mendasarkan aktivitet praktisnja atas kebutuhan² perkembangan kehidupan materiil masjarakat, tetapi, dengan terlepas dari dan tidak memperdulikan kebutuhan² ini, atas "rentjana² jang muluk²" dan "rentjana² jang meliputi se-gala²nja" jang terpisah dari kehidupan jang sebenarnja dari masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan dan vitalitet Marxisme-Leninisme terletak dalam kenjataan bahwa ia sungguh mendasarkan aktivitet praktisnja atas kebutuhan² perkembangan kehidupan materiil masjarakat dan tidak pernah memisahkan dirinja dari kehidupan jang sebenarnja dari masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dari perkataan² Marx bukanlah lalu berarti bahwa ide-ide, teori-teori sosial, faham² politik dan badan² politik tidaklah penting dalam kehidupan masjarakat, bahwa mereka tidak mempengaruhi setjara timbal-balik keadaan sosial, perkembangan sjarat² materiil kehidupan masjarakat. Kita telah membitjarakan baru tentang asal-usul ide², teori², faham² sosial dan badan² politik, tentang bagaimana mereka timbul, tentang kenjataan bahwa kehidupan spirituil masjarakat adalah refleksi sjarat² kehidupan materiilnja. Mengenai arti ide², teori², faham² sosial dan badan² politik, mengenai peranannja dalam sedjarah, materialisme historis djauh daripada menjangkalnja, malahan menekankan peranan dan arti jang penting dari faktor² ini dalam kehidupan masjarakat, dalam sedjarahnja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai matjam ide dan teori sosial. Ada ide² dan teoril lama jang hidup melampaui zamannja dan jang mengabdi kepada kepentingan² kekuatan² jang sekarat dalam masjarakat. Artinja terletak dalam kenjataan bahwa mereka merintangi perkembangan, merintangi kemadjuan masjarakat. Kemudian ada ide² dan teori² baru dan madju jang mengabdi kepada kepentingan² kekuatan² jang madju dalam masjarakat. Artinja terletak dalam kenjataan bahwa mereka mempermudah perkembangan, mempermudah kemadjuan masjarakat; dan semakin tepat mereka mentjerminkan kebutuhan² perkembangan kehidupan materiil masjarakat semakin besarlah artinja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide² dan teori² sosial baru hanja lahir sesudah perkembangan kehidupan materiil masjarakat memberikan tugas² baru kepada masiarakat. Tetapi sekali mereka timbun mereka menjadi kekuatan jang paling perkasa jang mempermudah pelaksanaan tugas² baru ang diletakkan oleh perkembangan kehiupan materiil masiarakat, suatu kekuatan jang mempermudah kemadjuan masjarakat. Di sinilah djustru nilai mengorganisasi, memobilisasi, dan mengubah jang sangat besar dari ide² baru, teori² baru, faham² politik baru dan badan² politik baru, menampakkan dirinja. Ide² dan teori² sosial baru timbul djustru karena mereka perlu bagi masjarakat, karena tidaklah mungkin untuk melaksanakan tugas² jang mendesak dari perkembangan kehidupan materiil masjarakat tanpa aksi mereka jang mengorganisasi, memobilisasi dan mengubah. Lahir dari tugas² baru jang diletakkan oleh perkembangan kehidupan materiil masjarakat, maka ide² dan teori² sosial baru menembus djalan mereka, mendjadi milik massa, memobilisasi dan mengorganisasi mereka melawan kekuatan jang sekarat dalam masjarakat, dan dengan demikian memudahkan penggulingan kekuatan² ini jang menghambat perkembangan kehidupan materiil masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian ide², teori² sosial dan badan² politik, setelah lahir atas dasar tugas² jang mendesak dari perkembangan kehidupan materiil masjarakat, perkembangan keadaan sosial, mereka itu sendiri kemudian memberikan pengaruhnja kembali atas keadaan sosial, alas kehidupan materill masjarakat, mentjiptakan sarat² jang diperlukan untuk dengan sepenuhnja melaksanakan tugas² jang mendesak dari kehidupan materiil masjarakat, dan untuk memberikan kemungkinan bagi perkembangannja jang lebih djauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertalian dengan ini, Marx mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teori mendjadi kekuatan materiil segera sesudah ia menguasai massa". (Zur Kritik der Hegelschen Rechtsphilosophie).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu, supaja bisa mempengaruhi sjarat² kehidupan materiil masjarakat dan mempertjepat perkembangan serta perbaikannja, Partai proletariat harus bersandar pada teori sosial jang sedemikian rupa, ide sosial jang sedemikian rupa jang dengan tepat nentjerminkan kebutuhan² perkembangan kehidupan materiil masjarakat, dan jang karena itu bisa menggerakkan massa jang luas dari Rakjat dan bisa memobilisasi mereka dan mengorganisasi mereka mendjadi suatu tentara, jang mahabesar dari Partai proletariat, jang siap sedia untuk menghantjurkan kekuatan² reaksioner dan melapangkan djalan bagi kekuatan² jang madju dari masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambruknja kaum "Ekonomis" dan kaum Mensjewik antara lain disebabkan oleh kenjataan bahwa mereka tidak mengakui rol memobilisasi, mengorganisasi dan mengubah dari teori, jang madju, dari ide² jang madju dan, karena tenggelam dalam materialisme jang vulger, membikin peranan faktor² ini, hampir mendjadi tidak berarti sama sekali, dangan demikian membikin Partai mendjadi pasif dan tidak berdaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan dan vitalitet Marxisme-Leninisme timbul dari kenjataan bahwa ia bersandar pada teori jang madju jang dengan tepat mentjerminkan kebutuhan² perkembangan kehidupan materiil masjarakat, bahwa ia mengangkat teori pada tingkatan jang selajaknja, dan bahwa ia menganggap mendjadi kewadjibannja uniuk menggunakan sepenuhnja kekuatan memobilisasi, mengorganisasi dan mengubah dari teori ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah djawaban jang diberikan oleh materialisme historis mengenai soal hubungan antara keadaan sosial dan kesedaran sosial, antara sjarat² perkembangan kehidupan materiil dan perkembangan kehidupan spirituil masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Materialisme Historis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tinggal mendjelaskan soal berikut: apakah, dilihat dari sudut pendirian materialisme historis jang dimaksud dengan "sjarat² kehidupan materiil masjarakat" jang pada tingkat terachir manentukan pisiognomi (wadjah) masjarakat, ide²nja, faham²nja, badan² politiknja, dll.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah, pada achirnja, "sjarat² kehidupan materiil masjarakat" ini, bagaimanakah tjiri² chususnja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa disangsikan lagi bahwa dalam pengertian "sjarat² kehidupan materiil masjarakat", termasuk per-tama², alam jang mengelilingi masjarakat, lingkungan geografi, jang mendjadi salah satu sjarat kehidupan materiil jang tidak bisa ditiadakan dan tetap dari masjarakat dan jang sudah barang tentu, mempengaruhi perkembangan masjarakat. Peranan apakah jang didjalankan oleh lingkungan geografi dalam perkembangan masjarakat? Apakah lingkungan geografi merupakan kekuatan pokok jang menentukan wadjah masjarakat, watak sistim sosial manusia, peralihan dari satu sistim ke sistim lainnja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materialisme historis mandjawab pertanjaan ini dengan sangkalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak dapat disangkal lagi bahwa lingkungan geografi merupakan salah satu sjarat jang tetap dan tak dapat ditiadakan dari perkembangan masjarakat, dan, sudah tentu, mempengaruhi perkembangan masjarakat, mempertjepat atau memperlambat perkembangannja. Akan tetapi pengaruhnja itu bukanlah pengaruh jang menentukan, karena perubahan² dan perkembangan masjarakat itu berlangsung dengan ukuran jang lebih tjepat jang tidak bisa dibandingkan dengan ketjepatan perubahan² dan perkembangan lingkungan geografi. Dalam tempo tiga ribu tahun di Eropa telah berganti ber-turut² tiga sistim sosial jang berlainan: sistim komune primitif, sistim pemilikan-budak dan sistim feodal. Di bagian timur Eropa, di URSS, malahan telah berganti empat matjam sistim sosial. Tetapi selama masa ini keadaan² geografi di Eropa tidak berubah sama sekali, atau telah berubah begitu sedikitnja hingga geografi tidak memperhitungkan mereka. Dan ini memang sudah sangat sewadjarnja. Perubahan² jang penting dalam lingkungan geografi membutuhkan djutaan tahun, sedangkan beberapa ratus atau dua tiga ribu tahun sadja sudah tjukup untuk perubahan² jang malahan sangat penting dalam sistim masjarakat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini teranglah bahwa lingkungan geografi tidak bisa mendjadi sebab pokok, sebab jang menentukan dari perkembangan sosial, karena sesuatu jang dalam tempo puluhan ribu tahun hampir tetap tidak berubah, tidak bisa mendjadi sebab pokok perkembangan sesuatu jang dalam tempo beberapa ratus tahun sadja mengalami perubahan² jang fundamentil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnja, tidak bisa di-ragu²kan lagi bahwa dalam pengertian "sjarat² kehidupan materiil masjarakat" djuga termasuk pertumbuhan penduduk, padatnja penduduk pada tingkatan jang satu atau lainnja, karena manusia adalah elemen jang utama dari sjarat² kehidupan materiil masjarakat, dan tanpa adanja sedjumlah minimum manusia maka tidak akan bisa ada kehidupan materiil masjarakat. Apakah pertumbuhan penduduk tidak merupakan kekuatan pokok jang menentukan karakter sistim sosial manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materialisme historis mendjawab pertanjaan ini djuga dengan sangkalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tentu, pertumbuhan penduduk memoengaruhi perkembangan masjarakat, memudahkan atau menghambat perkembangan masjarakat, tetapi ia tidak bisa merupakan kekuatan pokok perkembanean masjarakat, dan pengaruhnja pada perkembangan masjarakat tidak bisa merupakan pengaruh jang menentukan sebab, pertumbuhan penduduk itu sendiri tidak memberikan kuntji untuk mendjawab pertanjaan mengapa sesuatu sistim sosial diganti djustru oleh sistim baru jang begini atau begitu dan tidak oleh jang lainnja, mengapa sistim komune primitif diganti djustru oleh sistim pemilikan-budak, sistim pemilikan-budak oleh sistim feodal, dan sistim feodal oleh sistim burdjuis, dan tidak oleh sesuatu sistim lainnja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pertumbuhan penduduk merupakan kekuatan jang menentukan dari perkembangan sosial, maka kepadatan penduduk jang lebih besar pasti akan melahirkan matjam sistim sosial jang lebih tinggi jang sesuai dengan itu. Akan tetapi jang kita lihat tidak demikian halnja. Padatnja penduduk di Tiongkok adalah empat kali lebih besar daripada di Amerika Serikat, sekalipun demikian Amerika Serikat dalam tingkatan perkembangan sosial berdiri lebih tinggi daripada Tiongkok, karena di Tiongkok masih berlaku sistim setengah-feodal, sedangkan Amerika Serikat telah sedjak lama mentjapai tingkat jang tertinggi dari perkembangan kapitalisme. Padatnja penduduk di Belgia adalah 19 kali sebesar di Amerika Serikat, dan 26 kali sebesar di URSS. Sekalipun demikian dalam tingkat perkembangan sosial Amerika Serikat berada pada tingkat jang lebih tinggi daripada Belgia; dan mengenai URSS, Belgia ketinggalan satu zaman sedjarah sendiri di belakang negeri ini, sebab di Belgia masih bcrlaku sistim kapitalis, sedangkan URSS telah menghapuskan kapitalisme dan telah mendirikan sistim Sosialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini teranglah bahwa pertumbuhan penduduk bukanlah, dan tidak bisa, merupakan kekuatan pokok perkembangan masjarakat, kekuatan jang menentukan karakter sistim sosial, wadjah masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Maka apakah jang merupakan kekuatan pokok dalam keseluruhan sjarat² kehidupan materiil masjarakat jang menentukan wadjah masjarakat, karakter sistim sosial, perkembangan masjarakat dari satu sistim ke sistim lainnja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan ini menurut materialisme historis ialah tjara mendapatkan keperluan² hidup jang dibutuhkan untuk hidupnja manusia, tjara memproduksi nilai² materiil-makanan, pakaian, perkakas² produksi, dll-jang tidak bisa dipisahkan untuk kehidupan dan perkembangan masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hidup manusia harus mempunjai pangan, sandang, kasut, tempat berlindung, bahan bakar, dsb.; untuk mempunjai nilai² materiil ini, manusia harus menghasilkannja; dan untuk menghasilkannja, manusia harus mempunjai perkakas produksi dengan mana pangan, sandang, kasut, tempat berlindung, bahan bakar dll. dihasilkan; mereka harus bisa menghasilkan perkakas² ini dan bisa menggunakannja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkakas² produksi dengan mana nilai² materiil dihasilkan, manusia jang menggunakan perkakas² produksi dan melakukan produksi nilai² materiil berkat pengalaman produksi dan ketjakapan kerdja tertentu-semua elemen ini ber-sama² merupakan tenaga² produktif masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tenaga² produktif hanjalah merupakan satu segi dari produksi, hanja merupakan satu segi dari tjara produksi, suatu segi jang menjatakan hubungan manusia dengan benda² dan kekuatan² alam jang mereka gunakan untuk memproduksi nilai² materiil. Segi lainnja dari produksi, segi lainnja dari tjara produksi, jalah hubungan manusia satu sama lainnja dalam proses produksi, huhungan² produksi manusia. Manusia melakukan perdjuangan melawan alam dan menggunakan alam untuk memproduksi nilai² materiil tidak terpisah satu dengan lainnja, tidak sebagai orang² jang ter-pisah², tetapi ber-sama², dalam grup², dalam masjarakat². Oleh karena itu, produksi selamanja dan dalam segala keadaan adalah produksi sosial. Dalam menghasilkan nilai² materiil manusia memasuki hubungan timbal-balik matjam jang satu atau jang lain di dalam produksi, memasuki satu atau lain matjam hubungan² produksi. Hubungan² ini bisa merupakan hubungan² kerdjasama dan saling bantu antara manusia jang bebas dari penghisapan; hubungan² ini bisa merupakan hubungan penguasaan dan pengabdian; dan achirnja, hubungan² ini bisa merupakan hubungan peralihan dari satu bemtuk hubungan produksi ke bentuk lainnja. Tetapi apapun djuga wataknja hubungan² produksi itu, selamanja dan dalam tiap² sistim, mereka itu merupakan elemen produksi jang sama sangat pentingnja seperti tenaga² produktif masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam produksi," kata Marx, "manusia bukan sadja bertindak terhadap alam tetapi djuga terhadap satu sama lain. Mereka berproduksi dengan bekerdja-sama menurut tjara tertentu dan saling menukarkan kegiatan mereka. Untuk berproduksi, mereka memasuki hubungan dan pertalian timbal-balik jang tertentu, dan hanja di dalam hubungan dan pertalian kemasjarakatan inilah dilakukan pengaruh mereka atas alam, dilakukan produksi". (Karl Marx, Pilihan Tulisan, Edisi Inggris, Moskow 1946, Djilid I, hal. 211).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu produksi, tjara produksi, meliputi ke-dua²nja, tenaga² produktif masjarakat dan hubungan² produksi dari manusia, dan dengan demikian merupakan pendjelmaan kesatuan mereka dalam proses produksi nilai² materiil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Tjiri jang pertama dari produksi jalah bahwa ia tidak pernah tinggal diam pada satu titik untuk waktu jang lama dan selalu berada dalam keadaan berubah dan berkembang, dan bahwa, selandjutnja, perubahan² dalam tjara produksi tidak boleh tidak menimbulkan perubahan² dalam seluruh sistim sosial, ide² sosial, pandangan² politik dan badan² politik-mereka menimbulkan pembangunan kembali seluruh susunan sosial dan politik. Pada tingkat perkembangan jang berlainan, manusia menggunakan tjara produksi jang berlainan, atau, kalau dinjatakan setjara lebih sederhana, mempunjai tjara hidup jang berlainan. Dalam komune primitif terdapatlah satu tjara produksi, dalam sistim pemilikan-budak terdapat tjara produksi jang lain, dalam feodalisme tjara produksi jang lain lagi, dan seterusnja. Dan sesuai dengan itu sistim sosial manusia, kehidupan spirituil manusia, pandangan² dan badan² politik mereka djuga ber-lain²an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tjara produksi masjarakat, begitu pulalah pada pokoknja masjarakat itu sendiri, ide² dan teori²nja, pandangan² dan badan² politiknja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, kalau dinjatakan lebih sederhana, begitu tjara hidup manusia, begitu pulalah tjara berfikirnja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa sedjarah perkembangan masjarakat adalah per-tama² sedjarah perkembangan produksi, sedjarah tjara² produksi jang silih berganti dalam masa ber-abad² lamanja, sedjarah perkembangan tenaga² produktif dan hubungan² produksi dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu sedjarah perkembangan sosial adalah djuga sedjarah kaum penghasil nilai² materiil itu sendiri, sedjarah massa jang bekerdja jang mendjadi kekuatan pokok dalam proses produksi dan jang melakukan produksi nilai² materiil jang diperlukan untuk hidupnja masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu, djika ilmu sedjarah hendak mendjadi ilmu jang sungguh², maka ia tidak bisa lebih lama lagi mendjadikan sedjarah perkembangan sosial sebagai perbuatan radja² dan djenderal², sebagai perbuatan "penakluk²" dan "pendjadjah²"' negara, tetapi per-tama² harus mentjurahkan perhatiannja kepada sedjarah kaum penghasil nilai-nilai materiil, sedjarah massa pekerdja, sedjarah bangsa².&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu kuntji untuk mempeladjari hukum² sedjarah masjarakat tidak boleh ditjari dalam fikiran manusia, dalam pandangan² dan ide² masjarakat, tapi dalam tjara produksi jang dipraktekkan oleh masjarakat dalam sesuatu periode sedjarah tertentu; ia harus ditjari dalam kehidupan ekonomi masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu kewadjiban jang pertama dari ilmu sedjarah jalah mempeladjari dan menjingkap hukum² produksi, hukum² perkembangan tenaga² produktif serta hubungan² produksi, hukum² perkembangan ekonomi masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu, djika Partai proletariat hendak mendjadi Partai jang sungguh², maka ia harus per-tama² menguasai pengetahuan tentang hukum² perkembangan produksi, tentang hukum² perkembangan ekonomi masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu, djika tidak hendak membikin kesalahan dalam politik, Partai proletariat baik dalam merentjanakan programnja maupun dalam aktivitet² praktisnja harus per-tama² berpangkal pada hukum² perkembangan produksi, pada hukum' perkembangan ekonomi masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Tjiri jang kedua dari produksi jalah bahwa perubahan dan perkembangannja selalu dimulai dengan perubahan² dan perkembangan tenaga² produktif, dan per-tama², dengan perubahan² dan perkembangan perkakas² produksi. Karena itu tenaga² produktif adalah elemen produksi jang paling mobil dan revolusioner. Mula² tenaga² produktif masjarakat berubah dan berkembang, dan kemudian, bergantung kepada perubahan² ini dan sesuai dengan mereka, berubahlah hubungan² produksi dari manusia, hubungan² ekonomi mereka. Akan tetapi ini tidak berarti bahwa hubungan² produksi tidak mempengaruhi perkembangan tenaga² produktif dan bahwa jang tersebut belakangan ini tidak bergantung kepada jang pertama. Sedangkan perkembangan mereka bergantung kepada perkembangan tenaga² produktif, hubungan² produksi sebaliknja mempengaruhi kembali perkembangan tenaga² produktif, mempertjepat atau memperlambatnja. Dalam hubungan ini perlu ditjatat bahwa hubungan² produksi tidak bisa terlalu lama ketinggalan dibelakang dan berada dalam keadaan jang bertentangan dengan pertumbuhan tenaga² produktif, karena tenaga² produktif bisa berkembang menurut ukuran jang sepenuhnja hanja bila hubungan² produksi sesuai dengan karakter, keadaan tenaga² produktif dan memberikan kebebasan sepenuhnja bagi perkembangannja. Karena itu, biar bagaimana djuga ketinggalannja hubungan² produksi di belakang perkembangan tanaga² produktif, mereka mesti, tjepat atau lambat, mendjadi sesuai-dan memang benar² mendjadi sesuai-dengan tingkat perkembangan tenaga² produktif, dengan karakter tenaga produktif. Kalau tidak kita akan mengalami pelanggaran jang fundamental dari kesatuan tenaga² produktif dan hubungan² produksi di dalam sistim produksi, suatu kekatjauan produksi pada umumnja, suatu krisis produksi, suatu kehantjuran tenaga² produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu tjontoh dimana hubungan² produksi tidak sesuai dengan karakter tenaga² produktif, bertentangan dengan mereka, jalah krisis² ekonomi di-negeri² kapitalis, dimana hak milik perseorangan setjara kapitalis atas alat² produksi adalah sangat bertentangan dengan karakter sosial dari proses produksi, dengan karakter tenaga² produktif. Ini berakibat krisis² ekonomi, jang menjebabkan kehantjuran tenaga² produktif. Selandjutnja; pertentangan ini sendiri merupakan dasar ekonomi dari revolusi sosial, jang tudjuannja jalah menghantjurkan hubungan² produksi jang ada dan mentjiptakan hubungan² produksi baru jang sesuai dengan karakter tenaga² produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknja, suatu tjontoh dimana hubungan² produksi sepenuhnja sesuai dengan karakter tenaga² produktif jalah ekonomi nasional Sosialis di URSS, dimana hak milik sosial atas alat² produksi sepenuhnja sesuai dengan karakter sosial proses produksi, dan dimana, karena itu, tidak dikenal krisis ekonomi dan kehantjuran tenaga² produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tenagaa produktif tidak hanja merupakan elemen jang paling mobil dan revolusioner dalam produksi, tapi adalah djuga elemen jang menentukan dalam perkembangan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu keadaan tenaga² produktif, begirtulah tentu keadaan hubungan² produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau keadaan tenaga² produktif memberikan djawaban pada pertanjaan-dengan perkakas² produksi apakah manusia menghasilkan nilai² materiil jang mereka butuhkan?-maka keadaan huhungan² produksi memberikan djawaban pada pertanjaan lainnja-siapakah jang memiliki alat² produksi (tanah, hutan, air, sumber² pelikan, bahan² mentah, perkakas² produksi, gedung² perusahan, alat² pengangkutan dan perhubungan, dsb.), siapakah jang menguasai alat² produksi itu, apakah seluruh masjarakat, atau orang² perseorangan, grup² atau klas² jang menggunakannja untuk menghisap orang², grup² atau klas² lainnja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah gambaran kasar perkemhangan tenaga² produktif mulai dari zaman purbakala sampai pada zaman kita sekarang. Peralihan dari perkakas² batu jang kasar sampai pada busur dan anak panah dan peralihan jang menjertai ini dari hidup berburu kepemeliharaan hewan² dan pengangonan jang primitif; peralihan dari perkakas² batu ke-perkakas² logam (kapak besi, badjak kaju dengan najam besi, dsb.), disertai dengan peralihan jang sesuai ke tjotjok-tanam dan pertanian; perbaikan jang lebih djauh dari petkakas² logam untuk mengerdjakan bahan², permulaan penggunaan embusan pandai-besi, mulai dibikinnja barang² grabah sedjalan dengan perkembangan keradjinan-tangan, pemisahan keradjinaa-tangan dari pertanian, perkembangan industri keradjinan tangan jang berdiri sendiri dan kemudian perkembangan manufaktur; peralihan dari perkakas² keradjinan-tangan ke-mesin² dan perubahan keradjinan-tangan dan manufaktur mendjadi industri mesin; peralihan ke sistim mesin dan lahirnja industri mesin modern, setjara besar²an-demikianlah gambaran setjara umum dan jang djauh daripada lengkap dari perkembangan tenaga² produktif masjarakat selama sedjarah manusia. Mendjadi djelaslah bahwa perkembangan dan perbaikan perkakas² produksi itu dilaksanakan oleh manusia jang bersangkutan dengan produksi, dan tidak terlepas dari manusia; dan karena itu, perubahan dan perkembangan perkakas² produksi disertai oleh perubahan dan perkembangan manusia, sebagai elemen jang terpenting dari tenaga² produktif, oleh perubahan dan perkembangan pengalaman mereka dalam produksi, ketjakapan bekerdja mereka, kepandaian mereka memakai perkakas² produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selaras dengan perubahan dan perkembangan tenaga² produktif masjarakat di dalam perdjalanan sedjarah, djuga huhungan² produksi dari manusia, hubungan² ekonomi mereka berubah dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedjarah menganal lima matjam hubungan produksi jang pokok jaitu: komune primitif, pemilikan budak, feodal, kapitalis dan Sosialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar hubungan² produksi dalam sistim komune primitif jalah bahwa alat² produksi dimiliki setjara sosial. Ini pada dasarnja sesuai dengan karakter tenaga² produktif pada masa itu. Perkakas² batu, dan kemudian, busur dan panah, menutup kemungkinan bagi manusia setjara sendiri² melawan kekuatan alam dan binatang² buas. Untuk mengumpulkan buah²an dari hutan, menangkap ikan, membikin sematjam rumah, manusia terpaksa bekerdja bersama djika mereka tidak hendak mati kelaparan, atau djatuh mendjadi mangsa binatang buas atau masjarakat² jang tinggal berdekatan. Bekerdja bersama menimbulkan hakmilik bersama atas alat² produksi, begitu djuga atas hasil² produksi. Disini belum ada pengertian hak milik perseorangan atas alat² produksi, ketjuali hak milik pribadi atas beberapa perkakas produksi, jang bersamaan dengan itu djuga merupakan alat untuk pembelaan diri terhadap binatang buas. Disini tidak ada penghisapan, tidak ada klas².&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar hubungan² produksi dalam sistim pemilikan budak jalah bahwa pemilik budak memiliki alat² produksi; dia djuga memiliki pekerdja jang melakukan produksi budak, jang bisa dia djual, dia beli atau dia bunuh seperti hewan sadja. Hubungan² produksi sedemikian itu pada dasarnja sesuai dengan keadaan tenaga² produktif pada masa itu. Sebagai ganti perkakas² batu, sekarang manusia mempunjai perkakas² logam jang bisa mereka pergunakan; sebagai ganti mata-pentjarian jang menjedihkan dan primitif dari pemburu, jang tidak mengenal baik pengangonan maupun pertanian, sekarang timbullah pengangonan, pertanian, keradjinan-tangan, dan suatu pembagian kerdja di antara tjabang² produksi ini. Timbullah kemungkinan tukar-menukar hasil² di antara orang² dan di antara masjarakat², kemungkinan penumpukan kekajaan dalam tangan beberapa orang, penumpukan jang sungguh² dari alat² produksi dalam tangan golongan tersedikit, dan kemungkinan penaklukan golongan terbanjak oleh golongan tersedikit dan didjadikannja mereka sebagai budak. Disini kita tidak mendapatkan lagi kerdja bersama dan bebas dari semua anggota masjarakat dalam proses produksi-disini berlaku kerdja paksa budak², jang dihisap oleh kaum pemilik budak jang tidak bekerdja. Karena itu disini tidak ada hak milik bersama atas alat² produksi atau atas hasil produksi. la diganti oleh hak milik perseorangan. Di sini pemilik budak nampak sebagai pemilik harta benda jang terutama dan terpenting dalam arti kata jang sesungguhnja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaja dan miskin, kaum penghisap dan kaum terhisap, orang² jang mempunjai hak penuh dan orang² jang tidak mempunjai hak, dan perdjuangan klas jang sengit di antara mereka demikianlah gambaran sistim pemilikan-budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar hubungan² produksi dalam sistim feodal jalah bahwa tuan feodal memiliki alat² produksi dan tidak memiliki sepenuhnja pekerdja jang melakukan produksi-hamba, jang tidak bisa lagi dibunuh legitu sadja oleh tuan feodal, tetapi jang bisa dia beli dan djual. Di samping hak milik feodal di situ terdapat hak milik perseorangan petani dan tukang keradjinan-tangan atas perkakas produksinja serta perusahaan, perseorangannja jang didasarkan atas tenaga-kerdjanja sendiri. Hubungan² produksi sedemikian itu pada dasarnja sesuai dengan keadaan tenaga² produktif pada masa itu. Perbaikan² lebih landjut dalam melebur dan mengerdjakan besi; meluasnja badjak besi dan pertenunan; perkembangan jang lebih djauh dari pertanian, perkebunan, penanaman anggur dan pembikinan hasil² dari susu; timbulnja perusahaan² manufaktur di samping bengkel² keradjinan-tangan-demikianlah tjiri² jang karakteristik dari keadaan tenaga² produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga² produktif jang baru menuntut supaja pekerdja menundjukkan inisiatif dalam produksi, dan ketjenderungan untuk bekerdja, minat dalam pekerdjaan. Karena itu tuan feodal melemparkan budak, sebagai pekerdja jang tidak mempunjai minat dalam pekerdjaan dan sama sekali tanpa inisiatif, dan lebih suka berurusan dengan hamba, jang mempunjai perusahaannja sendiri, perkakas² produksinja sendiri, dan sekedar minat dalam pekerdjaan jang perlu untuk menggarap tanah dan untuk membajar kepada tuan feodal dengan sebagian dari hasil panennja dalam udjud bahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini hak milik perseorangan telah berkembang lebih djauh. Penghisapan hampir sama hebatnja dengan penghisapan dalam sistim pemilikan-budak-ia hanja sedikit diperlunak. Perdjuangan klas antara kaum penghisap dan kaum terhisap merupakan tjiri pokok dari sistim feodal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar hubungan² produksi dalam sistim kapitalis jalah bahwa si kapitalis memiliki alat² produksi, tetapi tidak memiliki kaum pekerdja di dalam produksi-kaum pekerdja upahan, jang tidak bisa dibunuh atau didjual oleh si kapitalis sebab mereka perseorangan adalah merdeka, tetapi tidak mempunjai alat² produksi dan supaja tidak mati kelaparan, terpaksa mendjual tenaga-kerdja mereka kepada si kapitalis dan harus memikul beban penghisapan. Di samping hakmilik kapitalis atas alat² produksi kita dapati, mula² sangat luas, milik perseorangan petani² dan tukang² keradjinan-tangan atas alat² produksi, petani² dan tukang² keradjinan-tangan ini tidak lagi mendjadi hamba dan milik perseorangan mereka ini berdasarkan kerdja perseorangan mereka sendiri. Sebagai pengganti bengkel² kemdjinan-tangan dan manufaktur, maka timbullah perusahaan² dan fabrik² raksasa jang diperlengkapi dengan mesin². Sebagai pengganti perusahaan pertanian kaum bangsawan, jang dikerdjakan dengan perkakas produksi jang primitif dari petani, timbul sekarang perusahaan² pertanian kapitalis jang besar jang didjalankan setjara ilmiah din diperlengkapi dengan mesin² pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga² produktif jang baru menghendaki supaja kaum buruh di dalam produksi mempunjai pendidikan lebih baik dan lebih tjerdas daripada hamba² jang tertindas dan tidak berpengetahuan, hingga mereka bisa memahami mesin² dan mendjalankannja dengan tepat. Karena itu, kaum kapitalis lebih suka berurusan dengan kaum buruh upahan jang bebas dari ikatan² perhambaan d²n jang tjukup terdidik untuk dapat mendjalankan mesin² dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sesudah mengembangkan tenaga² produktif sampai tingkat jang hebat sekali, kapitalisme mendjadi terdjirat dalam pertentangan² jang tidak bisa ia petjahkan. Dengan memproduksi djumlah baring-dagangan² jang semakin banjak, dan menurunkan harga²nja, kapitalisme memperhebat persaingan, membinasakan pemilik² perseorangan ketjil din menengah, membikin mereka mendjadi kaum proletar dan mengurangi daja beli mereka, dengan akibat bahwa mendjadi tidak mungkin untuk mendjual baring-dagangan² jang dihasilkan. Di fihak lain, dengan meluaskan produksi dan memusatkan djutaan kaum buruh, dalam perusahaan² dan fabrik² raksasa, kapitalisme memberikan watak sosial pada proses produksi dan dengan demikian merusak dasarnja sendiri, karena watak sosial produksi menuntut pemilikan sosial alas alat² produksi; tetapi alat² produksi tetap mendjadi milik perseorangan setjara kapitalis, jang bertentangan sama sekali dengan watak sosial proses produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertentangan² jang tidak bisa didamaikan ini antara watak tenaga² produktif dan hubungan² produksi bisa dirasakan dalam krisis² kelebihan produksi jang periodik, di waktu kaum kapitalis, karena tidak mendapatkan permintaan jang tjukup banjak atas barang²nja berhubung dengan kemiskinan massa penduduk jang mereka timbulkan sendiri, terpaksa membakar hasil², menghantjurkan barang² jang telah dibikin, menghentikan produksi, dan menghantjurkan tenaga² produktif pada saat ketika djutaan Rakjat terpaksa mengalami pengangguran dan kelaparan, bukan karena tidak ada tjukup barang², tetapi karena kebanjakan barang² jang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa hubungan² produksi kapitalis sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan tenaga² produktif masjarakat dan telah mendjadi pertentangan jang tidak bisa didamaikan dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa kapitalisme telah hamil dengan revolusi, jang tugas kewadjibannja jalah menggantikan pemilikan setjara kapitalis atas alat² produksi jang sedang berlaku dengan pemilikan setjara Sosialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa tjiri pokok sistim kapitalis jalah perdjuangan klas jang paling sengit antara kaum penghisap dan kaum terhisap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar hubungan² produksi dalam sistim Sosialis, jang sementara ini baru didirikan di URSS, jalah pemilikan setjara sosial atas alat² produksi. Di sini tidak ada lagi kaum penghisap dan kaum terhisap. Barang² jang dihasilkan dibagikan menurut kerdja jang dilakukan, atas prinsip: "Siapa jang tidak bekerdja, ia djuga tidak akan makan". Di sini huhungan² orang satu sama lain dalam proses produksi ditandai oleh kerdjasama setjara persaudaraan dan saling-bantu setjara Sosialis antara kaum buruh jang bebas dari penghisapan. Di sini hubungan² produksi sepenuhnja sesuai dengan keadaan tenaga² produktif, karena watak sosial proses produksi diperkuat oleh pemilikan setjara sosial atas alat² produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu produksi setjara Sosialis di URSS tidak mengenal krisis² kelebihan produksi jang periodik dengan segala keedanan jang meagikutinja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tenaga² produktif di sini berkembang dengan langkah jang tjepat, sebab hubungan² produksi jang sesuai dengan tenaga² produktif memberikan keleluasaan se-penuh²nja bagi perkembangan sedemikian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran perkembangan hubungan² produksi dari manusia dalam perdjalanan sedjarah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ketergantungan perkembangan hubungan² produksi pada perkembangan tenaga² produktif masjarakat, dan terutama sekali, pada perkembangan perkakas² produksi oleh karena ketergantungan itu maka perubahan² dan perkembangan tenaga² produktif tjepat atau lambat membawa perubahan² dan perkembangan hubungan² produksi jang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemakaian dan pembikinan perkakas² kerdja" kata Marx, "meskipun terdapat da1am tingkat permulaan diantara djenis² binatang tertentu, adalah mendjadi sifat chusus proses-kerdja manusia. dan dari itu Franklin membikin definisi manusia sebagai hewan pembikin perkakas. Bekas² perkakas kerdja zaman dulu adalah sama pentingnja bagi penjelidikan bentuk² ekonomi masjarakat jang lampau, seperti halnja dengan bekas² (fosil) tulang-belulang bagi penentuan djenis² binatang jang sudah tidak ada lagi. Bukanlah barang² apa jang dibikin, tetapi bagaimana barang² itu dibikin, dan dengan perkakas² apa, jang memungkinkan kita membeda-bedakan berbagai zaman ekonomi. Perkakas-perkakas kerdja tidak hanja memberikan ukuran tingkat perkembangan jang telah ditjapai oleh kerdja manusia, tetapi mereka adalah djuga penundjuk bagi keadaan² sosial dalam mana kerdja itu dilakukan". (Karl Marx, Kapital, London 1908, Djilid 1, halaman 159).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seterusnja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * "Hubungan² sosial adalah rapat hubungannja dengan tenaga² produktif. Dalam memperoleh tenaga² produktif baru manusia mengubah tjara produksi mereka; dan dalam mengubah tjara produksi mereka, dalam mengubah tjara memperoleh penghidupan mereka, mereka mengubah sernua hubungan sosialnja. Kilang-tangan memberikan pada kita masjarakat dengan tuan feodal; kilang-uap, suatu masjarakat dengan kaum kapitalis industri". (Karl Marx,&lt;br /&gt;    * Kemiskinan Filsafat, Edisi Inggris, Moskow 1935, hal 92). "Ada gerak jang terus-menerus dari pertumbuhan dalam tenaga² produktif, dari kehantjuran dalam huhungan² sosial, dari pemhentukan dalam ide²; satu²nja jang tidak bergerak jalah abstraksi dari gerak". (Dalam buku itu djuga, hal. 93).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbitjara tentang materialisme historis sebagaimana dirumuskan dalam Manifes Komunis Engels mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"… produksi ekonomi dan susunan masjarakat setiap zaman sedjarah jang tidak boleh tidak mesti timbal daripadanja, merupakan dasar sedjarah politik dan intelek zaman itu ; …. karena itu (sedjak hantjurnja pemilikan bersama primitif atas tanah) seluruh sedjarah adalah sedjarah perdjuangan klas, sedjarah perdjuangan antara klas jang dihisap dengan jang menghisap, antara klas jang dikuasai dengan jang menguasai dalam berbagai tingkat perkembangan masjarakat; tetapi…. perdjuangaa ini sekarang telah mentjapai suatu tingkat dimana klas jang dihisap dan ditindas (proletariat) tak dapat lagi membebaskan dirinja dari klas jang menghisap dan menindasnja (burdjuasi), tanpa bersamaan dengan itu membebaskan untuk se-lama²nja seluruh masjarakat dari penghisapan, penindasan dan perdjuangan klas." (Pendahuluan pada Manifes Partai Komunis, J. "Pembaruan", tjetakan III, hal. 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Tjiri jang ketiga dari produksi jalah bahwa lahirnja tenaga² produktif jang baru dan hubungan² produksi jang sesuai dengan tenaga² produktif itu tidak terdjadi setjara terpisah dari sistim jang lama, sesudah lenjapnja sistim jang lama, tetapi didalam sistim jang lama; ia terdjadi bukan sebagai hasil aktivitet jang difikirkan dan sedar dari manusia, tetapi setjara spontan, tidak sedar, lepas dari kemauan manusia. Ia terdjadi setjara spontan dan lepas dari kemauan manusia karena dua sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, karena manusia tidak bebas untuk memilih satu atau lain tjara produksi, karena pada saat tiap generasi baru memasuki kehidupan ia mendjumpai tenaga² produktif dan hubungan² produksi jang sudah ada sebagai pekerdjaan generasi² jang dulu, berhubung dengan itu ia mula² harus menerima dan menjesuaikan dirinja dengan semua jang sudah djadi dalam lapangan produksi supaja bisa menghasilkan nilai² materiil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, karena, pada waktu memperbaiki satu atau lain perkakas produksi, satu atau lain elemen tenaga²' produktif, manusia tidak sedar, tidak mengerti atau tidak memikirkan akibat² sosial apa jang akan dibawa oleh perbaikan² ini, tetapi hanja memikirkan kepentingan² mereka se-hari², bagaimana meringankan kerdja mereka dan memperoleh beberapa manfaat jang Iangsung dan njata bagi mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beberapa aagggota masjarakat komune primitif, dengan ber-angsur² dan me-raba², beralih dari pemakaian perkakas² batu ke pemakaian perkakas² besi, mereka, sudah tentu, tidak mengetahui dan tidak memikirkan akibat² sosial apa jang akan dibawa oleh pembaruan ini; mereka tidak mengerti atau menginsjafi bahwa perubahan ke-perkakas² logam berarti suatu revolusi dalam produksi, bahwa ia pada achirnja akan menudju ke sistim pemilikan-budak. Mereka hanja mau meringankan kerdja mereka dan memperoleh manfaat jang langsung dan njata; aktivitet mereka jang setjara sedar hanja terbatas dalam lingkungan² jang sempit dari kepentingan perseorangan se-hari² ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dalam masa sistim feodal, burdjuasi Eropa jang masih muda mulai mendirikan, di samping bengkel² pertukangan gilda jang ketjil, fabrik² besar, dan dengan demikian memadjukan tenaga² produktif masjarakat, mereka sudah tentu tidak tahu dan tidak memikirkan akibat² sosial apa jang akan dibawa oleh pembaruan ini; mereka tidak sedar atau mengerti bahwa pembaruan jang "ketjil" ini akan menimbulkan penghimpunan kembali kekuatan² sosial jang mesti akan berachir dengan revolusi baik terhadap kekuasaan radja², jang karunia²nja sangat mereka hargai, maupun terhadap kaum bangsawan, ke dalam barisan siapa wakil² mereka jang terkemuka tidak djarang sangat ingin memasukinja. Mereka hanja ingin menurunkan ongkos produksi barang², membandjiri pasar² Asia dan Amerika jang baru sadja diketemukan dengan barang-barang dalam djumlah jang lebih besar, dan memperoleh keuntungan-keuntungan jang lebih besar. Aktivitet mereka jang sedar terbatas dalam lingkungan² jang sempit dari tudjuan praktis se-hari² jang biasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu kaum kapitalis Rusia, ber-sama² dengan kaum kapitalis asing dengan sekuat tenaga mendirikan industri mesin modern jang besar² di Rusia, dengan membiarkan tsarisme tetap utuh dun menjerahkan kaum tani pada belas-kasihan tuantanah², mereka sudah tentu tidak mengetahui dan tidak memikirkan akibat² sosial apa jang akan dibawa oleh pertumbuhan jang luas dari tenaga² produktif ini; mereka tidak sedar atau mengerti bahwa lompatan jang djauh ini dalam dunia tenaga² produktif masjarakat akan menimbulkan penghimpunan kembali kekuatan² sosial jang akan memungkinkan proletariat menggalang persatuan dengan kaum tani dan menimbulkan revolusi Sosialis jang menang. Mereka hanja ingin memperluas produksi industri sampai kepada puntjaknja, menguasai pasar dalam negeri jang besar, mendjadi kaum monopolis, dan memeras laba sebanjak mungkin dari ekonomi nasional. Aktivitet mereka jang sedar tidak melewati batas kepentingan² mereka jang sangat praktis dan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan ini, Marx mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam produksi sosial jang dilakukan oleh manusia (jaitu, dalam memproduksi nilai² materiil jang diperlukan untuk hidup manusia-Red.) mereka memasuki hubungan² tertentu jang tidak boleh tidak dan tidak bergantung [Kursif dari Red.] pada kemauan mereka; hubungan² produksi ini sesuai dengan tingkat perkembangan tertentu dari kekuatan² produksi materiilnja". (Karl Marx, Pilihan Tulisan², Edisi Inggris, Moskow 1946, Djilid I, halaman 300).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ini tidak berarti bahwa perubahan² dalam hubungan² produksi, dan peralihan dari hubungan² produksi jang lama ke hubungan² produksi jang baru berlangsung dengan lantjar, tanpa bentrokan², tanpa pergolakan². Sebaliknja, peralihan sematjam itu biasanja terdjadi dengan djalan penggulingan hubungan² produksi jang lama setjara revolusioner dan pembentukan hubungan² produksi jang baru. Sampai pada masa tertentu perkembangan tenaga² produktif dan perubahan² di bidang hubungan² produksi berlaku dengan spontan, tidak bergantung pada kemauan manusia. Tetapi jang demikian ini hanja sampai pada saat tertentu, sampai tenaga² produktif jang baru dan jang sedang berkembang mentjapai keadaan jang tjukup matang. Setelah tenaga² produktif jang baru matang, maka huhungan² produksi jang ada beserta pendukung²nja-klas² jang berkuasa-mendjadi rintangan jang "tidak bisa diatasi" jang hanja bisa disingkirkan oleh aksi jang sedar dari klas² baru, oleh tindakan² kekerasan dari klas² ini, oleh revolusi. Di sini menondjol dengan djelas sekali peranan jang besar dari ide² sosial baru, dan badan² politik baru, dari kekuasaan politik baru², jang tugasnja jalah menghapuskan dengan kekerasan hubungan² produksi jang lama. Dari bentrokan antara tenaga² produktif jang baru dan hubungan² produksi jang lama, dari kebutuhan² ekonomi jang baru dari masjarakat, lahirlah ide² sosial baru; ide² jang baru mengorganisasi den memobilisasi massa; massa mendjadi terpadu di dalam suatu tentara politik baru, mentjiptakan suatu kekuatan revolusioner jang baru dan menggunakannja untuk menghapuskan dengan kekerasan sistim hubungan² produksi jang lama, dan untuk dengan teguh mendirikan sistim baru, proses perkembangan jang spontan memberi tempat kepada aksi jang sedar dari manusia, perkembangan setjara damai kepada pergolakan jang hebat, evolusi kepada revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Proletariat", kata Marx, "selama perbandingannja dengan burdjuasi terpaksa, karena tekanan keadaan, mengorganisasi dirinja sebagai klas dengan djalan revolusi, ia mendjadikan dirinja klas jang berkuasa, dan, sebagai klas jang berkuasa, menghapuskan dengan kekerasan hubungan² produksi jang lama". (Manifes Partai Komunis, J. "Pembaruan", tjetakan III, hal. 81).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selandjutnja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Proletariat akan menggunakan keunggulan politiknja untuk merebut, dengan ber-angsur², semua kapital dari burdjuasi, untuk memusatkan semua perkakas produksi ke dalam tangan negara, jaitu, ke dalam tangan proletariat jang terorganisasi sebngai klas jang berkuasa, den untuk meningkatkan keseluruhan tenaga produktif setjepat mungkin". (Dalam buku itu djuga, halaman 129).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * "Kekerasan adalah bidan bagi setiap masjarakat lama jang hamil dengan masjarakat baru". (Karl Marx, Kapital, Djilid 1, halaman 776).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini adalah formulasi jang brilian dari hakekat materialisme historis jang diberikan oleh Marx pada tahun 1859 dalam Kata Pendahuluannja jang bersedjarah pada bukunja jang terkenal, Kritik atas Ekonomi Politik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam produksi sosial jang dilakukan oleh manusia, mereka memasuki hubungan² tertentu jang tidak boleh tidak dan jang tidak bergantung pada kemauan mereka; hubungan² produksi ini sesuai dengan tingkat perkembangan tertentu tenaga² produksi materiilnja. Djumlah seluruhnja dari hubungan² produksi ini merupakan susunan ekonomi masjarakat-dasar jang sesungguhnja, di atas mana timbullah suatu susunan-atas juridis dan politik dan dengan mana bentuk² kesedaran sosial jang tertentu bersesuaian. Tjara produksi dalam kehidupan materiil menentukan proses kehidupan sosial, politik dan intelek pada umumnja. Bukanlah kesedaran manusia jang menentukan keadaan mereka, akan tetapi sebaliknja, keadaan sosial merekalah jang menentukan kesedaran mereka. Pada tingkat tertentu perkembangannja, tenaga² produktif materiil dalam masjarakat berbentrokan dengan hubungan² produksi jang ada, atau-ini hanjalah suatu istilah hukum untuk maksud jang sama--dengan hubungan² milik di dalam mana mereka (tenaga² produktif materiil itu) telah bergerak selama ini. Dari bentuk² perkembangan tenaga² produktif hubungan² ini berubah mendjadi belenggunja. Maka mulailah zaman revolusi sosial. Dengan berubahnja dasar ekonomi, maka seluruh bangunan-atas jang mahabesar itu berubah dengan lebih atau kurang tjepat. Dalam menindjau perubahan² jang demikian itu harus selalu diadakan perbedaan antara perubahan materiil dari sjarat² produksi ekonomi jang bisa ditentukan dengan tepat menurut ilmu alam, dan bentuk² hukum, politik, keagamaan, estetika atau filsafat-pendeknja, bentuk² ideologi dalam mana rnanusia mendjadi sedar akan bentrokan ini dan berdjuang menjelesaikannja. Sebagaimana pendapat kita tentang seseorang tidaklah didasarkan atas apa jang dia fikirkan tentang dirinja sendiri, demikian djugalah kita tidak bisa menetapkan pendapat kita mengenai masa perubahan jang demikian itu menurut kesedarannja sendiri; sebaliknja, kesedaran ini harus diterangkan terutama dari kontradiksi² kehidupan materiil, dari bentrokan jang ada antara tenaga² produktif sosial dan hubungan² produksi. Tidak pernah ada susunan sosial jang lenjap sebelum semua tenaga² produktif, jang mempunjai tempat di dalamnja, telah berkembang; dan hubungan² produksi baru jang lebih tinggi tidak pernah lahir sebelum sjarat² materiil dari pada hidupnja telah masak di dalam kandungan masjarakat jang lama itu sendiri. Karena itu umat manusia selalu menentukan sebagai tugasnja hanja apa jang ia bisa petjahkan; sebab djika ditindjau persoalan itu lebih teliti lagi, kita akan selalu melihat bahwa tugas itu sendiri timbul hanja djika sjarat-sjarat materiil jang diperlukan untuk pemetjahannja ada atau se-kurang²nja berada dalam proses sedang mendjadi". (Karl Marx, Pilihan Tulisan², Edisi lnggris, Moskow 1946, Djilid I, halaman 300 - 301).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah materialisme Marxis kalau dikenakan pada kehidupan sosial, pada sedjarah masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tjiri² pokok daripada materialisme dialektis dan historis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copied from: http://www.geocities.com/nurrachmi/marxism/mdh.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-8762930449635198912?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/8762930449635198912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=8762930449635198912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/8762930449635198912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/8762930449635198912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/04/materialisme-dialektis-dan-historis.html' title='Materialisme Dialektis Dan Historis'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-4520174303162009234</id><published>2009-04-05T01:34:00.002+08:00</published><updated>2009-04-05T02:01:43.444+08:00</updated><title type='text'>Kritik Wacana Agama</title><content type='html'>oleh : Suratno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APOLOGIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diminta pihak panitia untuk menulis makalah tentang Kritik Wacana Agama (KWA), wa bilkhusus, yang menyangkut Arqoun dan al-Jabiri, saya merasa berkeberatan. Saya menyadari bukanlah seorang “pembaca Arqoun dan al-Jabiri” yang baik. Oleh karenanya, saya hanya menyusun makalah yang lebih banyak menjelaskan tentang KWA secara filosofis, dengan menjelaskan istilah-istilah kuncinya (sesuatu yang I am more concerned with). Untuk memahami KWA sebagai sebuah kritik epistemology, menurut saya, pertama-tama kita harus memahami dulu dasar-dasar epistemologis dari “kritik epistemology” tersebut. Dalam konteks itulah, makalah ini saya tulis. Akhirnya, saya minta maaf jika makalah ini terasa seperti bahan untuk kuliah. Yaa, begitulahh!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;KWA &amp; FILSAFAT: Penjelasan Istilah Kunci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRITIK. Kritik berasal dari kata bahasa Yunani kritikos yang berarti kemampuan menganalisa dan menilai sesuatu. Meskipun filsafat kritis membentang dari kritisisme sampai teori kritis; dari Kant, Hegel, Marx, Freud sampai madzhab Frankfurt (Habermas dkk), tetap saja orang akan mula-mula merujuk pada kritisisme yang digagas Immanuel Kant (1724-1804). Kritisisme apa yang dimaksudkan Kant? Melalui trilogy kritik-nya yang sangat terkenal yakni; (1)Kritik der Reinen Vernunft (Kritik atas rasio murni), (2) Kritik der Praktischen Vernunft (Kritik atas rasio praktis) dan (3) Kritik der Urteilskraft (Kritis atas daya pertimbangan), Kant ingin menegaskan bahwa aufklarung adalah jalan keluar untuk membebaskan manusia yang masih menggantungkan diri pada otoritas diluar dirinya. Pendeknya, Kant menyatakan bahwa harus ada upaya untuk menentukan batas-batas kemampuan dan syarat kemampuan rasio agar kita bisa menentukan apa yang mungkin diketahui, kita kerjakan dan kita gantungi harapan. Inilah kritisisme yang maksud Kant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan trilogi kritiknya itu, Kant berusaha “memeriksa kesahihan pengetahuan” secara kritis, tidak dengan pengujian empiris dan rasional, melainkan dengan asas-asas a priori dalam diri subjek. Karena itu filsafatnya terkadang disebut juga transendentalisme, sebab ia mau menemukan asas-asas a priori dalam rasio kita yang berkaitan dengan objek-objek dunia luar; yakni apa yang disebutnya sebagai die bedingung der moglickheit (syarat-syarat kemungkinan) dari pengetahuan kita. Sebuah penelitian disebut transcendental kalau memusatkan diri pada kondisi-kondisi yang murni dalam subjek pengetahuan. Di sini Kant sebenarnya mau membuat sintesis antara empirisme yang mementingkan pengetahuan a posteriori dengan rasionalisme yang mementingkan pengetahuan a priori. Dalam filsafat Kant, pengetahuan dijelaskan sebagai hasil sintesis antara unsur-unsur a priori dan a posteriori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat Kant biasanya disebut kritisisme. Istilah ini lazimnya dipertentangkan dengan dogmatisme. Jika dogmatisme merupakan filsafat yang menerima begitu saja kemampuan rasio tanpa menguji batas-batasnya, kritisisme dipahami sebagai filsafat yang lebih dulu menyelidiki kemampuan dan batas-batas rasio sebelum memulai penyelidikannya. Dengan kata lain, Kant ingin mengatakan bahwa kritisisme adalah filsafat yang lebih dulu menyelidiki die bedingung der moglickheit pengetahuan kita. Oleh Karenanya, Kant menyebut beberapa filsuf sebelum dirinya sebagai filsuf dogmatis dan yang terbesar dari mereka menurutnya adalah Wolff. Mereka ini bermetafisika tanpa menguji kesahihan metafisikan itu. Demikianlah bahwa kata kritik dipahami oleh Kant sebagai pengujian tentang kesahihan pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WACANA. Barasal dari kata bahasa Inggris discourse. Biasa juga disebut diskursus. Istilah ini banyak dibicarakan dalam Hermeneutika (Filsafat penafsiran dan pemahaman). Paul Ricoeur, misalnya, menegaskan bahwa tugas hermeneutika adalah untuk menafsirkan dan memahami “teks”, yang ia definisikan sebagai any discourse fixed by writing. Jadi unsur utama dari teks, menurut Ricoeur, adalah wacana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan istilah wacana, Ricouer merujuk kepada bahasa sebagai event, yakni bahasa yang membicarakan sesuatu. Ini digunakannya untuk membedakan bahasa sebagai meaning. Jika bahasa sebagai meaning adalah dimensi non-historis dan statis, maka bahasa sebagai event adalah dimensi yang hidup dan dinamis. Ricouer mengatakan: “bahasa selalu mengatakan sesuatu, sekaligus tentang sesuatu”. Pendeknya, wacana adalah bahasa ketika ia digunakan untuk berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan. Bahasa lisan membentuk komunikasi langsung sehingga hermeneutika tidak diperlukan karena ujaran yang disampaikan (speech) masih terikat langsung pada pembicaranya dan maknanya masih bisa dirujuk langsung kepada intonasi maupun gerak isyarat (gesture) sipembicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, bahasa tulisan (teks) merupakan korpus yang otonom karena, menurut Ricoeur, memiliki kemandirian dan totalitas yang dicirikan oleh 4 hal, yakni: (1) dalam teks, makna terdapat pada “apa yang dikatakan (what is said) terlepas dari proses pengungkapannya (the act of saying), sedangkan dalam bahasa lisan kedua hal tersebut tidak terpisahkan. (2) oleh karenanya, makna teks menjadi tidak terikat lagi kepada pembicaranya sebagaimana bahasa lisan. Apa yang dimaksudkan teks menjadi tidak terikat lagi dengan apa yang awalnya dimaksudkan oleh penulisnya karena terhalang oleh teks yang sudah membaku. Riceour sempat mengatakan “kematian penulis” meski ia lebih suka menyatakan penulis sebagai “pembaca pertama”. (3) karena tidak lagi terikat pada sistim dialog, maka teks tidak lagi terikat pada konteksnya semula (ostensive reference), ia tidak terikat lagi pada konteks awal pembicaraan. Apa yang ditunjuk oleh teks adalah dunia imajiner yang dibangun oleh teks itu sendiri. (4) dengan demikian juga, teks tidak lagi terikat dengan audiens awal, sebagaimana bahasa lisan terikat pada pendengarnya. Sebuah teks ditulis bukan untuk pembaca tertentu, melainkan kepada siapapun yang bisa membaca, dan tidak terbatas pada ruang dan waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsuf lainnya yang banyak membicarakan wacana adalah Michel Foucault. Melalui metodologi arkeologi pengetahuan (archeology of knowledge), Foucault mengulas lebih jauh tentang wacana (discourse), bentuk wacana (discursive formation), pernyataan (statement), dan praktik wacana (discursive practice). Dalam the Discourse on Language (yang termuat dalam the Archeology of Knowledge), Foucault memperkenalkan teori kuasa dalam teori wacana. Dalam hal ini, kuasa dilihat dengan cara pandang negative, yaitu sebagai prosedur yang membatasi wacana. Lebih jauh, menurut Foucault, dalam setiap masyarakat, produksi wacana adalah sekaligus dikontrol, diseleksi, diorganisasi, dan diretribusikan menurut sejumlah prosedur pasti yang fungsinya digunakan untuk menghindari bahaya dan kuasanya, mengatasi peristiwa yang tak terduga, mengelakkan dari hal yang buruk dan materialitas yang mempesona. Dalam sebuah masyarakat, ada sejumlah prosedur atau aturan eksklusi, yang dikategorikan menjadi 3 yakni: (1) larangan yang saling-bersilang dan mempengaruhi satu sama lain dalam jaringan yang kompleks, biasanya dalam seksual dan politik, (2) adanya aturan pemisahan dan penolakan, biasanya dalam reasons dan kegilaan, (3) oposisi antara yang benar dan salah, contohnya dalam masyarakat tertentu, yang benar dan yang kuasa dari suatu wacana bukan terletak dalam apa yang dikatakan, tapi dalam siapa yang mengatakan dan bagaimana itu dikatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik wacana (discursive practice) sebagai proses produksi, distribusi dan konsumsi teks dipandang Foucault sangat penting sebagai sebuah medium dan instrument dari pergulatan kuasa, perubahan dan juga konstruksi sosial. Pergulatan kuasa berlangsung baik di dalam maupun atas wacana. Wacana mentransmisikan, memproduksi dan mengukuhkan kuasa, tetapi sekaligus juga melemahkan kuasa, membuatnya menjadi rapuh dan memberi kemungkinan untuk merintangi kuasa. Maka, mengubah praktik wacana merupakan elemen penting bagi perubahan masyarakat. Ini karena wacana, paling tidak, memberi kontribusi bagi pembentukan identitas dan relasi social dan pembentukan ideasional atau sistim-sistim pengetahuan dan kepercayaan social.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Foucault juga konsern dengan kritik sejarah, terutama dikaitkan dengan metode-metodenya yang khas, yakni arkeologi (pengetahuan) dan genealogi. Arkeologi, menurut Foucault, adalah untuk menguji archive (arsip), yakni sistim-sistim yang memantapkan statemen-statemen baik sebagai peristiwa (dengan kondisi dan ruang pemunculannya) maupun sebagai sesuatu atau material (dengan kemungkinan dan aplikasinya). Dengan demikian, tugas arkeologi adalah untuk menganalisis historical apriori of episteme (apriori histories atas episteme/sistim pemikiran). Episteme adalah kondisi yang memungkinkan bagi munculnya pengetahuan dan teori dalam masa tertentu. Untuk itu arkeologi (pengetahuan) harus memperlihatkan konfigurasi dari pengetahuan yang muncul yang berbeda dari pengetahuan yang empiris atau eksplisit. Implikasinya dalam bidang sejarah pemikiran adalah semakin berkembangbiaknya diskontinuitas-diskontinuitas dalam sejarah pemikiran karena kecenderungan untuk menekankan pada kontinuitas akan semakin ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, genealogi bertujuan untuk melawan penulisan sejarah dengan metode tradisional. Genealogi merupakan sejarah yang ditulis dalam terang penglihatan dan kepedulian masa kini. Menurut Foucault, sejarah selalu ditulis dalam perspektif masa kini. Genealogi tak berpretensi untuk kembali ke masa lalu dengan tujuan untuk memulihkan sebuah kontinuitas yang tak terputus. Sebaliknya, ia berusaha mengidentifikasi hal-hal yang menyempal (accidents) dan mengidentifikasi penyimpangan-penyimpangan (the minutes of deviation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurgen Habermas, filsuf teori kritis, juga tidak boleh kita lupakan ketika membicarakan wacana. Konsepnya tentang ruang public (public sphere) sangatlah penting. Hal ini karena ruang public merupakan lokasi tempat banyak wacana diekspresikan dan merupakan tempat kegiatan intelektual dan politik diaktualisasikan. Istilah ruang publik merujuk pada domain kehidupan social tempat opini public terbentuk. Habermas membedakan ruang public borjuis dan ruang public ideal. Ruang public borjuis semata-mata didasarkan atas dasar komposisi kelas dari para anggotanya. Ketika ruang public ini semakin meluas dan semakin banyak partisipannya, situasi ini akan menyebabkan degenerasi terhadap kualitas dari wacana public. Dalam ruang public ideal, menurut Habermas, terjamin adanya kesetaraan serta argument yang kritis dan rasional. Partisipan dalam diskursus public ini tidak terhambat oleh ketidaksetaraan dalam kuasa atau ruang. Para warga negara, misalnya, bisa mempengaruhi negara tanpa harus mengalami tekanan koersi negara. Pengaruh ini untuk sebagian bersifat informal dan menjadi bersifat formal secara periodic hanya selama pemilihan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang tak kalah pentingnya dari Habermas adalah konsepnya tentang kritik ideology. Dalam hermeneutika, menurut Habermas, penafsiran bukanlah merupakan unproblematic meditation of subjectivities hanya karena disatukan oleh eksistensi mereka dalam suatu tradisi umum. Lebih jauh, bahkan tradisinya itu sendiri harus dikenai analisis kritis, yakni kita perlu mengetahui apa yang tersembunyi dibalik wacana-wacana dominant, bagaimana sebuah consensus akhirnya dibentuk dan berbagai penjelasan tentang diskontinuitas makna dan kesalahpahaman. Asumsinya, selain berfungsi sebagai landasan primer komunikasi, Habermas juga mengkritik bahasa sebagai medium dominasi dan kekuasaan dalam masyarakat. Standar penafsiran yang memadai, dengan demikian, bukan hanya aspek-aspek internal kebahasaan dan makna yang tersembunyi dari teks. Lebih jauh, ia adalah juga keputusan yang berasal dari factor eksternal, dan hal itu terkait dengan identifikasi hubungan dan proses social politik yang memproduksi, mendistorsi, mengolah dan memonopoli makna, sehingga terjadi proses yang, meminjam istilah Gramsci, kita kenal sebagai hegemoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Habermas, kritik ideology dapat kita lakukan dengan 4 tahapan, yakni: (1) Deskripsi dan interpretasi situasi yang ada. Pada tahapan ini penelitian hermeneutika (verstehen) diperlukan untuk mengidentifikasi dan memahami situasi yang ada, (2) Melakukan refleksi terhadap factor penyebab situasi yang ada serta tujuan yang ingin dicapainya. Pada tahap ini dilakukan analisis kepentingan, ideology, kekuasaan serta legitimasinya, baik pada skala mikro dan makro sosiologis. Tahap ini oleh Habermas disebut Psikoanalisis yakni mencari berbagai factor bawah sadar yang menekan, mendistorsi dan menindas alam bawah sadar yang menghambat manusia mengetahui kondisi yang sebenarnya. Diharapkan masyarakat akan menyadari distorsi ideologis yang berakibat pada pelanggengan situasi social yang tidak adil dan bertentangan dengan pemberdayaan demokrasi, (3) Menyusun agenda untuk mengubah situasi menuju masyarakat egaliter, dan (4) Melakukan evaluasi. Ideologi dengan demikian dipahami bukan hanya teoritis, tapi berdampak langsung pada praktek kehidupan, karena itu metodologi yang dipakai dalam teori kritis disebut juga riset aksi (action research), gabungan antara riset dan aksi dalam bentuk pemberdayaan dan emanspiatoris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AGAMA. Ada banyak sekali penjelasan tentang agama dari para filsuf. Tetapi disini akan dijelaskan penjelasan Immanuel Kant, yang cukup influential. Di dalam bukunya Religion innerhalb der Grenzen der Bloszen Vernunft (Agama didalam batas-batas rasio murni) (1973), Kant menjelaskan bahwa moralitas akan mengarahkan kita pada agama. Mengapa demikian? Menurut Kant, perealisasian yang memadai dalam pengalaman bagi perintah sebagai kategori tidaklah mungkin. Manusia hanya dapat mencapainya dengan pertolongan Allah. Adanya harapan akan kebahagiaan, itulah awal dari agama. Jadi menurut Kant, agama harus dijabarkan dari ketentuan-ketentuan duniawi. Manusia yang telah menjadi sadar akan tujuan hidupnya, yang disebabkan karena perintah-perintah moral dalam dirinya, membangun suatu hidup diseberang sana (akhirat), yang keadaannya disesuaikan dengan nilai-nilai yang berlaku di dalam hidup diseberang sini (dunia). Kemudian hubungan antara hidup diseberang sini dan hidup di seberang san itu dijadikan suatu hubungan privat, antara manusia dengan Allah. Maka tampillah kewajiban-kewajiban manusia, yang semula keluar dari dirinya sendiri itu, sebagai perintah-perintah Allah. Demikianlah moralitas mengarahkan kita pada agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu, Kant bermaksud membuat sintesis antara agama yang murni akali dengan agama seperti yang diajarkan Kristen. Kant tidak setuju jika agama Kristen dipandang sebagai soal mengamini saja apa-apa yang diajarkan Gereja. Ia juga tidak setuju jikalau dogma-dogma gereja dipandang sebagai hal-hal yang pasti mutlak. Kant mengungkapkan bahwa apa yang diungkapkan al-Kitab sebagai hal yang diwahyukan itu sebenarnya dapat diketahui juga melalui rasio murni. Filsafat agama menerima dari moralitas pengertian tentang “hal yang tertinggi” dan bagaimana cara mendekatinya. Cara tersebut, salah satunya, lahir dari dualisme noumena dan fenoumena yang dibangun Kant. Menurut Kant, jika kita melihat tembok, tembok dihadapan kita itu menurut Kant bukanlah tembok pada dirinya sendiri, bukan benda itu sendiri (das ding an sich), melainkan hanyalah penampakkan tembok itu sejauh kita tangkap dengan panca indera. Tembok yang sejati tidak pernah terlihat, karena dia berada dalam dunia noumena di seberang dunia fenoumena. Kita bisa melihat tembok, karena tembok an sich itu menimbulkan penginderaan pada diri manusia yang pada gilirannya penginderaan kita melihat tembok itu (tidak sebagaimana adanya, melainkan) menurut struktur a priori penginderaan (kita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para filsuf (agama) Kantian dan neo-Kantian, banyak menggunakan dualisme ini untuk menjelaskan konsep-konsep kunci dalam agama. John Hick, misalnya, menggunakan dualisme ini untuk menjelaskan the Real (realitas tertinggi). Hick menggunakan dualisme Kant tentang the Real in-it-self (das ding an sich) dan the Real as humanly thought-and-experienced. The Real in it self sesungguhnya adalah realitas tunggal yang dituju oleh kita (semua agama). Sementara, karena realitas tunggal itu bersifat maha baik maha besar, maha luas, maha agung, maha tak terbatas dan sebagainya, maka manusia (yang terbatas) mengalami keterbatasan untuk mengenalnya secara penuh. Itulah yang kemudian menurut Hick mewujud pada gambaran the Real as humanly thought-and-experienced (realitas tunggal yang dapat dipikirkan dan dialami secara manusiawi). Keterbatasan manusia dan cultural factors--lah yang kemudian menyebabkan respon orang tentang gambaran realitas tunggal itu menjadi berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, mungkin muncul pertanyaan bagaimana menghubungkan kedua the Real tersebut? Atau bagaimana the Real as humanly thought-and-experienced yang mungkin berbeda-beda antara satu agama dengan agama yang lainnya bisa diartikan menuju ke the Real in-it-self yang sama? Menurut Hick, semua agama dengan the Real yang berbeda-beda itu tetap menuju pada the Real in it self yang sama sejauh mampu melahirkan fungsi soteriologis dari agama. Artinya, agama yang sebenarnya berorientasi pada kehidupan diseberang sana tersebut mesti memberikan pengaruh yang baik secara moral dan ethics bagi para penganutnya dalam kehidupan sosial manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWA &amp; ISLAM: Prinsip Pokok &amp; Contoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWA diperlukan karena krisis pemikiran Islam yang melanda sekarang, -disamping berkaitan dengan etos kerja-, juga antara lain disebabkan oleh dominasi perspektif tradisional-konservatif yang meliputi hampir seluruh bidang dalam pemikiran Islam. Pandangan dunia Islam (world view) memang telah mulai terbentuk selama 4 abad pertama perkembangan Islam dan memperoleh bentuknya yang pasti pada abad ke- 12 Masehi. Juga, tradisi keilmuan Islam telah melahirkan sejumlah ilmu seperti ulum al-qur’an, ulum al-hadis, tafsir, fiqh, teologi dan sebagainya yang pada gilirannya membentuk struktur tradisi masyarakat Islam. Namun seteleh itu, keilmuan Islam itu sejak abad 12 tidak lagi mengalami perkembangan yang berarti. Sejumlah ilmu tersebut belakangan menjadi penyangga utama ortodoksi, dimana ilmu sudah dibatasi sedemikian rupa sehingga orang tidak boleh keluar dari rambu-rambu yang sudah disusun para ulama klasik. Pendeknya, proses ortodoksi telah menjadikan Islam sebagai wacana resmi dan tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tidak ada satu agamapun yang lahir dalam ruang kosong. Sebaliknya, ia selalu lahir dalam konteks yang menyejarah yang membuat eksistensinya memiliki makna. Hal ini membuktikan bahwa agama juga berdialog dengan zamannya, dan karena dialog inilah agama dapat menemukan signifikansinya di tengah masyarakat. Dengan berdialog itu, agama dipercaya dapat mengubah realitas diluar dirinya dan pada saat yang sama realitas luar itu juga berpengaruh pada agama. Selain itu, meskipun mengemukakan nilai-nilai kemanusiaan universal, agama juga dapat dengan mudah dijadikan alat yang efektif untuk tujuan-tujuan kekuasaan, baik pribadi ataupun golongan. Karena itu menjadikan agama sebagai wacana resmi dan tertutup, sejatinya, sangat berbahaya bagi agama itu sendiri dan keberagamaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya setuju dengan pendapat Kuntowijoyo (2007) agar umat Islam sekarang melakukan proses demistifikasi, yakni suatu gerakan intelektual untuk menghubungkan kembali teks-teks agama dengan konteksnya. Ini diperlukan karena umat Islam sekarang dalam memahami teks-teks agama cenderung berhenti hanya pada proses mistifikasi. Artinya, pemahaman teks-teks agama hanya pada teks tanpa mengkaitkan dengan konteksnya. Akibatnya, teks-teks agama kehilangan kontak dengan kenyataan, dengan realitas, dengan aktualisasi dan dengan dunia kehidupan. Dalam tradisi akademik, proses demistifikasi bisa diwujudkan dengan cara meletakkan Islam sebagai obyek studi ilmiah. Jadi Islam tidak didekati sebagai agama wahyu semata, sehingga segala sesuatu harus dikembalikan dan tunduk kepada teks-teks suci yang telah diwahyukan, melainkan juga harus diwacanakan secara kritis, toleran dan membebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses demistifikasi yang dimaksudkan Kuntowijoyo, salah satunya, bisa melalui KWA. Beberapa hal pokok yang harus dilakukan dalam KWA antara lain (1) Kritik sejarah, yakni analisis kritis terhadap teks-teks agama dengan menyertakan konteks sebagai factor penting dalam menafsirkan dan memahami teks. (2) Dekonstruksi, yakni analisis kritis terhadap agama sebagai dogma dan wacana. Agama yang selama ini dipahami sebagai dogma dalam praktiknya tidak lagi berdaya tangkap terhadap berbagai tuntutan perubahan masyarakat, bahkan terkadang menjadi sumber penindasan, baik secara eksplisit maupun implisit. (3) Kritik ideologis, yakni analisis kritis terhadap relasi antara pengetahuan (kebenaran) dan kekuasaan (relasi kuasa) dalam pembentukan wacana keagamaan yang dominant. Setiap wacana dan penafsiran terhadap agama yang muncul selalu memiliki relasi dengan kekuasan dan kepentingan dimana penafsir atau penjaga tafsir itu hidup. Karena itu kebenaran suatu tafsir agama dapat juga dilihat dalam kuasanya. Dengan demikian, harus ada desakraslisasi atas tafsir agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Nasr Hamid Abu Zaid mungkin bisa menjadi contoh menarik operasionalisasi KWA. Munculnya arus KWA diIndonesia memang dipengaruhi, salah satunya, oleh Nasr Hamid. Karyanya Naqd al-Khitob al-Din yang kemudian diterjemahkan LKIS Yogyakarta dengan judul Kritik Wacana Agama hamper selalu menjadi rujukan dalam setiap diskusi tentang KWA. Dalam buku ini, Nasr Hamid mengemukakan beberapa kritik tajam atas mekanisme pembentukan wacana agama yang sekarang menjadi arus utama dalam Islam. Kritik itu ditujukan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penyatuan antara pemikiran tentang agama dan agama itu sendiri (al-tawhid bayn al-fikr wa al-din). Implikasinya bukan saja mengabaikan jarak epistemologis antara subyek dan obyek, lebih dari itu secara implicit mengklaim mampu mengatasi segala kondisi dan hambatan eksistensial dan epistemologis. Klaim kebenaran mutlak antara lain dibentuk dari mekanisme wacana agama seperti ini. Tafsir atas agama berada setara dengan agama itu sendiri. Akibatnya, kritik atas tafsir agama sering dipandang sebagai kritik terhadap agama itu sendiri. Padahal, dengan menggunakan perspektif Kantian, agama sebagai noumena dan pemikiran atas agama sebagai fenomena, adalah dua hal yang sama sekali berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menginterpretasikan seluruh fenomena, baik social maupun alam, dengan cara mengembalikan seluruhnya para prinsip sebab utama (radd al-dhawahir ila mubtada wahid). Mekanisme wacana ini mengandalkan emosi keberagamaan awam, sehingga sulit untuk didiskusikan karena apapun yang ada selalu dikembalikan kepada Yang Mutlak. Tindakan demikian sebenarnya telah menafikan manusia dan menegasikan hokum-hukum alam dan social, serta merampas pengetahuan apapun yang tidak didasarkan pada wacana resmi agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mengandalkan otoritas salaf atau turats (tradisi) (al-I’timad ‘ala al-sulthati al-turats wa al-salaf). Hal ini dilakukan dengan menggeser teks-teks turats, yang semestinya merupakan teks sekunder, menjadi teks utama (primer) yang diikat dengan sakralitas dan otoritas kekuasaan. Implikasinya, wacana agama demikian menyamakan antara ijtihad dengan agama itu sendiri. Lebih dari itu, mekanisme wacana ini juga telah memegang bentuk-bentuk formal agama, dan pada saat yang sama mengabaikan prinsip-prinsip dasar agama (maqasid al-syari’ah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Keyakinan mental dan kepastian intelektual secara final (al-yaqinu al-dzuhni wa al-hismi al-fikr). Implikasi keyakinan ini adalah menolak perbedaan pemikiran apapun kecuali dalam bidang-bidang apapun yang dianggap sebagai cabang (furu’), bukan masalah akar dan dasarnya (al-ashl). Al-ashal dipandang sebagai sesuatu yang tetap, tidak berubah dan tunggal. Perubahan dan diversifikasi atas al-ashl dipandang sebagai upaya untuk menggerogori keyakinan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Mengabaikan dimensi dan konteks sejarah (ihdar al-bu’di al-tarikhi). Hal ini terlihat jelas pada romantisme masa lalu yang berlebihan, yang mereka pandang sebagai masa keemasan Islam (al-‘ashr al-dzahabi). Mekanisme ini selain mengabaikan konteks ruang dan waktu (geografis dan kesejarahan) yang berbeda-beda, juga berimplikasi pada pensakralan atas hal-hal yang profan dan temporal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal di atas kemudian dijadikan titik tolak Nasr Hamid dalam merumuskan pembicaraan lebih lanjut tentang KWA. Implikasinya adalah keharusan untuk menelusuri dan membongkar kembali seperangkat aturan atau sistim nilai yang ada dalam agama dan meletakannya pada aras sejarah pembentukannya dan keterbentukannya. Hal ini penting karena sistim nilai tersebut bersentuhan dan dikonstruksi oleh sistim nilai lain yang ada diluarnya. Dengan kata lain, mengembalikan sistim nilai yang selama ini diklaim sebagai agama atau apa-apa yang lahir sebagai hasil dari tafsir terhadap agama (pemikiran keagamaan) kepada dimensi historisnya (kesejarahan dan geografis) menjadi keniscayaan. Berkaitan dengan tafsir agama, setiap kelompok keagamaan membangun artikulasi wacana keagamaannya secara ideologis. Masing-masing saling berkompetisi untuk memperebutkan otoritas kebenaran agama. Antara satu dengan yang lain saling berkompetisi,mencoba untuk menghegemoni wacana ideologisnya melalui kekuasaan politik (control negara) dan sistim budaya yang diklaimnya sebagai sistim universal. Melalui proses ini (KWA), tafsir kebenaran agama itu diproduksi dan direproduksi secara terus-menerus, ditulis dan dibaca secara berulang-ulang, dikritik dan direvisi untuk perbaikan, serta diekspresikan dalam ruang social yang terus berubah, baik oleh individu maupun kolektif. Dan itulah cara merealisasikan Islam rahmatan lil-alamin yang juga shahih li kulli zaman wa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOOTNOTES:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disampaikan pada acara Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) yang diselenggarakan oleh PC PMII Jakarta Pusat. Tadinya direncanakan akan diadakan di PP al-Washilah Jakarta Barat. Tapi, tiba-tiba dipindah ke Pusdiklat Muslimat NU, Pamulang, 11-15 Juli 2008. (I don’t know why).&lt;br /&gt;Orang biasa sekali (OBS). Alhamdzulillah, sekarang dipercaya menjadi Ketua Dept. Falsafah dan Agama, Universitas Paramadina, Jakarta. Juga dipercaya menjadi Dosen STAI-NU, Jakarta. Sekali lagi, Alhamdzulillah.&lt;br /&gt;Lihat Frederick Copleston, 1960, A History of Philosophy, Vol. 6 (From Wolff to Kant), London: Burns and Oates Ltd.&lt;br /&gt;Lihat Paul Ricoeur, 1982, Hermeneutics and the Human Science, Essays on Language, Action and Interpretation, John. B Thomson (Ed.), Cambridge: Cambridge University Press.&lt;br /&gt;Lihat Michel Foucault, 1976, The Archeology of Knowledge and the Discourse on Language, New York: Harper Colopon Books.&lt;br /&gt;Lihat Josef Bleicher, 1980, Contemporary Hermeneutics: Hermeneutics as Method, Philosophy and Critique, London: Routledge and Kegan Paul.&lt;br /&gt;Lihat Juergen Habermas, 1971, Knowledge and Human Interest, Boston: Beacon Press. Lihat juga F. Budi Hardiman, 1990, Kritik Ideologi: Pertautan Pengetahuan dan Kepentingan, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.&lt;br /&gt;Lihat Frederick Copleston, 1960, op.cit.&lt;br /&gt;Lihat Suratno, 2003, Religious Pluralism in the Thought of John Hick, dalam Jurnal Sosiohumanika, Yogyakarta: Pasca Sarjana UGM.&lt;br /&gt;Rumadi, 2000, Kritik Nalar: Arah Baru Studi Islam, dalam Jurnal Tashwirul Afkar, Edisi No. 9 Tahun 2000, Jakarta: PP Lakpesdam NU, hal.&lt;br /&gt;Rumadi, 2007, Post Tradisionalisme Islam: Wacana Intelektualisme dalam Komunitas NU, Jakarta: Dirjen Dikti DEPAG, hal.&lt;br /&gt;Lihat Kuntowijoyo, 2007, Islam Sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi dan Etika, Yogyakarta: Tiara Wacana.&lt;br /&gt;Nasr Hamid Abu Zaid, 1994, Naqd al-Khitab al-Dini, Kairo: Sina li al-Nasyr, hal. 77-79. Lihat juga Nasr Hamid Abu Zaid, 2003, Kritik Wacana Agama (terj. ), Yogyakarta: LKiS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-4520174303162009234?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/4520174303162009234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=4520174303162009234' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/4520174303162009234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/4520174303162009234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/04/kritik-wacan-agama.html' title='Kritik Wacana Agama'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-663533468574618198</id><published>2009-04-05T01:32:00.000+08:00</published><updated>2009-04-05T01:33:23.528+08:00</updated><title type='text'>Sosialisme Religius dan Anti-Neoliberalisme</title><content type='html'>Rudi Hartono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama puluhan tahun, persoalan ideologi sudah lama ditinggalkan dalam tradisi berpolitik bagi para politisi dan partai-partai di Indonesia. Satu-satunya yang membimbing mereka adalah pragmatisme dan opportunisme. Tidak heran, jika selama puluhan tahun pula sistim politik di Indonesia dibangun diatas kesepakatan para elit untuk membagi kekuasaan, tanpa ada keterlibatan rakyat sedikitpun. Kekosongan konsep atau cita-cita bukan saja menggerogoti kehidupan partai, tetapi juga menciptakan “kekosongan orientasi” dari kekuasaan politik yang terbangun. Artinya, pencapaian tujuan kolektif rakyat Indonesia, yang seharusnya terbangun oleh kontestasi dari beragam ideology, mengalami kemacetan sehubungan dengan proyek de-ideologisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pemilu 2009, kontestasi ideology belum juga nampak. Beberapa spectrum politik yang mencoba mengidentifikasi diri sebagai nasionalis, religius, liberal, dan sosial demokrasi, maupun sosialis, juga belum menampakkan kaitan ideology dan praktik politik. praktik politik partai masih didominasi oleh kehendak mengolah kekuasaan untuk kepentingan segelintir elit, bukan mengelola kekuasaan bagi kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, menarik untuk mengamati perkembangan positif di Partai Bintang Reformasi (PBR). Partai yang dikomandoi Bursah Zarnubi ini makin menarik bukan saja karena berani menampung banyak aktifis progressif, tetapi juga karena mulai mencoba mengidentifikasi perjuangan ideologisnya, tentu saja, dengan Sosialisme Religius. Konsep sosialisme religius kini semakin bergema, bahkan dalam Mukernas PBR pada akhir November lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme dan Kebutuhan Melahirkan Ideologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penganut kapitalisme neoliberal selalu berkata, tidak ada alternatif lain diluar sistim kapitalisme, setidaknya dalam beberapa waktu kedepan. Para pendukung neoliberal berusaha keras menyangkal setiap upaya pencarian system alternatif, bahkan meremehkan setiap proposal-proposal untuk tatanan dunia baru. Akan tetapi, beberapa pengalaman krisis yang terakhir menunjukkan, kapitalisme sedang mengalami permasalahan serius dalam menjaga kelanjutan sistim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kegoyangan dalam sistim kapitalisme bukan saja nampak pada krisis yang berkolerasi dengan kehancuran peradaban umat manusia, ekologi, dan syarat-syarat hidup, tetapi seperti yang diungkapkan Walden Bello, system kapitalisme sedang mengalami kegoyangan ideologis. Para ideology terbaik dan gemilang dalam sejarah kapitalisme mutakhir ramai-ramai melakukan desersi, seperti Jeffrey Sachs, pengarang "Shock Treatment" Eropa Timur, sekarang menyerukan negara-negara berkembang untuk tidak usah membayar utangnya; Joseph Stiglitz, mantan ekonom utama Bank dunia, sekarang jadi pengritik paling pedas kepada IMF; Jagdish Bhagwati, yang memunculkan istilah "Kompleks Bendahara Wall Street" untuk menamai kepentingan yang membawa gelombang krisis finansial terus menerus sejak 1990; dan George Soros, seorang kapitalis paling piawai dan tersohor, kini menjadi musuh utama dari apa yang disebut "Fundamentalisme pasar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, kegoyangan ideology kapitalisme neoliberal di berbagai belahan dunia ternyata tidak atau kurang berpengaruh dalam kontestasi ideologi di Indonesia. dari sejumlah partai yang turut berkompetisi dalam pemilu, hampir tidak ada yang ambil bagian dalam perjuangan ideologi. Tidak heran, arena kontestasi pemilu bukannya melahirkan kontestasi ideology, yang tercermin dalam perdebatan program, visi perjuangan, dan konsep-konsep praksis, melainkan mengutamakan perang baliho, tanda gambar, dan iklan politik. akibatnya, iklan dan alat-alat peraga tidak dapat menjadi magnet untuk menarik minat rakyat untuk berpolitik, melainkan menciptakan kejenuhan, kemuakan, dan perasaan alergi berpolitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kendati kebijakan neoliberal terus mendapat perlawanan dan berlansung tanpa jeda, namun kekuatan politik alternatif yang diharapkan sebagai tantangan terhadap neoliberal belum juga muncul. Meskipun, sekarang ini semakin banyak yang mempersoalkan kegagalan neoliberal, tetapi kemunculan sebuah ideology alternatif tetap juga belum nampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melawan Neoliberalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep sosialisme religius, yang pertama kali diperkenalkan HOS Tjokroaminoto, dalam rangka mengimbangi perseteruan ideologis dengan pengikut SI Merah/ISDV, secara histories belum menemukan lapangan praksisnya. Meski diberi label memperjuangkan keadilan sosial, kesetaraan, dan anti-kapitalisme, sosialisme religius juga kurang teruji dalm proyek perubahan sosial. Berbeda halnya dengan Teologi Pembebasan; kebangkitan Amerika Latin sekarang ini sedikit banyak karena ada campur tangan teologi pembebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan PBR, tujuan menghidupkan sosialisme religius adalah memberi makna ideologis terhadap visi dan perjuangan PBR memperjuangkan kemandirian bangsa, sekaligus menyiapkan kerangka operasional untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih baik. Dalam hal ini, mau tidak mau, Sosialisme Religius ditangan PBR telah mengalami modifikasi sesuai dengan tuntutan situasi kontemporer dan lapangan baru dalam perjuangan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah wawancara dengan Kompas, Bursah Mengatakan, Ajaran-ajaran social dalam agama dibumikan dengan mengubah perjuangan budaya (culture struggle) yang selama ini dilakukan oleh organisasi massa dan parpol Isla, menjadi perjuangan social (social struggle). Semangat ritualitas digeser menjadi gerakan untuk menyejahterakan rakyat. Artinya, Bursah berkeinginan agar agama tidak lagi menjadi gerakan ritual semata, tetapi menjadi bagian dari perjuangan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, bahwa pertumbuhan dan perkembangan sistim kapitalisme benar-benar bertumpu pada; akumulasi profit. Mengenai hal ini, PBR jelas menyatakan bahwa akumulasi merupakan musuh kaum beragama. Disini, secara sepintas lalu, diketahui bahwa PBR hendak menyatakan bahwa sebenarnya kaum beragama juga hendaknya anti-kapitalis. Pendapat serupa pernah disampaikan oleh Jamil Wasti Syed, dalam Islam dan Sosial-Demokratik, Majalah Ummat, 1998. Ia berpendapat, di bawah sistem ekonomi Islam, barang-barang yang biasa digunakan manusia dan makhluk lainnya, seperti garam, air, dan rumput, tidak dikenai pajak. Negara yang menentukan harga dan barang-barang keperluan masyarakat agar tidak terjadi penimbunan keuntungan pada segelintir orang serta tak terjadi penipuan, misalnya jumlah timbangan barang atau penjual barang yang telah kadaluarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme hendak menghilangkan diskursus ”sosial” dalam berbagai kamus ekonomi, politik, dan kebudayaan. Sedangkan sosialisme religius, seperti hendak menagih peran sosial negara terhadap umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisme religius-nya PBR juga hendak meniupkan semangat pembebasan nasional dalam gerak perjuangan politiknya. PBR berulang kali mengeritik, dan juga diperlihatkan dalam acara ”Partai Bicara” di Metro TV baru-baru ini, bahwa tipe kepemimpinan nasional sekarang ini lebih melayani kepentingan asing, sehingga dibutuhkan kepemimpinan nasional yang baru, yang mampu punya keberanian politik mengambil langkah-langkah demi kepentingan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan Sosialisme Religius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, sosialisme religius akan segera menemukan kegagalan implementasi (praksis) jika terpisah dari perjuangan politik secara umum, yakni sebuah perjuangan sosial bagi lahirnya tatanan politik demokratis dan kerakyatan. Sosialisme religius tidak bisa sekedar menjadi ”spirit”, tetapi harus mampu menawarkan konsepsi praktis terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, ada beberapa hal yang menjadi tantangan serius bagi sosialisme religius dalam memenangkan diri sebagai ideologi alternatif, sekaligus mendapat dukungan luas dari rakyat, antara lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, soal bagaimana sosialisme religius membuat posisi yang jelas, terang, dan terbuka berseberangan dengan neoliberalisme. PBR sebagai penganut sosialisme religius, harus berani menampilkan diri sebagai ”penentang” neoliberalisme dalam segala lini (arena).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, soal bagaimana PBR dan caleg-calegnya menggunakan sentimen anti neoliberalisme, baik pada saat kampanye pemilihan maupun pada proses-proses politik di Parlemen. Praktik politik PBR, tentu saja, merupakan cerminan dari praktik sosialisme religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, soal bagaimana PBR menjadikan sosialisme religius sebagai ideologi massa. Artinya, sosialisme religius tidak hanya sekedar menjadi bahan kampanye politik atas, tetapi harus menjadi keyakinan politik massa luas. Disini, PBR dituntut menghadirkan sosialisme religius bukan saja pada kursus-kursus politik bagi para kader-kadernya di seluruh tingkatan, tetapi, yang terpenting, adalah menghadirkan sosialisme religius dalam denyut nadi ”perjuangan rakyat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan Arundhati Roy, seorang penulis India, pada pertemuan WSF lima tahun yang lalu, bahwa; apa yang paling urgen didiskuskan sekarang adalah strategi perlawanan, yaitu bagaimana menentukan target yang relevan dari setiap pertempuran yang nyata melawan kerusakan kapitalisme”. Kita tidak lagi membutuhkan proposal untuk mereformasi sistim ini, tetapi yang dibutuhkan adalah proposal untuk mengganti kerusakan terhadap sistim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi Hartono, Pengelola Berdikari Online dan Jurnal Arah Kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-663533468574618198?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/663533468574618198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=663533468574618198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/663533468574618198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/663533468574618198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/04/sosialisme-religius-dan-anti.html' title='Sosialisme Religius dan Anti-Neoliberalisme'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-786922967382713835</id><published>2009-03-08T02:20:00.001+08:00</published><updated>2009-03-08T02:22:25.977+08:00</updated><title type='text'>Mono</title><content type='html'>ditulis oleh: Goenawan Mohamad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari di abad ke-7, dua orang Madinah bertengkar. Yang satu Muslim dan yang satu lagi Yahudi. Yang pertama mengunggulkan Muhammad SAW ”atas sekalian alam”. Yang kedua meng­unggulkan Musa. Tak sabar, orang Muslim itu menjotos muka Si Yahudi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Orang Yahudi itu pun datang mengadu ke Nabi Muhammad, yang memimpin kehidupan kota itu. Ia ceritakan apa yang terjadi. Maka Rasulullah pun memanggil Si Muslim dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Janganlah kau unggulkan aku atas Musa. Sebab di hari kiamat semua umat jatuh pingsan, dan aku pun jatuh pingsan bersama mereka. Dan akulah yang pertama bangkit dan sadar, tiba-tiba aku lihat Musa sudah berdiri di sisi Singgasana. Aku tidak tahu, apakah ia tadinya juga jatuh pingsan lalu bangkit sadar sebelumku, ataukah dia adalah orang yang dikecualikan Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat ini dikutip dari Shahih Muslim, Bab Min Fadla’il Musa. Dalam buku Abd. Moqsith Ghazali yang terbit pekan lalu, Argumen Pluralisme Agama, hadis itu dituturkan kembali sebagai salah satu contoh pandangan Islam tentang agama yang bukan Islam, khususnya Yahudi dan Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya, Moqsith, sosok tenang dan alim yang mengajar di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini, datang dengan pendirian yang kukuh: Islam adalah ”sambungan—bukan musuh—dari agama para nabi sebelumnya”, yang sering disebut sebagai agama-agama Ibrahimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang bagi saya menarik adalah kata-kata Muhammad SAW yang dikutip di sana: ”Janganlah kau unggulkan aku atas Musa”, dan, ”aku tidak tahu…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kata-kata itu tenggelam. Kini sebagian ulama me­rasa di atas Rasulullah: mereka merasa tahu keunggulan diri mereka. Mereka akan membenarkan Si Muslim yang memukul Si Yahudi. Mereka bahkan mendukung aniaya terhadap orang yang ”menyimpang”, walaupun orang lain itu, misalnya umat Ahmadiyah, membaca syahadat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana datangnya kekerasan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering bingung. Satu kalimat suci terkadang bisa membuat orang jadi lembut, tapi satu kalimat lain dari sumber yang sama bisa menghalalkan pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pada mulanya bukanlah agama. Agama, seperti banyak hal lain, terbangun dalam ambiguitas. Dengan perut dan tangan, ambiguitas itu diselesaikan. Tafsir pun lahir, dan kitab-kitab suci berubah peran, ketika manusia mengubah kehidupannya. Yang suci diputuskan dari bumi. Pada mulanya bukanlah Sabda, melainkan Laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi juga benar, Sabda punya kesaktiannya sendiri setelah jadi suci; ia bisa jadi awal sebuah laku. Kekerasan tak meledak di sembarang kaum yang sedang mengubah sejarah. Ia lebih sering terjadi dalam sejarah Yahudi, Kristen, dan Islam: sejarah kepercayaan yang berpegang pada Sabda yang tertulis. Pada gilirannya kata-kata yang direkam beku dalam aksara itu menghendaki kesatuan tafsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan: jangan-jangan mala itu datang dari angka ”satu”—dan kita harus bebas dari the logic of the One.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ini dipakai Laurel C. Schneider dalam Beyond Monotheism. Pakar theologi itu menuding: ”Oneness, as a basic claim about God, simply does not make sense.” Dunia sesungguhnya melampaui ke-satu-an dan totalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schneider menganjurkan iman berangkat ke dalam ”multiplisitas”—yang tak sama artinya dengan ”banyak”. Kata itu, menurut dia, mencoba menamai cara melihat yang luwes, mampu menerima yang tak terduga tak ber­hingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Schneider, teguh dalam tradisi Ibrahimi, mene­gaskan ”multiplisitas” itu tak melenyapkan yang Tunggal. Yang Satu tak hilang dalam multiplisitas, hanya ambyar sebagaimana bintang jatuh tapi sebenarnya bukan jatuh melainkan berubah dalam perjalanan benda-benda planet­er.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, tetap ada ke-tunggal-an yang membayangi tafsir kita. Bagaimana kalau terbit intoleransi monotheisme kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat satu bagian dalam novel Ayu Utami, Bilang­an Fu. Ada sebuah catatan pendek dari tokoh Parang Jati yang bertanya: ”Kenapa monotheisme begitu tidak tahan pada perbedaan?” Dengan kata lain, ”anti-liyan”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu dijawab di catatan itu juga: sikap ”anti-liyan” itu berpangkal pada ”bilang­an yang dijadikan me­tafora bagi inti falsafah masing-masing”. Monotheisme menekankan bilang­an ”satu”. Agama lain di Asia bertolak dari ke­tia­daan, kekosongan, sunyi, shunyat, shunya, se­­kaligus keutuhan. ”Konsep ini ada pada bilang­an nol,” kata Parang Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Parang Jati, agama Yahudi, pemula tradisi monotheisme, tak mampu menafsirkan Tuhan sebagai Ia yang terungkap dalam shunya, sebab monotheisme ”dirumuskan sebelum bilangan nol dirumuskan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesan Parang Jati merindukan kembali angka nol, namun ia tak begitu jelas menunjukkan, di mana dan bila kesalahan dimulai. Ia mengatakan, setelah bilangan nol ditemukan, manusia pun kehilangan kualitas yang ”puitis”, ”metaforis” dan ”spiritual” dalam menafsirkan firman Tuhan. ”Ketika nol belum ditemukan,” tulis Parang Jati, ”sesungguhnya bilangan tidaklah hanya matematis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, mala terjadi bukan karena angka satu, melainkan karena ditemukannya nol. Tapi Parang Jati juga menunjukkan, persoalan timbul bukan karena penemuan nol, melainkan ketika dan karena ”shunya menjadi bilangan nol”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah berpikir tentang Tuhan sebagai nol? Salahkah dengan memakai ”the logic of the One”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah pertemuan di Surabaya beberapa bulan yang lalu saya dapat jawab yang mencerahkan. Tokoh Buddhis­me Indonesia, Badhe Dammasubho, menunjukkan bahwa kata ”esa” dalam asas ”Ketuhanan yang Maha Esa” bukan sama dengan ”eka” yang berarti ”satu”. Esa berasal dari bahasa Pali, bahasa yang dipakai kitab-kitab Buddhisme. Artinya sama dengan ”nirbana”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya, ”nirbana” berarti ”tiada”. Bagi Tuhan, ada atau tak ada bukanlah persoalannya. Ia melampaui ”ada”, tak harus ”ada”, dan kita, mengikuti kata-kata Rasulullah, ”aku tidak tahu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber artikel: www.islamlib.com&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-786922967382713835?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/786922967382713835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=786922967382713835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/786922967382713835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/786922967382713835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/03/mono.html' title='Mono'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-3936913296727154182</id><published>2009-03-08T00:04:00.002+08:00</published><updated>2009-03-08T00:08:25.825+08:00</updated><title type='text'>Tarbiyah wa Tazkiyah</title><content type='html'>Assalamualaikum. ..., &lt;br /&gt;Bismillahirrohmanir rohim, Allahuma Sholli wa Salim alaih... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada &lt;br /&gt;murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya &lt;br /&gt;ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya &lt;br /&gt;ada satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, &lt;br /&gt;di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka &lt;br /&gt;berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!" &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian &lt;br /&gt;mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin &lt;br /&gt;cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang &lt;br /&gt;perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika &lt;br /&gt;saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti &lt;br /&gt;tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk, dan sangat sukar &lt;br /&gt;untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak &lt;br /&gt;lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah &lt;br /&gt;kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. &lt;br /&gt;Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita &lt;br /&gt;memaksakan kepada kita dengan berbagai cara, untuk menukarkan &lt;br /&gt;sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama &lt;br /&gt;mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus &lt;br /&gt;disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya &lt;br /&gt;lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat &lt;br /&gt;mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan &lt;br /&gt;menukar nilai dan etika. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang aneh, &lt;br /&gt;Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang &lt;br /&gt;lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan &lt;br /&gt;dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang &lt;br /&gt;wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan &lt;br /&gt;lain lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, anda &lt;br /&gt;sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan &lt;br /&gt;kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham &lt;br /&gt;bu guru..." &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ibu Guru ada Qur'an, Ibu Guru akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang &lt;br /&gt;anda berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya &lt;br /&gt;mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?" &lt;br /&gt;Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat, dan &lt;br /&gt;lain-lain. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia &lt;br /&gt;ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet . &lt;br /&gt;"Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. .. &lt;br /&gt;Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak anda dengan terang-terang. &lt;br /&gt;..Karena tentu anda akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun &lt;br /&gt;tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan &lt;br /&gt;menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuat pondasi yang &lt;br /&gt;kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang &lt;br /&gt;kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau &lt;br /&gt;dimulai dgn pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan &lt;br /&gt;dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu &lt;br /&gt;persatu, baru rumah dihancurkan. ..." &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan &lt;br /&gt;menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan &lt;br /&gt;anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, &lt;br /&gt;sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran &lt;br /&gt;Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka &lt;br /&gt;inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang &lt;br /&gt;Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... " &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-injak Ibu Guru?" tanya &lt;br /&gt;murid- murid. "Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, &lt;br /&gt;misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang &lt;br /&gt;tidak lagi." "Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, &lt;br /&gt;mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang &lt;br /&gt;serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka &lt;br /&gt;akan sadar". &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita &lt;br /&gt;berdoa dahulu sebelum pulang...." Matahari bersinar terik tatkala &lt;br /&gt;anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan &lt;br /&gt;pikiran masing-masing di kepalanya... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;RENUNGILAH SAHABAT SEMUA.. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TOLONG SEBARKAN PADA SAUDARA2 ISLAM KITA..SEMOGA ALLAH MEMBERI TAUFIQ DAN &lt;br /&gt;HIDAYAH PADA KITA DAN KELUARGA KITA... MARILAH KITA SAMA2 SADAR BAHAWA &lt;br /&gt;AGAMA, BANGSA DAN TANAH AIR KITA SEMAKIN TERANCAM! &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;UMAT ISLAM SEMAKIN MUDAH DIBELI DENGAN UANG, DILALAIKAN DENGAN &lt;br /&gt;KEINDAHAN DAN MEMUJA KESERAKAHAN HIDUP, HINGGA HILANG MARTABAT DAN HARGA &lt;br /&gt;DIRI!! &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;UNTUK ITU, MARILAH, KITA BETULKAN APA YG KITA MAMPU BERSAMA2..JANGAN &lt;br /&gt;HANYA BILA SEGALANYA SUDAH TERJADI, SAMA SEPERTI SAUDARA KITA DI &lt;br /&gt;NEGARA2 LAINNYA, BARU KESADARAN ITU TIMBUL, MUNGKIN MASIH BELUM &lt;br /&gt;TERLAMBAT TAPI KITA MASIH BISA INSYA ALLAH MEMPERBAIKINYA. MULAI DARI &lt;br /&gt;DIRI KITA, KELUARGA KITA, KERABAT, SAHABAT DAN ORANG-ORANG &lt;br /&gt;DISEKELILING KITA &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;YA ALLAH, SATUKANLAH UMAT ISLAM.. AMIIINN... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai umat Islam yang bertanggungjawab, tolonglah forwardkan e-mail &lt;br /&gt;ini kepada sahabat2 Islam kita yang lain. Semoga yang baik dijadikan &lt;br /&gt;teladan dan yang buruk dijadikan peringatan.. ALLAHU A,lam!!!! &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alhamdulillah &lt;br /&gt;Wassalam, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hikmah kisah ini dapat menjadi teladan terutama bagi saya,  adik2 Akhwan dan Akhwat Muslimin di Pelauw.  Agar bagi yang belum terpolusi dengan tipudaya dunia tetap istiqamah dalam Islam &amp; bagi yang sudah menjadi habbit (terpolusi) bisa merubah &amp; menyucikan diri (bertazkiah) dan berprilaku  menurut tuntunan Islam. Insya Allah … Amin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inna dina Indallahil Islam ( Agama yang hak/benar disis Allah adalah Islam) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lan Latuamury Marawolle, Maralessy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerhati Titah Guruh Hatuhaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-3936913296727154182?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/3936913296727154182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=3936913296727154182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/3936913296727154182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/3936913296727154182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/03/tarbiyah-wa-tazkiyah.html' title='Tarbiyah wa Tazkiyah'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-4287432033579550548</id><published>2009-03-08T00:01:00.002+08:00</published><updated>2009-03-08T00:10:59.507+08:00</updated><title type='text'>Tuhan, Beri Aku Waktu 1 Jam Saja</title><content type='html'>Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota .Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemiswanita yang juga ibu seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli disitu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya.&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu dimana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada dikantong. Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing sebuah toko  seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh. Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: “Saya harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan, apapun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur disini.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencium bayinya ia pergi. Dan ia tidak pernah kembali.Tak seorangpun yang tahu pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika.Selama beberapa hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suami nya, dan bila malam tidur di emperan toko itu. Pada hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu,orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, dan jadilah mereka pengemis di sana selama 6 bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja.Masalahnya adalah di mana ia harus menitipkan  anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, dan tampak amat cantik jelita. Tampaknya tidak ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka. Suatu pagi ia berpesan pada anak gadisnya, agar ia tidak kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat.”Dalam beberapa hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, dan kita  tidak lagi tidur dengan angin di rambut kita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan.Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, dan membaringkan&lt;br /&gt;anak nya dengan hati-hati di dalamnya.Di sebelahnya ia meletakkan sepotong roti. Kemudian, dengan mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, di mana ia bekerja sebagai pemotong kulit. Begitu lah kehidupan mereka selama beberapa hari, hingga di kantong sang Ibu kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh. Dengan suka cita ia menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, dan membayar uang muka sewa kamarnya. Tapi  siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa, dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota . Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya dan  membawanya ke sebuah rumah mewah dipusat kota . Di situ gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun. Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona, dan mereka memanjakannya dengan amat sangat. Di tengah-tengah kemewahan istana itulah gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi dan bermain piano.Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun ia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya,dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat.&lt;br /&gt;Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano,yang aktif di gereja, dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yang menjadi impian tiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo. Setahun setelah perkimpoian mereka, ayahnya wafat,dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga dan istana yang paling megah di kota itu.Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu.Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, dan di laci meja kerja ayah nya ia melihat selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam. Sesuatu ditelinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian ia membuka lemarinya sendiri, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Tapi diantara benda-benda mewah itu terdapat sesuatu terbungkus kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan dan bukan emas murni. Ibunya almarhum memberinya benda itu sambil berpesan untuk tidak kehilangan benda itu. Ia sempat bertanya, kalau itu anting-anting, di mana satunya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting-anting itu didekat foto.&lt;br /&gt;Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang . Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri. Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, yang tersenyum dibuat-buat, belum penah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanya annya, misalnya: kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya, kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat di benaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dinginnya sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama. Mata nya basah ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang membaca koran: “Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkinkah ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah 25 tahun?” Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa laluSerrafonna. Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri.Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, kantor surat kabar dan kantor catatan sipil. Ia membentuk yayasan -yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badansosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita. Bulan demi bulan lewat, tapi tak ada perkembangan  apapun dari usahanya. Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu di Negeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah.Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian mereka. Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad. Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang. Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian. Pagi, siang dan sore ia berdoa:&lt;br /&gt; “Tuhan, ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup saya:&lt;br /&gt;temukan saya dengan ibu saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan mendengarkan doa itu. Suatu sore mereka menerimakabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ke tempat itu, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka.&lt;br /&gt;Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto.  Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu. Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang, dan malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafonna diculik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman, Serrafona tidak bisa tidur.Untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa ibunya masih hidup sekarang, dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya. Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. “Tuhan maha kasih, Nyonya, kalau memang&lt;br /&gt;Tuhan mengijinkan, kami mungkin telah menemukan ibu Nyonya. Hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak banyak lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi,dipinggiran kota yang kumuh dan banyak angin. Rumah-rumah disepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan. Dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, kemudian masih belok lagi kejalanan berikutnya yang lebih kecil lagi. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan. Tubuh Serrrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. “Lekas, Serrafonna, mama menunggumu, sayang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mulai berdoa “Tuhan, beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja”. Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: “Tuhan beri saya sebulan saja”. Mobil belok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka. Ia mendengar lagi panggilan mamanya , dan ia mulai menangis: “Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan “. Ketika mereka masuk belokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat. Jalan itu bernama Los Felidas. Panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan kantong-kantong plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak-gerak. Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya dan 3 mobil polisi. Di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis- pengemis yang segera memenuhi tempat itu.&lt;br /&gt;“Belum bergerak dari tadi.” lapor salah seorang. Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun. Suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya. “Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu .” Serrafona memandang tembok dihadapann ya, dan ingat saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kaki nya dan ingat ketika ia belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkan nya pada masa kecilnya. Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan&lt;br /&gt;wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhan, ia meminta dengan seluruh jiwa raganya,beri kami sehari…… Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberitahunya bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia….Jadi mama tidak menyia-nyia kan saya”. Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu kedadanya. Wanita tua itu perlahan membuka matanya dan  memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri ketika ia masih muda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Mama.. ..”, ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang ditunggunya tiap malam - antara waras dan tidak - dan tiap hari - antara sadar dan tidak - kini menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatann ya menarik lagi jiwanya yang akan lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan ia membuka genggaman tangann ya, tampak sebentuk anting-anting yang sudah menghitam.&lt;br /&gt;Serrafona mengangguk, dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Mama, saya tinggal di istana dan makan enak tiap hari. Mama jangan pergi dulu. Apapun yang mama mau bisa kita lakukan bersama-sama.&lt;br /&gt;Mama ingin makan, ingin tidur, ingin bertamasya, apapun&lt;br /&gt;bisa kita bicarakan. Mama jangan pergi dulu…Mama…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: “Tuhan maha pengasih dan pemberi, Tuhan….. satu jam saja…. …satu jam saja…..”&lt;br /&gt;Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad&lt;br /&gt;tidak berakhir sia-sia.&lt;br /&gt;Pesan Moral dari cerita diatas sangat bagus unutk kita renungkan :&lt;br /&gt;Teman….mungkin saat ini kita sedang beruntung Hidup ditengah kemewahan dan kondisi berkecukupan. Mungkin kita mendapatkannya dari hasil keringat sendiri tanpa&lt;br /&gt;bantuan orang tua kita. Namun yang perlu kita sadari, bahwa orang tua kita senantiasa berdoa untuk kita, meski itu hanya di peraduan&lt;br /&gt;Buatlah mereka tersenyum dan bangga dengan kita saat kita masih bisa memandangi dan menikmati senyuman mereka, karena suatu saat kita akan kehilangan semua itu dan tidak ada lagi asa yang bisa kita rajut saat semuanya telah terlambat. &lt;br /&gt;Sejelek apapun orang tua kita, serendah apapun status sosialnya, dan apapun pekerjaanya, mereka adalah yang paling berharga dalam hidup kita, mereka patut kita banggakan dan kita hormati dalam setiap napas kehidupan kita karena tak sedikit orang yg sudah kaya lupa akan orang tuanya yang sedang susah, tak sedikit orang yang sudah berkeluarga, memiliki istri yg cantik, suami yang ganteng &amp; memiliki pekerjaan yang layak, mengabaikan kedua orang tuanya. (Nauzubillahi minzjalik)&lt;br /&gt;Ingat kawan Dunia ini Hanya Ujian untuk mencari Ridho Allah swt, dan Ridho Allah itu ada pada kedua Orang tua kita.&lt;br /&gt;SEMOGA KITA TIDAK TERMASUK DALAM GOLONGAN ORANG2 YG KUFUR dengan NIKMAT ALLAH .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh: Alan Latuamury&lt;br /&gt;artikel dari milis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-4287432033579550548?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/4287432033579550548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=4287432033579550548' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/4287432033579550548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/4287432033579550548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/03/tuhan-beri-aku-waktu-1-jam-saja.html' title='Tuhan, Beri Aku Waktu 1 Jam Saja'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-7339756519166531614</id><published>2009-02-14T16:06:00.001+08:00</published><updated>2009-02-14T16:09:03.968+08:00</updated><title type='text'>Pemilu Israel dan Prospek palestina</title><content type='html'>Seperti nasib warga Gaza dan Palestina, dipertaruhkan hari ini, seiring dengan Pemilu Israel. Amun satu yang pasti, dari tiga kandidat utama yang bersaing,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yakni Benjamin Netanyahu mewakili Partai Likud, Partai Kadema yang menjagokan Tzipi Livni, dan Partai Buruh yang mengusung Ehud Barak, sama-sama menjadikan isu darah warga Palestina sebagai jualan utama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tradisi Pemilihan Umum Israel yang diadakan Selasa, 10 Februari hari ini, para pemilih pada umumnya lebih cenderung memilih pemimpin yang radikal. Hal ini bisa dilihat dari kasus kemenangan Ariel Sharon pada Pemilu 2001, dengan dukungan suara 60 persen, menyingkirkan Ehud Barak. Salah satu faktor kemenangan Sharon kala itu karena sangat populer akibat keradikalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan sejarah menyebutkan, tahun 1982, Sharon mendalangi pembantaian di Shabra dan Shatilla Lebanon Selatan yang menewaskan 450 warga Palestina. Selanjutnya, provokasi Sharon kala mengunjungi Masjidil Aqsa 28 September 2000, menewaskan 310 warga Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, tidak mengherankan para elite politik Israel yang mencalonkan diri dalam pemilu menjanjikan kepada publik Israel untuk menghabisi Hamas sebagai sasaran strategis dalam kampanye pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu Israel yang akan diadakan hari ini, ternyata mengungkap sejumlah dimensi dan realita politik yang terkait dengan sikap publik Israel. Sehingga, patut diamati dan dicermati karena akan berkaitan dengan masa depan Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fluktuasi yang terjadi saat ini begitu luar biasa, di mana para kandidat ingin membuktikan kepada warga Israel bahwa mereka mampu menciptakan rasa aman dan memberi perlindungan terhadap warganya dengan melakukan invansi ke Gaza selama 22 hari untuk menghabisi Hamas yang dianggap menyebar teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Israel yang sebagian besar sudah buta mata hatinya akan menaruh simpati terhadap para kandidat yang radikal.&lt;br /&gt;Masyarakat Israel saat ini butuh rasa aman dan perlindungan dari ancaman pejuang Hamas, maka dari itu, warga Israel ke depannya butuh perdana menteri yang punya power untuk melindungi warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data Pemerintah Israel sekitar 20.000 warganya meninggalkan Israel setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 7.000 orang saja yang memilih kembali ke Israel setahun kemudian, dan sisanya lebih memilih menetap di luar Israel dengan alasan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negara yang menganut sistem parlementer, pemilu anggota parlemen (Knesset) menjadi sangat penting dalam sistem Pemerintahan Israel. Di mana, setiap parpol yang ikut pemilu berkeinginan untuk memperoleh kursi sebanyak-banyaknya di Knesset yang berjumlah 120 untuk memenangkan pemilu dan berhak memegang kekuasaan eksekutif di Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam sejarah pemilu Israel hanya sekali, partai yang memperoleh lebih dari 61 kursi di Knesset yaitu pada Pemilu 2001 yang dimenangkan Partai Likud. Sehingga, biasanya pemerintahan praktis selalu dibangun atas dasar koalisi. Sedangkan, partai yang tidak berkoalisi menjadi oposisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel menganut sistem multi partai. Artinya, siapa saja boleh mendirikan partai asalkan mengikuti tata cara yang telah ditentukan sesuai dengan Undang-Undang Pemilu yang berlaku. Namun, parpol yang dapat menduduki kursi Knesset hanyalah partai yang sekurangnya memperoleh 1 persen dari seluruh suara yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, setiap pendaftar (kandidat) Knesset dalam pemilu harus sudah mengantongi sedikitnya 2.555 tanda tangan pendukung dan mempunyai deposit sekitar $ 7600 di Bank sebagai jaminan.&lt;br /&gt;Dari 33 partai yang akan bersaing dalam pemilu hari ini, ada tiga partai besar dan berpengaruh, yaitu Partai Buruh, Partai Likud dan Partai Kadema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Buruh Israel (Milfeget Ha"avoda Ha-Israelit) berdiri 21 Januari 1968, merupakan aliansi beberapa partai buruh yang dahulunya bernama Mapai, Mapan, Ehdut Ha, Avoda Poale Zion, dan Rafi. Partai Buruh menghimpun Histradut, yaitu pekerja Yahudi di Palestina dan para imigran Yahudi yang datang pada tahun 1920-an. Mereka menguasai kehidupan perekonomian warga Yahudi Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Likud baru muncul dalam Pemilu tahun 1973. Partai Herut, Gahal, Liberal, Shlomzion, dan Progresif. Likud berasal dari imigran Yahudi Eropa yang datang pada tahun 1930-an. Mereka berimigrasi akibat tekanan dan kekejaman Nazi Jerman. Mereka merupakan kalangan menengah dan terpelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, Partai Kadema merupakan pecahan dari Partai Likud yang didirikan Ariel Sharon dan mengikuti Pemilu 2005 sebagai pemenang dengan total perolehan 30 kursi dari 120 kursi parlemen Knesset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan visi partai tampak terlihat dalam menghadapi orang Arab Palestina. Orang dari Partai Buruh yang lebih lama berada di Palestina "relatif" bisa menghargai kehidupan orang Arab. Sebaliknya, orang Likud dan Kadema ingin mengusir orang Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai lainnya lagi, merupakan partai Agama Misrahi, Hapoal Hamizrahi, Agudat Israel, Poalei Agudat Israel, Front agama Torah, agama Nasional, front Persatuan agama, Shas, dank Kach. Partai Arab, antara lain Demokratik Arab, Arab Progresif,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani Arab, dan Persatuan Arab. Partai Komunis, antara lain Rakah, Maki, Front Demokratik. Partai Gerakan Independent, antara lain Sephardim, Organisasi Wanita Zionis Independent, Yemenitas, Haolam Hazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya parati ini berkoalisi dengan ketiga partai besar. Partai Agama lebih cenderung berkoalisi dengan Likud atau Kadema, sedangkan Partai Arab lebih cenderung berkoalisi dengan Partai Buruh pro perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disebutkan di awal tulisan ini, ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu partai politik dapat memenangkan suara dalam pemilu Israel. Pertama, keberhasilan partai dalam periode sebelumnya di bidang ekonomi dan politik merupakan salah satu faktor yang bisa mendukung kemenangan berikutnya. Kedua, program partai yang ditawarkan. Ketiga, kandidat partai yang akan duduk dalam parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, keamanan dan prestise pemilih. Artinya, partai yang bisa menjamin keamanan dan prestise masyarakat Yahudi mempunyai peluang besar untuk menang.&lt;br /&gt;Faktanya, sekarang popularitas Kadema menurun setelah penarikan tentara Israel dari Gaza, 2005. Selain itu, skandal korupsi memaksa Ehud Olmert mundur sebagai pemimpin partai dan perdana menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Kadema dipimpin Livni, yang dijagokan partai itu sebagai calon PM perempuan seperti Golda Meir. Dukungan rakyat atas agresi militer ke Gaza merupakan fakta yang menguatkan posisi Barak dan Partai Buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tak cukup untuk membuatnya sebagai PM, namun bisa dijamin Barak akan mendapatkan posisi yang top di pemerintahan selanjutnya. Sedangkan, Netanyahu menjadi terfavorit setelah perang Israel melawan gerilyawan Hizbullah di Libanon, 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prospek Palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut berbagai polling, menjelang pemilu terjadi persaingan antara Benjamin Netanyahu dari Partai Likud, Tsipi Livni dari Partai Kadema, dan Ehud Barak dari Partai Buruh. Ketiganya memiliki kans yang sama untuk memenangkan pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, ketiganya ternyata menjadikan isu Hamas sebagai isu sentral untuk menarik para pemilih. Netanyahu misalnya, berjanji akan menyingkirkan Hamas dan mengubah strategi bertahan menjadi menyerang yang efektif, meski tidak harus menjajah Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Livni menegaskan bahwa ia akan mengakhiri pemerintahan Hamas di Gaza. Sedangkan, Ehud Barak berjanji menghabisi Hamas merupakan cara terbaik dengan menggunakan kekuatan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil survey dua surat kabar Israel, Maariv dan Yediot Ahronoth, terhadap 500-600 pemilih dengan margin kesalahan 4,5 persen, seperti dikutip AFP. Kubu garis keras dari oposisi sayap kanan Israel Partai Likud tampaknya akan memimpin perolehan suara pada pemilihan umum menyusul gencatan senjata di Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Likud yang kini menguasai 12 dari total 120 kursi Knesset, akan berlipat lebih dua kali menjadi 29 kursi dengan menggandeng partai-partai keagamaan Yahudi dan meningkatknya kekuatan ultra kanan Israel, Beitenou. Diperkirakan oposisi pimpinan Partai Likud akan meraih posisi mayoritas antara 62-63 kursi. Beitenou didirikan kelompok Yahudi eks Uni Soviet pimpinan tokoh garis keras Avigdor Lieberman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan, akan memenangkan 14-16 kursi dari 11 kursi yang kini dikuasainya. Partai-partai agama ekstremis tampaknya akan memenangkan lagi kursi yang sempat lepas pada pemilu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai kanan-tengah yang sedang berkuasa, Kadima pimpinan Menteri Luar Negeri Tzipi Livni akan meraih 24-25 kursi, dari 29 kursi Knesset yang dikuasainya sekarang. Sedangkan, mitranya yang berhaluan tengah-kiri Partai Buruh pimpinan Menteri Pertahanan Ehud Barak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan mengumpulkan 16-17 suara, dari 19 kursi yang sedang dikuasainya. Intinya, ternyata sukses ofensif militer 22 hari ke Gaza justru membuat popularitas Partai Buruh yang turut berkuasa menurun.&lt;br /&gt;Jika Likud yang memenangkan Pemilu Israel dan berkoalisi dengan partai agama yang terkenal rasis, maka nasib Palestina semakin tidak menentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk komprominya yang dicapai berkaitan dengan nasib perdamaian Timur Tengah. Kedua belah pihak berpendapat bahwa perdamaian dengan Palestina masih bersifat sementara dan belum final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana, mereka tidak akan mengikutkan Hamas dalam perundingan. Ironisnya, Hamas sendiri memiliki legitimasi dari warga Palestina dengan memenangkan pemilu legislatif 25 Januari 2006, dengan meraih 76 dari 132 kursi dalam pemilihan anggota parlemen Palestina secara demokratis. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Oleh: Aspiannor Masrie (Dosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fisip Unhas)&lt;br /&gt;sumber artikel: &lt;a href="http://fajar.co.id/index.php?act=news&amp;id=57041"&gt;www.fajar.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-7339756519166531614?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/7339756519166531614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=7339756519166531614' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7339756519166531614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7339756519166531614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/02/pemilu-israel-dan-prospek-palestina.html' title='Pemilu Israel dan Prospek palestina'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-6985485099390985887</id><published>2009-02-14T15:53:00.002+08:00</published><updated>2009-02-14T16:06:17.467+08:00</updated><title type='text'>Valentine Day dan Disorientasi Makna</title><content type='html'>Dalam kehidupan keseharian kita, istilah Valentine tampaknya telah poluler dan cukup familiar, terutama di kalangan muda-mudi, bahkan kaum tua. Karena itu, tidak heran jika hari romantis yang identik dengan warna pink ini, selalu diperingati setiap tahunnya melalui rangkaian acara tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian bermaknanya hari indah yang selalu dinantikan setiap insan kasmaran ini, sehingga siapapun merasa enggan melewati. Meskipun demikian, di balik suasana indah dan romantis dari peringatan tradisi yang berawal dari Eropa ini, ada pihak yang justru menunjukkan sikap tidak setuju.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja kaum fanatis agama. Dengan alasan bid�ah akan menganggap peringatan Valentine merupakan tradisi orang Barat. Bahkan dianggap sangat bertentangan secara diametral dengan kebiasaan masyarakat Timur (Islam), sehingga melarang muda mudi Islam untuk merayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bagi kalangan tertentu, tampak tidak mengaitkan tradisi ini dengan dominasi agama tertentu, melainkan tak lebih hanya sebagai ekspresi tradisi romantis. Lahirlah kondisi pro kontra dalam memaknai hari bahagia ini, yang jatuh pada setiap tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar Historis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara historis peringatan hari Valentine, ada yang menggangap berawal dari tradisi mengenang jasa seorang bernama Santo Valentine. Ia adalah seorang Pastor yang hidup di lingkungan kekuasaan Kaisar Cladius II di Romawi, yang notabene sangat kejam dan tanpa belas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan kekuasaan otoriternya, pertahanan keamanan melalui angkatan perang tangguh menurutnya adalah sebuah kemutlakan. Karena itu, para pemuda adalah aset kekuasaan utama untuk dibina menjadi prajurit dan bakal tergabung dari barisan pembela negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafa�ah Badawi Rafi� at-Tahtawi dalam "Islam in Transition: Moslem Perspectives", menjelaskan bahwa bangsa Romawi pernah mewajibkan setiap pemuda yang berusia 20 tahun agar mengucapkan sumpah setia untuk membela tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, masuk tentara pun menjadi keharusan, dan larangan kawin bagi kaum muda mudi juga diberlakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya, timbullah perkawinan secara tersembunyi bagi pasangan yang telah saling mencintai. Dalam kondisi seperti ini, Santo Valentine (Saint Valentino) bersama Santo Marius mengambil peran sebagai pembela dan menikahkan banyak pasangan secara diam-diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah perbuatan ini diketahui oleh pihak kaisar, maka iapun lalu mendapat hukuman atas tindakannya. Bahkan menurut cerita, kepalanya dipenggal oleh algojo sang kaisar dan iapun mengembuskan nafas terakhirnya tepat pada tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa kematian tersebut, kemudian dianggap sebagai momentum bersejarah yang harus diperingati. Hal ini terutama untuk mengenang jasa Santo Valentine, dalam membela pasangan kekasih dari aturan sang kaisar sekaligus membantu mewujudkan impian cinta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi Tradisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan roda waktu yang relatif panjang, menyebabkan semakin kaburnya kepastian tahun kejadiannya, kecuali yang tetap teringat adalah tanggal dan bulan. Bahkan pemaknaan terhadap akar sejarah dan kecenderungan merayakannya pun beragam di masing-masing tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-14 dan 15 di Eropa, timbul kecenderungan memperingati hari kematian tersebut dengan rangkaian acara romantis. Biasanya digelar pesta dansa, sekaligus kesempatan bagi para pemuda untuk menyatakan cinta pada gadis pilihan yang dinyatakan melalui tulisan pada selembar kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat namanya tercantum pada kertas bertulis dengan model tertentu itu, maka kesempatan baginya untuk memberi respons apakah ia menolak atau menerima. Karena itu, konon banyak pasangan berhasil mewujudkan impiannya hingga ke jenjang pernikahan dan berawal dari hari yang indah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan selanjutnya, isi hati di hari Valentine kemudian dinyatakan melalui surat cinta dengan aneka aksesori romantis yang melengkapi. Kemudian belakangan media yang digunakan sebagai ungkapan cinta, berubah menjadi benda menyerupai kado atau hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan mengungkapkan rasa cinta bertepatan dengan hari kematian Santo Valentine ini, yang bertahan hingga sekarang adalah pemberian hadiah atau kado, baik berupa benda berharga maupun jenis bunga (kembang). Modus perayaannya, biasa dilakukan melalui pesta gembira bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disorientasi Makna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaknaan terhadap hari Valentine (Valentine�s day) dewasa ini, tampaknya telah mengalami disorientasi dan cenderung kehilangan makna. Dengan prinsip kesan romantis dan tanpa minat mengetahui akar historis di balik makna peringatan, umumnya mereka larut dalam ragam acara perayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang berjauhan secara spasial-geografis, merayakan hari ini cukup sekadar mengirim ungkapan selamat melalui paket kado atau pemanfaatan fasilitas pesan singkat melalui SMS. Karena itu, kekuatan nilai (makna) melalui ungkapan rasa cinta lewat modus ini hanya tercermin secara simbolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui gaya berbeda, ada yang merayakan hari Valentine ini dengan pesta bersama yang ikuti oleh beberapa pasang kekasih. Dengan menggunakan warna khas, mereka pun tampak mengenakan pakaian berwarna serba pink. Mereka pun lalu larut dalam alunan musik Barat bersama suguhan minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum pemuja Valentine lain, juga ada yang merayakan dengan setting berbeda dan lebih mementingkan kesan asmara ketimbang hiburan. Karena itu, tidak heran jika jauh sebelumnya mereka telah mempersiapkan tempat romantis untuk dijadikan taman asmara yang tentu luar biasa kesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan bebas tanpa ikatan nikah pun terjadi, sehingga norma agama seolah tak kuasa membendung. Dalam kondisi seperti ini, kesakralan Valentine�s day pun tak lebih hanya sekadar sebuah cerita sejarah yang berdiri sendiri, di samping kisah kasih asmara dengan skenario lain pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan akar historis, eskpresi tradisi, dan gejala disorientasi makna dari perayaan hari Valentine tersebut, sangat menarik untuk dihubungkan dengan adanya anggapan sebagai produk agama. Bahkan cenderung dinilai sebagai paket misi tertentu, yang dikemas dalam bentuk tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas menunjukkan bahwa kekuatan dan daya pikat hari romantis ini, memang telah mengakar secara integratif dengan masyarakat lintas agama. Namun perlu dipahami pula bahwa perayaannya, sama sekali tidak menunjukkan adanya unsur agama kecuali tak lebih sebagai tradisi biasa yang dilestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis buku "The Structure of Social Action" (1937), Talcot Parson pernah mengatakan bahwa orientasi dan tindakan individu dipengaruhi oleh dua elemen dasar yakni orientasi motivasional dan orientasi nilai. Karena itu, tindakan dipengaruhi oleh dimensi kognitif, katektik, dan evaluatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kedudukan hari Valentine kurang lebih sama dengan produk teknologi dari dunia Barat yang diadopsi secara integratif oleh masyarakat dunia belahan Timur. Hal ini disebabkan oleh pertimbangan adanya nilai guna yang mendorong seseorang menggunakannya untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar pemikiran tersebut, maka perayaan hari Valentine seharusnya dipandang sebagai konstruk budaya. Sebab jika mengacu pada akar historisnya, sebenarnya peringatannya mengandung makna sakral dan romantis sehingga sering dimanfaatkan sebagai momen tepat untuk menyatakan isi hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah kemudian pemaknaannya beragam, setelah tradisi ini berada di tangan generasi selanjutnya. Karena itu, jika hal ini dianggap sebagai tindakan yang dilarang oleh agama (Islam), sepertinya hanya karena pengaruh sensitivitas pemikiran fanatik dan prasangka buruk atas kelompok lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan kacamata budaya dan pemikiran ilmiah rasional, seharusnya kita memandang perayaan hari Valentine sebagai ekspresi sebuah Great Tradition yang mendapat tempat pada masyarakat lintas budaya. Sebaliknya, tidak menganggap sebagai tradisi sesat yang bakal menjerumuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah tanpa hari Valentine, pergaulan bebas dan pesta miras juga tetap menjadi kencenderungan banyak orang? Karena itu, sepanjang Valentine hanya dimaknai sebagai momentum romantis tanpa aktivitas ganda yang terlarang, maka tentu saja sepantasnya di beri tempat di tengah-tengah kita.**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ahmadin (Dosen Fakultas Ilmu Sosial UNM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artikel dari: &lt;a href="http://fajar.co.id/index.php?act=news&amp;id=57238"&gt;www.fajar.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-6985485099390985887?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/6985485099390985887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=6985485099390985887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6985485099390985887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6985485099390985887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/02/valentine-day-dan-disorientasi-makna.html' title='Valentine Day dan Disorientasi Makna'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-6239867940134004584</id><published>2009-02-14T15:42:00.000+08:00</published><updated>2009-02-14T15:44:25.253+08:00</updated><title type='text'>Seputar Hari raya Valentine Day</title><content type='html'>Pada akhir-akhir ini ini telah tersebar dan membudaya perayaan hari Valentine terutama dikalangan pelajar dan mahasiswa, padahal ia merupakan salah satu dari sekian macam hari raya kaum Nashrani. Biasanya pakaian yang dikenakan berwarna merah lengkap dengan sepatu, dan mereka saling tukar menukar mawar merah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH HARI VALENTINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama Kristen lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam versi kedua, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine". Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Kristen bersama 46 kerabatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi ketiga menyebutkan ketika agama Kristen tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan "dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama tuhan Ibu" dengan kalimat "dengan nama Pendeta Valentine" sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak ABG muslimah yang ikut-ikutan dan mengekor pada budaya Barat atau Kristen akibat pengaruh televisi dan media massa lainnya. Termasuk pula dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya adalah mengenang kembali pendeta St.Valentine. Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila menyangkut perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Rasul telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: "Barang siapa meniru kebiasaan suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut." (HR. At-Tirmidzi). Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi ia bisa kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata, Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyembah salib. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai karena menyangkut persoalan aqidah dari pada perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. Abu Waqid radhiyallah 'anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah bersabda, "Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' (loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf asshalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci orang-orang kafir, memusuhi dan menyelisihi perilaku mereka. Serta mengetahui gaya hidup yang menyerupai orang kafir justru mengandung kerusakan yang lebih banyak.&lt;br /&gt;Selain itu mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang, lagi pula menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati kepada yang diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."(QS.Al-Maidah:51).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah Sunnah. Tidak ada suatu bid'ah pun yang dihidupkan kecuali saat itu ada suatu sunnah yang ditinggalkan. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka yang mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at shalatnya membaca, "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang remaja mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya. Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi perayaan ini adalah dari ritual agama lain. Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta kristiani dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka. Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga kita lihat struktur sosial mereka menjadi rusak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir. Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas Langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan: "Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (Al-Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FATWA ULAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama telah menasehatkan bahwa merayakan hari valentine tidak boleh, karena: Pertama, ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam. Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita). Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada saat umat Kristiani merayakan hari lahir Yesus (natal) sebagian umat Islam ikut-ikutan merayakan hari lahir Nabi Muhammad (Maulid). Demikian juga ketika umat Kristiani merayakan kenaikan Yesus Kristus ke Langit, sebagian umat Islam juga merayakan naiknya Rasululah ke Langit (Peristiwa Isra Mi’raj). Apabila umat Islam tersebut ditanya mengapa mereka melakukan hal seperti itu padahal Rasululllah tidak pernah memerintahkannya maka anda akan mendapatkan 1001 jawaban dan alasan yang tidak satupun bersumber pada dalil shahih. Bahkan anda yang tidak merayakannya akan dicap dengan sebutan Wahabi yang maksudnya mengacu kepada Masyarakat Saudi Arabia yang tidak pernah melakukan kegiatan tersebut. Semoga kita bisa merenungi kembali hal ini dan berusaha mempelajari kembali Islam berdasar AlQuran dan AsSunnah yang shahih, karena sebaik apapun amal ibadah yang kita lakukan tanpa tuntunan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam maka ia akan tertolak, sekalipun banyak orang yang melakukannya. Perbuatan seseorang tidaklah boleh dijadikan alasan untuk membenarkan suatu tindakan. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda “Siapa yang mengada-ada dalam urusan agama kami ini yang bukan (berasal) dariku, maka dia tertolak” (HR.Bukhari-Muslim). Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah ujian hidup yang tampak maupun yang tersembunyi dan meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.(Al Balagh)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sumber artikel: &lt;a href="http://www.wahdah.or.id/wis/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1209&amp;Itemid=188"&gt;www.wahdah.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-6239867940134004584?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/6239867940134004584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=6239867940134004584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6239867940134004584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6239867940134004584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/02/seputar-hari-raya-valentine-day.html' title='Seputar Hari raya Valentine Day'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-8823627769056422142</id><published>2009-02-14T15:22:00.001+08:00</published><updated>2009-02-14T15:41:09.465+08:00</updated><title type='text'>Remaja Muslim, Valentine's Day dan Perlawanan Budaya</title><content type='html'>Setiap tanggal 14 Pebruari ada hiruk pikuk remaja dunia. Mereka punya hajat besar dengan merayakan sebuah hari yang dikenal dengan Valentine’s Day (Hari Valentine).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiruk pikuk itu kini membudaya. Tak peduli itu di kalangan Kristen Barat, Hindu India ataupun muslim Indonesia. Lantas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pertanyaan yang patut kita kemukakan. Apa sebenarnya Valentine’s Day itu? Apakah esensinya? Dan bolehkan remaja muslim ikut berkecimpung merayakannya? Apakah perayaan itu bagian dari kultur dan peradaban Islam sehingga kita harus ikut menyemarakkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Background Historis Valentine’s Day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai versi tentang asal muasal Valentin’s Day ini. Beberapa ahli mengatakan bahwa ia berasal dari seorang yang bernama Saint (Santo) Valentine seorang yang dianggap suci oleh kalangan Kristen yang menjadi martir karena menolak untuk meninggalkan agama Kristiani. Dia meninggal pada tanggal 14 Pebruari 269 M., di hari yang sama saat dia menyerahkan ucapan cinta. Dalam legenda yang lain disebutkan bahwa Saint Valentine meninggalkan satu catatan selamat tinggal pada seorang gadis anak sipir penjara yang menjadi temannya. Dalam catatan itu dia menuliskan tanda tangan yang berbunyi “From Your Valentine” ada pula yang menyebutkan bahwa bunyi pesan akhir itu adalah “Love From Your Valentine.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lain menyebutkan bahwa Valentine mengabdikan dirinya sebagai pendeta pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Claudius kemudian memenjarakannya karena dia menentang Kaisar. Penentangan ini bermula pada saat Kaisar berambisi untuk membentuk tentara dalam jumlah yang besar. Dia berharap kaum lelaki untuk secara suka rela bergabung menjadi tentara. Namun banyak yang tidak mau untuk terjun ke medan perang. Mereka tidak mau meninggalkan sanak familinya. Peristiwa ini membuat kaisar naik pitam. Lalu apa yang terjadi? Dia kemudian menggagas ide “gila”. Dia berpikiran bahwa jika laki-laki tidak kawin, maka mereka dengan tidak segan-segan akan bergabung menjadi tentara. Makanya, dia memutuskan untuk tidak mengijinkan laki-laki kawin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan remaja menganggap bahwa ini adalah hukum biadab. Valentine juga tidak mendukung ide gila ini. Sebagai seorang pendeta dia bertugas menikahkan lelaki dan perempuan. Bahkan setelah pemberlakuan hukum oleh kaisar, dia tetap melakukan tugasnya ini dengan cara rahasia dan ini sungguh sangat mengasyikkan. Bayangkan dalam sebuah kamar hanya ada sinar lilin dan ada pengantin putra dan putri serta Valentine sendiri. Peristiwa perkawinan diam-diam inilah yang menyeret dirinya ke dalam penjara dan akhirnya dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian dia selalu bersikap ceria sehingga membuat beberapa orang datang menemuinya di dalam penjara. Mereka menaburkan bunga dan catatan-catatan kecil di jendela penjara. Mereka ingin dia tahu bahwa mereka juga percaya tentang cinta dirinya. Salah pengunjung tersebut adalah seorang gadis anak sipir penjara. Dia mengobrol dengannya berjam-jam. Di saat menjelang kematiannya dia menuliskan catatan kecil “Love from your Valentine." Dan pada tahun 496 Paus Gelasius menseting 14 Pebruari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine. Akhirnya secara gradual 14 Pebruari menjadi tanggal saling tukar menukar pesan kasih dan Saint Valentine menjadi patron dari para penabur kasih. Tanggal ini ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga dan gula-gula. Bahkan sering pula ditandai dengan adanya kumpul-kumpul atau pesta dansa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan di atas kita tahu bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kisah cinta Valentine ini merupakan kisah cinta milik kalangan Kristen dan sama sekali tidak memiliki benang merah budaya dan peradaban dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kenapa remaja-remaja muslim ikut larut dan merayakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jawaban yang bisa kita berikan terhadap pertanyaan tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, remaja muslim kita tidak tahu latar belakang sejarah Valentine’s Day sehingga mereka tidak merasa risih untuk mengikutinya. Dengan kata lain, remaja muslim banyak yang memiliki kesadaran sejarah yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adanya anggapan bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki muatan agama dan hanya bersifat budaya global yang mau tidak mau harus diserap oleh siapa saja yang kini hidup di – untuk meminjam McLuhan - global village.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, keroposnya benteng pertahanan relijius remaja kita sehingga tidak mampu lagi menyaring budaya dan peradaban yang seharusnya mereka “lawan” dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, adanya perasaan loss of identity kalangan remaja muslim sehingga mereka mencari identitas lain sebagai pemuas keinginan mendapat identitas global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, hanya mengikuti trend yang sedang berkembang agar tidak disebut ketinggalan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, adanya pergaulan bebas yang kian tak terbendung dan terjadinya de-sakralisasi seks yang semakin ganas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih ada deretan jawaban lain yang bisa diberikan terhadapa pertanyaan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, Valentine’s Day dan Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita lihat pada bahasan di atas bahwa Valentine Day merupakan peringatan “cinta kasih” yang diformalkan untuk mengenang sebuah peristiwa kematian seorang pendeta yang mati dalam sebuah penjara. Yang kemudian diabadikan oleh gereja lewat tangan Paus Gelasius. Maka merupakan sebuah kurang cerdas jika kaum muslim—dan secara khusus kalangan remajanya—ikut melestarikan budaya yang sama sekali tidak memiliki ikatan historis, emosioal dan religius dengan mereka. Keikut sertaan remaja muslim dalam “huru-hura” ini merupakan refleksi kekalahan mereka dalam sebuah pertarungan mempertahankan identitas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada sebagian remaja yang akan bertanya : Kenapa memperingati sebuah tragedi cinta itu tidak boleh dilakukan? Apakah Islam melarang cinta kasih? Bukankah Islam menganjurkan pemeluknya kasih pada sesama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang menyangkal bahwa Islam tidak melarang cinta kasih. Islam sendiri adalah agama kasih dan menjunjung cinta pada sesama. Dalam Islam cinta demikian dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, kudus dan sakral. Islam sama sekali tidak phobi terhadap cinta. Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun demikian Islam tidak menjadikan cinta sebagai komoditas yang rendah dan murahan. Cinta yang merupakan perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihanya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang dalam Islam dibagi menjadi tiga tingkatan yang kita tangkap dari ayat Al-Quran: "Katakanlah : Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kerabat-kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kami khawatirkan kerusakannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu senangi lebih kau cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (Q. S. At-Taubah : 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini menjadi jelas kepada kita semua bahwa cinta tingkat pertama adalah cinta kepada Allah., Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya yang kemudian disebut dengan cinta hakiki, kemudian cinta tingkat kedua adalah cinta kepada orang tua, isteri, kerabat, dan seterusnya. Sedangkan cinta tingkat ketiga adalah cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak isteri melebih cinta pada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta hakiki akan melahirkan pelita. Cinta hakiki yang dilahrikan iman akan senantiasa memberikan kenikmatan-kenikmatan nurani. Cinta hakiki akan melahirkan jiwa rela berkorban dan mampu menundukkan hawa nafsu dan syahwat birahi. Cinta akan menjadi berbinar tatkala orang yang memilikinya mampu menaklukkan segala gejolak dunia. Cinta Ilahi akan menuntun manusia untuk hidup berarti dan setelah itu mati—untuk meminjam kata Khairil Anwar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memandang cinta kasih itu sebagai rahmat. Maka seorang mukmin tidak dianggap beriman sebelum dia berhasil mencintai saudaranya laksana dia mencinta dirinya sendiri (HR. Muslim), perumpamaan kasih sayang dan kelembutan seorang mukmin adalah laksana kesatuan tubuh; jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, maka akan merasakan pula tubuh yang lainnya : tidak bisa tidur dan demam (Bukhari Muslim). Seorang mukmin memiliki ikatan keimanan sehingga mereka menjadi laksana saudara (Al-Hujarat : 13), dan cinta yang meluap sering kali menjadikan seorang mukmin lebih mendahulukan saudaranya daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan (Al-Hasyr : 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata Islam mencinta dan dicinta itu adalah “risalah” suci yang harus ditumbuhsuburkan dalam dada setiap pemeluknya. Makanya Islam menghalalkan perkawinan dan bahkan pada tingkat mewajibkan bagi mereka yang mampu. Islam tidak menganut “selibasi” yang mengibiri fitrah manusia seperti yang terjadi dalam ajaran Kristen dan Hindu, serta Budha yang menganut sistem sosial yang dikenal dengan kependetaan. Sebab memang tidak ada rahbaniyah dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine Day yang merupakan ungkapan kasih selain “hamil” nilai-nilai relijus yang bukan bagian dari agama kita juga saat ini dirayakan dengan menonjolkan aksi-aksi permisif. Dengan lampu remang, dan lilin-lilin temaram. Peniruan pada perilaku agama lain dan sekaligus melegalkan pergaulan bebas inilah yang tidak dibenarkan dalam pandangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dan Perlawanan Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai agama pamungkas Islam dengan tegas memposisikan diri sebagai agama yang diridhai Allah dan siapa saja yang ingin mencari agama selain Islam maka agamanya tidak akan diterima (Lihat : Ali Imran ayat 19 dan 185). Dan sebagai agama terakhir Islam telah melakukan beberapa pembenaran dari berbagai penyelewengan yang terjadi dalam agama Kristen dan agama Yahudi. Islam mengharuskan pemeluknya untuk membentengi diri dari semua budaya yang datang dari kalangan Yahudi dan Kristen. Kaum muslimin harus memiliki budaya dan identitasnya sendiri yang bersumber pada norma dan ajaran agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki kaitan sejarah dengan Islam, maka menjadi tugas semua remaja Islam untuk menghindari dan tidak ikut serta dalam sebuah budaya yang tidak bersumber dari ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine’s Day bukanlah simbol dan identitas remaja muslim karena ia merupakan hari raya kalangan remaja Kristen. Dan kita persilahkan saudara-saudara kita dari remaja kalangan Kristen untuk merayakannya sesuai dengan keyakinan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hadits yang sangat terkenal yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah bersabda : Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka (Abu Daud). Hadits ini mengisyaratkan bahwa meniru-niru budaya-reliji orang lain yang tidak sesuai dengan tradisi Islam memiliki resiko yang demikian tinggi sehingga orang tersebut akan dianggap sebagai bagian dari orang yang ditiru. Sebagaimana juga firman Allah, Barang siapa diantara kamu menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonga mereka. (Al-Maidah : 51). Sabda Rasulullah, "Kau akan bersama-sama dengan orang yang siapa yang kau cintai." (Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh yang bisa kita kemukakan dari kontra-kultural yang dilakukan Rasulullah untuk mengokohkan identitas umatnya. Saat Rasulullah datang ke Madinah dia melihat penduduk Madinah bersuka ria dalam dua hari. Kemudian Rasulullah bertanya : Hari apa dua hari itu? Pada sahabat menjawab : Dua hari tadi adalah hari dimana kami bermain-main dan bersuka cita di masa jahiliyah! Maka bersabdalah Rasulullah : Sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian : Iedul Adha dan Iedul Fithri (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah misalnya melarang umatnya makan dengan tangan kiri karena cara itu adalah cara makan syetan. (HR. Muslim) Larangan Rasulullah untuk kembali memperingati 2 hari dimana orang-orang Madinah biasa bermain di zaman jahiliyah merupakan perlawanan budaya terhadap budaya jahilyah dan digantikan dengan budaya-reliji baru. Sedangkan pelarangannya agar tidak makan dengan tangan kiri juga merupakan perang etika Islam dengan etika syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak menghendaki kaum muslimin menjadi “buntut” budaya lain yang berbenturan nilai-nilainya dengan Islam. Peringatan Allah pada ayat di atas membersitkan pencerahan pada kita semua bahwa Islam dengan ajarannya yang universal harus dijajakan dengan rajin pada dunia mengenal Islam dengan cara yang benar dan agar Islam menjadi “imam” peradaban dunia kembali. Sebab kehancuran peradaban Islam telah menimbulkan kerugian demikian besar pada tatanan normal manusia yang terkikis secara moral dan ambruk secara etika. Kemunduran peradaban Islam telah menjebak dunia pada arus kegelapan akhlak dan moralitas. Kehancuran peradaban Islam ini oleh Hasan Ali An-Nadawi dianggap sebagai malapetaka terbesar dalam perjalanan peradaban manusia. Dia berkata, “Kalaulah dunia ini mengetahui akan hakikat malapetaka ini, berapa besar kerugian dunia dan kehilangannya dengan kejadian ini, pastilah dunia hingga saat ini akan menjadikan kemunduran kaum muslimin sebagai hari berkabung yang penuh sesal, tangis dan ratapan. Setiap bangsa di dunia ini akan mengirimkan tanda berduka cita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menimpa remaja muslim saat ini tak lebih dari dampak keruntuhan peradaban Islam yang sejak lama berlangsung. Remaja muslim masa kini yang “buta” terhadap peradabannya sendiri diakibatkan munculnya serangan budaya yang gencar menusuk jantung pertahanan budaya kaum muslimin. Kemampuan mereka untuk bertahan dengan ideal-ideal Islam yang rapuh menjadikan mereka terseret arus besar peradaban dunia yang serba permisif, hedonis dan materialistik. Lumpuhnya pertahanan mereka terhadap gencarnya serangan budaya lain yang terus menggelombung menjadikan mereka harus takluk dan menjadi “budak” budaya lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudah saatnya bagi remaja muslim untuk memacu diri melakukan gerilya besar dengan mengusung nilai-nilai Islam sehingga dia mampu mengendalikan diri untuk tidak terpancing apalagi larut dengan budaya-reliji lain. Generasi muda muslim hendaknya mampu membangun benteng-benteng diri yang sulit ditembus oleh gempuran-gempuran perang pemikiran yang setiap kali akan mengoyak-ngoyak benteng pertahanan imannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan budaya ini akan bisa dilakukan jika remaja muslim mampu mendekatkan dirinya dengan poros ajaran Islam dan mampu melakukan internalisasi diktum-diktum itu ke dalam kalbu, dan sekaligus terkejawantahkan ke dalam aksi. Remaja muslim yang mampu menjadikan keimanannya “hidup” akan mampu bergumul dan bahkan memenangkan pertarungan yang sangat berat di hadapannya. Remaja muslim yang dengan setia menjadikan Al-Quran dan Hadits sebagai panduan hidupnya akan mampu menjadi seorang muslim tahan banting dan imun terhadap virus budaya global yang mengancam identitasnya. Seorang remaja muslim yang menjadi the living Quran akan mampu melakukan kontra aksi terhadap semua tantangan yang dihadapinya. Dia akan mampu menangkis serangan informasi satu arah yang kini datang dari Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mesti dilakukan oleh kalangan muda Islam di zaman serba kompleks ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan saya tidak ada yang lebih baik untuk dilakukan kecuali kita semua kembali merapatkan jiwa dan kesadaran kita ke akar norma agama kita sendiri, lalu kita gali sedalam-dalamnya, kita renungkan semaksimal mungkin, kita aplikasikan dalam hidup ini. Dan kita pasarkan ajaran-ajaran Islam itu dengan sepenuh raga dan jiwa. Hanya dengan spirit berjuang yang tinggi dan komitmen yang kuat remaja muslim akan lahir kembali dalam sosok yang cemerlang dengan Islam sebagai panji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Samson Rahman, Alumni International Islamic University, Islamabad, Pakistan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber artikel:&lt;a href="http://swaramuslim.com/more.php?id=A1465_0_1_0_M"&gt; www.swaramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-8823627769056422142?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/8823627769056422142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=8823627769056422142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/8823627769056422142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/8823627769056422142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/02/remaja-muslim-valentines-day-dan.html' title='Remaja Muslim, Valentine&apos;s Day dan Perlawanan Budaya'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-6026926512791426256</id><published>2009-02-08T17:21:00.002+08:00</published><updated>2009-02-08T17:24:28.604+08:00</updated><title type='text'>Negeri Adat Batu Merah Gelar Saniri Besar sikapi Bentrok Antar Warga</title><content type='html'>AMBON – Negeri Adat desa Batu Merah, Kota Ambon akan menggelar Saniri (Pertemuan) besar Negeri Adat menyikapi bentrokkan antar warga Pelau dan Kailolo di kota Ambon. Saniri negeri tersebut akan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Negeri adat Batu Merah. Raja Negeri Batu Merah. Awat Ternate mengatakan Saniri Besar tersebut digelar untuk membicarakan soal keamanan Negeri Batu Merah, termasuk warga Pelau dan Kailolo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Saniri Negeri, para tokoh yang hadir nantinya akan membuat komitmen bersama untuk menjaga keamanan di Negeri Batu Merah dan kota Ambon.&lt;br /&gt;Raja Negeri Batu Merah, Awat Ternate mengaku Saniri negeri harus segera dilakukan mengingat dalam beberapa bulan terakhir terjadi bentrok antar kelompok warga, seperti Pelau – Kailolo, Geser – Kabau dan Siri Sori – Kulur. Dia berharap dengan adanya Saniri Besar Negeri Batu Merah ini dapat mengeratkan tali persaudaraan antar kelompok warga tersebut. Dia menghimbau warga Batu Merah dan kota Ambon untuk tidak terpancing dengan berbagai isu dan bentuk provokator dari berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab. DMS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber berita: &lt;a href="http://dmsfm.com"&gt;www.dmsfm.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-6026926512791426256?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/6026926512791426256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=6026926512791426256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6026926512791426256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6026926512791426256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/02/negeri-adat-batumerah-gelar-saniri.html' title='Negeri Adat Batu Merah Gelar Saniri Besar sikapi Bentrok Antar Warga'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-90187828989951113</id><published>2009-02-08T16:50:00.002+08:00</published><updated>2009-02-08T16:54:55.159+08:00</updated><title type='text'>Antara Obama, Israel dan Konflik Timur Tengah</title><content type='html'>ditulis oleh: Supriyadi, S.Si&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44, dunia merasakan angin perubahan. Dunia berharap banyak pada Obama. Setidaknya bisa merealisasikan janji-janjinya saat kampanye, yakni perubahan. Obama dianggap sebagai sosok yang mampu merubah citra amerika di mata dunia. Amerika dengan segala organsinya. Amerika yang terlalu banyak ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Amerika yang tak segan-segan menjatuhkan sanksi ekonomi bahkan agresi meliter terhadap negara yang dianggap tak sejalan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya harapan dunia hanya harapan kosong. Amerika bukanlah negara demokratis sebagaimana mereka dengungkan. Pemilu di amerika hanyalah dagelan politik murahan buatan zionis yahudi. Siapapun yang akan menjadi presiden di amerika harus mendapat restu yahudi. Tak terkecuali Barack Obama. Sehingga mengharap sesuatu terhadap obama sama dengan mengharap pada yahudi. Seluruh sepak terjang presiden amerika serikat merupakan refleksi kepentingan yahudi. Presiden tidak ubahnya wayang yang dikendalikan oleh dalangnya yakni yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di amerika, yahudi menanamkan hegemoninya begitu dalam. Seluruh kegiatan politik amerika baik di dalam maupun di luar akan dipantau secara langsung oleh lembaga lobi yahudi yaitu AIPAC (American Israel Public Affairs Committee). Lembaga resmi ini didirikan tahun 1950-an. Kelompok lobi ini, dibangun oleh komunitas Yahudi Amerika untuk menjaga kepentingan Israel. AIPAC memiliki lima atau enam pelobi resmi di Kongres dengan staf berjumlah 150 orang, dengan dukungan budget tahunan sebesar 15 juta dollar. Dana yang antara lain mereka kumpulkan dengan cara “memeras” diaspora Yahudi yang tinggal di Amerika. Mengeksploitasi perasaan bersalah para diaspora yang dianggap hidup enak di negeri orang, sementara saudaranya yang tinggal di Israel setiap hari harus berhadapan dengan intifada atau bom bunuh diri dari kelompok pejuang Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain AIPAC, masih ada Conference of Presidents of Major Jewish Organizations (CPMJO). Menurut riset National Journal pada Maret 2005 dan Forbes pada 1997, dalam hal melobi Washington, AIPAC hanya kalah oleh Asosiasi Pensiunan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka didukung tokoh-tokoh terkemuka Kristen Evangelis seperti Gary Bauer, Jerry Falwell, Ralph Reed, Pat Robertson yang bernaung di bawah bendera The American Alliance of Jews and Christians (AAJC). Kelompok ini muncul pada Juli 2002 dipimpin Bauer dan Rabi Daniel Lapin. "Prioritas utama saya dalam kebijakan luar negeri adalah melindungi Israel," ujar Dick Armey, seorang Kristen Zionis, mantan orang kuat di parlemen, dua bulan setelah AAJC berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;George Sunderland, nama pena anggota Kongres AS, dalam situsnya, www.counterpunch.org, menulis, lobi Israel di Kongres terus menguat dari tahun ke tahun. Pemain utamanya AIPAC. "Bukan cuma karena uang yang mereka berikan (kepada para politikus), mereka juga bisa menghukum secara politis," tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagalnya senator dari Illinois, Charles Percy, kembali ke Capitol Hill pada 1984, misalnya, diduga karena lobi AIPAC. Mereka marah gara-gara Percy mendukung penjualan pesawat pengintai Awacs kepada Arab Saudi dan mengkritik Israel. Direktur Eksekutif AIPAC, Tom Dine, mengisyaratkan itu dalam sambutannya di Toronto tahun yang sama. "Semua orang Yahudi bersatu untuk menyingkirkan Percy," katanya. "Ini pesan bagi para politisi Amerika."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pemerintahan, lobi Yahudi menancapkan kukunya dengan membantu biaya kampanye kandidat baik dari Republik maupun Demokrat. Koran Washington Post pada 2003 menghitung, 60 persen dari dana kampanye para calon presiden Demokrat berasal dari pengusaha Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerusalem Post pada 2000 melaporkan: Yahudi menyumbang 50 persen dana kampanye Bill Clinton pada 1996! Jimmy Carter pun, pernah dibuat "keder" oleh kelompok lobi. Carter sebenarnya ingin mengangkat George Ball, yang kritis terhadap Israel, sebagai Menteri Luar Negeri, tapi takut akan lobi Israel, dia akhirnya hanya menjadikan Ball wakil Menlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael Massing di The New York Review of Book edisi 8 Juni 2006 menulis, kebijakan AIPAC sangat bergantung pada para direkturnya yang dipilih berdasarkan kekayaan. Yang paling berpengaruh adalah Robert Asher, Edward Levy, Mayer Mitchell, dan Larry Weinberg. Celakanya, empat pengusaha kaya-raya yang dikenal sebagai "Gang of Four" ini, menurut editor di Columbia Journalism Review itu, tak peduli terhadap mayoritas Yahudi di AS yang cinta damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memenangkan dukungan AS atas konflik Palestina, prestasi terbesar lobi Isreal, memaksa AS menginvasi Irak. Perang tersebut Didorong oleh niat menciptakan situasi lebih aman bagi Israel (di Timur Tengah). Demikian fakta yang dipaparkan Philip Zelikow, mantan anggota badan penasihat presiden AS untuk urusan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zelikow, Irak tak mengancam AS, melainkan Israel. Bukti lain, tajuk mantan perdana menteri Ehud Barak dan Benjamin Netanyahu di Wall Street Journal yang mendesak pemerintah Bush "menindak" Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuatnya lobi israel di amerika telah berhasil memaksa amerika untuk membarikan bantuan sebesar 3 milliar dolar per tahun pada israel. Bantuan ini merupakan seperlima bantuan luar negeri Amerika. "Buku hijau" Badan Amerika untuk Pembangunan Internasional (USAID) mencatat, hingga 2003, total pinjaman dan hibah yang diterima Israel lebih dari US$ 140 miliar atau Rp 1.260 triliun, dua kali lipat anggaran Indonesia pada tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain soal dana, dukungan amerika juga diaplikasikan pada PBB. Tercatat sejak tahun 1972 sampai tahun 2006, sudah 66 resolusi PBB yang berhubungan dengan eksistensi israel di palestina diveto amerika. Ini belum termasuk resolusi setelah tahun tersebut plus resolusi terakhir saat israel melancarkan agresinya di gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelobi juga menguasai media. "Komentator Timur Tengah (di AS) didominasi oleh orang-orang yang tak mampu mengkritik Israel," kata Eric Alterman, profesor Inggris di Brooklyn College yang juga komentator media, di MSNBC.com, Maret 2002. Dia mensurvei 66 komentator; hanya lima yang berani mengambil posisi pro-Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama sendiri saat kampanye didukung penuh oleh Yahudi. Situs surat kabar Israel Haaretz, Rabu (22/10), memuat laporan tentang tokoh-tokoh Yahudi AS yang memainkan peran penting dalam proses pemilu dan kampanye presiden di Negeri Paman Sam itu dibawah judul "36 Jews Who Have Shaped the 2008 U.S. Election".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 36 nama tersebut terdapat nama-nama penggalang dana kampanye bagi Obama yaitu: Sheldon Adelson seorang Republikan, neokonservatif dan seorang 'mega-donor', Sherry Lansing penggalang dana dan donatur utama Partai Demokrat, pernah menjadi perempuan pertama yang memimpin Paramount, salah satu studio film terkemuka di Hollywood, Eli Pariser memimpin situs MoveOn.org, situs advokasi online beraliran liberal yang menggalang dana untuk kandidat presiden dari Partai Demokrat, Penny Pritzker ketua nasional bidang keuangan kampanye Obama, seorang milyader berasal dari keluarga Yahudi yang dikenal kerap menjadi donatur besar, Denise Rich mantan istri milyader March Rich, seorang penggalang dana terbesar bagi Partai Demokrat, Barbra Streisand penyanyi terkenal yang menjadi ikon Yahudi-liberal dan penggalang dana bagi Yahudi, mendukung Obama dan berhasil menggalang dana sebesar 25.800 dollar dari kalangan selebritis Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data di atas menjawab semua pertanyaan soal besarnya dana kampanye Obama saat itu. Dunia tahu bagaimana kampanye obama yang menghabiskan jutaan dolar. Semua dana tersebut bukan berasal dari partai demokrat atau kantung pribadi obama. Sebagian dana tersebut suntikan dari para donatur yahudi. Imbalannya, obama harus mendukung penuh seluruh kepentingan Yahudi baik di amerika, palestina maupun dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat begitu kuatnya lobi yahudi di amerika, dan siapapun yang ingin jadi presiden harus dapat restu yahudi, maka tak heran jika obama harus mengais restu yahudi dengan bersembahyang di tembok ratapan. Tak hanya itu, pada masa kampanyenya Obama banyak mengunjungi komunitas Yahudi dan sinagog-sinagog. Bahkan jauh-jauh hari sebelum ia mencalonkan diri menjadi presiden, pada tahun 2006, Obama pernah berkunjung ke Israel dan menengok keluarga Israel yang rumahnya hancur akibat serangan roket Katyusha. Sebulan kemudian, ketika pecah perang Hizbullah-Israel, Obama dengan tegas mengatakan bahwa Israel berhak membela diri. Hal inilah yang membuat obama dilirik yahudi ketimbang McCain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan Obama saat kampanye ke Israel juga dilakukan ke permukiman Sidrot dekat Jalur Gaza yang menjadi sasaran kelompok perjuang perlawanan Palestina sebagai respon atas kejahatan Israel. Obama mengkritik ‘aksi terorisme’ terhadap Israel, menunjuk perlawanan Palestina dan persenjataan Hizbullah Libanon dan system pemerintahan Iran. Obama menolak Israel melakukan perundingan langsung dengan Hamas dan itu sikap resmi AS sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lainnya yang membuat publik Yahudi menggantungkan harapannya pada Obama adalah sikap Obama terhadap kelompok pejuang Hamas di Palestina. Obama menyatakan akan bersikap tegas terhadap Hamas sampai Hamas mau mengakui eksistensi Israel. Obama juga menyalahkan para pemimpin Palestina yang dianggapnya sebagai penyebab penderitaan rakyat Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Pemilu di AS, dirinya tidak mau bertemu dengan Asosiasi Muslim Amerika. Selain suara muslim tidak begitu signifikan, obama takut dengan tekanan Yahudi. Bagi Obama sendiri  kalau dia punya kedekatan negara Islam, justru itu akan menjadi kredit negatif. Itulah sebabnya dia matian-matian meyakinkan publik amerika kalau Husein dalam namanya tidak ada hubungan apapun dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tak kalah menariknya adalah komposisi orang-orang di belakang obama. Secara mengejutkan pasca kemenangannya, obama memilih Rahm Emanuel, seorang mantan tentara Israel pada masa Perang Teluk sebagai kepala staff Gedung Putih. Emanuel dikenal sebagai seorang Yahudi garis keras sehingga dijuluki "Rahmbo" oleh lawan-lawan politiknya. Emanuel pula yang menemani Obama saat memberikan pidato pro Israelnya di hadapan AIPAC sekaligus mengatur pertemuan antara Obama dan jajaran eksekutif AIPAC. Ayah Rahm, Dr. Benjamin Emanuel memuji keputusan Obama dan mengatakan penunjukkan puteranya adalah pertanda baik bagi Israel. "Jelas dia (Rahm) akan mempengaruhi presiden agar pro Israel," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Rahm Emanuel, obama menunjuk Hillary Clinton sebagai Menteri Luar Negeri. Dunia tahu sepak terjang senator New York ini. Seorang mantan ibu negara yang secara membabi buta mendukung isreal. Para diplomat tahu bahwa sikap Clinton terhadap Suriah lebih keras dibandingkan Obama dalam kampanyenya. Bahkan ia pernah mengajukan saran pada pemerintah amerika untuk memveto resolusi PBB yang dirasa merugikan israel di palestina. Tak heran jika Israellah yang paling berbahagia dengan terpilihnya Hillary Clinton sebagai menlu kabinet Obama. PM interim Israel Ehud Olmert langsung mengucapkan selamat pada Clinton dan mengatakan bahwa Clinton adalah sahabat Israel dan orang-orang Yahudi. "Saya yakin, dengan jabatan barunya Clinton akan melanjutkan hubungan khusus yang lebih baik antara AS dan Israel," kata Olmert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Hillary, obama juga mengangkat Robert Gates untuk tetap pada posisinya sebagai Menteri Pertahanan AS. Padahal Siapapun tahu sepak terjangnya pada masa pemerintahan bush junior. Meskipun Gates akan diberi perintah baru untuk menarik seluruh pasukan tempur Amerika dari Irak dalam waktu 16 bulan. Namun warna pemerintahan bush yang beraroma yahudi dengan tindakan terornya tetap jelas terlihat melalui Gates. Walaupun mungkin pendekatannya tidak seekstrim Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam urusan Timur Tengah, sikap pemerintahan obama sudah jelas. Medukung sepenuhnya Israel. Sebelum resmi menjabat sebagai menlu, Hillary sudah menyampaikan pandangannya soal israel. “Mengenai israel, anda tidak dapat berunding dengan Hamas hingga kelompok itu melepaskan kekerasan, mengakui Israel dan setuju untuk mematuhi perjanjian pada masa lalu. Itu benar-benar bagi saya absolut," Clinton mengatakan pada dengar pendapat pengesahan jabatannya di Senat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itulah sikap pemerintah AS. Itulah sikap presiden-terpilih," katanya setelah seorang senator memberi kesan bahwa "naif dan tidak logis" untuk berdiplomasi dengan pemerintah yang menentang Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta di atas memberikan gambaran pada kita kemana arah pemerintahan obama 4 tahun ke depan. Yang jelas hubungan manis antara Washington-Tel Aviv tidak akan terganggu oleh pemerintahan obama. Sebaliknya, eksistensi israel di amerika dan palestina akan semakin kuat sekuat dukungan amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika akan tetap seperti amerika yang dulu. Secara membabi buta mendukung israel. Dan akan terus memberikan bantuan dana pada israel yang setiap tahunnya sebesar $3 miliar. Negara yang akan terus memveto resolusi PBB yang dianggap mengancam eksistensi israel di palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja warga amerika mau mendengar dan menjalankan ramalan Benjamin Franklin tahun 1789, mungkin amerika, palestina, dan dunia tidak segelap sekarang. Dia mengingatkan bahaya yang akan ditimbulkan oleh yahudi di kemudian hari jika mereka dibiarkan berada di amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benjamin menuliskan peringatannya sebagai berikut: “Di sana ada bahaya besar yang mengancam Amerika. Bahaya itu adalah orang-orang yahudi. Di bumi manapun orang yahudi itu berdiam, mereka selalu menurunkan tingkat moral kejujuran dalam dunia komersial.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ia menulis: “Jika orang-orang yahudi tidak disingkirkan dari amerika dengan kekuatan undang-undang, maka dalam waktu 100 tahun mendatang mereka akan menguasai dan menghancurkan kita dengan mengganti bentuk pemerintah yang telah kita perjuangkan dengan darah, nyawa, harta, dan kemerdekaan pribadi kita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ramalan tersebut telah terbukti. Sehingga sulit bagi kita mengharapkan obama menyelesaikan konflik di timur tengah khususnya Palestina secara bijak apalagi yang sifatnya menguntungkan palestina. Setiap gerak-gerik dan kebijakannya akan selalu diawasi sepenuhnya oleh lobi israel. Tangan-tangan gurita lobi segera akan memotong seluruh kebijakan obama yang dianggap merugikan israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan solusi positif bagi palestina yang sifatnya menguntungkan palestina umumnya dan Pemerintahan Hamas khususnya berarti akan mengancam eksistensi Israel. Dan itu tidak akan pernah dibiarkan oleh lobi-lobi israel di Washington. Obama harus membayar mahal dukungan israel padanya dalam rangka membantunya menjadi orang nomor satu amerika. Jika tidak, bersiaplah untuk menerima konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, berharap pada obama sama seperti mengharap oase di padang gurun. Obama akan terlebih dahulu membayar “hutang” pada para pendukungnya yang telah mengantarkan menjadi presiden ketimbang urusan lain. Dan itu akan terus berlanjut pada presiden-presiden pasca obama sampai lobi yahudi benar-benar hilang dari amerika sebagaimana harapan Bejamin Franklin. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Penulis warga Bandar Lampung yang sekarang bekerja di Banda Aceh NAD sebagai dosen Perguruan Tinggi Swasta di Banda Aceh, Pemerhati masalah Timus Tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber artikel: &lt;a href="http://eramuslim.com"&gt;www.eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-90187828989951113?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/90187828989951113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=90187828989951113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/90187828989951113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/90187828989951113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/02/antara-obama-israel-dan-konflik-timur.html' title='Antara Obama, Israel dan Konflik Timur Tengah'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-8648371034074693028</id><published>2009-02-08T13:27:00.002+08:00</published><updated>2009-02-08T13:31:20.633+08:00</updated><title type='text'>Falsifikasi Empirikal dan Objektifikasi Argumen</title><content type='html'>ditulis oleh Rus'an Latuconsina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti memeriahkan tradisi bangsa Melayu, tulisan ini adalah semacam membalas 'pantun' tulisan kawan Lan Latuamury yang berjudul 'Salah satu Bukti Empirik Kesahihan dan Kesempurnaan Islam di Hatuhaha". Setelah membaca berulang-ulang tulisannya, aku tak menemukan di dalamnya bukti empirik yang objektif, selain sebuah 'pantun romantisme' &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;yang berpijak pada sejarah tutur belaka. Seandainya apa yang dia maksudkan itu hanyalah seperti itu, ya kupikir akan seperti itu maksudnya, tapi senyatanya yang diurai hanyalah argumen yang menurut standar ilmiah tidak masuk sama sekali, selain argumen reaksioner saja. Bukti empirik menurut ahli metodologi ilmiah, sebut saja Karl Popper, bahwa argumen itu bisa memuat bukti yang dipertanggungjawabkan menurut ukuran rasional universal dan koheren dengan fakta iderawi dengan terlebih dulu digurindam lewat kanal ketat metode ilmiah. Kalau yang demikian dimaksud untuk memverifikasi realitas yang dimaksud (dunia keislaman di hatuhaha), kupikir ada kekeliruan semantik dan terminologi yang terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekeliruan berikutnya adalah kawan alan seolah menempatkan dirinya (pikirannya) sebagai yang mewakili keseluruhan model keberislaman Hatuhaha. Hal ini tercermin dari penulisannya dengan memakai subjek 'kami' dalam mengemukakan argumen yang reaksioner itu. Ada dua entitas antagonis yang sedang berdialektika, sementara dia menempatkan dirinya dalam subjek 'kami' itu sebagai representer spoker dengan menempatkan subjek lainnya yang antagonis sebagai simple victim. Dia tidak bisa menempatkan dan berkesadaran memilah sebagai diri penafsir yang terus menjadi dan menjadi (Ercih Fromm) namun bukan sebagai megalomaniac spoker. Ketika kita berargumen, kita harus sadar diri bahwa argumen yang menggeram dari kita adalah milik kita yang sedang menjadi dan bukan secara otomatis menjadi argumentasi representatif, sama dengan yang disampaikan oleh kawan Lan dengan memakai 'kami' ketika berargumen. Aku yakin dan memang demikian pasti karena merujuk pada sifat pluralitas gagasan dan interpretasi, tidak semua orang atau tidak semua entitas historis dan kultural yang mau 'diwakilkan' oleh Lan melalui pemakaian subjek 'kami' itu akan manut-manut sependapat dengannya. Satu hal, kita harus menghargai pluralitas, di satu sisi kita harus memakai etika berargumen dengan tidak sevulgar itu berargumen mewakili sebuah entitas historis kultural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl Popper pernah mengajukan sebuah alternatif metode dalam dialektika kebenaran metodologis keilmuan yang analogi sederhananya seperti ini. Daripada susah payah mengklaim bahwa semua angsa itu berwarna putih, lebih baik mencari dan menemukan saja seekor angsa diantara ribuan angsa putih itu seekor yang berwarna hitam. Jadi analogi itu bisa kita pakai untuk mementalkan model argumen kawan Lan. Daripada repot-repot mencari pembenaran, lebih baik perhatikan saja fakta yang ada. Apakah ada surga tasawuf yang terlihat di aras empirik seperti yang wah dan luar biasa dilukiskan oleh Lan sebagai masyarakat yang punya paham keislaman ruarr biasa (sempurna dan tinggi) itu? Secara teoritis emang iya, tasawuf itu ilmu sekaligus praktek islam (interpretatif) yang luhur. Tapi bagaimana dengan fakta empiriknya? Toh pada kenyataannya yang terjadi adalah kerusakan akhlak di mana-mana terjadi di masyarakat itu, masyarakat yang bukan hanya milik kawan Lan tapi masyarakatku juga, padahal setahuku yang masih kurang dalam ilmu agama ini, yang masih berada pada tingkatan taman kanak-kanak dalam beragama (seperti yang diklaim oleh Lan Latuamury dalam tulisannya sebelumnya)_tidak seperti kawan Lan yang mungkin sudah mumpuni dalam ajaran agama Islam, yah mungkin sudah selevel pengetahuannya dengan Imam Khomeini di Iran, padahal Imam Khomein atau imam-imam besar Islam dan memang sebagai akhlak sebagai manusia pembelajar yang memang tak etis menyombongkan dan mengklaster-klasterkan kepemilikan ilmu yang padahal diperciki oleh Allah swt amat sedikit sebagai nikmat itu, tidak pernah mengklaim dirinya memiliki ilmu seperti analogi kawan Lan, ilmu tingkat tinggi, doktor barangkali, dengan mengklaim orang lain yang belum dikenalnya, mengenal sebagai salah satu tahapan epistemologi mengambil kesimpulan ilmiah, mengklaim sebagai pemilik dan pengamal ilmu tingkat taman kanak-kanak (TK) _ Menurutku tidak menjadi masalah ketika diklaim rendah ilmu, akan tetapi pada tataran praksisnya tidak mengamalkan dehumanisasi pada wilayah sosial. Karena yang kutahu, verifikasi pluralitas ideologi, apapun ideologi, bahkan keyakinan dan paham-paham lainnya, salah satunya adalah bagaimana entitas axis of thought being itu tidak menimbulkan dehumanisasi atau krisis, kerusakan pada tataran praksis peradaban. Singkatnya, meski ilmu setinggi tegak, merobek langit, menjumpa malaikat, tapi kalau amalan peracaban membuat hancur kemanusiaan, ya percuma saja ilmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mesti perhatikan hal ini. Secara teoritis, Islam itu sempurna. Tapi secara praksis, umat Islam itu sedang menjadi, menjadi dan berproses menjadi menuju limit sempurna. Ini sudah lumrah diketahui. Mungkin kesempurnaan keberislaman Hatuhaha yang dimaksud oleh kawan Lan, dalam konteks ini ya menurutku harus diletakkan di mana. Apakah pada wilayah teoritis, ataukah wilayah praksis. Kalau yang dimaksud itu adalah kesempurnaan pada wilayah teoritis, mungkin saja hal itu terjadi. Kita maklum dulu bahwa, berulang kali kubilang, bahwa tasawuf adalah salah satu model semata dalam penafsiran Islam. salah satu model diantara sekian banyak model. Maklum juga bahwa tasawuf itu sudah lumrah dalam dunia Muslim, toh sejarah panjang umat Islam juga adalah sejarah panjang tasawuf itu sendiri. Satu hal yang tak etis di sini adalah mengklaster-klasterkan yang ini tertinggi yang itu terendah. Sehingga argumen reaksioner kawan Lan yang seolah-olah menempatkan argumenku sebagai penebar fitnah adalah kenaifan dan salah alamat. Aku tidak menolak tasawuf selama tasawuf itu berpokok tauhid. Itu sudah terang dalam dunia Muslim. Dengan mengutip beberapa nama ulama dalam tulisannya, kupikir tidak ada relevansinya dengan ini. Toh cara penisbatan kepada nama-nama itu sebagai sandaran hujjah yang katanya empirik itu, kupikir dismatching.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mengukurnya pada wilayah sosial, maka akan runtuhlah seluruh argumen kawan Lan seperti lelehan gunung es yang terkena meteor. Argumennya selama ini berputar-putar saja pada wilayah itu. Siapapun akan sepakat kalau kesempurnaan konsep tasawuf itu dilihat pada wilayah teoritis. Tapi sabar dulu bung! Mendengar hal demikian bahwa ada klaim superiority oleh Lan ketika dikomparasikan dengan fakta empirik, waduh rasa-rasanya perut ini mau mual. Masyarakat yang semakin rusak itu dibilang sempurna? Akhlak yang semakin jauh dari akhlak ideal islami itu dibilang level makrifat? Ini adalah pada wilayah sosial, tataran praksis amal. Jadi sebenarnya Lan juga akan sepakat dengan hal ini. Bahwa masih ada gap antara das sein dengan das sollen. Ada kesenjangan antara harapan yang ideal islami dengan kenyataan yang jahili rusak. Bagian terakhir ini ingin kututup dengan mengulang kembali bahwa secara teoritis, tasawuf itu ilmu dan praksis amali yang luhur selama berpokok pada tauhid. Tapi pertanyaannya kemudian adalah apakah yang teoris, yang indah, yang agung, yang islami dalam konsep, dalam tulisan, dalam buku itu sudah bisa diamalkan atau belum. Apakah sempurna di konsep dan sempurna di amal perbuatan sekaligus ataukah hanya sempurna di konsep tetapi berperilaku jahiliah di tataran praktek sosial. Aku pun belum siap berdebat secara langsung dengan kawan Lan karena kupikir ilmuku masih berada pada level TK, sedangkan Lan sudah berada pada level doktor. yaah tidak etis lah kalau seorang doktor menantang bocah TK untuk berdebat. Aku hanyalah seorang yang sedang menjadi, menjadi dan berusaha untuk terus menjadi dan tak mau mengklaim sebagai seseorang yang sudah pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasta la victoria siempre...!&lt;br /&gt;(Ernesto Guevara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-8648371034074693028?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/8648371034074693028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=8648371034074693028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/8648371034074693028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/8648371034074693028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/02/falsifikasi-empirikal-dan-objektifikasi.html' title='Falsifikasi Empirikal dan Objektifikasi Argumen'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-7516883111154378505</id><published>2009-01-24T11:48:00.003+08:00</published><updated>2009-02-08T13:45:35.295+08:00</updated><title type='text'>Salah Satu Bukti Empirik Kesahihan dan  Kesempurnaan Islam di Hatuhaha</title><content type='html'>ditulis oleh: Alan Latuamury&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Islam diBumi Allah ini telah membawa perubahan peradaban dari zaman gelap ke zaman yang bergelimang cahaya dan ruh kebenaran diawali dari masa Rasulullah Saw dan para sahabat sampai dengan generasi kita saat ini. Kedatangan nur kebenaran ini meninggalkan segudang ilmu pengetahuan yang kemudian mengilhami para pencari &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kebenaran dalam mengungkapkan berbagai rahasia kesempurnaan illahi melalui ayat-ayat qauliyah dan qauniyah-Nya. Geliatnya Para ahli ilmu dalam membaca ayat-ayat Allah ta’ala itu telah membawa angin perubahan dalam ajaran Islam dengan munculnya berbagai mazahab &amp; aliran pasca Rasulullah dan para sahabat, serta terbentuknya berbagai firkah didalam Islam yang semasa Rasulullah masih hidup sudah disampaikan oleh beliau sendiri dalam Sabdanya, umatku akan terbagi menjadi 73 golongan dan hanya ada 1 golongan yang selamat, para sahabat bertanya siapakah golongan itu ya Rasulullah, beliau menjawab golongan itu adalah Akhli Sunnati wal jamaati yaitu orang2 yang menghidupi sunnahku dan atsar dari para sahabtku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas dapat kami katakan bahwa Ajaran Islam diHatuhaha dari dulu hingga sekarang dilarang menambah apalagi mengurangi ajarannya, ajarannya sudah sempurnah sehingga tidak ada lagi tambahan, sisipan dan pengurangan. Perubahan Dunia mengikuti Ajaran Islam bukan Ajaran Islam mengikuti Perubahan Dunia seperti yang tengah melanda umat dewasa ini, sehingga umat menjadi bingung dengan banyaknya aliran dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami paham apa yang saudara inginkan, bahwa harus ada data penelitian empiric dulu yang mengatakan bahwa Ajaran Islam di Hatuhah itu Sempurnah, tinggi dan Mulia dari Ajaran2 Islam yang lain didunia baru anda percaya, itu urusan saudara mau percaya atau tidak itu hak saudara &amp; tetap kami hormati, namun tidak ada salahnya sedikit memberikan pandangan bahwa menurut hemat kami upaya untuk menyajikan data komparasi Penelitian Empirik tentang keunggulan suatu ajaran baik itu Ajaran Islam diHatuhaha versus Ajaran Islam yang ada diluarnya seperti yang disampaikan oleh Saudara Rus’an tidaklah mungkin bisa dilakukan secara universal karena pertama tindakan ini sangat tidak dianjurkan dalam Islam karena dapat menimbulkan perpecahan Umat, kedua, masih dalam koridor yang sama yakni tentang ajaran Islam itu sendiri, sepakat dengan saudara bahwa Islam &amp; Al-Qur’an itu satu jua namun kita harus ingat bahwa Aliran &amp; Pahamnya bisa beraneka ragam, ketiga hal ini sangat pribadi &amp; subjektif, masing-masing penganut ajaran tersebut akan kukuh membela apa yang menjadi peganganya. Keempat, dan kalaupun hal itu terpaksa harus dilakukan, kira2 sisi maslahat /benefitnya apa, dan tolok ukur kesempurnaan itu seperti apa, harus disepakati dulu parameter standarnya,… serta tokoh Islam siapa yang masih hidup &amp; memiliki kapabilitas &amp; expert dalam Ilmu Islam dengan katagori sempurnah seperti Rasulullah yg dapat dijadikan sebagai Jusment/hakim yang adil dalam memutuska perkara itu . jadi hal ini kami kira nafsi-nafsi bagi para penganut suatu mazahab/aliran/ajaran, sehingga dalam Islam ada yang oleh ulama dinamakan Ikhtilaf ( Perbedaan), sabda Rasululullah Saw, bahwa Perbedaan didalam umatku adalah Rahmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Hatuhaha adalah tinggi, mulia dan sempurnah adalah bukan isapan jempol belaka atau ucapan kami tanpa dasar yang tidak dapat dipertanggung jawabkan alasanya jelas, berbagai dialog pernah dilakukan oleh wakil-wakil dari Hatuhaha dengan orang2 dalam &amp; luar Hatuhaha seperti KH. Muhammad Husain dkk, Syeikh Abdul Rajak, MUI Maluku dll yang nota bene memilki Ilmu islam yang sudah sangat mumpuni, memiliki pengalaman keislaman yang luas sebagaimana pada tulisan kami sebelumnya &amp; mereka mengakui itu, Apakah anda masih meragukan qualitas keislaman KH Muhammad Husain pendiri Nadil Ulum Ory, Syaik Abdul Rajak and MUI Maluku ??, hal inilah salah satu bukti ( masih banyak bukti lain namun wadah ini terlalu sempit &amp; bukan tempatnya u/ diuraikan disini ) yang melatarbelakangi jastifikasi kami untuk mengatakan bahwa Ajaran Hatuhaha itu sempurnah, tinggi dan mulia karena sudah mengalami berbagai ujian baik internal maupun eksternal, jika Ajaran Islam Hatuhaha adalah Ajaran yang tidak masuk akal, paganisme/menyembah berhala, ajaran kurafat dan Bida’ah ( ajaran yg diada-adakan tanpa melalui tuntunan Qitabullah &amp; Sunaturrasul) maka mungkin sampai dengan hari ini ajaran itu sudah tinggal nama atau tinggal riwayatnya sajah karena peristiwa-peristiwa diatas. Selebihnya silahkan saja kalau anda mau mengujinya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari jejak histories bukan saja baru kali ini ada yang menyebarkan fitnah &amp; tuduhan palsu seperti ini terhadap Ajaran Islam Hatuhaha tapi sudah banyak orang dari berbagai kalangan yang berprilaku sama, dan bukan saja baru terjadi diera ini tapi jauh sebelum Indonesia merdeka sudah ada, bahkan dilakukan secara kongkali kong dengan beberapa oknum tertentu yang tidak memiliki ilmu Islam seperti kami guna memuluskan tujuan mereka yang sudah direncanakan, tindakan mereka sangat keji dan tidak Islami, Kakek2 kami diancam dibawah moncong senapan Penjajah dan para Prajurit TNI, titendang, dipukul dengan popor senapan dan dipaksa memandang panasnya sinar matahari bahkan kunci mesjid dibuang dilaut seakan-akan kami bukan orang-orang Islam dalam pandangan mereka namun kami diHatuhaha tidak gentar sedikitpun dalam menghadapi segala prilaku dan tindakan mereka kami berusaha tetap dalam kesabaran dan berdialog dengan mereka melalui cara2 yang benar dan Islami, al hasil mereka sendiri yang mengakui ketangguhan argumentasi berbagai dalil yang disampaikan oleh orang-orang kami diHatuhaha, jadi Normal saja kalau saya mengatakan kepada saudara-saudara saya bahwa Islam diHatuhaha itu sempurnah, tinggi dan mulia karena sudah teruji kesahihan dan kesempurnaanya dalam rangka memberikan perlindungan akidah, motivasi dan tarbiah kepada komunitas pengikut ajaran Islam diHatuhah tentang kesesatan berfikir dari oknum yang mencoba memberikan stigma negative, menyebarkan fitnah dan tuduhan palsu terhadap Ajaran Islam Hatuhaha tsb, hal serupa juga pasti dilakukan oleh orang lain yang menganut paham atau Ajaran lain tertentu yang tengah dihujat oleh oknum tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami tidak pernah menghujat atau menyebar fitnah terhadap ajaran Islam lain tapi malah kami memberi dukungan dan membenarkan Ajaran Islam mereka karena Guruh Hatuahahai mengajarkan bahwa Perbedaan dalam Islam adalah Rahmat &amp; Perbedaan itu adalah demi kesmpurnaan Islam itu sendiri, Perberbedaan itu semata-mata karena untuk saling melengkapi sesuai dengan adanya 4 Mazahab dalam Islam, hal ini terlihat pada era sebelumnya pada saat awal-awalnya Islam berkembang pesat diMaluku yakni setiap tanggal 1 Muhharram utusan dari 3 Jazirah yakni dari Jazirah Leihitu, Jazirah Hoamual, &amp; Jazirah Hatawano berdatangan ke Jazirah Hatuhaha dalam rangka Pindah Tahun ( Tahun baru) Hijriah untuk mendengar &amp; menerima titah penetapan Bulan, &amp; hari Pelaksanaan Amalan ajaran Islam didaerahnya masing-masing dalam 1 tahun baru tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelaan kami terhadap ajaran Islam diHatuhaha adalah wajar dan harus karena tiap orang harus fanatic dalam mengamalkan sebuah ajaran yang diyakininya agar mereka bisa memurnikan ketaatanya dalam mengamalkan ajaran itu secara baik dan benar, kalau tidak fanatic, dijamin tidak bisa diamalkan ajaran itu dengan baik dan benar, ibarat buah disamudra yang dihempas gelombang, kekanan mau, kekiripun mau, Ikut paham itu, paham ini akhirnya kesesatan yang didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah didalam Alqur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al-Bayyinah 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saudara Rus’an sendiri, apa pernah di uji paham keislaman anda ??, jadi jangan sok tahu, mengatakan bahwa Ajaran Hatuhaha adalah Ajaran local yang tidak berdasar pada Al-Quran dan Sunnah Rasul, jadi saran kami tidak patut dan tidak layak untuk menjustis suatu Ajaran secara membabibuta dengan mengatakan bahwa Ajaran itu dan ini salah apalagi mengatakan bahwa Ingkar sunnah sementara kualitas diri sendiri masih jauh dari hakekat Ilmu Islam atau mungkin anda sudah merasa diri sangat pintar &amp; tinggi Ilmu Islamnya sehingga secara lantang dapat memberikan justifikasi Inkar sunnah kepada Ajaran Hatuhaha, kalau memang anda merasa seperti itu mari kita berdialog tentang keislaman kita &amp; silahkan cari waktu, Insya Allah !..kapan saja kami akan melayani anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan orang pertama yang mengatakan bahwa Ajaran Islam Hatuhaha adalah Ajaran yang tinggi dan sempurnah tapi sudah banyak orang yang mengatakan demikian, &amp; ironisnnya mereka yang mengatakan itu awalnya sangat benci &amp; menentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu a’lam Bissawab !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan Latuamury, Marawole, Maralessy&lt;br /&gt;Pemerhati Titah Guruh Hatuhaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-7516883111154378505?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/7516883111154378505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=7516883111154378505' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7516883111154378505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7516883111154378505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/01/salah-satu-bukti-empirik-kesahihan-dan.html' title='Salah Satu Bukti Empirik Kesahihan dan  Kesempurnaan Islam di Hatuhaha'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-964920664548787794</id><published>2009-01-24T11:45:00.001+08:00</published><updated>2009-02-08T13:55:31.592+08:00</updated><title type='text'>Mencari Jejak Islam di Indonesia</title><content type='html'>ditulis oleh Alan Latuamury&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pada saat kita masih dibangku sekolah, kita disodori fakta sejarah bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui para saudagar Persia dan Gujarat, namun kali ini muncul sebuah fakta sejarah yang sangat kontras dengan apa yang pernah menghiasi cakrawala berfikir kita, dan tidak mustahil akan ada lagi temuan2 yang baru dalam mengisi khasana sejaraha Islam di Indonesia….&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adik-adik sekalian, kita patut bersyukur bahwa ternyata sejarah selalu menunjukan progressnya ke arah yang lebih sempurnah, seiring dengan banyaknya penelitian dalam kerangka mengungkapkan jejak historis peradaban manusia dimasa-masa silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kami kutif dari sebuah situs di Internet http://www.eramuslim.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAPUS TEORI GUJARAT!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori yang menyatakan Islam baru masuk ke Indonesia pada baad ke-14 dari Gujarat, India, harus dihapuskan. Teori bikinan orientalis kafir Belanda, Snouck Hurgronje, ini jelas salah besar. Sejarahwan Ahmad Mansyur Suryanegara telah menegaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia lewat pedagang-pedagang Nusantara yang telah berniaga hingga ke Syams di saat Rasulullah SAW masih hidup. Para pedagang dari Nusantara telah menjalin kerjasama yang erat dengan para pedagang Arab bahkan sebelum Rasulullah dilahirkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Gujarat jelas dibikin agar umat Islam Indonesia tidak memiliki kebanggaan terhadap Islam dan tanah airnya. Padahal Islam telah masuk ke Indonesia jauh sebelumnya, yakni saat Your browser may not support display of this image.Rasulullah masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarahwan G. R Tibetts telah menemukan bukti-bukti adanya kontak dagang antara negeri Arab dengan Nusantara di abad kelima masehi, saat Nabi Muhammad SAW belum lahir. “Keadaan ini terjadi karena kepulauan Nusantara telah menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yang berlayar ke negeri Cina sejak abad kelima Masehi. (Tibbetts; Pre Islamic Arabia and South East Asia, JMBRAS, 19 pt. 3, 1956, hal. 207. Penulis Malaysia, Dr. Ismail Hamid dalam “Kesusastraan Indonesia Lama Bercorak Islam” terbitan Pustaka Al-Husna, Jakarta, cet. 1, 1989, hal. 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your browser may not support display of this image.Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok juga menyebutkan bahwa menjelang seperempat tahun 700 M atau sekitar tahun 625 M—hanya berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama atau sembilan setengah tahun setelah Rasulullah berdakwah terang-terangan kepada bangsa Arab—di sebuah pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim yang masih berada dalam kekuasaan wilayah Kerajaan Budha Sriwijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan pula bahwa di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranak–pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan pesantren, umumnya juga merupakan tempat beribadah (masjid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ini diperkuat oleh Prof. Dr. HAMKA yang menyebut bahwa seorang pencatat sejarah Tiongkok yang mengembara pada tahun 674 M telah menemukan satu kelompok bangsa Arab yang membuat kampung dan berdiam di pesisir Barat Sumatera. Ini sebabnya, HAMKA menulis bahwa penemuan tersebut telah mengubah pandangan orang tentang sejarah masuknya agama Islam di Tanah Air. HAMKA juga menambahkan bahwa temuan ini telah diyakini kebenarannya oleh para pencatat sejarah dunia Islam di Princetown University di Amerika. (Prof. Dr. HAMKA; Dari Perbendaharaan Lama; Pustaka Panjimas; cet.III; Jakarta; 1996; Hal. 4-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir Barat Pulau Sumatera itu bernama Barus atau yang juga disebut Fansur. Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer selatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya. Namun ketika Sriwijaya mengalami kemunduran dan digantikan oleh Kerajaan Aceh Darussalam, Barus pun masuk dalam wilayah Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat mungkin Barus merupakan kota tertua di Indonesia mengingat dari seluruh kota di Nusantara, hanya Barus yang namanya sudah disebut-sebut sejak awal Masehi oleh literatur-literatur Arab, India, Tamil, Yunani, Syiria, Armenia, China, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah peta kuno yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus, salah seorang Gubernur Kerajaan Yunani yang berpusat di Aleksandria Mesir, pada abad ke-2 Masehi, juga telah menyebutkan bahwa di pesisir barat Sumatera terdapat sebuah bandar niaga bernama Barousai (Barus) yang dikenal menghasilkan wewangian dari kapur barus. Bahkan dikisahkan pula bahwa kapur barus yang diolah dari kayu kamfer dari kota itu telah dibawa ke Mesir untuk dipergunakan bagi pembalseman mayat pada zaman kekuasaan Firaun sejak Ramses II atau sekitar 5. 000 tahun sebelum Masehi!.(Bersambung/Rizki Ridyasmara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan Marawole, Maralessy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerhati Titah Guruh Hatuhaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-964920664548787794?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/964920664548787794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=964920664548787794' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/964920664548787794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/964920664548787794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/01/mencari-jejak-islam-di-indonesia.html' title='Mencari Jejak Islam di Indonesia'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-2219513147008705095</id><published>2009-01-07T10:19:00.011+08:00</published><updated>2009-02-08T14:46:52.494+08:00</updated><title type='text'>Sekali lagi, multiinterpretasi adalah soalnya</title><content type='html'>ditulis oleh Rus'an Latuconsina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumpukan kata-kata indah sarat makna cinta dan pesona 'mistis' dalam bait-bait Matsnawi karya Jalaluddin Rumi itu telah memukau sejarah kesusasteraan dan spiritualitas manusia berabad-abad lamanya. Master piece yang lahir dari seorang pribadi luhur. Matsnawi telah dibaca banyak orang. Tak terhitung berapa banyaknya. Takkan puas membacanya. Bahkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ada ahli yang mengatakan karya itu sebagai sebuah tafsir al Qur'an yang amat indah dalam versi yang tidak biasa. Kuplet puisnya luar biasa, bersayap dalam makna, mengajak kita bertamasya imaji dan spiritual. Berbeda pembeca berbeda pula kualitas 'tamasya' imaji dan spirtualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang telah tebiasa dalam latihan ruhani dengan respek sastra yang bagus akan mengalami hasil yang berbeda dengan orang yang kurang atau sama sekali tidak terbiasa dalam latihan ruhani meski dengan atau tanpa respek sastra pula akan berbeda kualitas tamasyanya. Suatu karya yang dibaca oleh orang yang berbeda tingkat kesadaran spiritual dan apalagi intelektual, akan menghasilkan penafsiran yang berbeda-beda pula. Pebedaan inilah yang menjadi sifat alamiah karena berdasar pada apa yang disebutkan di atas, perbedaan kualitas diri manusia, baik kesadaran spiritual maupun intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya proses di atas akan berlaku juga atas pembacaan islam. Islam sebagai sebuah teks (writerly), mengutip Roland Barthes (seorang ahli semiotika), akan membuka kemungkinan seluas-luasnya bagi pemroduksian makna oleh pembacanya. Islam ketika turun sebagai dien dalam peradaban manusia, maka ia adalah titah yang membumi dari sebuah pergumulan dialektika kehendak Tuhan atas kongruensi dan dinamika kemanusiaan yang serba tak sempurna dengan ukuran Sang Kreator semesta. Islam yang bergumul dengan peradaban dan menafasi peradaban serta seluruh horizon kosmologi wujud, sampai kini telah bergumul dengan berlaps-lapis geologi peradaban dan dinamika sejarah kemanusiaan, berganti-ganti zaman telah dilalui. Rasulullah saw beserta generasi sahabat atau pembaca pertama Islam itu telah lama tiada. Dulu Islam sebagai ajaran, dogma dan praksis peradaban di jaman pembaca pertama bisa langsung merujuk kepada penafsir dan pembaca terbaiknya karena beliau adalah kekasih dan orang terdekat Sang Kreator Yang Esa dan Tinggi. Namun ketika beliau (Rasulullah saw) wafat, maka perubahan itu terjadi. Niscaya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah teologi Islam telah berkisah banyak mengenai hal ini. Muncul banyak aliran mazhab dengan tokohnya. Dua imperium besar umat Islam berdiri. Membentang berabad-abad lamanya dari Spanyol di Eropa sampai India di Asia. Imperium Umayyah dan Abbasiyah. Imperium adalah kekuatan peradaban pada masa itu. Ia melahirkan genius-genisu besar dengan adi karya yang terkenal. Arsitektur, kimia, astronomi, matematika, filsafat, kedokteran dan lain-lain. Dunia kultural berkembang pesat yang memicu masa keemasannya ketika borjuasi kota mulai mapan seperti yang dilukis oleh Joel L. Kraemer dalam Renaisans Islam (Mizan, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai teks, yang dalam hal ini terwakilkan dalam Al Qur'an dan Sirah Kenabian Rasulullah saw, dalam pelancongan masa yang sudah jauh dari masa awal itu, mengalami multipembacaan atau multiinterpretasi yang hebat. Terbukti dari kemunculan beragam aliran teologi dengan imam-imam besarnya, baik aliran yang besar yang kesohor seperti Asy'ariyah, Hanbaliyah, Malikiyah, Hanafiyah, Ja'fariyah, maupun aliran-aliran teologi lainnya yang banyak jumlahnya tapi kurang kesohor seperti yang digambarkan oleh A.Qodri Azizy dalam Reformasi Bermazhab (Mizan-Teraju, 2004). Belum lagi dalam dalam disiplin ilmu filsafat dan tasawuf atau irfan. Banyak aliran telah muncul mengisi ruang-ruang kultural umat Islam semenjak Imperium imperium itu masih kokoh sampai masa kehancurannya dan bahkan masih kelihatan sampai masa kini di abad ketika yang ada hanyalah negara-negara bangsa dan masa ketika dunia dihantui sesosok hantu yang memomokkan negara-negara terbelakang secara ekonomi dan negara yang dituduh tiran. Hantu Demokrasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ranah pikir di atas, ditambah dengan pertimbangan kosmologi pengetahuan, pohon ilmu dan kerangka epitemologi yang sudah harus lumrah dipahami, maka tulisan berikut hendak memberikan sedikit tanggapan atas tulisan kawan Alan Latuamury yang berjudul "Ikut-ikutan dalam Ibadah; Taklid Buta". Tidak banyak akan kuulas secara reaksioner menanggapi satu-persatu tulisannya. Tulisan ini ingin mengingatkan bahwa kita memiliki sudut pandang yang berbeda-beda atas Islam sebagai ajaran, dogma dan praksis peradaban. Islam itu satu jua adanya. Al Qur'an itu satu jua adanya dengan kesempurnaannya dan risalah kenabian Rasulullah saw (meminjam pendapat Ahmad Wahib dalam "Pergolakan Pemikiran Ahmad Wahib") atau sunnah beliau yang sahih (tentunya) adalah keduanya merupakan landasan pokok Islam. Namun yang esa itu telah menjadi plural dengan adanya 'para pembaca' teks yang beragam. Baik beragam dari segi ruang dan waktu, mapun beragam dalam konteks pemikiran. Yang ini haruslah kita maklumi dulu, kupikir sebelum mendudukkan persoalan yang dikuliti oleh kawan Alan Latuamury itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan 'bantahan'nya itu serta artikel sebelumnya, menurutku kawan Alan telah mencoba mengelaborasi pemikiran keislaman yang dipahaminya dalam porsi defensif atau pertahanan ketika ada pemikiran yang mencoba menyinggung sesuatu dari bunga rampai kekislaman di Hatuhaha. Menurutku Alan telah menempatkan teropongnya secara kukuh di mata intelektualnya. Memang benar, orang harus konsisten, namun yang kulihat adalah sebentuk fanatisme intelektual karena tidak bisa mencoba mengambil jarak sejenak dengan semangat primordialnya. Cobalah letakkan teropong primordial intelektual kita sejenak, lalu coba pasangi kembali dengan teropong-teropong universum yang ada diantara beragam teropong lokalitas di antara lokus-lokus kultural umat Islam lainnya. Kebenaran Tuhan memang adalah mutlak adanya, namun kebenaran homo sapiens itu selalu dibatasi oleh pagar kaca yang bernama perspektif. Dari perspektif kitalah kita membaca teks apa saja. Baik dunia itu sebagi teks ataupun Islam sebagai teks. Kebenaran yang kita rangkai dan kita peluk ringkih-ringkih bukanlah sesuatu yang mutlak dengan sendirinya karena kebenaran dari periuk akal budi manusia dan kekayaan spiritual manusia hanyalah embun di pagi hari seperti titah Ali Syariati dalam bukunya 'Haji'. Embun itu hanyalah tetes-tetes. Embun yang tidak ikut tarian alam, tidak ikut menghuyungi sungai, maka ia akan menguap sirna oleh sang mentari pagi. Kebenaran-kebenaran dengan hurup 'k' kecil yang diproduksi akal budi dan pencerahan batin manusia ini pula akan tiada harganya sama sekali ketika ia tidak meluncur mengikuti kehendak Sang Pemilik Wujud ini. Dalam filsafat wujud kupikir hal ini menjadi bahan refleksi kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diulas oleh Alan Latuamuri hanyalah setitik embun di antara berjuta embun lainnya yang membentang di tunas-tunas dan hijau daun para perindu hikmah dan ilmu. Pendapatnya hanyalah secercah gambar dari moncong teropong ilmu yang dimilikinya. Sementara di dunia ini jumlah teropong itu sangatlah banyak. Sangat banyak pula gambar-gambar yang bisa terlihat, atau interpretasi objek akan banyak berebeda-beda seiring banyakanya jumlah pemakai teropong ilmu. Tak ada gunanya berkoar-koar pongah dan membusung dada mengikatkan bendera kebenaran hurup 'k' kecil di tiang hikmah, kalau toh masih banyak pula di dunia ini kibaran-kibaran bendera itu terlihat. Cobalah terawangi langit di atas sana, mungkin saja arak-arakan awan putih yang mengepul itu sedang menertawakan keluguan kita yang tengah merasa hebat menancapkan sebuah tiang bendera dengan warna bendera yang itu-itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran yang terpacak lewat bendera ilmu yang berkibar ria dan semburat hikmahnya dari rajutan benang-benang indah senantiasa bergetar-getar di muka bumi oleh para perindu kebenaran. Monumen cinta yang tiang-tiangnya ditegakkan sebagi tanda keteguhan asa. Asa dari keteguhan prinsip jiwa merindukan iluminasi 'cahaya' Al Haq. Tiang diantara tiang-tiang. Mereka punya warna beraneka rupa bercengkerama dengan maqom-maqom kebenaran. Kebenaran bermacam-macam rupa tertulis dari warna dan kilatan simbol-simbol hikmahnya. Aneka dalam pusaran wihdah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konteks tasawif yang dibicarakan dan dipertahankan mati-matian oleh kawan Alan tak ubahnya ketika dalam sejarah, kaum zahiri dan kaum bathini mengambil posisi perang. Kaum yang pertama menuduh kaum yang kedua sebagai pelaku bid'ah, sedangkan kaum yang kedua menuduh kaum antagonisnya sebagai kaum-kaum konservatif nan kaku yang hanya merayap di permukaan atap sorga. Dengan megap-megap seolah-olah tasawuf menurutnya adalah hitam putih kesuperioran Hatuhaha versus umat Islam. Sekali lagi, cara berpikir yang masih berkutat pada teropong sendiri, bendera sendiri. Menurutku ini adalah cara berpikir Hatuhaha-Centris. Karena kebenaran dengan (sekali lagi) hurup 'k' kecil itu mengambil kesimpulannya dari teropong Hatuhaha an sich. Kebenaran yang terkurung oleh perspektif Hatuhaha. Memandangi dunia, membaca Islam dengan kaca mata Hatuhaha an sich akan menghasilkan terang jiwa sebatas perspektif itu. Memang remah-remah ilmu pengetahuan dengan mudahnya bisa didapat dari luar, akan tetapi konstruksi berpikir itulah alat menalarnya yang sudah menjadi seperti 'paradigma', meminjam istilah Thomas Kuhn. Cara bekerja paradigma bisa memberikan gambaran mengenai hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita tidak bisa menutup mata mengakui tasawuf di Hatuhaha ini. Tasawuf sebagai sebuah disiplin ilmu dan praksis spiritual yang memberi jiwa atas kehidupan, kupikir aku tidak pernah menyangkalnya. Itu sudah terang dan jamak diakui oleh umat Islam. Tasawuf boleh dibilang bunga rampai intelektualitas muslim yang sampai kini masih tetap setia menemani hati kaum muslimin. Aku pun tidak pernah menyangkali eksistensi tasawuf ini di Hatuhaha. Karena memang apa yang ada di Hatuhaha memang kusadari itu adalah salah satu model dari sekian model tasawuf teoritis dan tasawuf amali di dunia Muslim. Yang menjadi inti soal dan menurutku ini adalah inti penyanggahanku atas pendapat kawan Lan Latuamury adalah pada soal ketika mengokang statement kesuperioritasan tasawuf Hatuhaha tanpa komparasi jelas dan ilmiah, di atas banyak aliran tasawuf lainnya atau umat Islam lainnya yang tidak mengamalkan tasawuf sebagai salah satu trace of life. Bisa diperika tulisanku yang sebelum ini. Sengkarut pendapatku itu semata-mata ingin mengirimkan argumen bahwa dengan pemisalan di atas, teropong itu sangat banyak, bahwa apa yang kuminta tentang perbandingan antar teropong itu berarti meniscayakan perbandingan atau komparasi antara isi kepala pemakai teropong, sementara semuanya akan selalu berbeda, olehnya itu masing-masing pemegang teropong haruslah menyadari sebagai sama-sama pembaca teks semata dan bukan pemanggul titah kebenaran mutlak. Bahwa Hatuhaha itu akan paling benar dan tinggi (superior) oleh karena kata-kata itu keluar dari mulutnya sendiri. Orang Bugis pun bisa seperti itu, siapa saja akan demikian sebagai penganut tasawuf, karena sifatnya memang dari doktrin konsepnya ia telah menjadi pembaca teks Islam paling sempurna. Tasawuf itu suatu cara semata dalam membaca Islam sebagai teks. Suatu cara di antara bentang luas cara-cara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara apologia Lan Latuamury dengan tanggapan baliknya dengan disertai banyak dalil itu kupikir wajar-wajar saja, karena memang kalau sudah sampai di situ, berarti kita telah diajak masuk ke dalam salah satu dari banyak model aliran tasawuf. Karena yang kutahu, semua aliran tasawuf itu, masing-masingnya memiliki konsep pembenaran sendiri-sendiri. Tulisannya kebanyakan berisi pembenaran-pembenaran itu. Ibarat kamar, beliau menjelaskan detail di dalamnya, sementara dia duduk di dalam kamar itu sambil membaca dunia dengan sebatang teropong Hatuhaha yang mencium bola mata intelektualnya menjulur keluar jendela yang terbuka lebar. Kamar yang bernama dunia Hatuhaha. Sementara aku memahami bahwa di rumah ini masih banyak kamar lain yang terbuka pintunya. Dunia kamar-kamar yang tak selalu pantas untuk membanding-bandingkan isi perabotnya, apalagi meracau bahwa kamar sendirilah yang paling bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-2219513147008705095?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/2219513147008705095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=2219513147008705095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/2219513147008705095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/2219513147008705095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/01/sekali-lagi-multiinterpretasi-adalah.html' title='Sekali lagi, multiinterpretasi adalah soalnya'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-7844996347939654864</id><published>2009-01-07T10:11:00.001+08:00</published><updated>2009-02-08T14:53:42.399+08:00</updated><title type='text'>PANTAREY (PERUBAHAN)</title><content type='html'>ditulis oleh Alan Latuamury&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak orang yang suka dengan perubahan namun walau begitu perubahan tidak bisa dihindarkan, karena hakekatnya seperti itu bahwa kehidupan memang sangat syarat dengan berbagai perubahan, mulai dari perubahan pertumbuhan dari bay ke anak2, anak2 ke remaja, remaja ke dewasa dst, perubahan Pola fikir, ahlak, cara pandang, tingkat pendidikan dan pemahaman, Gaya hidup ( Life Style), &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan, Sosial-Budaya, Agama, ekonomi, zaman/Era, Tahun dll. Allah Jalla Jalaluh sendiri menamakan dirinya dalam kitabullah Alquranul Karim bahwa AKULAH MASA, sehingga kita umat muslim dianjurkan untuk tidak menghardik/mengucapkan kata-kata kotor terhadap Masa, Banyak Ahli mencoba mendefenisikan berbagai perubahan menurut disiplin ilmu mereka untuk meraup popularitas, benefit, pengakuan dll apresiasi dan mereka menyimpulkan bahwa tak ada yang kekal didunia ini kecuali PERUBAHAN ( CHANGE). Kita sebagai makhluk akademis tentunya sangat sepakat yang namanya perubahan atau Change atau istilah Islamnya adalah Hijrah dalam arti luas itu penting, namun kita harus menelaah bahwa seberapa pentingnya nilai sebuah perubahan itu bagi kita, atau perubahan/change atau Hijrah seperti apakah yang kita inginkan, dalam konteks perubahan yang cocok (suitable) dengan jati diri, agama, budaya dan kepribadian kita ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap individu yang tidak menyiapkan &amp; menyesuaikan dirinya untuk berubah maka akan digilas oleh perubahan itu sendiri, seperti itulah kata pamungkas ini sengaja digulirkan diera modernisasi &amp; globalisasi ini. Perubahan dibuat seakan-akan memiliki makna esetoris &amp; eksetoris yang dalam serta memiliki daya magnet yang kuat dalam mempengaruhi kualitas dan kauntitas kehidupan seseorang yang ingin maju atau setara dengan orang-orang tertentu, atau model zaman, life style (gaya hidup) seseorang atau suatu golongan atau sebuah negara yang sudah leading dalam perubahan itu. sehingga terkadang kita mengorbankan seluruh kehidupan pribadi, budaya, agama kita hanya untuk mendapat legitimasi sebagai human of change atau agar tidak dikatakan ketinggalan jaman atau bahasa gaulnya Jadul (jaman dulu) atau kuno . Perubahan atau apapun namanya didunia ini tentunya memiliki dua kutub atau dua sisi yang berbeda yakni kutub positif &amp; negative sehingga banyak yang mendulang sukses dengan gemilang dalam mengartikan perubahan itu kedalam hidupnya dan tidak sedikit pula yang gagal memaknai arti dari perubahan itu bagi kehidupannya, terkadang kita salah kaprah &amp; silau dengan adanya perubahan yang terjadi disekitar kita, dan ironisnya lagi tanpa dilandasi dengan tuntunan yang benar dan pemahaman yang baik, kita langsung mengadopsi berbagai perubahan tersebut sebagai sebuah perubahan dalam diri &amp; lingkungan kita atau dalam arti kita mengambil peran sebagai bagian dalam sebuah perubahan tanpa memikirkan sisi mudharat &amp; maslahatnya sehingga menyebabkan kita terjebak &amp; tergelincir dalam sebuah lingkaran setan yang seakan akan tidak ada lagi asa &amp; jalan keluar yang dapat kita tempuh. Kitalah yang menciptakan perubahan bukan perubahan yang menciptakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap inidividu pada hakekatnya memiliki daya adaptasi yang luar biasa diciptakan oleh Allah Swt, dan ini merupakan suatu bukti kemaha besaran Allah Swt dalam menundukan setiap hasil penciptaanya kepada manusia, sehingga sudah selayaknya sebagai khalifatul ardi kita harus mensyukuri nikmat Allah itu dengan mendorong dan membawa sebuah perubahan yang positif &amp; konstruktif dalam sebuah entitas kehidupan yang Islami. Islam tidak fobi terhadap perubahan apalagi mengganjal perubahan, itu sangat jauh dari Ruh Islam Justru islam sangat mendorong dan mendukung perubahan itu terjadi, kita tengok dalam sejarah Islam bahwa begitu gemilangnya Sumbangsi Islam masa Rasulullah Saw ditanah Arab dalam merubah Sosial-Culture bangsa arab dizaman Jahilia sampai pada pemerintahan para sahabat yang sukses membangun Peradaban Ilmu Pengetahuan di Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para arifbillah kadang mengatakan bahwa mereka membenci dunia, sehingga dalam kehidupan mereka lebih ditekankan kepada hidup zuhud atau sederhana dimana kehidupan dunianya adalah semata sebagai sarana untuk mendekatkan dirinya kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berbeda dengan kita, tentunya secara fitrah kita membutuhkan sebuah perubahan dalam realitas hidup dan kehidupan kita yang positif, benar dan lebih bermakna untuk dunia dan akhirat dari satu etape ke etape berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selaras dengan adanya pergantian tahun baru Hijriah 1429H ke 1430H, telah memberi makna lahir dan batin kepada kita untuk memulai sesuatu perubahan yang baru dalam prikehidupan kita baik sebagai individu, anggota masyarakat, maupun warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya tujuan dari perubahan yang kita inginkan adalah sebuah perubahan yang hakiki sesuai tuntunan dan ajaran Dinul Islam yang dapat mengantarkan kita kepada kemaslahatan dunia maupun akhirat ( fiddunia Hasanah wa fil Akhirati Hasanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas siapakah yang harusnya kita jadikan Rulle Model atau teladan dalam memaknai setiap perubahan dalam kehidupan kita ??? jawabanya tak lain adalah Baginda Rasulullah Saw, mahluk teragung dan termulia yang pernah dimiliki oleh dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, sebaik-baik suri teladan dalam masalah akhlaq adalah Nabi kita, Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam. Pada diri beliau telah terkumpul segala sifat terpuji dan mulia, seperti lemah lembut, sabar, berani, tawadhu, dermawan, zuhud, memenuhi janji, menjaga amanah, menghormati tetangga, menunaikan hak-hak, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Sehingga, sangat pantaslah jika Allah menjadikannya sebagai imam para Nabi dan Rasul serta orang-orang yang bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.(QS. Al-Ahzab : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim Rahimahullah di dalam kitab shahih-nya (no.746) dari jalan Hisyam bin Amir Radhiyallaahu 'anhu, bahwa dia berkata : Wahai Ummul Mukminin, beritahukanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah?? ? Aisyah Radhiyallaahu 'anha berkata : Bukankah engkau membaca Al-Qur’an ?? Hisyam menjawab : Iya.! Kemudian, Aisyah Radhiyallaahu 'anha berkata : Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Pembaca yang mulia, meskipun tulisan ini ringkas pembahasannya, akan tetapi, Insya Allah dapat memberi dorongan bagi kita untuk meneladani akhlak Rasulullah yang begitu mulia lagi terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah kita masih mau memilih suri teladan yang lain dalam memaknai perubahan hidup kita ??. marilah dengan kamalul yakin (keyakinan yang sempurnah) kita ikrarkan dalam sanubari kita bahwa satu-satunya teladan kita dalam mengarungi hidup ini adalah Baginda Rasulullah Saw, kita mulai dari sekarang, dari hal yang kecil dan dari diri kita sendiri seperti apa yang disampikann oleh KH. Abdullah Gymnastiar dalam setiap da’wahnya, tidak ada perubahan yang mustahil bagi kita yang terpenting dilandasi dengan kemauan yang kuat dan tetap istiqamah di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah ite Malona laha leu Mahina looka owe nusa Makassar memberikan inspirasi yang baik kepada iteka waria, ka lahana, ka leua (saudari) mahina yang ada diPelauw ?? kami yakin, Insya Allah bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya berahlak dengan ahlak Rasulullah &amp; putrinya Sayidah Fattima azahra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Male mae ake songko hari-hari terutama eke Nusa Hatuhahai ( jika berada disana)&lt;br /&gt;   2. Male Mai Asa puru terutama Malona taha perlu Pasomi eka krn kita mau perubahan yg maslahat.&lt;br /&gt;   3. Malona/Laki2 Keura/Rambut tidak boleh gondrong, Leu mahina keura/Rambut harus panjang, Impunami Kabiria ( Ahutun huai)&lt;br /&gt;   4. Berpakaian yang baik &amp; Pantas secara Islami terutama leu Mahina yg suka pakai yg ketat-ketat ( tirulah Sayiddah Fatimah ).&lt;br /&gt;   5. di Anjurkan Berkebaya saat hari-hari baik bagi leu Mahina dan bagi Malona Kata wallet, Lapu kurung &amp; Lahatale&lt;br /&gt;   6. Tidak Boleh Mabuk-mabukan ( Terutama Malona) Berikan teladan yang baik sbg Mahasiswa.&lt;br /&gt;   7. Tidak Boleh Joget-jogetan dan Piknik ( ini budaya barat/westernisasi)&lt;br /&gt;   8. Berbicaralah yg baik-baik dan Islami ( tabolesa kai sui uria/ tidak boleh bergunjing )&lt;br /&gt;   9. Mai Rutu maningkamu Hatuhahai ( silaturrahim)&lt;br /&gt;  10. Belajar yang Rajin, banyak membaca dan Menulis………. Ehe pasomi emi iya mi kurie …. Tulis saja walaupun hanya satu kalimat. Tidak ada yg lahir dengan Ilmu Pengetahuan.&lt;br /&gt;  11. Banyak Bertanya terutama yang berkaitan dengan Agama &amp; Titah Guruh Hatuahahai&lt;br /&gt;  12. Jangan takut mengatakan yang salah itu salah dan benar itu benar.&lt;br /&gt;  13. sabar &amp; tawaduh ( rendah hati) bukan rendah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Segala kebaikan dan niat yang baik akan mendapat ganjaran dari Allah Swt, sebagai amalan jariah kita, .. untuk kebaikan tidak ada yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalan Syair Hatuhaha :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PASANG FIKIRKAN TUAN DENGARKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMAL YANG BAIK TUAN KERJAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADALAH HABAR DIDALAM FURQAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIDALAM SURGA TUAN DIMASUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga tulisan ini bermakna dan bermanfaat bagi saya pribadi dan generasi Muda Hatuhaha. Allahu a’lam Bissawab !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf bila ada yang kurang berkenaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Billahi Taufiq Walhidayah Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lan Latuamury, Marawole, Maralessy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerhati Titah Guruh Hatuhaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-7844996347939654864?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/7844996347939654864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=7844996347939654864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7844996347939654864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7844996347939654864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/01/pantarey-perubahan.html' title='PANTAREY (PERUBAHAN)'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-6354214761199819908</id><published>2009-01-07T09:45:00.004+08:00</published><updated>2009-02-08T14:56:41.178+08:00</updated><title type='text'>Sepotong Sarkasme buat Jogetisme</title><content type='html'>ditulis oleh: Rus'an Latuconsina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam anak muda..!!! semoga di tahun baru ini ada spirit baru. Semoga mereka yang masih saja melacurkan akal sehat dan nuraninya untuk pesta-pestaan dan membangun 'bar-bar' joget semakin bersemangat selalu. Teruskan coy, biar kita tunggu saja bersama-sama kehancuran itu. Tak usah kita ratapi. Ya, Buat apa meratapi sesuatu yang kita hancurkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Benar, biarkan saja mereka berjoget sampai dunia ini kiamat. Joget dan pesta itu sudah menjadi tradisi baru koq..!!! lanjutkan coy, lanjutkan. Bila perlu di tahun 2009 ini ketika pemerintah sedang menggalakkkan proyek investasi pembangunan infrastruktur untuk memberdayakan banyak tenaga kerja, kawan-kawan boleh lah menggalakkan sebuah proyek hiburan di kampung kita sana. Ya, proyek lokalisasi joget dan pesta. Biar tersalurkan dan tidak bikin risih sebagian yang masih tetap risih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatkan sebuah areal yang khusus untuk joget, biar joget itu tidak lagi dibuat di depan mesjid ya, atau di depan rumah soa. Karena dua tempat itu menurutku yang tukang risih joget ini, dua tempat itu bukan tempatnya joget. Ya, kira-kira seperti bar-bar dan diskotek begitu lah kalau di kota, sebuah tempat yang dikhususkan untuk ratusan warga kita yang maniak joget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan di organisasi yang ada di Makssar bagusnya turut dalam proyek ini loh. Apalagi kan kemarin waktu hari raya idul adha, malamnya itu ada informasi masuk bahwa mereka yang pernah berpendapat dalam forum diskusi pemberantasan pesta/joget ketika pengkaderan berlangsung beberapa hari lalu, ikut dalam pesta itu. Ya, hitung-hitung, menurutku kita tidak perlu lah terlalu percaya dengan kata-kata orang yang mudah mengoarkan komitmen bersama. Komitmen tentang pemberantasan joget mulai dari internal organisasi. Sebuah organisasi di Makassar yang orang-orangnya sebagian sudah susah untuk dipercaya kata-katanya. Bulshett...................!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-6354214761199819908?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/6354214761199819908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=6354214761199819908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6354214761199819908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6354214761199819908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2009/01/sepotong-sarkasme-buat-jogetisme.html' title='Sepotong Sarkasme buat Jogetisme'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-5382554317934085659</id><published>2008-12-24T15:26:00.001+08:00</published><updated>2009-02-08T14:59:14.410+08:00</updated><title type='text'>Ikut-ikutan dalam Ibadah (Taklid Buta)</title><content type='html'>ditulis oleh: Alan Latuamury&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sangat mafhum bahwa emang orang yang tidak memiliki pengetahuan adalah orang yang tidak bisa mengambil pelajaran dan hikmah yang terkandung dari sebuah Simbol, perkataa/lisan, perbuatan dan penetapan sebuah hukum/ajaran. Allah dan Rasulnya sdh banyak memberikan perumpamaan lewat simbol-simbol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ang ditampilkan ( lihat simbol2 dlm aralam raya ini, bulan, bintag, langit, gunung, hewan dll), perkataan, perbuatan &amp; penetapan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga bagi orang berakal/berpengetahuan mengatakan bahwa MA HALAQTA HAJA BATHILA (tiada engkau (Allah) menciptakan ini dengan sia-sia) karena mengandung Ilmu dan Hikmah yang tinggi, lain halnya dengan orang yang tidak berakal/berpengetahuan mereka menganggap itu biasa-biasa saja karena lahir &amp; bathinya tidak mampu menangkap Ilmu &amp; Hikmah yang terkandung didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat jasad sama dengan sia-sia, namun shalat ruhlah yang akan diterima Tuhan. Lalu ada juga oposisi biner dalam menganalogikan shalat dengan hubungan seksual (biologis?) antara suami dan istri. Lalu argumen berlanjut dengan ketiadaan kewajiban shalat bagi wanita. Luar bisa... Sekali lagi luar biasa kerancuannya... aristotelian bangget.(Rus'an)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baca ulang dulu apa yang kami ulas dan harap dicermati dengan seksama apa substansi dari ulasan kami tentang Shalat, kami tidak mengatakan Shalat Jasad atau Shalat Ruh, yang kami maksudkan adalah didalam setiap Ibadah kita harus melakukannya secara kaffah(total) jasadiah &amp; ruhiah, harus kedua-duanya disertakan dalam setiap pengamalan kita baik itu wuduh, Tauhid, shalat, hadji, zakat, puasa dll, bukan hanya mengutamakan salah satu dimensi dan dimensi yang lain kita tinggalkan, itu sama artinya orang yang tidak mengenal dirinya atau tidak kaffah (total) dalam ibadah. Saya kira anak Sekolah SD sampai lanjutan pertama saja sdh tahu bahwa manusia itu terdiri dari jasad kasar dan Jasad Halus.saya jadi heran ... kenapa adik begitu naif .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makannya saya menanyakan apa hakekat Shalat menurut adik Rus??? dan jawabnya khan banyak yg salah satunya Munajad, kalau cuma munajad itu sudah terlalu umum &amp; basic bagi banyak orang &amp; hakekat shalat seperti itu untuk konsumsi anak TK/SD paling maksimal Anak SMP, mereka tahu Shalat itu Doa/Munajat, kalau anda &amp; saya hakekat seperti itu adalah terlalu dasar, sudah bukan level anda &amp; saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ulasan anda sendiri dapat memberikan gambaran bahwa anda tidak memahami apa yang kami ulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu agama yang sudah terang. Janganlah memutar balikkan kebenaran dengan argumen yang kurang bermutu (Rus'an)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru karena Islam itu sempurnah dan Terang/jelas maka harusnya kamu memahami &amp; bisa mengambil pelajaran, tapi kenapa kamu tidak memahami kesempurnaan dan kejelasan dari Islam itu sendiri ...kenapa anda masih memposisikan pemahaman anda pada hal-hal yang terlalu basic yang sudah seharusnya bukan level pemahaman diusia anda. Argumen mana yg kurang bermutu ??? Paham anda saja yang tidak bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah membandingkan antara shalat sebagaimana perintah Allah dalam al Qur'an dengan shalat yang dilaksanakan oleh anak-anak muda di Makassar misalnya, atau membandingkannya dengan banyak orang yang terlihat (di mata kita) sebagai 'tidak khusyuk' karena kesibukan aktivitas dan sebaginya yang (kelihatan) tidak sempurna menurut standar sempurna menurut menafsiran bang Lan. Apakah proposrsional membuat perbandingan seperti itu lantas mangambil kesimpulan berdasarkannya bahwa shalat seperti itu tidak khusyuk, lalu tidak sempurna, lalu masuk dalam golongan 'kebanyakan orang mengerjakan shalat padahal lalai dalam shalatnya.(Rus'an)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mau tanya anda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Asal pemahaman Shalat anak-anak muda &amp; orang kebanyakan itu dari mana, apakah bukan bersumber dari Alqur'an &amp; Sunnah Nabi ??, jangan anda mau mensamarkan hukum Allah Swt yang sudah jelas, itu sama halnya anda menafikan kebenaran Al-Qur'an dan Sunnah dengan memakai pendekatan kecerdasan Machiaveli (menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan). istighfar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Apakah karena sibuk sebagai mahasiswa atau pekerja lantas diperbolehkan shalat apa adannya, dengan menafikan kesempurnaan shalatnya ?? Apakah ada klasifikasi kewajiban shalat menurut profesi ??? tolong dijawab yah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda sendiri yang menyatakan bahwa Aku shalat bukan berarti aku harus main-main. Karena itu namanya bukan shalat. Terus yang diatas seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya yang memberikan argumen yang tidak bermutu dan mengaburkan kesempurnaan Ajaran Islam adalah Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu Universal &amp; tinggi-mulia, meliputi segala dimensi kehidupan dan penciptaan, sehingga sedari awal kami sangat menekankan untuk mencari Ilmu. Belajar dulu yah yang banyak ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (QS Al Israa: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talabul ilmi faridatun ala kulli muslimina wal muslimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Mencari ilmu adalah kewajiban/fardu ain bagi kaum muslimin (Laki-laki) dan Muslimat (perempuan).( HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sama orang-orang yang memiliki Ilmu Pengetahuandan dengan yang tidak meiliki Ilmu ? ( Firman Allah Swt).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Aba Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalat (sunnah) seratus rakaat, dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik daripada shalat seribu raka'at. (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang 'abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang. (HR. Abu Dawud ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga Allah dan Rasulnya sangat menganjurkan untuk mencari Ilmu, ilmu adalah Cahaya/Nur petunjuk untuk mencapai nilai-nilai hakiki yang sempurnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Allah adalah salah satu tools untuk menjawab apakah yang kita lakukan ini (Ibadah dll) adalah sudah benar &amp; sempurnah atau belum, kalau anda tidak berilmu bagaimana anda bisa menilai &amp; membedakan bahwa apa yang anda lakukan adalah sudah benar &amp; sempurnah sesuai tuntunan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kesempurnaan ibadah yang kita miliki dalam beragama itu memang bukan mau disampaikan ke orang lain, dibicarakan saja tidak boleh apalagi memaksakan kehendak kita untuk diikuti dengan menjustis bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, tidak benar, tidak sempurnah dll ucapan karena ini tidak dianjurkan dalam beragama, tapi hanya menjadi internal advice &amp; personal komparatif terhadap apa yang kita lakukan dan orang lain lakukan melalui observasi/pengamatan &amp; lewat baab/pintu pengetahuan atau ilmu yang kita miliki yg dapat menganalisis sejauh mana kesempurnaan Ibadah yang telah kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinul Islam adalah ajaran yang sempurnah tinggi dan mulia yang menganjurkan kewajiban mencari Ilmu bagi pemeluknya guna menjaga kesempurnaan ibadah yang kita lakukan karena tertolak Ibadah tanpa dengan Ilmu, jika ada yang melakukan ibadah tanpa didasari ilmu tentangnya (Taklid buta), alias ikut-ikutan saja, tipikal orang2 yang seperti ini kata para ulama adalah penghancur Agama karena mengkaji, memahami dan mengaplikasikan ajaran Agama hanya melelaui pendekatan dalil Aqli/akal semata tanpa dibarengi dengan Dalil2 yang lain dan tidak disertai dengan Ilmu, pada hal Al-Qur'an sudah banyak menjelaskan tentang kekurangan/keterbatasan akal dalam memahami ayat-ayat Allah Swt dan pentingnya ILMU untuk menjaga fitrah kesucian Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang-orang seperti ini belajar Islam bukan dari Ulama dengan criteria Ulama pelanjut risalah dari para nabi tapi Ulama gadungan, atau belajar dari pemikiran Orang-Orang Non-Islam melalui berbagai literatur mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Al-Jauzi meriwayatkan dalam Manaqib Ahmad (hal 178) dengan sanad yang sampai pada Abu Al Hasan Al Maimuni (Murid Imam Ahmad) “ Imama Ahmad berkata wahai Abu Al Hasan hati-hatilah kamu dari berbicara tentang masalah yang tidak kamu mempunyai imam (Guruh) dalam masalah tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar anda tidak akan terkagum-kagum karena cuma ikut-ikutan dalam memahami Islam, dan kami tidak bermaksud untuk membuat anda kagum karena yang anda pakai untuk memahami Ajaran Islam adalah logika berfikir yang tidak berlandaskan Hakekat Ilmu, hanya kira2, &amp; sangka2, serta rujukan dari literatur-literatur yang tidak tahu rimbanya sebagimana penjelasan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa berbicara tentang Ibadah Shalat, sementara hakekat Rukun Islam yg Pertama (Tauhid) saja kita belum paham/mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa melaksanakan Shalat yang baik &amp; benar (sempurnah) Kalau Hakekat Shalatnya saja kita tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAKTI ALANNAASI ZAMANU YUSALLUUNA WALA YUSALLUUN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Akan Datang Kepada Manusia Suatu Zaman, Banyak Yang Shalat Padahal Sebenarnya Mereka Tidak Shalat.(H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda bisa menjelaskan bahwa Alam Raya ini adalah Mesjid sedangkan Hakekat Mesjid secara Islam saja Anda tidak mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulughul Maram Min Adilatil Ahkam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ke-67&lt;br /&gt;Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Bumi itu seluruhnya masjid kecuali kuburan dan kamar mandi." Riwayat Tirmidzi, tetapi ada cacatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ke-68&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang untuk sholat di tujuh tempat: tempat sampah, tempat penyembelihan hewan, pekuburan, tengah jalan, kamar mandi/WC, kandang unta, dan di atas Ka'bah. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dinilai lemah olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda bisa menjelaskan Ma'na Mimbar didalam Mesjid jika Pengetahuan anda tentangnya tidak ada bahkan mau ditiadakan ( Nauju Billahi Minjalik), ini adalah jenis orang-orang yang menghapus hukum-hukum Allah Ta'ala karena hawa nafsunya (tidak berilmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda mau menjelaskan tentang Isra Mi'rajnya Rasulullah Saw dalam menerima Shalatul Hamsa jika mimbar mau ditiadakan.ataukah mungkin anda mau membuat mimbar seperti podiumnya para Ahlul Kitab (Nasrani dan Yahudi) yang terbuka (tidak tertutup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata: “Orang beramal tampa ilmu kerusakan yang ditimbulkannya jauh lebih besar dari kemaslahatannya”. Oleh sebab itu setiap amalan yang akan kita lakukan, kita wajib memiliki ilmu tentangnya. jangan ikut sana, ikut sini, yang pada akhirnya bermuara pada kesesatan. Carilah ilmu kepada ahlinya, sebagaimana yang Allah pesankan kepada kita: “Maka bertanyalah kepada ulama jika kamu tidak tahu”. (An Nahl: 43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh : Kalau para ikhwan &amp; akhwat ingin menjadi ahli teknik tentu belajar di fakultas teknik yang para dosennya pakar dalam bidang teknik, begitu pula dalam bidang ahli lainnya, tapi saat sekarang banyak orang berani berbicara dalam agama, padahal baca al fatihah saja belum tentu benar. Banyak pakar gadungan sekarang dalam mengajarkan agama karena bisnisnya cukup menggembirakan, dan lebih sangat aneh kalau seseorang belajar Islam kepada orang kafir. Kalau sakit gigi saja kita pasti pilih dokter ahli gigi, tapi dalam hal agama kita justru belajar kepada siapa saja yang tidak tau dari mana rimbanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berlaku seperti Ahli2 Filsafat yang coba mendamaikan antara Akal &amp; Wahyu, yang pada akhirnya gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah logika seperti itu bisa pula kupakai dalam menyoroti kualitas islam a la MA'RIFAT di Hatuhaha..?Coba pikirkan, bahwa dengan membandingkan antara apa yang diklaim sebagai islam yang tinggi dan sempurna di Hatuhaha, dengan kondisi dekadensi moral dan kemanusiaan, apatisme, joget-jogetan dan pesta pora yang selalu menjadi pengiring maulid Nabi saw, idul fithri, idul adha dan banyak momen di sana yang kemudian menurutku itu adalah preseden buruk tidak bermanfaatnya islam ma'rifat hatuhaha dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Sesuatu yang diklaim sempurna dan tinggi haruslah pula bisa membawa maslahat sosial kemanusiaan dan mencegah kemungkaran dan kejahiliyahan. Bukan hanya sekedar tinggi dan sempurna di mulut, dia harus diverivikasi pada ranah sosial. Artinya dia harus mampu memainkan peran peradabannya. Logika di atas bisa membantuku untuk menjustifikasi bahwa ia sama sekali mandul dalam peran peradaban. Bagaimana..? (Rus'an)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat Naif jika anda sebagai seorang Intelektual menghubungkan proteksi nilai-nilai moral suatu Ajaran terhadap Dinamika Sosial suatu masyarakat, ini tidak bisa di hubungkan secara head to head, dibelahan dunia manapun tidak ada system proteksi seperti itu yang 100% ok, banyak faktor yang mempengaruhi keimanan seseorang dalam menjalankan nilai-nilai moral suatu ajaran, bisa saja karena kurang paham ajaranya, masalah ekonomi, masalah pekerjaan, life style(gaya hidup) dan masalah-masalah sosial lainya, kesalahan itu murni Oknum/orang per-orang bukan Ajarannya yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun baiknya, tingginya &amp; sempurnanya suatu ajaran tidak akan bisa memberikan assurance/jaminan 100% untuk kebaikan moral bagi para pengikutnya, jika mereka tidak kaffah dalam memurnikan ketaatanya terhadap pengamalan ajaran-ajaran tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia sudah dikaruniai Akal untuk berfikir &amp; Hati untuk memfilter hal-hal yang tidak baik, tapi yang namanya manusia yah selalu membangkang. Tiap-tiap jiwa bertanggung jawab atas dirinya sendiri, mau baik dan buruk tergantung dari mereka sendiri, sudah jelas tuntunan dan ganjaran yang akan didapat ko'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt sang Khalikul Alam sendiri saja menyatakan didalam firmannya bahwa nasib suatu kaum tidak bisa dirubah kecuali kaum itu sendiri.jadi bukan ajaranya yang mandul tapi orang-orangnya yang tidak memahami dan menjalankan ajarannya secara murni dan konsekuen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: siFulan Korupsi atau berzinah apakah Ajaran Islam yang akan dipersalahkan ?? ini khan naif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa mengetahui kualitas shalat kita hanyalah Allah swt, jadi jangan sok tahu.(Rus'an)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ulasan Rus'an Ini adalah jawaban bagi orang awam yang mengerjakan Ibadah hanya dengan ikut-ikutan atau Taklid Buta. Allah Swt sudah menurunkan Ilmunya &amp; agamanya yang sempurnah dan telah mengaruniakan Qalbu didalam hati manusia yang menjadi radar, filter dan neraca untuk memberikan penilaian atas apa yang kita lakukan. Apalagi yang mesti anda dustakan ? Apakah anda menganggap Ilmu2 Allah yang telah diturunkan itu tidak sempurnah, sehingga orang yang berilmu tidak bisa menilai ibadah yang dilakukannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita bisa menilai dan merasakan bahwa apa yang kita lakukan sudah sempurnah sesuai tuntunan yang diberikan atau tidak yakni dengan nikmat ilmu Allah yang telah kita miliki itulah kita dapat menilai tanpa menafikan bahwa kesempurnaan yang hakiki adalah Rahasia Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Swt dalam Alquranul karim Surat Al-Maidah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS-Almaidah 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kapan (sesuai di tulisan itu) Nabi-nabi dari Adam as sampai dengan Muhammad saw dan para sahabatnya berada di Hatuhaha mengajarkan Islam..?Siapakah guru Hatuhaha itu, berapa jumlahnya, tinggal di mana, asalnya dari mana, wafatnya kapan, kuburnya di mana? tolong ya dijelaskan secara logis dan koheren dengan fakta sejarah...(Rus'an)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan mereka ada di Hatuhaha = Wallahu alam Bissawab (hanya Allah yang tahu), krn blm ada tarikh masehi / Hijriah pada saat itu tapi jelasnya sejak Adam &amp; Hauwa keluar didunia fana'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Hatuhaha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adamei hoka heri sorogae, ihoka kura itata tamelenaea, ihoka kura itata tamelena, iy he he ainy wa’a Hatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam Iy hehe ainy wa’a Hatuhahai, Adam ikuru ei wa’a tanah Murah, tambira sareleiy owe u horinyeya, ituo taka kuasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Mereka ? Sdh disampaikan dlm tulisan sebelumnya ( baca baik2 dulu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlahnya ? Wallahu alam Bissawab (hanya Allah yang tahu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal dimana ? di Hatuhaha, lihat Rumah nainyi/ Rmh Pusaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalnya dari mana? Wallahu alam Bissawab (hanya Allah yang tahu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wafatnya kapan? Wallahu alam Bissawab (hanya Allah yang tahu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuburannya dimana ? apakah anda tidak melihat Karamat dari Pelauw s/d Rohomoni ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun penjelasan yang dibangun, hujjah yang dilontarkan, analisis yang disampaikan, ketika masih menggunakan logika oposisi binarian, maka menurutku permasalahannya sudah menjadi akut, karena sebelum kata-kata itu menghunus, sudah ada frame berpikir yang keliru lebih awal di batok kepala. Alur berpikir meluncur sesuai aliran nalar yang terformat oposisi binarian. Ada islam syariat, ada yang luar biasa, ma'rifat. Ada yang shalat jasad, ada yang shalat ruh. Ada wudhu jasad, ada wudhu ruh, seterusnya dan seterusnya. Padahal Islam itu kaffah. Kata siape orang Islam yang shalat itu hanya shalat seperti olahraga/shalat jasad saja alias tidak menghadirkan adab-adab batiniah shalat? Jangan terlalu buru-buru menyimpulkan dari doktrin binarian itu tanpa konfirmasi empirikal(Rus'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sebenarnya tidak memahami makna kaffah(total), anda asal bicara tapi tanpa memahami makna kata yang disampaikan. Yang membuat frame berfikir oposisi biner seperti yang anda maksudkan adalah anda sendiri. Apakah anda tidak tahu bahwa manusia itu bidimensional, anak SD saja tahu ko' , naif kalau anda menafikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat penjelasan kami diawal tulisan ini dalam memaknai kaffah (totalitas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah dijamin bahwa semua orang yang shalat di masjid Hatuhaha atau masjid Pelauw itu akan secara mudahnya mendapatkan kualitas shalat khusyuk lantaran mengikuti prosedur metode shalat a la ma'rifat..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika prosedurnya benar sesuai tuntunan &amp; Ilmu yang dimiliki maka Insya Allah Shalatnya akan mendapat status legalisasi yang sempurnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan mengikuti metode atau prosedur saja sudah bisa menjamin shalat seseorang menjadi khusyuk alias mencapai kualitas shalat ruh..? Kalau iya, begitu prosedurkah mau mendapatkan kualitas ma'rifat..? Apakah kualitas ma'rifatullah itu bisa didapatkan secara prosedural saja, klaim sajakah dan haruskah mengikuti prosedur peribadatan a la hatuhaha..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini pertanyaan anak-anak yang baru belajar bertanya, kalau prsedurnya saja yang dijaga yah tidak sempurnah toh, harus kaffah (totalitas) mulai dari prosedur, syarat, adab, rukun dll semuanya dijaga kesempurnaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tentunya didasari dengan pengetahuan/Ilmu yang bersumber dai Al-Qur'an &amp; Hadis yang dimiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih atas peringatannya untuk tetap tawadu (rendah hati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu Alam Bissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadanallahu Waiyyakum Ajama'in. Wassalamu 'Alaikum Wr-Wb !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-5382554317934085659?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/5382554317934085659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=5382554317934085659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/5382554317934085659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/5382554317934085659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2008/12/ikut-ikutan-dalam-ibadah-taklid-buta.html' title='Ikut-ikutan dalam Ibadah (Taklid Buta)'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-5628509863509493841</id><published>2008-12-09T19:52:00.003+08:00</published><updated>2009-02-08T15:02:52.756+08:00</updated><title type='text'>Idul Adha di Tengah Hujan</title><content type='html'>ditulis oleh Rus'an Latuconsina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantunan takbir, tahmid dan tahlil berulang-ulang memecah keheningan subuh. Suara itu menggetarkan jiwa. Dengan dibantu alat pengeras suara, jamaah shalat subuh di masjid Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulsel itu menggemakan kalimat-kalimat suci yang telah mentradisi dikala tiba shalat id. Beberapa jurus kemudian kudengar pengumuman dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;situ bahwa shalat idul adha dimulai pada pukul 06.30 wita. Usai mengirimkan beberapa sms ucapan lebaran buat kawan-kawanku, aku bergegas ke kamar mandi karena khawatir kehilangan kesempatan shalat id. Mungkin inilah shalat idku yang terakhir kali, aku tidak tahu. Apalagi usia semesterku sudah termasuk sepuh. Bisa jadi kalau Allah mengijinkan, idul adha berikutnya tidak lagi aku nikmati di bumi Tamalanrea ini. Tempat yang telah cukup lama menyimpan jejak kebodohanku sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku sudah terjaga sejak sekitar jam dua dini hari. Aku susah tidur malam itu. Pikiranku sulit diajak kompromi dengan mataku. Padahal aku tidak sedang insomnia. Entah bagaimana aku hanya merasakan sesuatu yang lain saja memasuki hari ulang tahun momen ekspresi totalitas cinta Ibrahim as dan Ismail as ini. Ada sesuatu yang lain di hati. Perasaan ini sangat subyektif dan begitulah hati yang punya tabiat. Saat keterjagaanku di dini hari yang tidak terlalu dingin itu, aku memencet tuts inbox message di handphone dan mendapati beberapa sms ucapan selamat lebaran dari beberapa kawan. Segera aku memblasnya, berharap semoga sms itu bisa menjembatani ungkapan kebahagiaan merayakan idul kurban ini seraya mereguk hikmahnya yang dalam. Masih sempat setelah shalat subuh memegang benda yang kadang merepotkan ini. Sms-sms yang isinya mulai dari yang puitis sampai yang standar-standar saja, sekedar "mohon maaf lahir batin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum jam telah lewat sedikit dari pengumuman yang disampaikan tadi subuh, aku pun bergegas ke lapangan depan Pusdam. Menelusuri lorong di antara pondokan yang padat, aku mengenakan kain sarung dan kaos oblong. Manutup aurat dan tidak pocci-pocci. Karena Allah tidak memedulikan materi pakaian, yang penting pakaiannya bersih. Bersih dari najis, bersih dari korupsi. Mudah-mudahan pakaianku bukan hasil korupsi. Aku masuk ke halaman yang di sana jamaah sudah berdiri shalat. Imam sudah membaca fatihah. Aku tidak membawa sajadah. Sajadahku hanya satu dan dipegang oleh adikku. Aku berdiri di tengah dua orang yang kebetulan masih ada ruang kosong di sana. Di atas beton jalan yang melingkari lapangan rumput, kusibakkan sendal jepit hijauku ke belakang lalu setelah berdiri mantap dengan konsentrasi, aku takbiratul ikhram, lalu mengulangi takbir sampai tujuh. Imam sudah membaca surah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan itu tidak penuh sama sekali, tapi memang kelihatan banyak dan sebagian besar mahasiswa. Jamaah wanita di lantai semen persis di bawah atap gedung Pusdam sebagian juga mengambil posisi jamaah di pelataran kios-kios yang ada di kompleks itu. Jamaah laki-laki di depan dan menyebar sampai ke samping kanan dekat pagar kompleks. Di tengah-tengah shalat itu, hujan turun. Semuanya terhenyuk dalam shalatnya walau lama-lama hujannya semakin mengguyur deras. Imam melanjutkan rakaat keduanya dengan takbir lima, lalu fatihah dan surah. Baru kali ini aku merasakan shalat id langsung di tengah lapangan dengan guyuran air hujan. Ada sensasi tersendiri dari kondisi seperti ini. Kehujanan ketika melakukan ritual shalat id di lapangan terbuka dengan berjamaah. Memang benar apa kata ulama mengikuti wewantian Baginda Nabi saw mengenai keutamaan shalat id di lapangan terbuka sebagai salah satu bentuk syi'ar Islam kepada dunia yang serba plural secara ideologi dan keyakinan agama ini. Shalat id yang amat bersahaja namun kaya dengan makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai imam mengucapkan salam, tidak menunggu lama lagi, khatib menaiki sebuah mimbar sederhana yang dicat hijau untuk membawakan khutbah id. Langit tak bergeming. Awan kelabu di atas sana masih terus mengirimkan berjuta tetes air. Hikmah berkurban disampaikan dalam khutbah yang tidak lama itu. Hujan teteap membasahi rerumputan, sajadah, kopiyah, wajah, punggung, baju, celana, sarung, mukena dan apa saja yang ada di situ. Ada yang bergeser untuk sekedar berlindung di bawah pohon mangga dan di bawah tiris gedung Pusdam yang bentuk arsitekturnya sangat khas Sulawesi selatan itu. Ada juga yang tetap di tempatnya, pasrah bermandikan nikmat Allah dari langit sambil tenang mendengarkan khutbah. Khutbah lalu berakhir dengan penegasan kalimat-kalimat pengagungan Allah sawt. Aku kembali ke kamar kost di tengah kerumunan jamaah yang buru-buru pulang karena mungkin telah kedinginan dan mungkin juga lapar. Memang, karena shalat id ini dianjurkan untuk tidak makan dulu ketika pergi shalat id. Aku di kamar lalu meneruskan kebiasaan lamaku. Memenuhi hasrat mencapai halaman pamungkas sebuah novel yang kupinjam dari sebuah kafe baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-5628509863509493841?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/5628509863509493841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=5628509863509493841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/5628509863509493841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/5628509863509493841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2008/12/idul-adha-di-tengah-hujan.html' title='Idul Adha di Tengah Hujan'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-7242169385576527930</id><published>2008-11-30T00:00:00.009+08:00</published><updated>2009-02-08T15:05:43.749+08:00</updated><title type='text'>Multiinterpretasi Sombolik</title><content type='html'>ditulis oleh Rus'an Latuconsina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini akan singkat saja. Sekedar menanggapi sebuah tulisan cukup panjang dari bang Lan Latuamury dengan judul "Bukti Kesempurnaan Islam Hatuhaha". Yang pertama saya sangat berterima kasih dan merasa bersyukur karena ternyata ada yang bersedia membantu mengembangkan pikiran saya dengan jalan menemani berbagi gagasan, argumen dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;pendapat. Menurut saya berdialektika gagasan adalah keharusan bagi siapa saja yang menginginkan jalan pencarian. Saya tak mau sesumbar sebagai penemu kebenaran apalagi merasa sok tahu tentang apa itu Tuhan. Saya hanyalah pencari yang tidak suka dengan kemapanan, apalagi kemapanan itu dibangun dan dilegitimasikan dengan sebuah sistem pengetahuan yang menyimpan bias konteks ruang waktu dan falsifiable secara metodologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi-refleksi saya yang sebelumnya sebenarnya belumlah merupakan cerminan utuh dari totalitas gagasan saya, karena memang beberapa anyam aksaraku yang lalu begitu singkat terpenjara oleh ukuran artikelnya sehingga hanya sempat merekam sedikit saja. Saya hanya bisa memahat sebagian yang sempat mangkal di batok kepala ketika otak sempat memungutnya. Seperti Plato yang bergumam teguh bahwa proses mengetahui adalah proses pikiran mengingat padanan objek lahiriah yang hadir dari alam ide. Koq, nyambung nggak yah? Gagasan dibatasi kata-kata. Ini bukanlah apologia, namun ini hanyalah kata-kata untuk menyambungkan paragrafku sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa yang diulas dalam tulisan yang menurutku terlampau bernuansa apologic itu, tidak ada sesuatu informasi ataupun gagasan di dalamnya yang bisa membuat aku terperangah alias terkagum-kagum. Tidak ada yang istimewa di dalamnya. Bahkan menurutku biasa-biasa saja. Pikirku bahwa argumen yang dibangun dengan menggunakan argumen berlabel 'hatuhaha' dan 'ma'rifat' akan sangat wah dan luar biasa, namun ternyata jauh dugaanku. Malah di dalamnya kutemukan beberapa kontradiksi dan argumen yang tidak bermutu secara intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan secara detail mengomentari satu per satu, tapi saya akan melihatnya secara pendekatan metodologi ilmunya. Ilmu tasawuf atau ma'rifat secara metodologis, kata Kang Jalal termasuk dalam salah satu paradigma epistemologi. Dalam filsafat ilmu islam, secara metodologis ma'rifat adalah suatu cabang ilmu yang wataknya interpretatif, subjektif, iluminatif, intuitif, simbolik, mistis dan transsubstansial. Ada banyak varian yang sudah ada dan diantaranya bahkan menjadi ordo gnostik yang besar dan meluas. Kita sudah sama-sama ketahui walau mungkin secara permukaan dari pelajaran sejarah mengenai persebaran ajaran Islam ke banyak pelosok negeri pada jaman dulu, termasuk ke Nusantara dan khususnya Hatuhaha. Sudah pasti Islam di Hatuhaha memiliki sejarah yang manusiawi, bukan seperti cerita dongeng, sehingga mengatakan bahwa Nabi Adam as dan nabi Muhammad saw punya jejak historis personal mistikal di Hatuhaha beserta kitabnya, kupikir itu adalah bagian dari sindrom romantisme sastra melayu kuno yang kurang logis dalam membabad dagelan purbanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena ma'rifat itu wataknya seperti tersebut di atas, maka saya hanya bisa memaklumi saja (tapi bukan terpaku dan kagum) ketika ada orang yang dengan bangganya menjerat nalarnya dalam jebak nalar oposisi biner aristotelian. Mengafirmasi oposisi biner antara shalat jasad dan shalat ruh. Shalat jasad sama dengan sia-sia, namun shalat ruhlah yang akan diterima Tuhan. Lalu ada juga oposisi biner dalam menganalogikan shalat dengan hubungan seksual (biologis?) antara suami dan istri. Lalu argumen berlanjut dengan ketiadaan kewajiban shalat bagi wanita. Luar bisa... Sekali lagi luar biasa kerancuannya... aristotelian bangget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu agama yang sudah terang. Janganlah memutar balikkan kebenaran dengan argumen yang kurang bermutu. Janganlah membandingkan antara shalat sebagaimana perintah Allah dalam al Qur'an dengan shalat yang dilaksanakan oleh anak-anak muda di Makassar misalnya, atau membandingkannya dengan banyak orang yang terlihat (di mata kita) sebagai 'tidak khusyuk' karena kesibukan aktivitas dan sebaginya yang (kelihatan) tidak sempurna menurut standar sempurna menurut menafsiran bang Lan. Apakah proposrsional membuat perbandingan seperti itu lantas mangambil kesimpulan berdasarkannya bahwa shalat seperti itu tidak khusyuk, lalu tidak sempurna, lalu masuk dalam golongan 'kebanyakan orang mengerjakan shalat padahal lalai dalam shalatnya'..?Bukankah logika seperti itu bisa pula kupakai dalam menyoroti kualitas islam a la MA'RIFAT di Hatuhaha..?Coba pikirkan, bahwa dengan membandingkan antara apa yang diklaim sebagai islam yang tinggi dan sempurna di Hatuhaha, dengan kondisi dekadensi moral dan kemanusiaan, apatisme, joget-jogetan dan pesta pora yang selalu menjadi pengiring maulid Nabi saw, idul fithri, idul adha dan banyak momen di sana yang kemudian menurutku itu adalah preseden buruk tidak bermanfaatnya islam ma'rifat hatuhaha dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Sesuatu yang diklaim sempurna dan tinggi haruslah pula bisa membawa maslahat sosial kemanusiaan dan mencegah kemungkaran dan kejahiliyahan. Bukan hanya sekedar tinggi dan sempurna di mulut, dia harus diverivikasi pada ranah sosial. Artinya dia harus mampu memainkan peran peradabannya. Logika di atas bisa membantuku untuk menjustifikasi bahwa ia sama sekali mandul dalam peran peradaban. Bagaimana..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun argumen dokotomi nalar tetaplah jatuh dalam fallacy of thinking. Semua umat Islam sependapat dalam hal keharusan shalat sempurna. Shalat hanya akan diterima oleh Allah swt apabila shalat itu memenuhi kriteria kesempurnaan shalat. Itu sudah jamak diketahui, bukan hal baru lagi. Teladan kesempurnaan tapi manusiawi adalah Nabi Muhammad saw. Dengan membangun dikotomi nalar di atas maka kecenderungan membenarkan pihak 'kami' dan menyesatkan pihak 'mereka' diteguhkan dengan pendefenisian-pendefenisian yang sebenarnya kalau hendak dilacak hal ini akan merujuk pada bagaimana model konstruksi teologis atau dalam tataran ilmu berada pada level metodologi yang kesemuanya bertendon pada kapsul interpretatif di atas. Kita bisa saja dengan mudah mendefenisikan menurut mata kita bahwa yang ini shalatnya tidak sempurna, lalu yang ini shalatnya sempurnya. Contohnya mahasiswa yang shalat di masjid kampus Unhas tidak sempurna shalatnya karena kelihatan oleh standar mata orang hatuhaha. Mungkin karena si mahasiswa ini tidak mempraktikkan metode-metode tertentu yang menurut orang hatuhaha sebagai prakondisi menuju shalat sempurna. Jadi orang yang shalat dengan metode a la hatuhaha akan sempurna shalatnya dan sebaliknya akan tidak sempurna. Bisakah kita menerima cara berpikir seperti ini?Emangnya mandat Tuhan telah diberikan kepada mata orang Hatuhaha untuk mengeliminasi status shalat seorang hamba sebagai shalat yang tidak sempurna lantaran tidak memakai metode shalat ala hatuhaha?Terlalu rasis untuk hal ini. Kita masih bisa berdebat untuk masalah ini. Metode prakondisi untuk khsyuk dansebagainya itu sebenarnya bukan tidak diketahui oleh umat Islam yang biasa shalat itu. Menurutku mereka tahu, hanya saja ada pemahaman bahwa hal-hal semacam itu (prakondisi kekhusyukan) masuk dalam urusan bid'ah bagi yang tidak ada informasi sahihnya dari Rasulullah saw, sehingga tidak dibutuhkan. Hanya saja, apakah kita bisa menghakimi ketidaksempurnaan shalat seseorang&lt;br /&gt;Pakemnya standar kualitas shalat yang Allah swt beritakan dalam firmanNya dan kehidupan NabiNya saw yang menurutku haruslah dipahami sebagai peringatan akan pentingnya menjaga kualitas shalat sebagaimana yang ideal menurut Allah swt. Manusia sebagai abid dan khalifah harus menyempurnakan shalatnya. Sama halnya dengan kualitas ulil albaab. Ayat-ayat ulil albaab yang berjumlah enam belas dalam alQur'an itu menghimpun prototipe manusia ideal, diantaranya hanya takut kepada Allah swt, memiliki ilmu dan hikmah, kritis dan teguh pendirian, progresif dalam berdakwah, teguh berjuang dan suka bangun shalat malam. Al Qur'an sudah jelas bagi kita. Sunnah Nabi saw pun demikian. Sekali lagi, mengatakan bahwa shalat jasad berarti itu adalah kekeliruan berpikir. Al Qur'an tidak pernah menyuruh wanita, termasuk wanita hatuhaha untuk tidak shalat. Perintah shalat berlaku untuklaki-laki dan perempuan. Sedangkan apa yang ditulis bahwa ada larangan wanita hatuhaha shalat, itu adalah suatu interpretasi yang masih debatable dan menurutku tidak berdasar sama sekali. Hasil interpretasi simbolik seperti itu tetap saja takluk di bawah nash-nash suci al Qur'an yang memerintahkan shalat kepada laki-laki dan perempuan muslim. Tidak mudahnya khusyuk bukan berarti hilangnya kewajiban shalat. Kita juga tidak bisa secara hitam-putih membuat skala-skala kekhusyukan atau kesempurnaan shalat seseorang, karena masalah itu adalah sangat subyektif sifatnya dan sangat personal antara masing-masing orang dengan Sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tabel komparasi tingkat kesempurnaan yang diberikan, kupikir terlalu takabur juga seperti itu. Lagi pula kriteria komparasinya pun masih keliru dan cenderung sepihak mengistimewakan pihaknya bahkan menyesatkan. Bukan hal baru. Armahedi Mahzar dalam "Revolusi Integralisme Islam" telah memberikan yang lebih bagus. Membaca pertanyaan yang disodorkan pun saya merasa itu sebagai pertanyaan yang lucu. Pertanyaan yang biasa-biasa pula. Hakikat shalat..? Menurutku hakikat shalat itu akan banyak kalau diuraikan dengan pena dan diucapkan dengan lisan dan dialami langsung sebagai noumena talkless and writeless. Telah banyak buku dicetak untuk soal yang satu ini. Shalat itu adalah munajat. Masjid dikatakan baitullah, siape yang bilang..?Itu kan interpretasi orang. Hamparan bumi ini adalah masjid. Masjid tempat sujud hamba-hamba kepada Allah swt. Mimbar..?feodalis sekaaliii... Emangnya harus mimbar..?Hakikat itu hanya Allah swt yang tahu. Aku shalat bukan berarti aku harus main-main. Karena itu namanya bukan shalat. Sekali lagi, masalah ini sudah jamak orang tahu. Yang bisa mengetahui kualitas shalat kita hanyalah Allah swt, jadi jangan sok tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi masih pakai model berpikir binarian. Wudhu jasad versus wudhu ruh. Memakai dalil yang bersumber dari bahasa Hatuhaha bukan berarti dalil itu akan benar dengan sendirinya. Sebelum saya menutup tulisan ini, ada pertanyaan balik buat bang Lan. Sejak kapan (sesuai di tulisan itu) Nabi-nabi dari Adam as sampai dengan Muhammad saw dan para sahabatnya berada di Hatuhaha mengajarkan Islam..?Siapakah guru Hatuhaha itu, berapa jumlahnya, tinggal di mana, asalnya dari mana, wafatnya kapan, kuburnya di mana? tolong ya dijelaskan secara logis dan koheren dengan fakta sejarah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun penjelasan yang dibangun, hujjah yang dilontarkan, analisis yang disampaikan, ketika masih menggunakan logika oposisi binarian, maka menurutku permasalahannya sudah menjadi akut, karena sebelum kata-kata itu menghunus, sudah ada frame berpikir yang keliru lebih awal di batok kepala. Alur berpikir meluncur sesuai aliran nalar yang terformat oposisi binarian. Ada islam syariat, ada yang luar biasa, ma'rifat. Ada yang shalat jasad, ada yang shalat ruh. Ada wudhu jasad, ada wudhu ruh, seterusnya dan seterusnya. Padahal Islam itu kaffah. Kata siape orang Islam yang shalat itu hanya shalat seperti olahraga/shalat jasad saja alias tidak menghadirkan adab-adab batiniah shalat? Jangan terlalu buru-buru menyimpulkan dari doktrin binarian itu tanpa konfirmasi empirikal. Datanglah di masjid-masjid, saya percaya kita bisa menemukan orang yang kualitas shalatnya bagus, walau ada pula yang terlihat tergesa-gesa. Kalau dibalik, apakah dijamin bahwa semua orang yang shalat di masjid Hatuhaha atau masjid Pelauw itu akan secara mudahnya mendapatkan kualitas shalat khusyuk lantaran mengikuti prosedur metode shalat a la ma'rifat..?Apakah dengan mengikuti metode atau prosedur saja sudah bisa menjamin shalat seseorang menjadi khusyuk alias mencapai kualitas shalat ruh..? Kalau iya, begitu prosedurkah mau mendapatkan kualitas ma'rifat..? Apakah kualitas ma'rifatullah itu bisa didapatkan secara prosedural saja, klaim sajakah dan haruskah mengikuti prosedur peribadatan a la hatuhaha..? Sudah terlalu banyak aliran ma'rifat ini dan masing-masing juga mengandung sindrom megalomaniak, paling superior. Orang Hatuhaha bilang versinya yang superior, orang Bugis juga demikian. Ada pula di Jawa. Di Timur Tengah bagaimana..?lebih banyak lagi. Kita harus lebih tawadhu dengan fakta seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-7242169385576527930?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/7242169385576527930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=7242169385576527930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7242169385576527930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7242169385576527930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2008/11/multiinterpretasi-sombolik.html' title='Multiinterpretasi Sombolik'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-9071360951892378231</id><published>2008-11-29T23:55:00.004+08:00</published><updated>2009-02-08T15:09:18.408+08:00</updated><title type='text'>Bukti Kesempurnaan Islam Hatuhaha</title><content type='html'>ditulis oleh Lan Latuamury&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sangat berterima kasih atas diskursus ini dan harus lebih dikembangkan lagi, dengan segala kerendahan hati, Openmind ( pemikiran yang terbuka), Etika yag dikedepankan dan Pemahaman yang baik kita saling share sebagai Intelektual muda yang berwawasan dan bermoral, dalam memajukan wawasan dan mengupdate pengetahuan kita agar dapat bermanfaat bagi sesama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain agar kita lebih mengenal dan memahami Ajaran Murni Titah Guruh Hatuahahai melalui pendekatan Logis, ilmiah, terbuka &amp; systimatis serta bersumber dari Nash (dsr hukum) yang jelas tanpa bertaklid buta dalam memahami dan mengaplikasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan dunia yang makin mengglobal dan akses impormasi yang semakin mudah maka kami mengajak generasi mudah Hatuhaha untuk mawasdiri dalam menghadapi tantangan zaman ini, terutama yang lebih berkaitan dengan Pemahaman Titah Guruh Hatuahahai yang sudah menjadi kebanggaan bagi Orang Pelauw dan Hatuhaha pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan hanya menjadi simbol kebanggan saja tapi harus menjadi sumber Ilmu karena kebanggan ini pula yang memberikan tantangan dan kritik yang tidak sedikit dialamatkan ke kita ( Intelektual muda Pelauw) dan tentunya membutuhkan respon yang logis, cermat &amp; authentik bersumber dari Sumber hukum yang dapat dipertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus disadari bahwa sudah sering kita mendengar kritikan baik dari orang Pelauw sendiri maupun tetangga desa kita ORY, Kailolo, Kabau Nahu mata maupun dari desa-desa yang ada diluar Jazirah Hatuhaha ( Pulau Haruku) seperti Jazirah Leihitu (Hitu &amp; sekitrnya), Jazirah Hoamual ( Luhu &amp; sekitarnya) dan Jazirah Hatawano( Iha dan sekitarnya), tentang tatacara keberagamaan Orang Pelauw atau Hatuhaha pada Umumnya, jadi kita sebagai Intelektual Muda Hatuhaha harus jantan bersikap Jujur &amp; terbuka dalam menyikapi dan menjawab berbagai persoalan ini dengan pendekatan yang rasional objektif dan bersumber dari Hukum-hukum Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa menyatakan begitu saja kepada Publik/umum bahwa Ajaran yang ada diHatuhaha adalah Ajaran Yang Tinggi, mulia dan sempurna serta bersumber dari Alqur'an dan Hadits tanpa didasari bukti authentik, Ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan baik secara moral kepada Allah Swt dan kepada kita sesama. Seperti yang dikritisi oleh adik Rus Ltc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu Bertitik tolak dari berbagai Tulisan Adik Rus Latuconsina kami coba megetengahkan dan mempertanggung jawabkan apa yang sudah kami tuangkan dalam merespon tulisan dari adik yang mengandung sejumlah tanya, kritik, statemen posisitf komparatif &amp; negative komparatif terhadap amalan Lokal yang ada di Hatuhaha .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-tulisan adik yang sudah dirilis, dan telah terpublis dalam berbagai edisi di HIPMAP-ONLINE memiliki muatan rasa ingin tahu (pertanyaan), kritik dan statement yang sama,maka secara Jujur &amp; terbuka kami coba meresponinya dalam tulisan yang secara holistik menjawab semua tanya dan sangkaan itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat naif dan tidak islami jika kami tidak jujur dalam mengetengahkan bukti kesempurnaan dan ketinggian Islam versi Hatuhaha, yang sudah kami tulis dalam tulisan kami yang pertama. Dan akan lebih naif lagi jika orang yang mengkritisi suatu ajaran tanpa mendalami dan memahami hitam putihnya ajaran tersebut, dalam arti hanya melihat sepintas dan berani berhujjah tanpa didasari dengan ilmu islam yang mumpuni atau hanya mendengar perkataan orang tanpa didasari dalil atau bukti-bukti sahih dan langsung dijadikan dasar pemikiran dan landasan pijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar respon kami lebih tertata dengan Baik, maka bijaknya kami bagi atas beberapa Bab Pembahasan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bab Ilmu Ma’arifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your browser may not support display of this image.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari empat jalan Hamba untuk mendekatkan diri dengan Allah swt ini, maka Hatuhaha merenggut Tingkat yang paling terakhir yakni Ma’arifatul Ma’bud ( Ibadah dengan ber Ma’arifat atau tidak sah Ibadah kalau tidak dengan Ma’arifat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Allah Swt adalah Bagi seluruh Alam semesta dan Ilmu Ma’arifat di Hatuhaha tidak ditutup atau dikhususkan untuk Orang Hatuhaha atau orang2 tertentu saja, Pintu Ilmu terbuka Lebar bagi siapa saja yg mau menimba Ilmu, hanya upaya Talabul Ilmu harus melalui mekanisme yang Benar dan Memenuhi syarat2 tertentu bagi Orang yg mencari Ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Contoh : Di Jazirah Leihitu, Jazirah Hoamual, Jazirah Hatawano dan Jasirah lain, mereka Awalnya menerapkan Amalan Seperti diHatuhaha dan itu adalah warisan dari Guruhatuahahai juga. (Upu Muhdumu Wa’a Hitu, Upu Maulana Wa’a Ruhu, Upu Hatibe Batia Wa’a Iha) mereka adalah Orang Hatuhaha Pembawa Risalah Nabi disana Artinya Pintu Ilmu itu tdk tertutup bagi siapa pun. Kita saja yang menutup diri untuk mempelajarinya dan adapun kalau blm bisa diberikan itu bukan karena exklusivisme Ilmu tersebut tapi krn Berat tanggung Jawabnya atau blm memenuhi syarat untuk menerimanya ( blm jadi ahlinya) krn sangat berbahaya untuk ketauhidan seseorang, banyak hadits dari Rasulullah yang menerangkan akan kehati-hatian &amp; Ganjaran bagi orang yang mengajarkan Ilmu Ma'arifat kepada bukan ahlinya, memberikan atau mengajarkan Ilmu Ma’arifat itu harus sesuai dengan kadar pemikiran umat/orang yang talabul ilmu (alaqadri uqulihim) atau sesuai dengan pengetahuan orang yg menimba ilmu tersebut, bukan asal diberikan saja, ada syarat &amp; adabnya, dan semua itu membutuhkan waktu yg panjang untuk mendapatkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Agama bukan seperti kita belajar dibangku sekolah, Universitas atau belajar dari buku yg dibeli ditoko lalu sekedar diterangkan, diberi tugas, lalu diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus hati2 dalam memplejari ilmu Ma’rifat yang hanya didapat dari orang yang bukan ahlinya atau hanya melalui buku di toko buku atau perpustakaan umum, karena sangat berbahaya ( terhadap diri sendiri maupun orang lain) harus dituntun oleh yg Ahlinya agar kesempurnaan bisa dicapai. Jadi keliru kalau ilmu Ma’arifat di Hatuhaha adalah Eksklusive (khusus) untuk Orang Hatuhaha saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatuhah kalau menunjukan Permata Ilmunya maka akan seperti yang dikatakan oleh Sayyidina Ali Bin abu Thalib Kw, dan hadits yg diriwayatkan Imam Bukhari dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Nahnu Ma'Asyirul Anbiya'i Amarana An An Nukallimannasa Ala Qadri Uqulihim). Artinya : Kami para Nabi-Nabi, allah perintah kami untuk berbicara kepada manusia, menurut tingkat kecerdasan mereka (mc).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tuhaddistunnaasa Bima Lam Tashil Uquuluhum, A-Turiiduuna Ay Yukadzdziballaaha Warasuulahu). Artinya : Kamu berbicara kepada manusia yang belum sampai tingkat kecerdasanya, apakah kamu dalam hal ini ingin agar mereka mendustakan Allah dan Rasulnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Abu Hurairah, ra. Tentang hadis Rasulullah Saw yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari, r.a :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Hafizhtu Min Rasuulillaahi Saw. Wi 'aa ‘Aini Minal Ilmi Faamaa Ahaduhuma Fabayantuhu, Wal Akharu Lau Bayyantuhu, Laquthi 'Alil Hulqumu ). Artinya: Aku Menghafalkan Dua Macam Ilmu Dari Rasulullah Saw. Adapun Satu Diantaranya Kuterangkan, Tetapi Yang Satu Macam Lagi Kalau Kuterangkan Akan Dipotong Orang Leherku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali bi Abi Thalib, k.w berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Ya Rabbi, Jauhari Ilmin Lau Abuhu Bihi, Laqila Li Antamimman Ya’budu Wastna Walastahalla Rijalun Muslimuna Dami Yarauna Aqbaha Ma Ya’tunahu Husna) Artinya : Ya Tuhanku, Andai Kata Kutunjukan Permata Ilmuku, Dikatakan Orang Aku Termasuk Orang-Orang Penyembah Berhala. Laki-Laki Muslim Menghalalkan Darahku, Mereka Menyangka Apa Yang Ku Tunjukan Itu Adalah Yang Paling Jelek, Dan Apa Yang Mereka Perbuat Itu Adalah Yang Paling Baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sangat hati-hati untuk menyebarkan Ilmu Ma’rifat ini, tidak semudah yang kita bayangkan.sehingga guruh Hatuahai sangat menjaga adab ini, dengan tidak menyebarkan secara mudah ke sembarang orang, kaum atau golongan tertentu tanpa harus melihat syarat &amp; adabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari berbagai aspek peribadatan dan pengetahuan Islam maka benar adanya bahwa Ma’arifatul Islam di Hatuhaha untuk hal-hal khusus atau tertentu adalah satu-satunya di Dunia yg memiliki Ajaran kesempurnaan seperti itu baik dalam paham maupun aplikasinya, tapi untuk hal2 yang umum masih ada kesamaanya dengan kebanyakan Ilmu Ma’arifat didunia karena berasal dari sumber yang satu jadi tidak mungkin berbeda. Dan perlu diingat bahwa Ilmu Ma'arifat bukan tidak ada syariatnya, yang namanya Islam yang sempurna adalah perpaduan dari empat jalan Ilmu yakni syariat, tarikat, hakekat dan ma'rifat ( didalam ma'rifat ada syareat, ada hakekat, ada tarikat dan sebaliknya didalam syariat ada ma'arifat, tarikat dan hakikat) ini merupakan satu matah rantai yang tidak bisa dilepas pisahkan, dan inilah yang dipakai diHatuhaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ada yang memahaminya secara parsial (terpisah-pisah) maka boleh dikatakan Tidak sempurna Islamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Hatuhaha sebelum Talabul Ilmu yg pertama harus dilakukan adalah Ma'a hehe Qalam oleh Guru ( salah satu Syariat Nabi Muhammad Saw),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ssi Firman Allah swt dlm surat Al-Alaq ayat 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang Artinya : Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, (Qs. Al-alaq 4) ini adalah wahyu Allah Pertama yg di terima oleh Upu ka Nabi Muhammad Saw &amp; ritus ini hanya direalisasikan di Hatuhaha di t4 lain tdk ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keliru bagi siapa saja yang mengatakan bahwa Ilmu Ma’arifat hanya ada di Hatuhaha, Ilmu itu disebar luas Oleh para Ahli Ilmu sesuai tingkat pemahaman kaumnya masing-masing, dan ilmu ini diperuntukan bagi seluruh umat, yang membedakan adalah Paham tiap-tiap orang yang menimba Ilmu tersebut, ada yang pahamnya mendalam ada yang hanya pertengahan dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bab Shalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita membahas Shalat secara Khusus maka tahapan-tahapan sebelum beribadah harus kita jelaskan terlebih dahulu agar kesucian dan kesempurnaan ibadah mendapat legalisasi yang sempurna dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Rukun Islam, Rukun yang pertama adalah Tauhid, artinya apa ??? Ma'arifat kepada Allah Swt (sifat, asma, &amp; af'al ) dulu baru ibadah ( shalat, Puasa,zakat, Hadji dll ibadah sunnah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana untuk mencapai Ma’arifat kepada Allah swt ?? harus dengan Ilmu. Maka ilmu sangat penting, ilmu adalah cahaya petunjuk kebenaran dan kesempurnaan dalam beribadah kepada Allah swt, dan sudah kita jelaskan pada bab yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Swt dalam Al-Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALASTUBIRAFBIKUM QOLU BALA SYAHIDENA&lt;br /&gt;BUKANKAH AKU INI TUHANMU ? BETUL ENGKAU TUHAN KAMI, KAMI MENJADI SAKSI (Q.S AL-‘ARAF 172) (MAARIFAT AWAL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt dalam Hadits Qudsi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AWALUDIN MA’RIFATULLAH&lt;br /&gt;Awal Agama Mengenal Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH&lt;br /&gt;Tidak Syah Shalat Tanpa Mengenal Allah&lt;br /&gt;LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH&lt;br /&gt;Aku Tidak Akan Menyembah Allah Bila Aku Tidak Melihatnya lebih dahulu ( Sayidina Ali Bin Abuthalib Kw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam kitab zubad karangan Syaikh Ibnu Ruslan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awwalu wajibin alal insani ma’rifatull illahi bistikaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : kewajiban pertama manusia adalah mengenal Allah swt Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakullu manbighairi ilmin ya’malu, a’maluhu mardudatulla tuqbalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Barang siapa yang mengerjakan amal tanpa ilmu maka amalanya tertolak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang pertama kita harus lakukan sebelum beribadah adalah Ma'arifat kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatuhaha dalam melakukan Ibadah adalah Harus Berma'rifat dulu dan harus tahu hakekat, asal, Usul, &amp; yang tidak kalah penting adalah faedah suatu Ibadah agar kesempurnaan ibadahnya terjaga dan manfaat atau ganjarannya dapat diterima disisi Allah dengan sebuah legalisasi yang sempurnah. Jangan asal beribadah tanpa mengetahui hakekatnya ( asalnya, usulnya, rukunya, syaratnya, adabnya, dll) karena malah akan menjadi orang yang celaka dan sia-sia beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.(Qs-Al Maaun 4-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (QS Al Israa: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAKTI ALANNAASI ZAMANU YUSALLUUNA WALA YUSALLUUN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Akan Datang Kepada Manusia Suatu Zaman, Banyak Yang Shalat Padahal Sebenarnya Mereka Tidak Shalat.(H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentag Shalat maka dapat dijelaskan sebagai berikut bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Hatuhaha tidak menolak Shalat Lima waktu, bahkan sangat dianjurkan karena Hakekat Shalat menurut Versi Hatuhaha adalah Hubungan Bathin (sexual) suami istri, yang mana Pria bersifat arrahman (pengasih) dan Wanita bersifat Arrahim (penerima). Atas dasar inilah Manusia diberi mandat Oleh Allah swt untuk memproduksikan Manusia sebagai khalifa dimuka bumi. Karena af’al dari Shalat adalah hubungan biologis suamu-istri maka wanita diHatuhaha sangat dilarang untuk shalat. ( Lihat Penjelasan Mussallah).&lt;br /&gt;   2. Assalatu af’alul Jasadi (Shalat itu Perbuatan Jasad), artinya shalat itu hanya memelihara Jasad yang sebentar nanti akan menjadi bangkai dan bahan makanan Tanah dan cacing. Manusia setelah meniggalkan dunia fana maka Tubuhnya akan kembali ke tanah dan ruhnya akan kembali kehidrat Allah, maka hal ini menjadi bahan renungan Guruh Hatuahahai untuk selalu beramal kepada Allah swt yang telah menciptakan ruh yang hidup sepanjang masa. Nah kalau orang berilmu mengapa harus beribadah hanya untuk memelihara Jasad yang sebentar nanti akan hancur dimakan Tanah, maka guruh Hatuahahai lebih memfokuskan amalan bagi yang kekal yakni Amalan Arruh(Manian) yg berasal dari kata Manni=nur=ruh &amp; Salatuddaim ( Shalat sepanjang waktu/zikir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Firman Allah dalam Hadis Qudsi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Attafakaru saatan khairum min ibadati sab’ina sanatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Artinya: Taffakur seketika amalanya seperti orang yang mengerjakan shalat sunnah 70 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Firman Allah dalam Al-Qur’an surat al-Maarij ayat 22-23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ilalmusalliin, aladjinahum ‘Alashalatihim Daaimuun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Artinya : kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya. ( Qs-Al Maarij 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal ( Qs-Ali’Imran 190)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ( Qs. Ali Imran 191).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dalil Hatuhaha yang merupakan pedoman bagi warga Hatuhaha dalam melaksanakan Amalan Arruh adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kobahiyangoti waktua rima, amaloti nainyele wa’a ume, tubuh ria nusu tanah adam Roh Permisi yoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: kita bershalat Lima waktu hanya semata-mata kita akan kembali ke tanah dan disitulah Roh akan bermunajad ke sisi Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poso amaloti palihara Nyawa, Hitiemu arroho epuna modalo iya emu lalayori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: kita beramal arroh untuk memelihara nyawa/ruh maka hendaklah mengerjakan Amal arruh sebagai modal/bekal sebentar nanti dialam akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi keliru kalau persepsi Adik Rus Ltc bahwa Hatuhaha tidak mendirikan Shalat Lima waktu seperti yang disampaikan bahkan literature(Kitab2) yang ada diPelauw secara sempurnah menjelaskan ( ukihi) tentang apa itu Shalat ( wajib dan sunnah) serta perjalanan &amp; faedah Shalat tsb, Termasuk Shalatul Hamsa (Shalat Lima waktu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita harus camkan bahwa mengerjakan ibadah shalat itu bukan semudah yang difikirkan dan dibayangkan, harus sempurnah ( syarat, rukun, adab dll) karena jika tidak sempurnah atau lalai (lalai=bisa waktunya, ria,ujub, Rukun,syarat,adab tdk lengkap) maka sia-sia ibadah &amp; celakalah yang didapat. Seperti firman Allah dalam Alquran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.(Qs-Al Maaun 4-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh : Praktek Shalat diHatuhaha, Sempurnakan Wuduh dulu (Roh&amp;jasad), berpakain yang putih, keluar dari baitul Insan dengan tertib menuju Baitullah(mesjid) dlm keadaan tunduk dengan disertai zikir untuk mengunci empat jalan setan, hormat kepada assari (Baitul Ma’mur rahasia hamba) bersalam kepada mesjid/baitullah, Buka tikar dengan Shalawat Nabi, Buka Mushalah, baru melakukan shalat Sunat syukurul wuduh, sunnat Tahaiatul masjid, Qabliat, ba’diat, shalat fardu, penutup sunat kasudahan, tertib berurutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan seperti orang kebanyakan yang datang beribadah dimasjid, datang dari jalan ( bukan dari rumah) sambil bicara, merokok, mata lirik kiri-kanan dll aktivitas, sampainya dimesjid bentang sajadah, shalat sunat takhayatul masjid, sunat ba'diat dan qabliat setelah itu pulang, kalau ibadah seperti ini dikatakan ibadah anak TK ( Taman kanak-kanak), laiknya orang-orang tertentu yang ada diPelauw itu, baru cuma tahu shalat seperti anak TK sudah tepuk dadah bahwa Shalatnya sudah benar dan berani mengatakan bahwa Ajaran Hatuhaha itu ingkar sunnah bahkan syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jika ibadah tidak dijaga kesempurnaanya adalah ibadah yang sia-sia saja, apalagi sengaja dipertontonkan agar dikatakan ahli ibadah (abid), terus kesempurnaan dan Tumaninanya dimana ???? Apakah ini bisa dikatagorikan Sempurnah Shalatnya ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INNA AURAMA YANJURU MIN’AKMALIHIS SHALAT, PA’IN ZAJAT LAHU NUJIRA FISA IRI AKMALIHIWAINLAM TAJUD LAHU YANJURU FISAI IN MIN AKMALIHI BAKDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Sesungguhnya Yang Mula-Mula Dilihat Oleh Allah Dari Amal Perbuatan Anak Manusia Adalah Shalatnya.Apabila Shalatnya Sempurna Diterimalah Shalatnya Itu Dengan Amal-Amalnya Yang Lain.Jika Shalatnya Tidak Sempurna, Maka Ditolaklah Shalatnya Itu Dengan Amal-Amalnya Yang Lain.(Hadits Riwayat Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Ingat Shalat yang sempurnah saja yang diterima disi Allah Jalla jalaluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus berlindung kepada Allah dari amalan yang tidak sempurnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Sebuah hadis Nabi yg shahih diriwayatkan Imam Bukhari sbb : Seorang melakukan amalan-amalan ahli surga sebagaimana tampak bagi orang-orang tetapi sesungguhnya dia termasuk penghuni neraka, dan seorang lagi melakukan amalan-amalan ahli neraka sebagaimana disaksikan orang-orang tetapi sebenarnya dia tergolong penghuni surga. (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Hati-hati memberikan statement terhadap suatu ajaran tanpa disertai dengan pengetahuan tentangnya, bisa saja mereka lebih baik dari orang-orang yang mencelanya, kelihatan dahirnya adalah abid (ahli ibadah) pada hal ibadah yg tidak sempurnah alias sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatuhaha sangat canggih dan sempurnah, karena seluruh syarat, rukun,&amp; adab dijaga kesempurnaanya ( makanya kami bisa katakan Islam Hatuhaha itu adalah sempurnah). ( lihat cara Shalat Jum'at di Hatuhaha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tidak ada didunia ini yang praktek shalat Jum'atnya seperti di Hatuhaha (bukan takabur tapi memang rielnya seperti itu), itulah yang menyatakan kita Hatuhaha dalam beberap hal sangat berbeda dengan yang lain ( eksternal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya, tolong dijawab dengan Jujur &amp; didasari Ilmu Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Paham Adik Rus Ltc, Hakikat Shalat Itu apa sih ????.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mesjid itu dikatakan baitullah/ rumah Allah, hakekatnya Apa ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dimesjid harus ada mimbar, hakekatnya apa sih ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekat Shalat sunat Syukurul wuduh, Tahayatul Masjid, Qabliat, Ba’diyat, Hutbah 2 rakaat , &amp; fardu Jum’at 2 rakaat itu apa sih ???.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Jangan asal Shalat, untuk hanya menggugurkan kewajiban tapi tidak tahu maknanya ??? atau bertakhayul saja dlm ibadah ??? silahkan Tanya siapa saja. ( hati2 jadi ibadah anak TK yg Cuma ikut-ikutan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu memang luas tapi harus dipahami dengan Ilmu bukan taklid buta (iku-ikutan) bukankah kewajiban pertama yang diberikan Allah swt adalah Talabul Ilmu ??, sehingga syarat ibadah adalah harus punya Ilmu baru ibadah. Lihat Al-Qur'an surat Al-Alaq ayat 1-5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami diHatuhaha sangat dilarang ikut-ikutan (Taklid Buta) dalam beribadah, harus tahu ilmunya dulu baru bisa dilakukan, karena sia-sia ibadah tanpa Ilmu, bahkan akan menimbulkan kemudharatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”.(QS Al Israa: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz berkata: “Orang beramal tampa ilmu kerusakan yang ditimbulkannya jauh lebih besar dari kemaslahatannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau Islam pada umumnya diluar itu benar, emang iya .. karena mengikuti Sunnah tapi untuk kesempurnaan belum tentu sesempurnah yang diHatuhaha, sesuai penjelasan kami pada contoh diatas, ucuk-ucuk ( tiba-tiba) langsung shalat tanpa dipersiapkan segala sesuatunya dengan sempurnah. Kita menghadap pembesar dunia saja kita bersiap-siap, apalagi mau menghadap yang maha suci dan maha Besar, di Hatuhaha mulai dari Hadas, busana, tatah cara ke mesjid, sampai kembali dari Shalat saja beda dan sebelum ibadah segala sesuatunya sudah dipersiapkan, tentunya pahamnya juga akan berbeda karena fail/perbuatan baik dalam ibadah atau keseharian Orang itu sesuai dengan Pengetahuan/ilmu yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan, apakah yang acak-acakan itu bisa dikatakan sudah sempurnah atau yang tertib &amp; berurutan ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bisa membedakan benar dan sempurna, benar belum tentu sempurnah tapi sempurnah sudah tentu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh komparasi kesempurnaan dalam tatacara berwuduh.&lt;br /&gt;Hatuhaha  Umum&lt;br /&gt;Suci jasad  Suci jasad&lt;br /&gt;Suci ruh  Tidak ada&lt;br /&gt;Syahadat jasad &amp; Ruh  Syahadat jasad saja&lt;br /&gt;Takbiratul ihram  Tidak ada&lt;br /&gt;Salam kanan &amp; kiri  Tidak ada&lt;br /&gt;Doa &amp; Salawat Nabi  Doa saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari contoh diatas coba kita resapi &amp; fikirkan, Tubuh ini bukan hanya Jasad saja tapi bidimensional ( Jasad &amp; Ruh), muncul pertanyaan : bagaimanakah anda mensucikan Ruh anda ?, bagaimanakah anda memberi syahadat kepada Ruh anda ?? bagaimana anda bisa menghormati Adam As (abual Basyariah) saja tanpa menghormati Muhammad Saw (Abual Ruh), pada hal ialah lambang kesempurnaan Islam, bapak dari segala Ruh dan Ruh itu adalah kepunyaan Allah Swt. Kita bisa dikatakan zindik dalam beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Hadis Qudsi Allah Swt. Berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ( Muhammad) adalah bapak dari segala Ruh dan Adam adalah bapak dari segala Tubuh (basariah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis yang lain Allah Berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ( Allah swt) menciptakan engkau ( Muhammad) dari padaku, dan Aku ciptakan alam dan segala isinya daripada engkau (Muhammad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis Qudsi Allah Swt. Berfirman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt menciptakan segala Ruh dari Ruh Nabimu ( Muhammad )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari contoh hasil komparasi Wuduh diatas mana yang lebih sempurnah suci jasad saja atau keduanya (jasad &amp; Ruh), Syahadat Tubuh saja atau keduanya, doa saja atau doa disertai salawat nabi ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lain : di Hatuhaha kalau shalat harus pake Mushalah yang merupakan refleksi dari pada Sitti Hauwa atau kaum perempuan sebagaimana penjelasan kami diatas bahwa hakekat Shalat adalah Pertemuan bathin suami-istri , diluar Hatuhaha tidak dipakai, pada hal ini merupakan syariat Nabi Adam, sejarah telah menunjukan kepada kita semua bahwa, Atas Iradat Allah Swt Siti Hauwa diciptakan dari Tulang Rusuk kirinya Nabi Adam yang untuk selanjutnya menjalankan perintah Allah Swt untuk memproduksi manusia dimuka bumi. Sunnah pakai mushalah ini dianggap sangat sacral oleh guruh Hatuahahai sehingga dipakai diHatuhaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan lagi, Shalat lebih sempurnah Pakai mushalah atau tidak pakai ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ke 3 (tiga) contoh diatas saja sudah bisa memberikan indikasi komparasi kesempurnaan Hatuhaha dengan yang lain dalam Ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesimpulnya Guruh Hatuahahai sangat cerdas (orang yg berpengetahuan, ulil albab dll sabutan bagi orang yang berilmu dalam Alqur’an) dan Ahli Sunnah. Apakah ini tidak membuktikan ketinggian dan kesempurnaan ajaran Islam yang hidup diHatuhaha ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah Islam Hatuhaha tidak bersumber dari al-Qur’an dan Hadits seperti yang saudara katakan ataukah sangat menjaga Sunnah ( Ahli Sunnah) dalam arti AHLI SUNNAH WALJAMAAH ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Ma’arifat seperti Al-Gajali, Alfarabi,Syekh Abdulqadir Jailani, Mansur alhalaj, Imam Hasan Albasri dll, adalah mencari dan mengkaji kebenaran islam, tapi Hatuhaha sumber kebenaran itu sudah ada sejak Nabi Allah Adam As. Sehingga banyak pencarian mereka yang membenarkan apa yang dilaksankan di Hatuhaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slah satu contoh kata Imama Al-Gazali bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang makan mendahului dengan garam dan mengakhiri dengan garam maka Allah akan menyembuhkan 70 penyakit dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garam bagi warga Hatuhaha adalah Istinja Awal. (Sunnah Nabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat Para jemaah Tablig dimesjid-mesjid yang mendahului &amp; mengakhiri makannya dengan menggunakan garam, serta makan pada nampan yang bundar, saat ini baru jemaah2 itu lewat guru mursyidnya menemukan sunnah ini, berbeda dengan diHatuhaha sudah ratusan Tahun yang lalu, sunnah ini dihidupkan, makan diatas Ahaun Bundar dan didhului dengan Istinja Awal (Garam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segala praktek pengamalan di Hatuhaha adalah bersumber langsung dari Nabiullah Adam, s/d Nabi Muhammad Saw sebagai sentral kesempurnaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Kalau ada kelahiran Anak Di Hatuhaha biasa dibilang : salamatiyai anai nikatiya imala, amala, titah gurua, agama rasulullah, umea huuti, laha asariya haati).lihat yang digaris tebal adalah Agama Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dibilang akan memperjuangkan Agama Islam saja Tapi Agama Rasulullah, (Agama Rasulullah=agama sekalian Para nabi, Para rasul,&amp; Para malaikat ). Islam itu bukan Hadir saat Nabi Muhammad Saw diMekkah saja itu namanya syariat islam, terus hakikat Islam dimana ??? karena Jauh sebelumnya Islam itu sudah ada sejak zaman Nabiullah Adam as diciptakan. ( baca sejarah kejadian Nabi Adam ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Hatuhaha,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam i jadi loto sorogae kura herangea, ijadi kura I hahoa huri, ihoa sou lainto manenui, sou Ma’arifata eya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adamu I jadi kura ning kawasa, ning kawasa puna guru awalea, ning kawasa puna guru awalo, iy tarima ning ijajah guruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adamu I tarima ning ijajah guruh, ning ijajah guruh ma’arifatea, ning ijajah guruh ma’arifato, itarima ning karole latu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahatala iy hoa patatru ea, iy patataru wa’a malaikataea, iy patataru wa’a malaikata iya esi bara guruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikata isi rai si baraguruh, baraguruh eke nabi Adamea, baraguruh eke nabi Adamu sue titah Lahatala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia Adam owe kati-kati aha Waleto Putri, yale seiya kewa uku ele kewa Upu Ahala Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis Qudsi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alinsanu sirri waana sirruhu = Manusia adalah rahasiaku, aku adalah rahasianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalil-dalil diatas menerangkan bahwa Nabi Adam langsung menerima Ilmu Ma’arifat dari Allah swt sekaligus menerima Ijajah sebagai Guruh Ma’arifat. Ilmu Ma’arifat Adam ini diajarkan kepada siapa ???? silahkan cari dialam dunia yang luas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Imam Bukhari &amp; Perkataan Sayyidina Ali kw diatas adalah seperti keadaan Orang2 Islam ( Fuqaha) pd Umumnya terhadap Akhli Sufi, atau Sebagian orang2 diPelauw dan sekitar Pelauw terhadap Ajaran islam di Hatuhaha, mereka menyangka bahwa ajaran Hatuhaha adalah Ajaran yg tidak Bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits, ajaran yang tertutup, ajaran yg syirik terhadap Allah Swt dan mereka menganggap diri mereka yang paling benar ketaatanya kepada Dinul islam, padahal itu hanya sangkaan mereka saja yang menuruti hawa nafsu, karena mereka tidak berilmu seperti Orang Hatuhaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami tidak pernah ragu akan kebenaran Ajaran Guruh Hatuhaha ini karena bersumber langsung dari Allah Swt serta para Nabi &amp; Rasul Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruh Hatuahahai ( Para Nabi, Rasul, Para Sahabat, Tabiin, &amp; Tabiit-Tabiin) sdh berpesan bahwa “ANA KALAE waa ZAMAN SA IMI ANAMI KUPU HINA KURA TITAH GURUH WATI, TAPI YALE SEIYA PAMESE SUE AMI RIMAMA RUITI LAHA AMI AIMA RUITI ALE SA'AMI, TAPI YALE SEIYA MAHERI HERIRU ALE TAHA SA AMI YEYA” artinya : akan datang suatu zaman dimana ajaran yg kami tinggalkan akan mendapat hina dari segolongan manusia, tapi barang siapa yg berpegang teguh pada apa yg kami ( Guruh Hatuahahai) tinggalkan maka dia adalah termasuk dalam golongan kami (umat kami) dan barang siapa yg tidak mengikuti apa yang kami tinggalkan maka dia bukan golongan/umat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Hatuhaha :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aipasaloti epasuri-suri sana eru repu, kisya yakakoti Aurolonea, kisya yakakoti aurolono sue Guruasi janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sejalan dengan hadits Rasulullah Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yg mengikuti sunnahku maka dia adalah umatku, dan barang siapa yg tidak mengikuti sunahku maka dia adalah bukan golonganku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sangat yakin akan kebenaran ajaran Islam di Hatuhaha krn sudah banyak sekali Hatuhaha mengalami berbagai distorsi serta tantangan akidah dari Luar dan dari dalam (orang Pelauw sendiri, Ory dan Kailolo ) yang bekerja sama dengan Ulama-Ulama dari Luar bahkan MUI Maluku yang pernah diprakarsai oleh, KH. Muhammad Husain Tuasuikal dkk, Pendiri Nadil Ulum Ory tentang keislaman Hatuhaha (Tauhid, Shalat, Puasa,zakat, Haji, dll) peristiwa2 itu telah mengambil tempat yg diselenggarakan di Pelauw, Kailolo, &amp; Ambon, apa yg ditanyakan mereka terhadap ajaran Islam diHatuhaha (terkait Rukun Iman &amp; Islam) dijawab semua Oleh perwakilan dari Hatuhaha ( Pembicara dari Pelauw saat itu adalah tete Imam Saleh Latuconsina,Tete HaTib Mazahab Tuasikal, Tete, Imam Syahrum Tuasikal dll ) tapi sampai sekarang para pembicara dari kalangan mereka (Para Syaikh, Kiyai Haji, bahkan MUI Maluku) itu blm bisa menjawab apa yg ditanyakan oleh wakil2 dari Hatuhaha ( Manusia mati tanam ditanah, tanah mati tanam dimana ??, manusia mati mandi dengan air, air mati mandi dengan apa ??, apa Makna hakekat Fatha tain, dumma tain, kasrah tain ?? tentang puasa, sebelum menjadi bulan dia menjadi apa terlebih dahulu ??) jika mereka adalah orang-orang yang benar &amp; telah sempurna ilmu islamnya harusnya bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh Para Wakil dari Hatuhaha yang nota bene berpengetahuan local tapi kenapa tidak ..????, apa yang kurang dari pengetahuan keIslaman mereka, gelarnya saja Syaikh, Kiyai haji, Haji, Ustad dll yg sudah menggambarkan kedalaman dan luasnya pengetahuan mereka atas Dinul Islam dibanding dengan Pengetahuan tetet Imam Saleh, Hatibe Mazahab Tsk, Tete Imam Syahrum Tsk dll wakil Hatuhaha yang hanya belajar dari Ajaran Guruh Hatuahahai, secara logis pasti Mereka ( yg dari Luar ) labih unggul &amp; sempurna pengetahuannya tapi kenapa mereka tidak mampu menjawab sedikitpun pertanyaan dari kami Orang Hatuhahaha,yang nota bene diklaim Islam Tidak benar, Islam yang syirik terhadap Allah swt, Islam yang tidak bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits. ini mengindikasikan bahwa Ajaran Islam yang diajarkan Guru hatuahahai adalah Ajaran yang tinggi lagi sempurna yang bersumber dari Al-Qur'an &amp; Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan baru bisa membaca &amp; hapal Firman serta Hadits, lalu menganggap diri sudah pandai, tepuk dadah bilang ajaran itu &amp; ini salah,syirik, tidak berdasar Al-qur’an dan Sunnah ( Ingkar Sunnah) tanpa mengetahui dengan benar dan sempurna makna lahir dan bathin Sunnah-sunnah tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang harus kami luruskan bahwa Islam yang ada dihatuhaha bukan hasil Ijtihad, suluk atau tawasul dari para sufi di Hatuhaha tapi Islam yang Bersumber langsung dari Nabi Adam As s/d Nabi Muhammad Saw serta Para sahabat Jadi sangat naïf kalau Rus’an Ltc katakan bahwa berbeda dengan Islam di masa Rasulullah Saw dan generasi salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Nabi &amp; Rasul dari Adam As s/d Rasulullah Saw (sentral kesempurnaan Islam) serta Para Sahabat sendirilah yang mengajarkan Hakekatul Islam diHatuhaha, dan mereka itulah yang dinamakan GURUH HATUAHAHAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Hatuhahai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adamei hoka heri sorogae, ihoka kura itata tamelenaea, ihoka kura itata tamelena, iy he he ainy wa’a Hatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iy hehe ainy wa’a Hatuhahai, Adam ikuru ei wa’a tanah Murah, tambira sareleiy owe u horinyeya, ituo taka kuasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal harus ketemu akhir ( awal Adam harus ketemu akhir Muhammad ) itulah kesempurnaan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam Tidak berbicara dalam Firman dan Hadits dalam mengajarkan Ilmu Ma’arifat tapi dalam bentuk lain, Nabi Muhammad Saw yang berbicara dalam firman dan hadits. Ma’arifat Para Nabi &amp; Rasul adalah untuk saling menyempurnakan, bukan untuk saling berlawanan apalagi saling menghilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat Dialog dalam bahasa Hatuhaha antara Rasulullah Saw ( Sentral Kesempurnaan Islam) dengan Upu Mukhdum (Lebe Hatuhahai) sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah : Yale nalam seiya ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upu Mukhdum : Yau Nalau Seihati Pinan Nupu ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah : Male Mausika Seihati Herimu, yau Hehe Mukhdumu wa'amu, iy turu ho ho kakisyame waelo neu Titihuhu emu dosa, Yau hehe Ma'arifatul islamu iya emu Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Air kakisyame bertempat di Rohomoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu surata, kitabua yang Rasulullah bawa dari Arrasyi Allah swt, yang merupakan Pakihi/Penjelas Atas Kitab-kitab Allah yang empat di tempatkan di Rumah Nai Ma’arifat dan Hatuhaha, serta dijadikan sebagai pedoman dalam beramal di Hatuhaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surata kitabua wa’a makkah ya madina, Hatuhahai haka pata alamea, hatuhahae haka pata Alamo, ma’arifata samata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upu kanabi mata loto makkah, iysane in turun tanah wa’a madinah, ing karamate Hotu wa’a Hatuhahai Tohi ele moki-moki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruh Hatuahahai berkata mengaji diri dulu baru bisa mengenal Allah Swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tau diri (tdk maarifat diri) atau tidak tahu rahasia Adam jangan bicara soal Ilmu Islam apalagi Ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Hatuhaha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam ikaru in pituah diri, lahatala karu in pitua nyawa, ale seiya kewa rua nalaiso koti lauto kalajum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah Islam Hatuhaha inkar sunnah ?? atau Ahli sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohu a’lam bissawaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu mungkin sedikit pencerahan dari kami yang sangat fakir akan kita lanjut lagi dengan bab kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-9071360951892378231?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/9071360951892378231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=9071360951892378231' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/9071360951892378231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/9071360951892378231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2008/11/bukti-kesempurnaan-islam-hatuhaha.html' title='Bukti Kesempurnaan Islam Hatuhaha'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-7257022910758122087</id><published>2008-11-28T16:26:00.004+08:00</published><updated>2009-02-08T15:17:59.127+08:00</updated><title type='text'>Pengkaderan di Tanjung Bayam</title><content type='html'>ditulis oleh admin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit kota daeng murung. Malam itu bintang-bintang menyelinap di balik gelapnya langit. Bulan bersemedi. Guyuran hujan menikam atap-atap rumah dan ribuan bangunan di malam ke-22 bulan November 2008. Pete-pete (angkot) yang ditumpangi oleh peserta pelatihan, panitia dan keluarga kecil HIPPMAP pun tak ketinggalan. Makassar sekarang sedang memasuki musim hujan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekitar dua puluhan jong Pelauw yang ikut ke Tanjung Bayam yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Dua buah pete-pete dicarter pada sekitar jam delapan malam. Angkutan pertama membawa para peserta beserta perlengkapan acara dan bekal makan malam yang dibeli dari warung. Selang sekitar setengah jam kemudian pete-pete kedua melaju menjilati jalanan menerjangi simbahan bah dari langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di villa yang disewa oleh panitia, panitia lalu memasang spaduk tema, membersihkan ruangan dan menyiapkan sound system. Usai menyantap nasi bungkus, acara kemudian dimulai setelah sejurus kemudian sterring committee (SC) menyusun perlengkapan seremoni pembukaan. Acara pembukaan dipimpin oleh master of ceremony (MC) Yuni Salampessy. Acara pelatihan kepemimpinan dasar alias pengkaderan ini lalu dibuka secara resmi oleh Ketua Umum HIPPMAP, Rahim Tuasikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan dimulai sekitar pukul 22.30 WIta dan selesai sekitar jam delapan pagi. Pelatihan dipandu oleh tim pemandu dari SC yaitu Ajiz, Ucan dan Ryan. Materi pertama digawangi oleh Patty Salampessy, yaitu "Manajemen Organisasi dan Kesekretariatan" yang kemudian disusul dengan materi "Metode Persidangan dan Manajemen Rapat" oleh Idris Latupono. Materi ketiga adalah "Kepemimpinan", dibawakan oleh Rahim Tuasikal. Pada tengah malam, materi selanjutnya ketika lampu di vila padam sampai pagi itu adalah materi "Wawasan Ilmu" yang diantarkan oleh Abdulhajji Talaohu. Materi keempat adalah "Perguruan Tinggi dan Identitas Mahasiswa" dibawakan oleh M.Nur Talaohu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai materi keempat di atas, pemandu kemudian menskorsing forum pelatihan untuk shalat subuh dan istirahat. Sekitar jam enam pagi, skorsing kemudian dicabut kembali dan materi kelima dilangsungkan dengan diskusi panel oleh tiga panelis, yakni Abdulhajji, Rahim dan Fadhli. Topik diskusi panel yang terbuka untuk peserta pelatihan dan yang bukan peserta itu adalah "Sejarah dan Peran Sosial-Kultural HIPPMAP". Diskusi kemudian menjadi dinamis dan menarik karena banyak peserta berpartisipasi aktif dan aliran argumen yang beragam itu semakin menghangatkan dan menyemangatkan suasan forum. Banyak muncul kritik sosial atas kondisi sosial budaya masyarakat kita. Walau sedikit berbeda dalam argumen, namun forum diskusi itu kemudian sepakat pada satu hal yakni pengecaman atas pembiaran perilaku sosial dan budaya yang menyimpang di masyarakat kita, lebih-lebih ketika penyimpangan yang telah menyebabkan dekadensi moral dan kemanusiaan itu kemudian disadari telah didalangi dan diperankan secara terang-terangan oleh kelas orang-orang bersekolah 'tinggi' mahasiswa. Bahwa kebanyakan kerusakan yang muncul di Pelauw itu sebenarnya berawal dari ulah mahasiswa sendiri yang menghasilkan efek muncret ketagihan kenikmatan libidinal dunia pesta a la Pelauw alias joget-jogetan dan minuman keras. Banyak argumen muncul menguatkan fenomena sosial ini, baik argumen oleh panelis, moderator, yang bukan peserta maupun oleh peserta pelatihan. Rasionalisasi kemudian berkembang bahwa membiarkan fenomena joget dan pesta serta minuman keras yang merupakan salah dua faktor penyebab kerusakan moral dan kemanusiaan di Pelauw, itu berarti kita menutup mata dari bahaya kerusakan yang lebih besar akan datang, padahal kerusakan sekarang telah besar. Sebagai mahasiswa, seharusnya kita menyadari hal ini. Kita harus membuka nalar kritis kita di samping hati kita pula harus dibuka agar nur atau cahayanya bisa membisikkan kebenaran bagi benak kita. Tanggung jawab sebagai kaum berilmu sangat urgen untuk dimunculkan saat ini di tengah membludaknya jumlah mahasiswa Pelauw. Kita banyak dari segi jumlah. Namun dari jumlah itu kita masih sedikit dari segi kualitas kesadaran. Orang Pelauw sudah banyak yang pintar-pintar. Terbukti sesuai fakta kesarjanaan akademik (S1, S2 dan S3) memang demikian. Namun pintar itu berbeda dengan sadar. Orang pintar bisa menggapai "puncak" rasio instrumental, namun bisa saja melacurkan nalarnya ke perut dan kemaluannya (nafsu rendah). Sementara orang sadar adalah orang yang sudah melewati mitos-mitos tentang kepintaran, lalu bisa membedakan yang mana itu benar, yang mana itu salah. Mampu memilah dan mengambil keputusan secara tegas antara menolak segala sesuatu yang kalau dilakukan akan menyebabkan dehumanisasi, desakralisasi dan denaturalisasi dan meneguhkan prinsip atas segala sesuatu yang apabila dilakukan akan membawa kebaikan, baik atas dirinya sendiri, kepada lingkungan kehidupan kemanusiaan maupun kebaikan kepada alam semesta, terlebih dalam membangun hubungan dengan sang pemilik wujud, Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu Tanjung Bayam masih mendung. Awan putih di paras langit. Ombak mendebur sepuasnya di bibir pantai. Orang-orang menikmati pagi itu. Ada yang mandi, sekedar jalan-jalan dan ada yang duduk-duduk saja. Di dalam villa itu acara penutupan sedang berlangsung. Acara yang mengambil tema "Membangun Kader Ideologis-Progresif sebagai Spirit Transformasi Sosial" itu dipungkasi dengan sebuah do'a dari Sain Salampessy. Setelah berkemas dan membereskan pembayaran vila, dua pete-pete lalu kembali menjilati jalanan beraspal menuju kota, menuju kamar kost...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-7257022910758122087?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/7257022910758122087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=7257022910758122087' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7257022910758122087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/7257022910758122087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2008/11/dhqfk.html' title='Pengkaderan di Tanjung Bayam'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-654158654169109966</id><published>2008-11-16T09:49:00.008+08:00</published><updated>2009-02-08T15:20:52.111+08:00</updated><title type='text'>Betulkah Islam Hatuhaha Paling Superior?</title><content type='html'>ditulis oleh: Rus'an Latuconsina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISLAM HATUHAHAI TOO E TINGGI LAHA IN SEMPURNA. Menarik karena menurut hemat saya statement ini bisa menjadi titik masuk kita dalam mendiskusikan semesta keberislaman di Hatuhaha pada umumnya dan Pelauw khususnya. Berdiskusi dalam semangat membangun ghiroh intelektualitas dan spiritualitas seraya mengedepankan nalar kritis (logis, ilmiah, veriviable) guna mencapai konvergensi objektif dan menghindari pendekatan tahyul, mengada-ada (distorsi historis) dan tidak logis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara sepintas bisa saya katakan bahwa statement di atas itu sangat narsis. Narsis karena memang menunjuk kepada pihak sendiri kepemilikan kualitas terbaik. Orang yang memuji dirinya sebagai yang terbaik di antara banyak orang sebelum melakukan penelitian perbandingan yang ilmiah dan objektif maka orang itu bisa dikategorikan sebagai manusia narsis. Sama halnya dengan suatu komunitas masyarakat. Ketika ada orang Hatuhaha yang mengklaim secara sepihak bahwa hanya Islam versi mereka sajalah yang terbaik di muka bumi ini sebelum mereka melakukan penelitian perbandingan dengan komunitas Islam yang sangat banyak di muka bumi ini, penelitian dengan kriteria yang objektif melalui pendekatan ilmiah, maka orang Hatuhaha itu sama saja dengan si pengidap narsis di atas. Megumandangkan kesimpulan sebelum penelitian komparatif dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika sederhananya adalah, ketika ada suatu ukuran yang tertinggi, superior, terbaik, terindah, is the best, maka harus ada pasangan oposisi binernya yang bisa membantu mendefenisikan pembedaan kualitas mereka dengan selainnya. Jadi harus ada ukuran terendah atau limit ke titik rendah, inferior, terburuk atau kualitas kurang baik sampai limit terburuk, kurang indah sampai dengan batas terjelek dan runner up atau kualitas pas-pasan. Kalau dipakai logika ini terhadap statement di atas maka akan muncul seperti ini. Karena Hatuhaha itu paling superior (tertinggi dan sempurna) dalam ber-Islam, maka menurut kaidah di atas berarti pernyataan itu membutuhkan pernyataan sebaliknya untuk kemudian bisa melegitimasi secara logis-binarian kebenaran versi logikanya. Hal ini meniscayakan munculnya pernyataan atau kesimpulan bahwa selain Islam versi Hatuhaha adalah semuanya berkualitas tidak superior (bukan tertinggi dan bukan Islam yang sempurna), termasuk juga Islam di masa Rasulullah saw dan generasi salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena pernyataan di atas secara logika menurut saya sangat naif, maka sudah selayaknya siapapun yang menganut konstruksi berpikir seperti di atas sudah saatnya meninjau kembali cara meruntut premis proposisinya dalam membuat kesimpulan-kesimpulan yang bersifat statement agar tidak keliru meletakkan mana porsi yang niscaya benar dan mana yang berupa perkiraan belaka. Jadi kebenaran bahwa pernyataan di atas sangat naif terbukti secara logis. Jadi bukanlah Islam di Hatuhaha yang paling superior dibanding dengan Islam versi komunitas Islam lainnya di dunia ini. Hal ini karena belum ada sebuah penelitian ilmiah yang membandingkan kualitas antara Islam versi Hatuhaha dengan Islam versi bukan Hatuhaha. Mengapa harus penelitian yang bersifat ilmiah? Karena salah satu sifat penelitian ilmiah adalah memiliki metode yang bisa dirasionalisasikan bagi akal sehat semua manusia. Jadi ketika belum ada hasil penelitian atau penelitian yang mengkomparasikan hal di atas maka adalah termasuk sikap terburu-buru dan tak berdasar ketika membuat pernyataan yang bersifat kesimpulan bahwa hanya Islam versi Hatuhaha sajalah yang paling superior (tertinggi dan terbaik). Secara etis hal itu merupakan sebentuk ke-takabur-an eksistensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan di atas bisa menghasilkan pertanyaan seperti ini. (1) Dengan kriteria komparasi/perbandingan seperti apakah kita bisa mengakui kevalidan pernyataan di atas?(2) Apakah masih relevan menggunakan pendekatan logika peripatetik/aristotelian dalam membangun jurang keberagamaan kedalam dua bentuk oposisi biner, yang satunya adalah kelas makrifat, isi, ruh, esoteris, selamat, ukhrawi dan ujung lainnya kelas syariat, kulit, jasad, eksoteris, tidak selamat, duniawi? (3) Apakah sudah pernah dibuat studi banding kualitas antara Rumah Nai Ma'rifat (Perpustakaan Hatuhaha) dengan Hauzah Ilmiyah beserta gudang-gudang kitabnya di Qum, Teheran dan kota-kota lainnya di Iran, atau Institusi ilmu Islam beserta perpustakaannya di Baghdad, Bashrah dan kota-kota lain di Irak, Universitas Al-Azhar dengan perpustakaan besarnya dan institusi lainnya di Mesir, atau institusi pendidikan Islam dengan perpustakaannya di Mekah, Medinah, Yaman, Pakistan, Pesantren di Jawa, Bugis Makassar, Kalimantan dan banyak tempat lainnya di dunia ini?(4) Apakah bisa diterima oleh akal sehat bahwa belajar Islam itu akan lebih baik dan 'selamat' hanya kalau mula-mula mempelajari Islam itu harus di Hatuhaha terlebih dahulu, baru kemudian bisa keluar untuk belajar dan bukan sebaliknya sebagai prioritas?Apakah benar bahwa seperti kutipan pernyataan ini "di luar itu hanya merupakan komparasi kesahihan atas apa yg kita dapat dari Guru-guru kita di Hatuhaha"? Bukankah awal mula Islam itu di Timur Tengah? Secara logis dan fakta sejarah memberi bukti bahwa pasca wafatnya Rasulullah saw, dunia Islam di bawah Imperium Umayyah dan Abbasiyah telah cemerlang membangun peradaban intelektual dengan munculnya banyak tokoh pemikir dan para ahli, banyaknya terbit buku-buku (kitabu-kitabu) dengan beragam tema, mulai dari filsafat Yunani sampai filsafat Islam, mulai dari sastra Arab sampai dengan ilmu kimia, astronomi, matematika, fisika dan lain-lain hingga yang namanya disiplin ilmu tasawuf, irfan atau ma'rifat. Jadi sebenarnya disiplin ilmu ma'rifat itu bukan milik eksklusif, bukan milik sendiri (orang Islam laeng seng ada punya), bukan ilmu yang khusus turun dari dunia antah berantah ke Pulau Haruku, ke Kerajaan Hatuhaha dan menjadi milik yang istimewa seng ada duanya di duniae hahai tii ne. Ilmu ma'rifat itu sudah ada sejak jaman doeloe... Untuk lebih lengkapnya mengenai masalah ini kita bisa saja membaca literatur yang kini sudah banyak tersedia di toko buku atau perpustakaan mengenai sejarah tasawuf atau ma'rifat. Biar hal ini menjadi terang dan biar kita bisa sedikit tawadhu alias merendahkan diri. Karena ilmu-ilmu ke-Islaman itu awalnya telah berkembang pesat di dunia Islam (Timur Tengah dan sekitarnya), maka secara logis bahwa ilmu ma'rifat yang ada di Hatuhaha ini sebenarnya berasal sana juga (Timteng dan sekitarnya). Untuk lebih terang lagi sebaiknya semua judul kitab ma'rifat di Hatuhaha itu diinventarisasi ataui didata, siapa tau ada kitab di Hatuhaha yang sama judulnya dengan kitab/buku yang telah beredar di toko-toko buku, bedanya kitab ma'rifat di Hatuhaha masih bernuansa mitologis-sakral karena susah diakses oleh umum dan belum dialihbahasakan ke Indonesia, sementara buku yang dijual di toko buku sudah bisa dibaca dengan bahasa Indonesia. Bukunya juga sudah tidak bernuansa mitologis-sakral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sudah lebih luas aksesnya atas ilmu ini. Kita bisa menemukan berbagai buku di toko buku sekarang ini yang membahas ma'rifat. Buku-buku ma'rifat itu pun pengarangnya bahkan tokoh-tokoh yang terkenal dalam ilmu ma'rifat yang biasa kita dengar, seperti al Jailani, al Qusairy, al Ghazali, ibn al Arabi, Abu Thalib al Makky dan banyak lainnya. Kalau sekarang orang-orang Islam secara terbuka dan terang bisa mempelajari ma'rifat dari literatur yang tersedia banyak, sementara di sisi lain ilmu ma'rifat di Hatuhaha menjadi ilmu yang tertutup. Akhirnya orang hanya bisa sampai pada tahap menyangka saja dan bukan mengetahui. Karena menyangka dan mengetahui itu dua hal yang berbeda. Tidak pernah mempelajari langsung dari bukunya membuat orang hanya bisa menyangka-nyangka. Sedangkan untuk mengetahui isi buku atau ilmu dalam buku itu (ma'rifat) maka orang harus membaca bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya tidak ada bedanya belajar Islam di Hatuhaha dengan di luar Hatuhaha. Malah menurut saya belajar Islam di luar Hatuhaha sekarang ini sangat memungkinkan bagi kita. Di mana-mana umat Islam sekarang sudah bisa mengakses literatur-literatur ke-Islaman. Mulai dari literatur mengenai fiqih praktis keseharian sampai kepada literatur tasawuf alias ma'rifat itu. Mulai dari pemikiran Al Kindi dan Al Farabi sampai dengan Imam Khomeini, Muthahhari, Yusuf Qordhowy, Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan lain-lain. Mulai dari panduan pernikahan Islami sampai dengan pemikiran politik, ekonomi dan pergerakan Islam. Bahkan bisa dibilang sekarang ini dunia Islam mengalami booming buku-buku Islam. Bebagai macam tafsir Al Qur'an bisa diakses dengan mudah. Demikian halnya dengan buku-buku hadist Nabi. Buku-buku ma'rifat banyak tersedia mulai dari yang Sunni sampai Syi'ah. Dari terjemahan kitab klasik ma'rifat dari Timur Tengah dan sekitarnya sampai dengan buku-buku ma'rifat buah pemikiran penulis Indonesia. Jadi pernyataan bahwa harus belajar Islam di Hatuhaha lebih dahulu sebagai prioritas utama sebelum belajar Islam di luar dan bukan sebaliknya, karena Islam di Hatuhaha memiliki kandungan ajaran ma'rifat yang superior, pada kesempatan ini menurut saya itu adalah pernyataan yang kurang berwawasan, baik wawasan ontologis dan epistemologis ilmu, maupun wawasan sosial dan kesejarahan dimana pada frame demikian kita memetakan dan membaca eksistensi suatu ilmu dalam dinamika sejarah dan konteks sosial. Secara demikian kita bisa lebih objektif dan mawas diri dalam menarik kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah (1) bahwa pada hakekatnya Islam itu satu jua. Ia adalah agama yang rasional untuk dipelajari, memiliki sejarah yang jelas dan sumber ilmunya (Alqur'an) suci, mutlak benar dan sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan modern. (2)Islam itu awalnya di Timur Tengah, bukan di Hatuhaha. Kalau ada yang berpendapat sebaliknya, ditantang untuk membuktikannya secara ilmiah. (3) Sumber literatur keilmuan Islam lebih banyak dimiliki oleh komunitas Islam di luar Hatuhaha dibanding dengan jumlah literatur Islam di Hatuhaha. Kualitas literatur ma'rifat antara Islam di Hatuhaha dengan dunia Islam pada umunya tidak bisa diukur karena belum ada penelitian secara ilmiah untuk membandingkannya. (4) Keliru kalau ada yang mengafirmasi dikotomi antara Islam Ma'rifat vs Islam syariat. Karena Islam itu adalah agama yang menghendaki umatnya masuk ke dalamnya secara kaffah (total). Jadi bukan sepotong-sepotong. Yang makna batin ibadah saja diambil, sedangkan ritualnya ditolak. Berzikir saja dan kemudian menolak perintah shalat fardhu dan puasa 30 hari Ramadhan. Islam ya tetap Islam sesuai Rasulullah saw telah teladankan. Kalau di luar dari itu berarti mengada-ada dan mengurang-ngurang. Dalam kaidah hukum, hukum yang di bawah tidak boleh bertentangan dengan hukum asas di atasnya. Jadi dalam hal ini, syariat Islam (bukan makna syariat yang dikonotasikan sebagai dimensi fiqih an sich, tapi syariat secara kaffah sebagai sistem padu, mulai dari aqidah, ibadah, muamalah dst) yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad saw adalah hukum azas, sementara ilmu ma'rifat hanyalah salah satu saja dari sekian disiplin ilmu yang telah dikembangkan oleh umat Islam, ilmu ma'rifat sebagai disiplin ilmu yang secara metodologis-epistemik sangat interpretatif-subjektif, secara kaidah hierarkhi hukum tidak bisa membatalkan ketentuan-ketentuan hukum azas (syariat). Karena kalau demikian terjadi, maka yang salah bukan azas (syariat), melainkan disiplin ma'rifatnya yang memang wataknya interpretatif-subjektif itu. Banyak ahli ma'rifat telah muncul dalam sejarah Islam. Dari banyak tokoh ma'rifat itu mereka sendiri berbeda-beda dalam pendekatan atau metode sayr wa suluk. Beragamnya ajaran ma'rifat itu sebagai konsekuensi dari sifat disiplin ilmunya. Kemudian ketika ada yang meyakini bahwa ajaran ma'rifat itu telah melampaui kewajiban shalat fardhu, bukan berarti bahwa shalat fardhu sebagai bagian dari pilar-pilar azas agama yang dilaksanakan dan diperintahkan oleh baginda Nabi saw menjadi hilang statusnya sebagai pilar agama dan oleh karena itu azas (syariat Islam)nya yang harus menyesuaikan dengan ajaran ma'rifat made in tokoh ma'rifat yang tidak mewajibkan shalat fardhu. Apapun ajaran ma'rifat yang subjektif-interpretatif-alegorik itu, tetap tidak bisa menyingkirkan status rukun-rukun Islam yang lima. Karena apabila demikian yang terjadi, maka itu berarti kontradiksi internal. Apakah kita mau mengikuti Nabi atau Sufi? Ketika seorang sufi tidak melaksanakan shalat lima waktu, sedangkan Rasulullah saw adalah manusia suci yang menerima perintah shalat itu langsung dari Allah swt, melaksanakannya, mengajarkannya dan menyuruh umatnya, kita semua yang muslim untuk melaksanakannya? Haruskah kita menolak ajaran Rasulullah saw hanya lantaran ada ajaran ma'rifat yang menolak shalat lima waktu? Kalau begitu, tegakah kita menghapus (delete, type x) ayat-ayat suci dalam Al Qur'an yang memerintahkan kita shalat?Begitu luar biasakah kita yang mau menantang kalam-kalam Allah swt hanya lantaran ajaran ma'rifat yang tidak membolehkan shalat? Masih Islamkah kalau seperti itu? Apakah sufi-sufi (ahli ma'rifat) itu tidak shalat? Apakah Ibnu Arabi tidak shalat? Apakah Abdulqadir al Jailani tidak shalat? Apakah Manshur al Hallajh tidak shalat? Apakah Hasan Bashri tidak shalat? Setahu saya sufi-sufi itu adalah orang yang sangat menjaga kualitas shalatnya, bahkan mereka akan shalat sepanjang malam sampai subuh. Tidak ada sufi yang tidak shalat. Salah satu doktrin sufi adalah menghiasi diri dengan akhlak Allah swt dan akhlak Nabi Muhammad saw. Kalau ada sufi yang tidak shalat berarti itu bukan sufi, tapi ahli mistik bukan muslim.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rus'an latuconsina&lt;br /&gt;*pembelajar yang anti kemapanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-654158654169109966?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/654158654169109966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=654158654169109966' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/654158654169109966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/654158654169109966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2008/11/betulkah-islam-hatuhaha-paling-superior.html' title='Betulkah Islam Hatuhaha Paling Superior?'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-6104662971923466692</id><published>2008-11-07T16:16:00.006+08:00</published><updated>2008-12-24T15:25:37.324+08:00</updated><title type='text'>Sebuah Sapaan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;ditulis   oleh  Lan Latuamury&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;ssalamu  alaikum Wr .. Wb ! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Adik2 Cerdik cendekia Pelauw pada khususnya  dan Hatuhaha Pada umunya yang sangat kami kagumi, cintai dan kami banggakan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Menelaah buah penah  yg adik-adik rangkai melalui media ini memberikan sebuah ilustrasi bahwa  kemajuan intelektualitas, sdh berada pada tingkat yang mumpuni namun  kesadaran moralitas dan kehidupan spiritual masih sangat jauh dari yg  diharapkan. secara pribadi saya sangat kagum dengan adanya tulisan ini &lt;b&gt;&lt;i&gt; " Membangun Perkaderan Islami  sebagai Solusi Kaum Muda Pelauw "&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.harusnya tema ini jauh  sebelumnya sdh di fikirkan dan diimplementasikan dikalangan generasi   muda Pelauw namun entah kenapa ko' baru sekarang terfikirkan, kurang  lebih 1/4 abad, Pelauw mengalami goncangan akidah yg tidak sedikit dan  sampai dengan hari ini blm selesai, kehidupan spiritual melenceng 180^  dari kittah Tatanan islam Hatuhaha yang Murni, dampak yang dirasakan  saat ini adalah mulai samarnya barometer tatanan Islam hatuhaha yang  sebenarnya, banyak corengan yang menghiasi kehidupan keberagamaan kita   krn kita sdh cukup jauh meninggalkan hakekat Islam Hatuhaha yang benar,  kita banyak berkiblat ke lain tempat seakan-akan Islam Hatuhah itu adalah  Islam Ortodoks yang ketinggalan zaman, Islam yg berada diluar Qitabullah  dan Sunnah pada hal &lt;b&gt;&lt;i&gt;ISLAM HATUHAHI TOO E TINGGI LAHA IN SEMPURNAH&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  ssi dengan Kitabullah &amp;amp; Sunnah Rasul, cuma kita saja yg mengaburkan  dan blm mampu mengkaji serta menafsirkan kesempurnaanya ke dalam bahasa  syariat islam secara umum (ini bisa dibuktikan). ada sih orang2 tertentu  yg mumpuni pengetahuan Islam ver Hatuhaha ( Ma'arifatul Islam) dan Syariat  Islam pd Umumnya tapi tidak begitu banyak. Owe dunaie hahai ti taha  Islamu sa ke Amansa ke isi &lt;b&gt;Perpustakaan Ilmu&lt;/b&gt; seperti Hatuhaha  misalnya &lt;b&gt;RUMAH NAI MA'ARIFAT&lt;/b&gt; (Perpustakaan Hatuhaha) yg berisi  sejumlah kitab yg blm ditaddaburi oleh generasi kita2 ini krn keterbatasan  akses. ini adalah kelemahan kita yg hrs di rubah menjadi kekuatan dengan  cara &lt;b&gt;&lt;i&gt;mae ASAPURU eke ka Gurua elana bisa kai tewa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. kelemahan  akses, lemah Pendirian, tdk Istiqomah dan kurang carenya kita dalam  mencari &amp;amp; mengembangkan pengetahuan inilah yg menyebabkan kita kehilangan  Ruh Islam Hatuhaha yg Murni sehingga Banyak sekali Generasi  mudah  Pelauw kehilangan Jati diri keberagamaan Islama Hatuhaha, skali lagi &lt;b&gt;&lt;i&gt; mae ASAPURU Islamu Hatuhahaiti&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ( Islam Yg Tinggi Mulia lagi  sempurna) Iteka Gudang Ilmu naowe ngapain Belajar dari luar yg tdk sempurna,  belajar dulu dari dalam sebelum keluar jangan dibalik akan menyesal  krn kesempurnaan Islam Hanya di Hatuhaha, yang diluar itu hanya merupakan  komparasi kesahihan atas apa yg kita dapat dari Guru2 kita di Hatuhaha  dan adik2 akan tercengang melihat hasilnya atas kecemrlangan dan kesempurnaan  Islam Hatuhaha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Untuk Talabul Ilm yg  pertama harus dilakukan adalah Ma'a hehe Qalam oleh Guru (salah satu  ajaran Islam yg agung yg sdh dilupakan di Hatuhaha),  ini hrs dilakukan  sebelum kita menimba Ilmu, ssi Firman Allah swt dlm surat al-alaq الَّذِي  عَلَّمَ بِالْقَلَمِartinya : Yang mengajar (manusia)  dengan perantaraan kalam, (Qs. Al-alaq 4) ini adalh wahyu Pertama yg  di Terima oleh Upu ka Nabi Muhammad Saw &amp;amp; ritus ini hanya direalisasikan  di Hatuhaha di t4 lain tdk &lt;b&gt;&lt;i&gt;ada ( Tahasi Ilmu iya ele)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;i&gt; kou eke&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Betapa Cerdasnya Guru Hatuhaha,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;ana kai lanjut loue  ..... akhirul Qalam Wassalamu alikum Wr .. Wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-6104662971923466692?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/6104662971923466692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=6104662971923466692' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6104662971923466692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/6104662971923466692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2008/11/sebuah-sapaan.html' title='Sebuah Sapaan'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-1295893826763805364</id><published>2008-11-04T20:45:00.006+08:00</published><updated>2008-11-04T22:32:33.174+08:00</updated><title type='text'>HIPPMAP Fokus ke Internal</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;ditulis oleh admin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Unhas/04-11-2008) Duduk melantai membentuk lingkaran di atas hamparan marmer mengkilap sembari menikmati kesegaran udara danau Unhas di sore hari tadi, sekitar sepuluh anggota beserta badan pengurus HIPPMAP mengadakan rapat anggota.  Gedung IPTEKS Unhas sore itu kebetulan cukup sepi dari mahasiswa yang biasanya memadatinya dengan bermacam kegiatan. Hanya terlihat beberapa yang sedang duduk-duduk di situ selain teriakan-teriakan atraktif dari sekelompok mahasiswa unit kegiatan teater yang sedang berlatih tidak jauh dari situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda yang dibahas adalah menyangkut pelatihan kepemimpinan tingkat dasar atau pengkaderan serta pembahasan informasi yang diterima oleh badan pengurus HIPPMAP mengenai rencana perhelatan pelatihan nasional mahasiswa Pelauw seluruh Indonesia yang menurut informasi itu bahwa HIPPMAP diminta sebagai tuan rumah. Pembahasan pada rapat itu yang didahulukan adalah masalah yang digulirkan oleh kawan-kawan dari Jawa itu sebab itu menjadi bahan yang menarik untuk dibincangkan. Setelah beberapa saat bertukar pendapat, akhirnya diputuskan untuk tidak menerima tawaran kegiatan itu, bahwa HIPPMAP sebagai tuan rumah acara. Pertimbangan-pertimbangan  diajukan, mulai dari aspek &lt;span style="font-style: italic;"&gt;strengt&lt;/span&gt;h sampai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weekness&lt;/span&gt;-nya untuk  mengambil keputsan tersebut. Diantara pertimbangan itu adalah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pertama&lt;/span&gt; bahwa HIPPMAP  membaca  kondisi riil saat ini distribusi kualitas kader belum merata, baik internal HIPPMAP maupun organisasi Pelauw di tempat lain. Ini berarti dengan asumsi bahwa kegiatan pelatihan mahasiswa Pelauw tingkat nasional yang lumrahnya sebagai even berlevel bukan lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;basic training &lt;/span&gt;akan tetapi minimal intermediate training. Tapi kalau asumsinya adalah level basic training maka HIPPMAP menilai itu sebagai kegiatan yang mubazir yang seharusnya diintensifkan saja di wilayah lokal.  Mengadakan acara itu berarti membuat sebuah lompatan yang tak berdasar. Artinya bahwa kita menginginkan yang berpartisipasi dalam kegiatan training adalah kader-kader dalam sebaran mutu cukup banyak yang minimal telah kuat tahapan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;basic capability&lt;/span&gt;-nya, bukan mengandalkan beberapa orang saja yang telah memenuhi kriteria (kapabilitas organisasi dan intelektualnya telah mendekati limit mapan) dan kemudian membiarkan yang mayoritas menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;silent and worker member.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;P&lt;/span&gt;ertimbangan kedua &lt;/span&gt;a adalah karena HIPPMAP melihat lebih strategis, efektif dan efisien untuk memperkuat dimensi perkaderan secara lokal ketimbang membuat sebuah even nasional yang tanpa penguatan basis lokal secara matang. Kehandalan secara makro atau nasional biasanya dipengaruhi secara nyata oleh kemapanan aktor dan subjek di wilayah lokal. Karena itu sebagai pertimbangan strategis, HIPPMAP memilih tidak menerima tawaran kegiatan tersebut untuk sementara ini karena menilainya sebagai sebuah 'langkah maju' dalam tataran wacana namun bukan  untuk dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Lebih baik mengambil langkah mundur sejenak dengan bersabar membasis pada kapasitas kader internal, baru kemudian melompat jauh ke depan menjadi kader progresif, daripada mengambil langkah terburu-buru sekarang padahal secara internal kapasitas kader belum dimiliki secara merata. Memang di HIPPMAP ada beberapa kader yang insya Allah telah memenuhinya. Namun perkaderan kita seperti kata Mohammad Hatta, haruslah menjadi perkaderan anggota dan bukan perkaderan pemimpin. Bukanlah sebuah kemajuan kalau yang bisa itu hanya segelintir saja dari elite pemimpin sementara mayoritas anggota tidak mendapat prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ketiga adalah masalah klasik, kesulitas mendapatkan dana. Bukan berarti menyerah sebelum bertempur. Yang namanya even nasional, pasti membutuhkan dana yang besar. Sedangkan dalam diskusi itu tidak ada yang menunjukkan keyakinan akan bisa mendapatkan dana besar. Karena saat ini HIPPMAP tidak memiliki jaringan dana yang kuat.  Tradisi HIPPMAP selama ini adalah tradisi kesederhanaan, tradisi apa adanya dan tradisi independen tanpa syarat. Hal ini berimplikasi kepada kegiatan HIPPMAP yang biasanya sederhana tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bisa tonji,&lt;/span&gt; walau tak punya dana besar yang penting ada semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan kemudian menyepakati untuk menggelar training dasar kepemimpinan HIPPMAP pada tanggal 15 dan 16 November 2008 yang direncanakan berlangsung di kawasan miniatur rumah adat Sulawesi Selatan, Benteng Somba Opu. Kegiatan ini difokuskan kepada mahasiswa baru serta separuh eksponen pemuda dan mahasiswa angkatan bukan 2008 yang belum mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat berakhir saat azan maghrib berkumandang dari masjid kampus Unhas. Semuanya berkemas bubar. Awan gelap menguar cemas di atas langit Tamalanrea. Hujan perlahan turun, meniris satu-satu dari ujung daun kihujan di sepanjang jalan menuju pintu satu kampus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3336297414292069985-1295893826763805364?l=hippmap-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hippmap-online.blogspot.com/feeds/1295893826763805364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3336297414292069985&amp;postID=1295893826763805364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/1295893826763805364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3336297414292069985/posts/default/1295893826763805364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hippmap-online.blogspot.com/2008/11/rapat-anggota.html' title='HIPPMAP Fokus ke Internal'/><author><name>HIPPMAP-ONLINE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11870314247809841403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3336297414292069985.post-1875021360590247136</id><published>2008-11-01T15:14:00.006+08:00</published><updated>2008-11-01T16:01:37.128+08:00</updated><title type='text'>Su Barubah ka..?*</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;ditulis oleh: budi malalokon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu kala, eh bukan, pada beberapa tahun lalu, tepatnya di tahun 1990-an, di saat katong masih kecil itu, katong merasakan hidup enjoy banget. Hidup mengalir apa adanya seperti aliran air marake'e di sebelah timur katong pung nagri, eh negeri. Katong pung negeri, ya negeri Pelauw so pasti, pada masa itu, mungkin (mangkali) juga masa-masa sebelum itu, akang pung kehidupan berjalan so necerely paskali. Alamiiiiii sakali. Kira-kira seperti itu. Kalau mau mandi, langsung saja pi di aer masawae bagi yang tinggal di seputaran dusun tiga deng dusun empat. Kalau di dusun satu alias persina itu, dong biasa pigi mandi kuhu wae di parigi atau aer sambunyi deng aer di sekitar kaki aer marake'e. Jang bilang yang di dusun batu gajah lai po, dong itu pahoiny' dekat-dekat saja di dong pung balakang kompleks. Ada aer batang too, aer marake'e sudahh ka... Mandi, bacuci dan lain-la
